Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Senin, 11 Maret 2013

Insert: Satpam Oke

Sore itu hanya ada aku dan seorang satpam dirumahku. kedua orang tuaku sedang pergi ke pesta pernikahan salah seorang kerabat. mulanya mereka memaksa aku untuk ikut, tapi dengan alasan ingin menyelesaikan tugas kuliah akhirnya mereka mengijinkan aku tinggal.
Karena bosan menonton tv, akhirnya aku keluar ke pos satpam yang terletak dipintu depan. dan aku melihat kalau satpam idolaku ada disana sedang bertugas.
Satpam ini adalah yang paling kusukai. namanya Fauzan, usianya sekitar 32 tahun dan dia keturunan arab. bodynya bagus dan aku sering mengintip kalau dia sedang mencuci mobil papaku. dia selalu bertelanjang dada bila sedang mencuci mobil. dadanya bidang dan ditumbuhi oleh bulu-bulu halus. kontolku selalu nganceng jika melihat dia sedang cuci mobil dan sangat ingin sekali aku dientot olehnya dan merasakan bagaimana nikmatnya mengulum kontolnya yang aku jamin super besar itu.
Ketika aku sampai, Fauzan sedang membaca koran.
"Sore Zan, lagi baca berita apa?" tanyaku.
"Eh, kamu. ini biasa tentang harga bbm yang naik," jawabnya sambil melipat koran yang tadi dibacanya. "Kok kamu ngak ikut ke pesta?"
"Males agh, entar gue bete. enakan nyantai di rumah. sendirian, mumpung ngak ada orang. eh lu mau masuk en maen play station? mumpung lagi ngak ada bokap ama nyokap,"
Fauzan berpikir sebentar, aku berharap dia mau masuk ke dalam. dan siapa tau aku akhirnya mendapatkan apa yang kuinginkan.
"Boleh degh, Orang tua kamu juga pasti pulangnya malem,"
Fauzan lalu mengikuti aku dan aku langsung menuju ke kamarku dan tampaknya Fauzan agak terkejut ketika aku menuju kamarku.
"Kok ke kamar kamu, bukannya ke ruang tengah?" tanyanya heran.
"Ah enakan maen di kamarku, lebih nyaman dan penuh privasi," sahutku sambil membuka pintu kamar.
Setibanya di dalam aku menyalakan play station yang khusus untuk kamarku dan Fauzan memaikan salah satu game sepak bola. aku tidur terlungkup di ranjang sementara Fauzan duduk di depan ranjangku dan aku tanpa sadar terus memandangi Fauzan.
"Kenapa sama muka saya?" tanya Fauzan.
"Eh?" kataku bingung.
"Kamu dari tadi ngeliatin muka saya terus."
"Oh...eh...ngak...menurut gue lu ganteng zan," kataku gugup.
"Yang bener?"
"Iya, dan gue percaya kalo orang ganteng kontolnya juga gede dan bagus kayak pemiliknya," kataku.
"Lu homo ya?" tanyanya terus terang dan aku langsung kaget begitu dia nanya begitu. aku takut dia marah dan langsung keluar. tapi pas gue liat mukanya, ngak ada tanda-tanda kalau dia itu marah.
"emang kenapa kalo iya?"
"Ya gue harap loe mau isep kontol gue. itu ajah,"
Dan tanpa babibu lagi aku langsung suruh Fauzan berdiri dan aku langsung melepaskan celananya dan langsung memuluti kelaki-lakiannya. kontol Fauzan sangat menggairahkan. panjangnya 19cm dan kepalanya yang berwarna pink sangat menggiurkan.
Aku terus mengisap kontol Fauzan dan aku juga menjilati kepala kontolnya yang sangat menggiurkan itu. sementara aku mengisap kontolnya, Fauzan melepaskan kemeja satpamnya dan kaos dalamnya. aku menjadi semakin bergairah melihat tubuh polos Fauzan yang menggairahkan. dadanya yang berbulu halus sangat semakin membuat kontolku yang sudah nganceng menjadi semakin keras lagi. akhirnya aku berhenti mengisap FAuzan dan lalu mendorongnya jatuh terlentang di ranjangku. aku melucuti pakaian aku dan lalu menindih FAuzan. aku menciumi bibirnya sementara kontol kamu saling bergesekan.
Akhirnya aku sudah tak tahan ingin dientot sama kontol Fauzan yang jantan itu, aku lalu berguling dan gantian Fauzan ada diatasku.
"Zan, sekarang loe entot gue ya. gue pengen ngerasain kontol lu ada di dalam pantat gue," kata gue dengan nafsu.
"Apa pun yang lu mau degh," katanya sambil mengangkat kedua kaki aku ke bahunya. lalu dengan perlahan-lahan dia mulai memasukan kontolnya kedalam lobang pantatku. aku yang masih perawan mula mula kesakitan saat kepala kontol Fauzan yang besar menerobos masuk kedalam lobang perawanku. tapi setelah Fauzan memasukan seluruh batang kontolnya dan mulai memompa kontolnya, rasa sakit berganti dengan kenikmatan tiada tara. kamarku dipenuhi oleh suara desah nikmat kami berdua. aku menarik leher Fauzan dan melumat bibirnya sementara kontolnya keluar masuk didalam pantatku.
"oh terus Zan...yang dalem....mmmhhh.....oghhhh....yess....nikmat.....fuck me you big stud," desahku kira-kira 20 menit mengentot aku akhirnya Fauzan berkata kalau dia akan keluar. aku menjadi semakin horny dan akhirnya sambil berteriak aku merasakan kalau cairan kelaki-lakian Fauzan memenuhi lobang pantatku. Fauzan terus memompa penisnya sampai semua pejunya keluar dan lalu mencabut kontolnya dan lalu jatuh bersandar didadaku. aku membelai rambutnya.
Tak lama telpon di kamarku berbunyi. aku mengangkat dan ternyata itu dari mamaku yang mengatakan kalau ia bersama papa akan menginap sekalian di rumah kerabatku itu. aku tersenyum mendengarnya dan setelah menutup telpon aku memberitahu Fauzan dan dia pun tersenyum.
Akhirya malam itu aku habiskan sambil memuluti kontol Fauzan sampai ngecret di mulutku dan meminta Fauzan memompakan kontolnya di pantatku. Aku paling menyukai saat Fauzan terlentang sementara aku turun-naik diatas kontolnya yang besar itu sambil membelai dada bidang FAuzan yang berbulu.
Oh Fauzan, kaulah pria idamanku.

Sumber: http://kgatal.blogspot.com/2002/03/satpam-oke.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar