Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Sabtu, 02 Maret 2013

Intermezzo: Bercinta dengan Pak Nikki


Kenalkan namaku Bayu, umurku sekarang ini sekitar 20 tahun.Gak kerasa yah, aku udah gede… Bentar lagi pasti mau dinikahin. Tapi,ama siapa yah? Bingung ah mau nikah ma siapa. Yang penting aku udah sering dikawinin… hahahaha.  Aku di lahirkan di kota S*****,  tanggal 28 Maret 1993. Aku anak tunggal dan satu-satunya cucu nenekku yang paling keren, pinter n baik hati (Hahahah). Seperti cerita-ceritaku sebelumnya, kali ini tentu saja berkaitan dengan hubungan intim antara sesama jenis. Ini kan emang posting buat blog kaum Gay… kalau yang normal-normal, noh masuk blognya cerita dewasa.
Jujur aja aku katakan kalau aku ini adalah seorang gay dengan kata lain suka melakukan hubungan sex dengan sesama jenis baik itu laki-laki (straight), gay top maupun bisex. Namun aku adalah vers bot. Entah mengapa aku senang saja ketika melihat seorang pria menusuk anusku dan mengerang puas didepanku. Apalagi jika mengerang itu adalah seorang polisi yang guantenge pooollll. Mungkin aku adalah saah satu cowok paling beruntung karena bisa kenalan dan banyak punya temen polisi. Di Fb-ku juga bayak temen-temen aku yang polisi, tentara atau satpam. Karena aku pacar polisi jadi artinya aku suka polisi.
Sekedar penegasan aja yah. Aku ini orangnya sombong dan agak angkuh tetapi itu hanya berlaku pada orang yang aku anggap pantas untuk aku sombongi. Aslinya aku murah senyum and manis kok. Apalagi kalau ditaburi gula. Wkwkwkwk! Ngacok… Aku orangnya tidak kemayu dan bencong. Aku secara luar memang straight dan looking perfect as a boy. Pokoknya cewek-cewek banyak yang ngantri jadi pacar aku. Sayang banget aku lebih seneng di entot ketimbang mengentot.
Kejadian kali ini aku alami beberapa tahun yang lalu. Saat itu aku masih dikelas 3 SMA. Ini adaah salah satu kejadian yang mungkin tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Hubunganku dengan Bang Wando ataupun Kak Satria memang masing hangat-hangat saja tetapi kadang aku merasa kesepian juga ditinggal oleh mereka saat bertugas. Aku  memang tidak perlu munafik kalau aku doyan kontol namun aku juga milih-milih orang. Tidak sembarangan kontol bisa menikmati hangatnya jepitan anusku ini bahkan Bang Wando pun bela-belain jauh-jauh untuk ketemu aku hanya untuk ngentot semalaman bersamaku. Gak tahu aja dia kalau aku juga sering dientot kak Satria. Maafin aku yah Bang, kalau abang kebetulan baca cerita ini aku minta maaf. (Amit-amit dah…. Semoga aja Internet di gadget bang Wando dan Kak Sat pada gak bisa digunain pas buka blog aku ini. Kalau ketahuan kan bisa terjadi perang dunia ketiga!)
Kali ini memang bukan cerita ML-ku dengan seorang polisi melainkan cerita ML dengan seseorang yang bisa setiap malam menusukku. Mau tahu? Check it out! Ini Cerita tentang aku yang bercinta dengan guruku! Wow amazing… Bapak guruku itu orangnya sangat baik dan sangat perhatian sama aku, mungkin karena ada udang dibalik batu kali ya. Sebut saja namanya Pak Nikki (Nikki …, S.Pd), Pak Nikki yang kesehariannya mengajarkan bidang study olah raga yang sekaligus wali kelas kami kelas XII-IPA 3 memang memiliki wajah yang tampan dan giginya yang kecil-kecil begitu manis kalau tersenyum, aku taksir usianya sekitar 28 tahun. Badannya tegap,putih, berisi dan atletis. Senyumannya yang manis di tambah lagi dengan wajahnya yang ganteng kadang kadang membuat birahiku naik di saat dia sedang mengajar di depan kelas atau ketika mengenakan kaos olah raga saat dilapangan. Coba aja kalian bayangkan. Gimana nggak ngaceng and gatel lobang anus para bot kaya aku wong pak Nikki dadanya menonjol dan selangkangannya gede gitu. Aku yakin bukan hanya aku saja yang memperhatikan tonjolan dicelana treningnya yang gede itu tapi pasti semua orang-orang sakit dan cewek-cewek batel pasti dah melotot ampe mau keluar matanya gara-gara liat tuh tonjolan dada dan selangkangan pak Nikki.Seperti halnya cowok gay, kadang penisku sering ngaceng pas lagi jam olah raga dengan pak Nikki, hanya saja semua itu dapat aku pendam dan aku simpan untuk di malam harinya barulah kutumpahkan segala imajinasi tingkat surgaku dengan ngebayangin Pak Nikki ada di sisiku bertelanjang bulat dengan kontol yang merojok-rojok anusku sedalam-dalamnya. Ahhhh, crooottt!
