Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Kamis, 07 Maret 2013

intermezzo: Bulan Madu Bayu dan Bang Wando


Suwando Hairul Aji begitulah nama yang tertera di dada kanannya. Foto bang Wando yang sedang bertugas menambah rasa kangenku pada sosoknya yang tampan dan perkasa. Sungguh aku rindu pada kehangatan tubuh dan ciuman hangatnya. Aku tidak tahu mengapa dia hampir seminggu ini tidak meng-sms aku. Apa mungkin dia sedang berusaha melupakan aku. Aku sudah beberapa kali mencoba menghubungi hape-nya namun selalu tidak aktif. Sebenarnya ada banyak kekhawatiran yang lalu-lalang di pikiranku. Semoga bang Wando baik-baik saja disana. Amin….
Dedaunan akasia tua menyentuh kulitku yang tengah duduk dibawahnya. Semilir angin senja membuyarkan ingatanku pada bang Wando dan mengajak kakiku untuk segera pulang kerumah.
Aku tidak dapat menyembunyikan kesedihanku yang mendalam ini dan semakin terpuruknya aku jika bang Wando akhirnya mau melupakan semua kenangan tentangku. Mungkin dia mulai sadar kalau dia sudah memiliki seorang anak yang perlu dia jaga.
Tit! Hapeku berbunyi tanda ada sms masuk. Aku ambil hape-ku dari dalam saku dan aku buka sms yang masuk.
“Adek… maafin abang ya karena sudah seminggu ini nggak ngasih kabar. Bukannya abang lupa ama adek cuman, hape abang hilang. Ini saja abang pinjem hape temen. Insya allah besok abang mau beli hape murah aja biar bisa kontak adek. Jangan dibalas kesini ya… abang cinta adek”.
Itulah bunyi sms dari bang Wando.
“Ya allah.. ternyata abang Wando sedang kehilangan hape-nya. Pantesan…”.
Akhirnya aku bisa tenang dan kembali beraktifitas seperti biasa.
****
Besoknya, bang Wando menepati janjinya untuk menghubungi aku dengan hape barunya yang tidak terlalu mahal. Dia menelepon aku malam-malam dan kami sempat terlibat acara phone sex akibat saking kangennya. Bang Wando rencananya mau cuti tiga hari tanpa sepengetahuan istrinya dan mengajakku untuk berlibur kesebuah kawasan gunung. Aku sih oke-oke saja karena dengan begitu kami bisa bulan madu berdua dan melakukan apa saja sesuka hati (berhubungan badan maksudnya).
Rencana untuk berlibur kali ini pun terealisasi. Hari itu hari senin. Mengapa bang Wando memilih hari senin? Karena biasanya lokasi pegunungan yang kami tuju akan dikunjungi sedikit wisatawan jadi kami bisa memesan kamar hotel sesuai keinginan dan tidak takut sudah dipesan.
Aku yang memang ijin sekolah selama beberapa hari tidak dipermasalahkan oleh mama karena aku memang selalu bisa meyakinkan mama dengan alasanku. Kali ini aku mengemukakan alasan bahwa aku ada study tour selama tiga hari. Maafin Bayu ya ma… :P
Singkat cerita, aku yang dijemput bang Wando dengan motornya langsung menuju kawasan wisata itu. Siangnya kami sampai dan langsung check in di salah satu hotel disekitar kawasan tersebut.
Setelah istirahat sebentar untuk menyingkirkan lelah, sore harinya aku dan bang Wando menuju sebuah rumah makan diatas bukit untuk menikmati pemandangan senja. Bang wando memesan secangkir capuccino dan aku memesan itu juga. Tak lama kemudian, dua buah capuccino hangat tersaji didepan kami.
Slurppp…  Bang Wando mulai menyeruput minumannya. “Bay, kamu suka nggak tempat ini?”.
“Suka banget bang. Apalagi ada abang disini, ibaratnya, walau nggak pakai gula pun secangkir kopi terasa manis…”, gombalku.
“Hahahaha.. Pinter ngegombal ya sekarang…”. Bang Wando tertawa lepas didepanku.
“Biarin… weeekkkk “.
Bang Wando beralih tempat duduk kesampingku. “Abang kangen banget sama adek”. Bang Wando menatapku dengan menopang dagunya. Tatapannya terlihat kagum padaku dan membuat aku jadi salah tingkah.
