Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

ForU

Saya memberi peluang bagi anda para pembaca dan penggemar blog ini untuk ikut serta membuat cerita sesuai versi anda. Cerita yang diperbolehkan yaitu tentang "Naolla" dan Cerita Panas Polisi. Langsung saja kirim ke dimas_arbayu@yahoo.com

Terimakasih banyak atas partisipasinya.

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Sabtu, 23 Maret 2013

Intermezzo: Aku Dientot Polisi di Atas Bukit


Dinginnya angin malam hampir menusuk tulangku. Gemerlap cahaya bintang dilangit hitam mengelilingi indahnya rembulan yang hampir penuh. Disini diatas sebuah bukit kecil aku tengah dipeluk mesra oleh Bang Wando. Tangannya memeluk tubuhku yang sedang berpangku mesra dengannya. Aku yang tadinya merasa dingin, kini benar-benar menjadi hangat. Tubuh bang Wando yang enak untuk dipeluk menyingkirkan hembusan angin yang akan menyentuhku.
Ditempat yang jauh dari kata ramai, disitulah kami sekarang bermesraan, di sebuah bukit kecil di tengah-tengah sebuah hutan wisata. Malam itu adalah malam minggu dan aku berinisiatif untuk mengunjungi BF ku, Bang Wando. walaupun butuh waktu 3 jam lebih untuk menuju tempat dinas bang Wando namun jarak itu tidak berarti ketika aku sudah berada dalam dekapannya.
Dikawasan bukit itu cukup terpencil dan jarang sekali ada orang yang mau berpacaan disitu mengingat disana tidak ada penerangan lampu dan ditengah-tengah hutan. Awalnya aku juga menolak ketika bang Wando mengajakku kebukit itu tetapi berkat nama Briptu yang mengiringi nama bang Suwando Hairul Aji, akhirnya aku mengiyakan. Bang Wando juga membawa pistolnya dengan alasan berjaga-jaga.
“Adek… Abang sayang banget ma kamu. Abang kangen pengen meluk kamu Bay… Hmmppppp”. Bang Wando semakin mengencangkan pelukannya ditubuhku.
“Adek juga bang… kangen… muachhh”.
Aku mencium bibir bang Wando namun ketika aku ingin melepaskan bibirku dari bibirnya, bang Wando menggigit bibirku dan mengenyotnya. Aku tak bisa menolak perlakuan polisi gagah itu dan mulai mengimbangi sedotan bang Wando. sementara pantatku yang duduk diselangkangan bang Wando semenjak tadi sudah merasakan ada benda yang mengganjal posisi dudukku. Aku yakin sekali kalau benda itu adalah kontol gede milik bang Wando. Rupanya udara malam yang dingin membangkitkan nafsunya lebih cepat dari dugaanku.
Aku melepas pagutan bibir bang Wando dan tersenyum padanya. “Abang sudah nggak sabar ya?”.
“Iya Bay… Mau nggak kalau abang ngentotin kamu diatas bukit ini. Kayak waktu kita ML di pantai …”.
“Emangnya disini aman bang?”, tanyaku ragu.
“Tenang aja Bay. Disini itu aman… paling serangga aja yang nonton abang nusuk kamu. Ayo dong Bay, abang udah ngaceng banget nih dari tadi. Nggak tahu ya kalau kontol abang udah sakit banget akibat terkurung dicelana?”.
Aku menatap wajah tampan bang Wando yang terlihat manja dan memelas. Oh my god, mana tahan sih nolak kemauannya bang Wando. Sehingga aku menganggukan kepala tanda aku juga mau melakukannya.
Maka dengan cepat bang Wando menurunkanku dari pangkuannya dan melepas seluruh pakaian ditubuhnya. Dia juga menyuruhku melakukan hal yang sama sehingga dalam sekejap saja kami berdua sudah polos tanpa sehelai benang dan dengan beralaskan pakaian kami, aku sudah terbaring pasrah sambil membuka anusku dengan mengangkatkan kaki keatas.
Bang Wando sepertinya sudah sangat tidak sabar. Entah setan apa yang sedang merasuki POLISI itu sehingga bisa begitu menggebu-gebu seperti ini. Dia menundukan kepalanya dan langsung mengerjai anusku yang sudah empat-empot pengen dientot.
Aku hanya bisa merintih saat lidahnya mulai menyeruak ke dalam anusku. Ditekankannya wajahnya ke belahan pantatku hingga lidahnya semakin dalam menyeruak ke dalam lubang anusku. Aku semakin menggelinjang saat lidah Bang Wando dengan nakalnya mempermainkan cincin anusku. Sesekali ia menyedot lubangku dan mengorek-ngorek lubangku dengan lidahnya. Gila… tubuhku mulai mengejang dan perutku seakan-akan diaduk-aduk karena harus menahan kenikmatan.
Bang Wando tidak peduli dengan keadaanku yang kepayahan menahan nikmat. Lidahnya bahkan semakin liar mempermainkan lubang anusku. Tubuhku rasanya melayang-layang keatas langit. Kami memang seperti bercinta diatas awan dan rasanya naik keatas langit ketujuh…
“Aaaaakkkhhh… .hhhhh… … teerrr… … ruusssshhhhhh… ssshhhh… … aakkhh… aaakkhhhh… … teeerrruussshhh bang…. ahhhhh”.
Stelah kurang lebih 30 menit mengisap lubangku, bang Wando memberi jeda sejenak lalu kemudian merangkak di hadapanku.
“Bagaimana, Bay..?” bisiknya di telingaku.
“Oohhh… luar biasa… lidah abang hebbb … bathh,” desahku.
Masih dengan posisi berberbaring, Bang Wando menyergap bibirku lagi. Bang Wando menempatkan dirinya di antara kedua pantatku yang terbuka lalu dicucukkannya batang kontolnya ke lubang anusku yang sudah sangat basah akibat air liurnya. Dengan tangannya Bang Wando menggosok-gosokkan kepala kontolnya ke lubang anusku. Tubuhku kembali bergetar. Aku semakin terangsang, saat kepala kontolnya menggesek-gesek dinding anusku.
Dengan perlahan Bang Wando mendorong pantatnya ke depan hingga kontolnya menyeruak masuk ke dalam liang kenikmatanku.
“Hhmmmhhhh… … hhhhhhhhh… … uhhhhhhhh…. Aw!”, erangku.
Hampir bersamaan kami mendengus saat kontolnya menerobos lubang anusku yang sempit dan menggesek dinding liang anusku. Lidah kami saling bertaut, saling mendorong dan saling melumat. Tubuhku tersentak-sentak mengikuti hentakan dorongan pantatnya. Bang Wando terus menekan dan mendorong pantatnya menghunjamkan kontolnya ke dalam anusku dengan posisi merangkak. Indahnya cahaya bulan dilangit malam membuat kami lupa daratan dan terbang jauh kesurga. Ohhhh….
Entah karena kurang leluasa atau kurang nyaman, tiba-tiba Bang Wando mencabut batang kontolnya yang terjepit anusku. Ia membalikkan tubuhku seperti orang bersujud dan ia sekarang berada di belakangku. Tubuhku ditunggingkan dengan siku tangan menopang tubuhku. Dibentangkannya kedua kakiku lebar-lebar, lalu ditusukkannya kontolnya yang keras itu ke lubang anusku dari belakang. Kali ini gerakanku dan gerakannya agak lebih leluasa.
Kedua tangannya meremas dan memegang erat pantatku sambil mengayunkan pantatnya maju mundur. Kontolnya semakin lancar keluar masuk liang kenikmatanku.
“Ughh… .uugghhh… uuugghhhh… …ohhhh…. Bawa aku terbanghhh sayanghhh… ahhh…. Hangat banget…. uhhhh ”, Aku dengar Bang Wando mendengus-dengus seperti kereta sedang menanjak.
Aku pun mengimbangi gerakan ayunan pantatnya dengan sedikit memutar pantatku dengan gaya ngebor.
Napasnya semakin menderu saat kulakukan gaya ngeborku. Kontolnya seperti kupilin dalam jepitan anusku. Nafsuku yang terbangkit semakin mengelora. Desakan-desakan kuat di dalam tubuh bagian belakangku semakin menekan. Kugoyang pantatku agar semakin liar menyongsong sodokan gencar kontol gede sepanjang 21 cm milik bang Wando.
“Terusss… sayang… terusshhh… Ohhhhh…” Bang Wando mendesis-desis dan tangannya semakin kuat mencengkeram pantatku membantuku bergoyang semakin kencang.
“Aaarrrgggghhhh… … aarrrgghhhhhh… . aakkkhhh… … ssay… .sssaayaaanggghhh… … .keluaaarrrrhhh,Bayyyyy… … eessssshhhhh… .Hhhhhhhh… … ”
Kudengar Bang Wando menggeram saat kontolnya mengedut-ngedut dalam jepitan anusku. Kugoyangkan pantatku semakin liar dan akhirnya kuayunkan pantatku ke belakang menyongsong tusukan Bang Wando hingga kontolnya melesak sedalam-dalamnya seolah-olah menumbuk usus besarku. Aku seperti melayang begitu pejuh polisi  itu datang mengaliri sekujur anusku.
“Oooouuuccchhhh… .ssshhhhhh… .aakhh… aakkhh… aaakkkhhhh… .”.
Kurasakan ada semburan cairan hangat dari kontolnya di dalam anusku.
Ccrrraattt… crrooott..crrrruutt… cccrroooottt..crott..!!
“Uughhh… ugghh… hhaahhh… hahhh… aaaahhhh… Ohhh… abang hamilin kamuhhh… Bay!!! ahhhh…”.
Banyak sekali cairan sperma Bang Wando yang tersembur menyiram anusku, hingga sebagian menetes ke alas baju yang kami gunakan.