Entah firasat darimana dan aku juga bingung apakah gerak gerikku sudah tercium oleh Pak Nikki sendiri sehingga rasanya setiap hari kami semakin dekat saja, sampai suatu ketika… kejadian itupun terjadi. Oh No!
 Awal dari kejadian itu adalah di saat aku berada di kantin dan entah mengapa ternyata cuma kami berdua saja yang nongkrong disitu. Pada kemana nih umat manusia dimuka bumi. Pada kelaut kali ya?. Aku dan Ayank Nikkiku (Gubrak!) terlibat obrolan seru bahkan secara tak sengaja sampai ke obrolan yang sangat pribadi yaitu tentang pribadiku dan juga Pak Nikki.
 "Jadi sekarang ini, bapak di rumah sendirian donk? Bapak nggak cari istri buat nemenin? hehehe", tanyaku sambil meneguk minuman lewat sedotan.
 "Iya Bay, bapak sangat kesepian sekali. Maklumlah bapak kan jauh dari keluarga. Kalau masalh istri bapak juga lagi nyari tetapi mana ada cewek yang mau hidup dengan bapak yang hanya seorang guru biasa seperti ini".
Gila! Pak Nikki ini gila atau nggak punya cermin ya? Jangankan jadi guru, jadi kacungpun pak Nikki pasti banyak yang ngantri buat dientot ama dia, secara dia tuh tampan dan jantan banget. Akupun mulai bicara tentang diriku kepada Pak Nikki. "Begitu juga denganku Pak. Sebenarnya aku sangat kesepian dan merasa selalu sendirian karena aku anak semata wayang dari ayah dan ibuku. Aku butuh teman yang bisa ku jadikan kakak, sahabat dan tempatku berkeluh-kesah”.
 "Jadi kita punya nasib yang sama yah Bay?" Tanya Pak Nikki lagi dan kubalas dengan sebuah senyuman, Pak Nikki pun tersenyum kepadaku dengan senyumannya yang manis.
Ah … Gantengnya…Pak Nikki ini. Tettttt…. Belpun berbunyi menandakan kalau kami harus sudah masuk kelas dan mengakhiri perbincangan awal secara pribadi kami berdua. Arghhh! Sial. Ganggu aja bel itu.
 Hari hariku seperti sebuah dongeng yang selalu ditakdirkan bersama Pak Nikki. Entah mengapa hanya pak Nikki lah orang yang paling dekat dengan aku saat itu. Begitu juga dengan Pak Nikki, dia sangat senang kepadaku dan pernah mengatakan kepadaku dia ingin terus ngobrol denganku tentang apa aja, bahkan dia kepingin lebih dekat lagi denganku karena aku itu orangnya sangat pendiam (karena jaim ama dia) ditambah lagi dengan wajahku yang manis dan cakep abizzzzz sehingga menambah point tersendiri baginya. Tentu saja hal itu enggak akan membuat orang curiga tentang kami. Apa lagi aku terlihat sebagai cowok normal. Makanya meskipun sebenarnya otakku ini enggak terlalu pintar, tetapi nilaiku selalu bagus dan aku selalu meraih rangking sepuluh besar dikelas dan tentunya dengan bantuan Pak Nikki juga karena kedekatanku dengannya dibarengi dengan kerja sama yang baik di antara kami berdua. Sudah barang tentu kalau hal itupun kumanfaatkan dan mengambil keuntungan dari dia. Secara diam-diam akupun ingin memanfaatkan suasana ini. Aku ingin suatu saat nanti Pak Nikki bertekuk lutut di hadapanku sehingga apa yang kuminta dari dia harus ada, bukan cuma nilai yang kudapatkan tetapi juga tubuhnya, bahkan aku ingin mereguk kasih sayang darinya karena aku adalah orang yang benar-benar ingin selalu di manja.
Siang malam aku terus memikirkan misi itu dan bagaimana caranya supaya aku bisa berhasil nanti. Kak Satria yang mengentoti aku pun sempat protes ketika aku tampak memikirkan sesuatu saat kontolnya mengorek liang senggamaku malam itu. Aku berkelit dengan berpura-pura inget pesn ibu agar jaga diri. Untung saja dia percaya dan kembali mengentoti aku sekencang-kencangnya dengan kontol polisinya yang aduhai enak sekali.
Hingga suatu ketika, ide cemerlang itupun datang bahkan dari Pak Nikki sendiri, yaitu secara tiba tiba Pak Nikki mengundangku datang kerumahnya untuk membantu membersihkan pekarangan rumah. Sudah barang tentu kuterima dengan senang hati apalagi ini memang momen yang aku tunggu-tunggu, jadi aku enggak usah terlalu repot repot untuk  memikirkan cara menikmati tubuh Pak Nikki. Anggaplah ini Cuma topeng dari diriku yang sebenarnya.
Siang itu, dengan rasa bahagia kudekati Pak Nikki. "Pak memangnya Aku nanti jam berapa ke rumah bapak"
 "Yah.. Terserah Bayu aja." sahut Pak Nikki.  
"Sehabis pulang sekolah pun aku siap ke sana sama-sama bapak," jawabku dengan semangatnya.