“Ih, abang ngapain sih liatin aku kaya gitu? Abang….”, protesku yang sudah agak malu dilihatin bang Wando.
“Abang pengen lama-lama mandangin kamu seperti ini Bay. Abang nggak mau sampai kehilangan kamu. Abang bener-bener cinta sama kamu”.
Dengan gentle-nya bang Wando menggenggam tanganku. Aku menatap matanya dan memandanginya lekat-lekat untuk memastikan apakah dia benar-benar tulus. Namun, cahaya mata itu tampak meyakinkan dan hatiku pun tak bisa bohong kalau sebenarnya aku juga sangat cinta padanya.
“Bayu juga cinta sama abang. Jangan tinggalin Bayu ya bang”, pintaku.
Bang Wando tersenyum dan tiba-tiba mengecup dahiku mesra. OMG… romantis banget senja ini. Ada rasa khawatir juga sih, kalau-kalau ada yang melihat aksi kami berdua ini namun segera kutepis pikiran itu dan menganggap semua orang yang ada hanya patung belaka. Semua terasa sempurna disenja ini dan membuaiku kedalam aliran sungai yang dipenuhi cinta.
Di langit barat tampak matahari mulai terbenam. Lampu-lampu kota dibawah sana mulai menyala dan menambah keindahan suasana senja itu.
Setelah makan malam, kami jalan-jalan mengitari kota sebentar untuk melihat-lihat kesibukan beberapa komunitas disaat malam menjelang. Di sebuah taman kota yang cukup nyaman, kami berhenti sejenak. Setelah memarkirkan motor, bang Wando mengajakku mengitari taman tersebut.
“Wah ada kursi tuh, Bay. Kita duduk disitu yuk!”, ajak bang Wando.
Aku menurut saja karena kebetulan kakiku juga sudah mulai pegal. Kami pun awalnya duduk seperti kakak dan adik saja tetapi entah mengapa di depan kami ada sepasang gay ,duduk diseberang sana, sedang terlihat mesra. Pria itu terlihat merebahkan kepalanya dibahu pria yang satunya dan tidak beberapa lama mereka terlihat saling berciuman dan tidak memperdulikan kami. Gila pikirku. Walaupun didaerah tempat duduk kami ini sangat sepi dan cukup tertutup namun mereka tidak seharusnya berbuat demikian. Tetapi entah mengapa bang Wando tiba-tiba saja memanggil sepasang gay didepan kami tersebut.
“Woy!”.
Entah apa yang ada dipikiran bang Wando saat itu yang jelas setelah pasangan gay itu menghentikan ciumannya dan menoleh kearah kami, bang Wando langsung meraih rahangku dan melumat bibirku dengan ganasnya. Aku agak kaget namun aku sangat menikmati adrenalinnya.
Bibirku gigit, di emut dan di isap oleh bang Wando dan tak lupa juga permainan lidahnya yang semakin meliar menerobos masuk kerongga mulutku dan beradu dengan lidahku.
“Hmpppppp….”, hanya itu suara yang bisa terdengar keluar dari dalam mulutku.
Pasangan gay didepan kami tercengang-cengang melihat adegan panas kami. Namun yang aku tak habis pikir, bang Wando tiba-tiba membuka resleting celananya dan mengeluarkan kontol besar nan gemuknya yang sudah tegang sempurna seolah-olah ingin menunjukan kepada orang-orang didepan itu bahwa dia memiliki kontol yang gede. Bang Wando membelai-belai kepala kontolnya dengan tangannya sebelum kemudian dia melepas ciumannya dan mengarahkan kepalaku untuk mengisap pistol supernya. Tentu saja aku tak bisa menolak dan tanpa pikir panjang lagi langsung saja aku kulum kontol yang besar itu. Aku tidak sadar kalau kontol bang Wando sekarang kayaknya tambah panjang. Kira-kira 21 cm panjangnya. Kepalanya aku emut dan aku isap pelan-pelan hingga membuat bang Wando keenakan.
“AHHHHH… SAYANG… UHHH… ENAK…. ISEP YANG KENCENG… OHHHH… WOY, BERANI NGGAK KAYAK GINI? HAH! UHHHH… BANCI LU!”,ejek bang Wando pada pasangan gay yang hanya bisa meneguk ludah melihat kontol bang Wando yang sedang aku kulum-kulum.