Kami tetap terdiam sambil mengatur napas. Tangannya memeluk dadaku dan kontolnya masih mengedut-ngedut menyemburkan sisa-sisa air mani ke dalam lubang anusku. Akhirnya kami berdua pun ambruk ke tanah diatas bukit itu.
Kami berbaring dengan Bang Wando masih memeluk tubuhku dari belakang. Kontolnya yang sudah terkulai menempel di belahan pantatku. Kurasakan ada semacam cairan pekat yang menempel ke pipi pantatku dari kontolnya. Akhirnya aku tertidur kelelahan setelah digempur habis-habisan oleh kontol super bang Wando.
Kalian tentu belum pernah melakukan persenggamaan diatas bukit seperti kami. Sungguh sensasinya luar biasa dan sangat menantang adrenalin. Aku benar-benar tidak memperdulikan lagi tiupan angin malam yang menjamah tubuh telanjangku karena kehangatan kontol polisi itu telah berhasil mengobrak-abrik liang anusku.
Aku tidak tahu berapa lama aku telah tertidur di atas bukit itu. Aku tersadar saat ada sesuatu benda lunak yang memukul-mukul bibirku. Saat kulirik aku terkejut ternyata benda yang memukul-mukul bibirku tadi adalah kontol bang Wando yang sudah setengah ereksi.
Ternyata ia sedang berjongkok dengan mengangkangi mukaku. Tangannya memegangi batang kontolnya sambil dipukul-pukulkannya pelan-pelan ke bibirku. Begitu melihat aku terbangun, serta-merta Bang Wando memegang bagian belakang kepalaku dan mencoba memasukkan kontolnya ke dalam mulutku. Aku menjadi gelagapan karena bangun-bangun sudah disodori batang kontol laki-laki!! Gila. Aku pun tak mempunyai pilihan lain kecuali menyambutnya dengan mulut terbuka… Walaupun sedikit gelagapan, tentu saja aku melakukannya dengan setulus hati. Sedikit demi sedikit batang kontol itu semakin mengeras dalam kulumanku.
Beberapa saat kemudian Bang Wando membalikkan posisinya. Kontolnya masih kukulum dengan liar kemudian ia menundukkan tubuhnya dan wajahnya kini menghadap selangkanganku.
Dibentangkannya kedua pahaku kemudian lidahnya mulai bekerja menjilat dan melumat kontolku. Aku semakin gelagapan karena merasa nikmatan sementara mulutku tersumpal kontolnya yang mulai membesar dan mengeras.
Aku ikut menyedot kontolnya saat Bang Wando menyedot kuat biji pelerku. Kami saling menjilat dan menyedot kemaluan kami masing-masing dengan posisi wajah Bang Wando menyeruak ke selangkanganku dan wajahku dikangkanginya.
Aku semakin menggelinjang liar saat lidahnya mengais-ngais lubang anusku dengan menekuk kedua pahaku ke atas. Aku sangat terangsang dengan perlakuannya itu. Apalagi saat lidahnya dimasukkan dalam-dalam ke lubang anusku. Aku tak mampu menjerit karena mulutku tersumpal kontolnya yang teramat besar dan keras itu.
Tubuhku bergetar hebat menahan kenikmatan yang menyergapku. Bang Wando dengan ganas menjilat-jilat anusku dengan kedua tangannya membuka lebar-lebar lubang anusku.
“Mmmmhhhhhh… … eeehhhhhmmmm… … ”, erangku yang tertahan oleh sumpalan kontol bang Wando.
Bang Wando masih membiarkan kontolnya menyumpal mulutku sambil sesekali lidahnya menyapu-nyapu dinding anusku. Setelah aku mulai dapat mengatur napasku, Bang Wando menggulingkan tubuhnya ke samping dan menarik tubuhku agar naik ke perutnya. Ia bergeser dan bertumpu pada kedua tangan kekarnya hingga posisinya kini setengah duduk.
Tubuhku ditariknya hingga menduduki perutnya lalu diangkatnya pantatku dan dicucukannya kontolnya ke lubang anusku. Dengan pelan aku menurunkan pantatku hingga batang kontolnya secara perlahan melesak ke dalam jepitan liang pembuanganku. Aku menahan napas menikmati gesekan batang kontolnya di dinding anusku. Setelah beberapa kocokan yang kulakukan akhirnya amblaslah seluruh kontolnya ke dalam anusku.
Kini aku duduk di atas selangkangan Bang Wando yang setengah duduk dengan bertumpu pada tangannya. Dengan tangan bertumpu dibahu bang Wando aku mulai bergerak menaik-turunkan pantatku secara perlahan. Sementara itu, mulutnya sibuk menetek dan memilin-milin puttingku, tak ketinggalan lidahnya disentil-sentilkannya dengan teratur pada putingku yang semakin mengeras.
Posisi di atas merupakan salah satu posisi favoritku. Karena dengan posisi ini aku dapat mengontrol sentuhan-sentuhan pada daerah sensitifku dengan kontol laki-laki yang menancap keras di lubang anusku.
“Aaaa… … aaakkkkhhhhh… sssshhh… teerrr… rruuushhh… … Banghhh… ooouucchhhh… .hhhhhkkk… ”
Aku mendesis-desis saat Bang Wando ikut mengimbangi goyanganku sambil kedua tangannya menekan punggungku hingga putingku masuk ke dalam mulutnya. Kedua putingku dijilat-jilat dan disedot-sedot secara bergantian hingga membuat nafsuku meningkat secara cepat. Aku semakin liar menggerakkan pantatku di pangkuannya. Tubuhku kembali menggelinjang-gelinjang tak karuan dan kelojotan seperti terhantam aliran listrik.
“Terusshhh… … teee… rrrusshhh … oooouuuccchhh… … aaauuuhhhh… … aaaaakkkkhhhhhhh… … hhhooohhh… ”
Aku semakin liar mendesis dan kuremas kuat rambutnya yang cepak.
“Hhhh… hhaahhhh… hhhaaahhh… … mmmhhhhh… .aaaahhhhhh… .oookkhhh… .yyyaaaa… .. sssshhhhhh… … .” Tubuhku terasa terhempas ke tempat kosong lalu akhirnya aku ambruk di dada bidang bang Wando akibat kelelahan.
Bang Wando lalu bangkit dan berganti menindihku dengan tanpa melepaskan batang kemaluannya dari jepitan anusku. Aku kembali dijadikan bulan-bulanan genjotan kontolnya yang teramat keras. Bibirnya tak henti-hentinya melumat bibirku dan pantatnya dengan mantap memompa kontolnya, menusuk-nusuk anusku dengan cepatnya. Kedua tangannya mengganjal bongkahan pantatku hingga tusukannya kurasakan sangat dalam menumbuk asusku.
“Uugghh… ugghhh… putarrrhhh… Bayyyy… eeekkhhh… … puttaa… … aarrrhhh… uuugghhhhh… ”
Kudengar Bang Wando mendengus memerintahku memutar pantatku.
Aku mematuhi perintahnya memutar pantatku.
“Terruuussshhhhh… … terrusss… … ssshhhhh… teerrr… oouugghhhh… … .!!”
Akhirnya dengan diiringi dengusan panjang tubuh Bang Wando berkelojotan. Tubuhnya tersentak-sentak dan hunjaman kontolnya serasa menghantam sangat dalam karena didorong sekuat tenaga olehnya. Rambutku dijambak dan digenggamnya dengan kuat. Batang kontolnya berdenyut-denyut cepat dalam jepitan liang anusku.
Crottt… crott..crott…
“Aaaarrgggghhhhh… … aaaakkhhh… aakkhh… aakkhh… hhhhhhh… … ”
Kontolnya menyemburkan cairan kenikmatan ke dalam anusku. Aku merasa ada desiran hangat menyembur beberapa kali dalam lubang pembuanganku. Nikmat sekali rasanya. Tubuhnya masih berkelojotan untuk beberapa saat lalu akhirnya terdiam.
“Oouughhhh… Sayanghhh… ku..… .hhhh… hebattthhhh… ”, bisiknya di telingaku dengan napas yang masih ngos-ngosan.
Tubuh kekarnya ambruk menindih tubuh telanjangku. Kontolnya dibiarkannya tertancap erat dalam jepitan liang anusku. Kami berdua sama-sama diam menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja kami raih.
Hari sudah semakin larut saat aku bangun dari atas tanah tersebut. Aku rencananya mau berpakaian dan menyudahi ketelanjanganku. Namun, belum selesai membenahi celanaku lagi-lagi Bang Wando merangsekku . Diturunkannya lagi celanaku hingga sebatas lutut lalu didekapnya aku dari belakang. Bibirnya dengan ganas dan rakus menjilat dan mencumbu daerah belakang telingaku hingga gairahku mulai terbangkit lagi.
Melihat aku sudah dalam genggamannya, dilepasnya celana boxernya hingga ia telanjang bulat. Batang kontolnya yang sudah setengah keras menempel ketat di belahan pantatku. Aku sengaja menekan pantatku mundur hingga menggencet batang kontolnya semakin terbenam di antara kedua belah buah pantatku. Kugeser-geser pantatku dengan lembut hingga lama-kelamaan batang itu mulai mengeras lagi.
Setelah keras, dicucukkannya kontolnya ke celah-celah pantatku lalu digesek-geseknya ujungnya ke alur sempit itu yang sudah mulai gatal lagi.
Sekali lagi kami bersetubuh dengan hanya menurunkan celana panjangku sebatas lutut dan Bang Wando menggenjotku lagi dengan posisi doggy style. Aku harus bertumpu pada tanah sambil nungging sementara Bang Wando menggenjotku dari belakang sementara tangan kanannya dengan liar meremas-remas dada kananku dan tangan kirinya menarik dan menjambak kuat rambutku sambil sesekali jari-jari tangannya dimasukkan ke dalam mulutku, aku menghisap jari kekar itu dengan kuat sambil lidahku aku mainkan sama seperti waktu aku mengenyot kontolnya.