Kayaknya bang Wando hanya ingin pamer saja dengan pasangan gay tersebut. Maka aku pun menghentikan isapanku pada kontol bang Wando dan memasukkan kontol gede milik pilisi itu kedalam celananya.
“Lho kok berhenti sayang?”, protes bang Wando.
“Adek nggak mau kalau abang sampai muncrat disini. Kita langsung kehotel aja yuk…”, ajakku.
Walaupun kontol bang Wando masih terlihat ngaceng dari dalam celana jeans-nya namun aku tetap bersikeras untuk menarik tangan bang Wando dan mengajaknya segera beranjak dari taman tersebut.
“Gila tuh cowok, kontolnya gede banget. Kayaknya dia polisi. Wuih, ganteng banget lagi orangnya. BF-nya juga manis banget. Beruntung banget tuh BF-nya bisa nikmatin kontol polisi ganteng itu”, celoteh pria yang merebahkan kepalanya di bahu pasangannya tadi.
“Kayaknya sih dia memang polisi. Aku juga pengen tuh di entot ama dia. Pasti enak banget dah. Hahaha”.
Mereka kembali tertawa dan merasa beruntung sekali bisa melihat kontol bang Wando.
Sesampainya dikamar hotel, bang Wando langsung mengunci pintu dan memelukku dari belakang sambil membisikan sesuatu di telingaku.
“Bay, Ayo kita tuntaskan hasrat yang tertunda tadi”, ajak bang Wando.
Perlahan-lahan langkah kaki kami menuju ke arah depan televisi dan setelah sampai disana, kami duduk di karpet depan tv.
Tanpa basa basi, langsung saja bang Wando merobohkan aku dikarpet. Posisiku ditelentangkan dan aku hanya bisa protes, “Bang… pelan-pelan dong …”.
“Sebenarnya… Abang udah pengen banget Bay… sudah kangen sama lobang kamu”.
Dia melepas bajuku dan setelah terlepas, langsung saja dijilatnya putingku serta dia sedot-sedot dan tanpa sadar aku mencoba memasukkan tangan kananku ke dalam celana jeans milik bang Wando mencari-cari penis yang sempat diperlihatkan kepadaku, tetapi karena celananya agak sempit sehingga aku kesulitan memasukkan tanganku dan langsung saja aku berkata entah sadar apa tidak, “Bang… bukain celana abang dong, aku kepingin… pegang punya abang nih”, pintaku.
Dan tanpa melepas putingku yang masih dia sedot, dia mulai melepas celana jeans dan celana dalamnya sekaligus sehingga dia sekarang sudah telanjang bulat dan penisnya yang setengah berdiri itu langsung saja kupegang dan segera saja aku berkomentar, “Ih, kok masih lembek bang.. Nggak kayak tadi?”
“Coba saja di isap… pasti sebentar aja sudah tegang lagi. Mau nggak?”, tanya Bang Wando sambil memandangi wajahku, dan akupun mulai menjilatinya, toh aku juga sering merasakan kontol besar berwarna coklat milik bang Wando ini jadi aku sudah tidak perlu canggung atau malu-malu lagi.
Bang Wando melepas isapan mulutnya di putingku dan bangun serta duduk di dekat kepalaku sambil sedikit dia memiringkan badanku kearahnya dan dengan tidak sabaran langsung saja batang penisnya yang masih setengah berdiri kupegangi dan kepalanya ku jilat-jilat sebentar dan langsung dimasukkan ke dalam mulutku. Dia memutar badanku setengah tengkurap, aku segera saja memaju-mundurkan kepalaku sehingga penisnya keluar masuk di mulutku.
“Aah.., ooh, Bay… teruss… ooh… enaaknyaa, Bay.. oohh…. Hangatnyah…mulut… kamu… sayang… uhhhh..Ohhhhhh…”, kata bang Wando sambil membelai rambut di kepalaku dan sesekali dia menjambak dan baru sebentar saja aku menghisap penis bang Wando, terasa kontolnya sudah tegang sekali dan memang benar bahwa kontol bang Wando sudah tambah besar dan panjang.
Tiba-tiba saja penisnya dikeluarkan dari mulutku dan langsung dia berkata, “Sayang…, isap.., lagii.., doong.. Kontol abang…kan… udah tambah hot, nih”, pintanya kepadaku.
Tetapi aku menjawab dengan sedikit meminta. “Abang… tolong dong lobang adek juga… di sedotin. Adek udah kebelet nih…”
Ternyata dia langsung mengerti apa yang aku mau dan langsung saja dia merubah posisi dan dia menjatuhkan dirinya tiduran ke dekat kaki ku dan dia menarik celana dalamku turun serta melepasnya dari badanku.
Dengan perilakunya aku bergerak dan berganti posisi ngangkang di atas badan bang Wando sehingga penis dan lobang anusku tepat berada di depan wajah bang Wando, maka tanpa bersusah payah dia sibak bulu-bulu yang menutupi bibir anusku dan setelah itu dia membuka anusku dengan kedua jari tangannya dan dia menjulurkan lidahnya menusuk ke dalam anusku yang sudah ngempot-empot pengen di tusuk. Ketika ujung lidahnya menyodok kelubang anusku, langsung saja aku menekan pantatku ke wajahnya sehingga terasa dia sulit bernafas dan langsung ku kocok-kocok penis bang Wando dengan jari tanganku.
Ketika lidahnya menjelajahi seluruh bagian pantatku dan bibir anusku, aku menaik-turunkan pantatku dengan cepat dan aku merasa keenakan dijilati. Aku mendesah agak keras karena terlalu nikmat.
“ooh… beib, aahh teruus.. bangggg…, aduuh… enak.. Bang… Bang… ooh…ahhhh”, desahku.
Dan sesekali bibir anusku yang seksi itu, dia hisap-hisap dengan mulutnya sehingga desahan demi desahan keluar dari mulutku, “ooh… itu.., Bannngggg, enaak, Sayang…sedot yang kenceng…uhhhhh..lagihhh…”, desahku kenikmatan dengan perilaku bang Wando.
Aku melepaskan pegangan dipenis bang Wando dan Aku menjatuhkan diri kelantai lalu tidur telentang sambil memanggilnya. “Abang, sayang, sini, adek sudah nnggak tahaan banget… ayoo… sini… Abang entot adek pakai pistol abang yang gede ituhhh…”,pintaku dengan bang Wando sang polisi gagah perkasa itu.
Dia segera saja bangun dan membalik badannya serta dia menaiki tubuhku dan ketika tubuhnya sudah berada di atasku, aku mengangkat kakiku keatas agar lobang anusku terekspos dengan bebas lalu kakiku kuletakkan di bahu bang Wando. Dengan nafas terengah engah dan mencoba memegang penisnya aku berkata,“Abang.., cepat dong, masukin. Bayu sudah nggak tahan.”
“Tunggu sayang, biar abang saja yang masukin sendiri. Udah nggak sabar ya sayang? Hehe..”, kata bang Wando sambil memindahkan tanganku yang tadi mencoba memegang penisnya, ke atas tetapi rupanya aku akui bahwa aku sudah tidak sabaran lalu kembali aku berkata,“Bang, ayoh dong, cepetaan, dimasukin, punyamu itu! Entot adek yang kenceng.. ahhhh”, aku memintanya kembali.
Dan tiba–tiba bang Wando memegang penisnya dan menggesek-gesekkan di belahan pantatku beberapa kali dan kemudian dia mulai menekankan kontolnya masuk kedalam lubangku lalu,“Blees”, terasa dengan mudahnya penisnya masuk ke dalam lubang anusku dan aku agak kaget bersamaan penis bang Wando yang masuk kedalam anusku.
“Aduh… Bang! Awwww.. aw!”, aku sambil mendekap punggung bang Wando erat-erat.
“Sakit, sayang?”, tanya bang Wando.
Dan aku hanya menggelengkan kepalaku sedikit dan aku menciumi bagian sensitif disekitar telinga bang Wando kemudian aku pun berbisik,“Enaak, bannng… sshhhhhtttt ahhhh…”, aku mendesis.
Dia menciumi wajahku dan sesekali dia hisap bibirku sambil dia memulai menggerakkan pantatnya naik turun pelan-pelan, aku mencengkram punggungnya bang Wando dengan keras. Dan aku berkata sambil menikmati goyangan pantat bang Wando. “Bang, coba diamkan dulu pantat abang itu…”, pintaku pada bang Wando.
Bang Wando pun menuruti saja permintaanku. Aku langsung mempermainkan otot-otot anus kenikmatanku, dan bang Wando merasa penisnya seperti di pijat-pijat serta tersedot-sedot dan jepitan serta sedotan anusku semakin lama semakin kencang sehingga penisnya terasa begitu nikmat dan akupun menikmatinya. Dan ternyata bang Wando terlena keenakan.