Dengan cepat ia menyodok-nyodokkan kontolnya yang besar itu ke dalam anusku , sambil kedua tangannya meremas dan memelintir kedua putingku yang sudah menegang. Aku yang sudah diamuk birahi yang teramat dalam hanya bisa mengelinjang tak karuan. Akupun mendesah hebat tiap kali sodokan kontolnya yang begitu besar menghantam prostatku. Aku Cuma bisa mengerang kenikmatan sambil menggigit bibir bawahku, saking cepatnya sodokan kontolnya aku tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan yang mulai datang menderu dan untuk kesekian kalinya aku menggerinjal, tubuhku melengkung dan kepalaku terdongak ke atas. Nikmat sekali.
Melihatku berkelojotan dan mendesah-desah, membuat Bang Wando semakin bergairah mempercepat tusukan kontolnya, kontol itu menghujam anusku lebih cepat dan akhirnya kesekian kali ia tusukkan teramat dalam kontol panjangnya ke dalam anusku sembari menekankan pinggulku kuat-kuat ke arah pinggangnya. Ccrrooottttt… … croooooot… ccrroott…
“Uuugghhhhhhh… … hhaaahhhhh… … aaakkhhhh… … leeggiitthhhh… bbaaanggeetthhh… Bayyyy… annn… nusssmuu… uuuukkhhhhh… … hhhhhhhhhhh… … hhhh… … aakkhhh… aaahhhhhh… ”
Ceracaunya dan anusku benar-benar tersiram air kenikmatan yang teramat hangat. Tiba-tiba setelah tiga kali semprotan ke dalam lubang pembuanganku, kontolnya yang panjang itu ia cabut dan sembari mengocok dengan tangan kanannya ia semprotkan kembali spermanya yang hangat itu ke mulut dan wajahku sambil tangan kirinya mendorong kepalaku untuk menelan dan mengemuti kontolnya yang ternyata masih mengeluarkan sisa-sisa sperma yang ada.
“Hhaagghh… hhaahh… haahhh… hhhhhh… … ”.
Dengan gelagapan aku yang masih diamuk birahi kenikmatan langsung melumat dan mengenyot kontolnya sambil tanganku ikut mengurut batang kontol Briptu itu yang masih mengacung dengan kerasnya. Kujilat dan kutelan sampai habis semua spermanya, kusedot-sedot kuat kepala kontolnya sampai Bang Wando pun menggelinjang geli dan nikmat. Ia pun ikut menyeka sperma-sperma yang berceceran di daguku saking kuat dan banyaknya dan memberikannya kepadaku untuk aku jilati.
“Uuuummmmhhh… Bayy… kamu meem… bbuatkuu… melayang… lobang… kamu… nnikk..mmaatthh… bangeettt… ” Pujinya kepadaku sambil ngos-ngosan.
“Kontol abang juga bikin aku selalu kelojotan, manteb banget” Balasku sambil masih menjilat-jilat kontolnya yang sudah mulai lemas tapi masih keras itu.
“Kapanpun kamu mau, aku siap melayani kamu sayang…” Katanya menirukan slogan kantornya.
Setelah diam sejenak kamipun bergegas merapikan baju masing-masing. Kemudian kami pun bergegas menghidupkan motor dan menuju kosan bang Wando. Bukit yang indah diterangi cahaya rembulan telah menjadi saksi bisu untuk ganasnya kontol seorang polisi yang merojok anusku.
Gila. Bang Wando memang gila! Bagaimana tidak ia sanggup membuat aku merem-melek keenakan dengan kontolnya yang gagah itu! Aku pun jadi teramat ketagihan dibuatnya.
Sepanjang perjalan pulang aku terus mendekap erat perutnya yang rata dan mencium bau harum baju bang Wando. aku sangat sayang dengan bang Wandoku dan aku yakin kalau bang Wando tidak ingat anak atau istrinya saat mengentoti lubang anusku. Maafkan aku kak Siska. Maafkan aku Niko (anak Bang Wando). Aku telah membuat bang Wando lupa dengan kalian berdua. motor bang Wando terus melaju menyusuri jalan dihutan dan keluar menuju jalan raya.
*** 
“Ih, kok papa nggak diangkat teleponnya dari tadi ya? Di sms nggak dibales lagi…”, kak Siska terlihat gelisah sambil mondar-mandir memperhatikan hape dan jam dindingnya yang sudah menunjukan pukul 02.33 pagi.
Dia ingin memberitahukan kalau anak mereka sedang sakit demam.
***
Zrrtttt…zrrrttt…zrttt…. Bunyi nada getar hape diatas rumput, diatas bukit. “Mama Memanggil…”, bagitulah tulisan yang muncul dilayar hape bang Wando. Ya ampun, hape bang Wando ketinggalan disana!!!