“oohh… sshh… Bayuhhh… enaknya… ooh… terus Sayanghhh…, aduuh, enaak!”, bang Wando menikmati sedotan anusku.
Dan bang Wando sudah tidak mau tinggal diam saja, langsung pantatnya naik turun sehingga penisnya keluar masuk lubangku serta terdengar bunyi, “Plak… plak…”, secara beraturan sesuai dengan gerakan penisnya keluar masuk anusku yang sudah sangat keenakan.
“Bang, cabut dulu punyamu, diberi pelicin dulu sebentar”, kataku.
“Biar saja Bay… nikmat begini kok. Lebih seret”, sahutnya sambil meneruskan gerakan kontolnya naik turun semakin cepat dan aku tidak memperhatikan jawabannya karena merasa kenikmatan yang sangat enak.
“ooh… sshh… aakk, aduuh, Baanghhh, teruskan Bang, ooh.. enak banget bang… kontol abang… tambah nikmat… uhhhh… ohhh…aw..aw…uhhh…”, sambil mempercepat goyangan pinggulku serta kedua tanganku yang dipunggungnya seolah-olah menekan-nekan tubuh bang Wando disertai dengan sesekali aku menyempitkan lubang anusku sehingga terasa penisnya terjepit-jepit dan aku menikmati hal seperti ini.
“ooh.. Bay… sshh.. oohh.. enaak.., Bay.. aku, aku sudah nggak kuat, mau… keluarr, Bay… Ahhhh…ohhhh…Arghhhhhh”, desahannya yang sudah tidak kuat lagi menahan keluar air maninya.
“Bang ohh… ayoo… Bang aduuh, ooh…, ayoo sekaraang, aakkrr.., Sayang… ohhhhh”.
CCCCRRROOOOOTTTT…..CCCRRROOOOTTT….CCCRROOOOTTT…CCCRRROOOOTTT… CCCRROOOTTT..CROOOTT…CROOOTTT… CROOT… CROT!
Dia melepas pejuh kental dan hangatnya ke dalam anusku sambil dia menekan penisnya kuat-kuat dan aku pun mendekapnya dengan sekuat tenagaku.
Baru malam ini kuraih kenikmatan yang luar biasa. Sungguh aku merasa nikmat dan keenakan ditusuk kontol gede bang Wando.
Dia terkapar di atas badanku dengan nafas ngos-ngosan demikian juga dengan nafasku yang sangat cepat. Setelah nafas kami mulai mereda, lalu dia berkata,“Bayu sayang, abang cabut ya?”.
 Sebelum dia menghabiskan perkataannya, aku cengkeram punggungnya dengan kedua tanganku dan aku berkata,“Jangaan dulu, Bang, Aku masih ingin… punyamu tetap ada di dalam”.
Dia pun menuruti kata–kataku. Setelah agak lama dalam anusku, dikeluarkan penisnya dari anusku. Lalu kamipun siap-siap merapikan diri.
Dia mendekatiku lalu kemudian melumat bibirku. Aku pun membalas ciuman mulutnya.
“Terimakasih sayang, aku sangat puas malam ini”, kata Bang Wando berbisik dikupingku.
Aku hanya diam tak menjawab lalu kembali melumat bibirnya.
EntAh berapa babak kami main malam itu yang jelas aku baru tahu kalau bang Wando ternyata sering mengurut penisnya dengan ramuan pembesar penis yang dibelinya dari situs online. Katanya sih agar aku semakin puas dan nggak akan berpaling ke kontol lain. Hah? Jangan-jangan bang Wando sudah tahu kalau aku selingkuhi dia. Tapi jujur aku sangat suka dengan ukuran penisnya yang sekarang. Tambah hot dan tentunya bisa bikin aku mengerang keenakan.
Hampir setiap kami berduaan dikamar, bang Wando selalu mengentoti aku dan aku selalu menyanggupinya. Tiga hari bersama bang Wando benar-benar menjadi hari-hari paling melelahkan dan menguras tenaga. Pokoknya kami benar-benar menimati acara bulan madu itu.
Di perjalanan pulang…
“Bay, jaga baik-baik ya anak kita. Jangan sampai keguguran. Hehehe”, canda bang Wando.
“Iya bang, tenang aja…”. Aku memeluk erat perut bang Wando yang sedang mengendarai motor lalu aku berkata,”Terimakasih ya bang sudah menjadi BF terbaik Bayu.. Adek sayang abang…”.
“Abang juga sayang adek”.
***
Jalan yang mengular dan tidak banyak dilalui kendaraan itu kami lewati saat senja. Tatapan sang mentari senja di balik bebukitan di kiri dan kanan jalan mengantarkan kami pulang kerumah masing-masing. Terimakasih tuhan atas seorang Polisi bernama Suwando Hairul Aji…