9 komentar:

  1. hai kenalan dong...., namaku Wang Yihan Tinggal di MANADO di SULUT..
    Aku cowok dari Manado.
    NOMOR HPKU : 085340310777.

    Aku mau cari COWOK PRIBUMI ATAU Keturunan CHINESE.

    AKU KEPINGIN PUNYA " PACAR COWOK YANG TERPELAJAR BERTUBUH TINGGI YG SANGAT MENYAYANGIKU,MELINDUNGIKU,ALTHETIS,SIXPACK,LOYAL PADAKU,MAPAN, TERPELAJAR,SOPAN,MANDIRI ,SALING MENERIMA APA ADANYA,COOL,PINTAR AJAK BICARA,BISA DIPERCAYA,TIDAK EGOIS,FRIENDLY,NICE PEOPLE,LOW TEMPRAMEN,NOT ANGGRY,TAMPIL PERCAYA DIRI PADA APA YANG DIA CINTAI ,SMILE,MANDIRI ,Pekerja,SUDAH MAPAN,BERJIWA HEROIC,BISA BERTUKAR PIKIRAN DENGANKU,JUJUR,SIFAT TERBUKA/OPEN HEART,SALING MENOPANG DALAM KERJA,PERCAYA DIRI JALAN BERSAMAKU, DAN PINTAR MENGAJAKKU BERCERITA".

    KALAU TIDAK KETEMU COWOK POLISI YANG MENYUKAIKU, YA YIHAN MAU PACAR COWOK ORANG KETURUNAN CHINESE DENGAN SYARAT SEPERTI DI ATAS ...