21 komentar:

  1. Aku gay bangkabelitung, usia menuju 27th. Pekerjaan berkaitan dg makanan.
    Cari" kenalan gay / homo / bisex se indonesia, yg pasti yg pd manly.
    Diutamakan yg serius ketemu.
    Kalo anda takut kejauhan, yaa jgn kenalan dg saya...
    Mungkin anda berpikir,
    hubungan pun bs instan....?
    Karena sangatlah beda, nampak jelas, jika seseorang itu ingin menjalin hubungan / sekedar ingin melepaskan sperma sesaat...
    Kalo seseorang itu membawa niat, pasti dia siap utk mencarikan solusi terbaik...
    Terus mengundang GAY / BISEX Indonesia tuk sebuah perkenalan, mungkin kita punya kesamaan tujuan, tak ada salah kenal lebih dalam... Me : O85664600785

    BalasHapus
  2. Am Mario 29 yo, 173 cm & 70 kg, Bubbled butt, Gym Toned, Masculine, Well
    Educated, Charming, Caring, Funny, Horny and Discreet.
    It would be my pleasure to please you and satisfy every one
    of your deepest wishes IN YOUR WAY.
    Am offering relaxing full service whole body massage, service for +-1 hour at an affordable rate of
    Rp 650.000 ($ 85).
    If you're interested, you may call me at +6283895329554/ 083895329554
    I am residing at CENTRAL JAKARTA.
    Foreign clients are most welcome anytime 24 HOURS
    Don't hesitate to call me, you can reach me anytime
    Eager of fun and action, in a total discreet way.
    I only accept hotel, Apartment or home service.
    For Call and For Man only!

    BalasHapus
  3. pengen punya BF, serius only...
    087891977998
    medan area...

    BalasHapus
  4. saya ingin punya bf yang kayak tentara, polisi dan satpam. soalnya saya suka cowo yang gagah, jantan. ini no hp saya 087870471329, aku di bogor

    BalasHapus
  5. Yudha Arya - Married
    30/175/64 need bf
    Bot/69 hot player
    ( foreplay with madu,batu es n yoghurt )
    17cm,cari top yg dewasa, big size, hardcore
    Teluk gong Jakarta Utara 021-31716648

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. ada yg di banjarmasin anga

    BalasHapus
  8. REAL MASSAGE SERVICE M4M. If you are looking for somebody who is Charming, Friendly, Flexible, Intelligent, Pleasant, Affectionate, Sensual, Sexy, Cool, Hot, and Muscular, N CLEAN you have found the right guy. Im Adam, 28years, 172,70kg. Im offer erotic full body Java, traditional & sensual massages. it's a REAL & very relaxing one hour full body naked Java massage from neck to toe. OUT CALL TO YOUR HOTEL /APARTMENT & MAN FOR MAN ONLY! Let me show you,and give me you the best time of your life. 100%satisfaction guaranteed and all you will want more and more!!! My desire just for high class only around central Jakarta area . i m clean n very selective person to chose my client Available 24 for OUT CALL to your hotel or apartment with my adorable price. Please contact me at 081916714744/+6281916714744

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. nyari bf yang serius juga...
    tapi jangan yang jelek,kurus kering,perut buncit,gemuk/pendek minimal 165 cm...
    yang sesuai kriteria diatas..

    you can sent email : cecepsetiawan191@gmail.com
    no phonecell number.

    dijamin q orangnya gak mengecewakan dalam segi fisik..

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. saya din dari malaysia...umur lingkungan 40an,cari teman yg tidak gemok...wajah nya asal sedap mata memandang...umur 30 - 40an...tel no:0176495460

    BalasHapus
  14. saya dr manado,pingin nyari teman 081340178334

    BalasHapus
  15. saya...dr..medan..tggl...d tanah..karoo,,,ada gak akpol ,tentara polisi......dsniaq pgen nue..

    BalasHapus
  16. Meridukan pejantan tangguh yg sriuzz stay di Bogor... wahai pejantan Top call ak y di 087887092322 tq

    BalasHapus
  17. polisi, tentara mau dong 081284828725 or 757A6304 jakarta barat sreseng

    BalasHapus
  18. Ane usia 24 ttb 169-54 cr top manly daerah bogor usia 20-35...klo ad hub.087870642551

    BalasHapus