    PRIBADIKU :
    "SOFT,WARM,INDEPENDENT,ADAKALANYA PENDIAM,BERSIFAT TERTULIS,COOL,KOMIT,HATI KERAS,TIDAK BANYAK BICARA (MAKANYA SUKA CARI TEMAN YANG BISA PINTAR BERCERITA DAN MENGHIBUR),SUKA RENANG,TRAVELING SENDIRI,SUKA KOLEKSI ARCA ORANG BANGSAWAN,TIDAK SUKA MEMOHON,UNTUK PERTAMA KALI BERTEMU AGAK CEREWET KRN MAU MENILAI,MANDIRI,TEGAR DAN RAJIN".

    FLOWER:
    "WHITE ROSE,BLACK ROSE,BLOOD ORCHID DAN RED ROSE".

    LIKE COLOR :"RED,GREEN JADE,white,YELLOW AND PINK".

    JUGA LEBIH DI SUKAI COWOK KETURUNAN CHINESE YG SUDAH BEKERJA. TAPI ORANG PRIBUMI JUGA BOLEH DENGAN SYARAT SAMA SEPERTI DI ATAS.

    KALAU TULUS, HUBUNGI AKU LEWAT INBOX FACE BOOK WANG YIHAN ATAU LANSUNG TELPON BERHADAPAN DENGAN AKU YA??? SUKA PAKAI TELKOMSEL.

    KALAU SERIUS,LAYANGKAN / KIRIM LANGSUNG FOTO close up KE HPKU ATAU KIRIM BERSAMA BIODATA KE ALAMAT EMAILKU : kitana7766@yahoo.com ATAU jade.mk03@gmail.com.

    CATATAN : "BAGI YANG CUMA MISS CALL DOANG ,SMS MISTERI, ATAU SMS TANPA MEMPERKENALKAN DIRI DERSAMA BIODATANYA YA AKU TIDAK AKAN MELAYANI DAN AKAN DI HAPUS".

    BIODATA :" NAMA LENGKAP?? TANGGAL LAHIR? UMUR? PEKERJAAN? tINGGAL DI MANA? DAN TUJUAN APA??"
    LEBIH SUKA TEMAN COWOK YANG TEPELAJAR..

    BalasHapus
  2. halo ..... salam kenal .... g stay di jakpus ... abru dlm dunia gay nih. pernah nge fuck 1x, asli sumpeh enak sekali .... jauh lebih enak drpd nge fuck cew. adakah master yg berbaik hati untuk mengajari aku untuk jadi fucker machine? maklum nafsu g gede, tiap hari g selalu nyoli, kadang bisa sampai 4x dlm 1 hari. kalau ada tolong hub aku yah, pangestu_aditia@ymail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal ya....,aku Yihan dari Manado

      Hapus
  3. Hai,,aku edwardo dari biak-papua,,aku blasteran belanda surabaya,,087841931756. wechat ID edwardo_30..

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo aku yihan dari manado.
      aku ingin pacaran dengan kamu aja..
      Gimana??

      Hapus
  4. merindukan pejantan tangguh yg sriuzz stay di bogor..
    yg sriuzz z.. call y para pejantan yg top... 087887092322
    Love n peace

    BalasHapus
  5. AKU TAK PUNYA KELEBIHAN APA APA DAN KEKUATAN UNTUK MELAWAN MEREKA YANG MENIPUKU,MEREMEHKANKU DAN MEMPERMAINKANKU.
    TUBUHKU LEMAH DAN TIDAK PUNYA BANYAK UANG...
    TAK ADA YANG MENOLONG..
    SELAIN AKU HARUS BERSUMPAH DENGAN DUPA DI HADAPAN TUHAN ,LANGIT DAN BUMI UNTUK MINTA BENCANA ATAS KETIDAK ADILAN DAN MENGUTUK SEMOGA TANAH DEVELOPER GRYAH PANIKI INDAH MENGALAMI BENCANA,MALAPETAKA DAN SIAL SEUMUR HIDUP MEREKA..
    AMIEN...
    AKU TELAH DIPERMAINKAN...
    DALAM HAL INI AKU TIDAK PANDANG LAGI ALKITAB ATAU AGAMA..
    TUHAN BOLEH MEMAAFKAN TAPI ROHKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN DAN AKAN MENUNTUT SAMPAI KE PINTU NERAKA..

    MENGENAI DEVELOPER GRYAH PANIKI INDAH MANADO BESERTA ARSITEK DIAN DAN MANDOR BRAM YANG TELAH MENIPUKU DENGAN MENYURUHKU TANDA TANGAN SERAH TERIMA KUNCI RUMAH LALU MEREKA BANGUN GEDUNG RUMAHKU ASAL JADI SAMPAI KAMAR MANDI DAN KAMAR TIDUR BOCOR KLU SAAT HUJAN.
    KOSENG JENDELA TERBELAH 2 DAN DINDING LEMBAB SERTA BANGUNAN DINDING RETAK RETAK, TIDAK DI ACI DENGAN BAIK, ANTARA KOSENG JENDELA DAN DINDING TIDAK DI PLESTER SEHINGGA KELUAR MASUK SEMUT MERAH, SEDINDING DI CAT BA ROTO ROTO OLEH DEVELOPER GRYAH PANIKI INDAH MANADO YANG BERALAMAT JALAN ARAH BANDARA SAM RATULANGI MANADO, KECAMATAN MAPANGET LINGK X KELURAHAN PANIKI DEPAN TUGU ADIPURA dan lantai kamar mandi tidak di plester dengan baik.
    MENGADUH KE BANK MANDIRI JUGA TETAP SALAH...
    SALAH JADI BENAR DAN BENAR JADI SALAH..
    GAMBAR BUKTI FOTO YANG MEREKA BANGUN GEDUNG RUMAHKU, BOLEH KALIAN LIHAT DI YOUTUBE, GOOGLE, FB UN WALL DAN FACE BOOK MILIK WANG YIHAN.
    (7 foto)
    Foto
    Foto
    Foto

    BalasHapus
  6. AKU TAK PUNYA KELEBIHAN APA APA DAN KEKUATAN UNTUK MELAWAN MEREKA YANG MENIPUKU,MEREMEHKANKU DAN MEMPERMAINKANKU. TUBUHKU LEMAH DAN TIDAK PUNYA BANYAK UANG...
    TAK ADA YANG MENOLONG..
    SELAIN AKU HARUS BERSUMPAH DENGAN DUPA DI HADAPAN TUHAN ,LANGIT DAN BUMI UNTUK MINTA BENCANA ATAS KETIDAK ADILAN DAN MENGUTUK SEMOGA TANAH DEVELOPER GRYAH PANIKI INDAH MENGALAMI BENCANA,MALAPETAKA DAN SIAL SEUMUR HIDUP MEREKA..
    AMIEN...
    AKU TELAH DIPERMAINKAN SEMUA ORANG...
    TIDAK ADA UNDANG UNDANGKAN DI DUNIA YANG MELARANG AKU BERSUMPAH DAN BICARA ????
    SETIAP ORANG JUGA PUNYA HAK UNTUK MENILAI DAN BICARA UTARAKAN PENDAPAT...
    DALAM HAL INI AKU TIDAK PANDANG LAGI ALKITAB ATAU AGAMA..
    TUHAN BOLEH MEMAAFKAN TAPI ROHKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN DAN AKAN MENUNTUT SAMPAI KE PINTU NERAKA..

    MENGENAI DEVELOPER GRYAH PANIKI INDAH MANADO BESERTA ARSITEK DIAN SETIAWATI ,MANAGER JELFI DAN MANDOR BRAM YANG TELAH MENIPUKU DENGAN MENYURUHKU TANDA TANGAN SERAH TERIMA KUNCI RUMAH LALU MEREKA BANGUN GEDUNG RUMAHKU ASAL JADI.
    SAMPAI KAMAR MANDI DAN KAMAR TIDUR BOCOR KLU SAAT HUJAN. KOSENG JENDELA TERBELAH 2 DAN DINDING LEMBAB SERTA BANGUNAN DINDING RETAK RETAK, TIDAK DI ACI DENGAN BAIK, ANTARA KOSENG JENDELA DAN DINDING TIDAK DI PLESTER SEHINGGA KELUAR MASUK SEMUT MERAH.
    DINDING DI CAT BA ROTO ROTO OLEH DEVELOPER GRYAH PANIKI INDAH MANADO YANG BERALAMAT JALAN ARAH BANDARA SAM RATULANGI MANADO, KECAMATAN MAPANGET LINGK X KELURAHAN PANIKI DEPAN TUGU ADIPURA dan lantai kamar mandi tidak di plester dengan baik.

    MENGADUH KE BANK MANDIRI JUGA TETAP SALAH...
    SALAH JADI BENAR DAN BENAR JADI SALAH..
    GAMBAR BUKTI FOTO YANG MEREKA BANGUN GEDUNG RUMAHKU, BOLEH KALIAN LIHAT DI YOUTUBE, GOOGLE, FB UN WALL DAN FACE BOOK MILIK WANG YIHAN.
    (7 foto) Foto

    BalasHapus