 "Oke lah!" kata Pak Nikki.  
Mendengar itu akupun tersenyum tetapi yang ada di pikiranku saat itu adalah Bapak akan tahu siapa Bayu yang sebenarnya dan akupun ingin tahu apakah bapak itu sakit juga seperti saya. Akhirnya kamipun pulang ke rumah Pak
Nikki sama-sama. Dengan mengendarai motor masing-masing.
Kami pun sampai ke rumah Pak Nikki yang memang enggak terlalu jauh dari sekolah kami, rumahnya memang sederhana dengan rumput yang sudah lumayan memblukar. Sampai di dalam rumah aku pun di persilahkan duduk di sofanya dan Pak Nikki pun bergegas ke dapur untuk mengambil minuman karena siang-siang begini memang terasa haus sekali. Setelah selasai minum kami berdua melanjutkan makan siang bersama karena memang selama ini kami sudah dekat jadi aku sudah enggak ngerasa canggung lagi di rumahnya Pak Nikki.  Pak Nikki pun bisa memahami itu. Saat makan siang Pak Nikki menanyakan sesuatu kepadaku.  
"Memangnya nanti kamu enggak dicariin sama mamah kamu Bay? ‘Kenapa kamu enggak langsung pulang ke rumah setelah pulang sekolah?’,katanya nanti”, tanya Pak Nikki.
 "Oh.. Enggak apa-apa kok Pak. Sudah biasa. Bapak tenang aja. Aku akan ngasih alasan ke mereka kalau aku nginep dirumah temen malam ini. Itu kalau perlu juga…", jawabku.
 Karena memang aku sudah bertekad bulat untuk memikat Pak Nikki dan yang jelas aku itu harus bisa mendapatkannya hari ini. Enggak terasa ternyata pekerjaan itupun selesai hanya dalam beberapa jam saja dan sudah menunjukkan pukul 06.00 sore. Maka segeralah kami masuk kedalam rumah untuk beristirahat dan mandi. Selesai mandi kami pun kembali duduk-duduk di sofa untuk istirahat sejenak sambil mimun the yang dibuatkan pak Nikki.
Suasana di dalam rumah itu memang terasa sepi karena Pak Nikki sendiri yang ada di sana. Sayang sekali rumah sebagus ini hanya ditempati oleh pak Nikki sendiri. Sebenarnya aku juga mau nemenin pak Nikki setiap hari dirumah ini, kalau pak Nikki mengijinkan. Eh, kalaupacarku mengijinkan.
Kusandarkan pundakku di sofa milik Pak Nikki yang empuk itu sambil melirik-lirik ke arah Pak Nikki yang macho dengan kaosnya itu. Sedagkan Pak Nikki sendiri kelihatannya masih sedikit capek.
 "Capek ya pak?" tanyaku.
"Yah, lumayanlah Bay. Pegel-pegel badan bapak", jawab Pak Nikki. Terbukti dari tangan Pak Nikki yang dari tadi terus  menerus mengurut pundak dan kakinya karena mungkin terasa agak pegal-pegal. Akhirnya otakku yang  encer mulai terpikirkan rencana karena aku enggak ingin berlama-lama lagi untuk memikat pak Nikki dan aku ingin secepatnya terbang dengan Pak Nikki kelangit ketujuh, jadi sengaja aku mulai mencari jalan untuk memancing arah pembicaraan yang menjurus ke arah itu.  
"Capek-capek begini enaknya ngapain yah pak?" tanyaku kepadanya.
Pak Nikki pun melirikku dengan tatapan mata yang penuh arti, seolah-olah Pak Nikki sudah paham akan sesuatu yang tersirat dalam ucapanku barusan.
 "Menurut Bayu sendiri apa?" Tanya Pak Nikki lagi.
 "Apa yah?? Hahahah", tanyaku dengan suara yang sedikit manja sambil tersenyum ke arahnya.
 Secara tak sengaja pandangan matakupun beralih ke sesuatu hal yang terbungkus di antara selangkangannya. Aku melihat Pak Nikki sedang meraba-raba kontol besarnya dengan sangat lembutnya dan sedikit mengurut-urutnya. Mataku hampir saja melotot melihatnya dan nafasku mulai sedikit sesak seolah-olah aku merasakan sesuatu bisikan, agar aku bisa menggantikan tangan Pak Nikki dengan tanganku sendiri untuk meraba raba benda yang ada di dalam celananya itu. Secara spontan kujawab sendiri pertanyaanku tadi.
 "Kalau Bayu sih pak, capek-cepek gini enaknya urut-urutan aja”, ucapku.  
"Boleh juga tuh Bay", kata Pak Nikki. "Bapak juga kepingin ngerasain pijatanmu. Pasti enak banget ," sahut Pak Nikki dengan melempar senyuman manisnya.
 Selang beberapa saat Pak Nikki pun datang menghampiri aku yang berada di sofa sebelahnya lalu kami mengambil posisi dengan Pak Nikki duduk di hadapanku ke arah depan kemudian akupun sambil duduk di sofa. Pak Nikki duduk lantai yang memang sudah dialasi karpet berwarna merah. Terus tanganpun memulai acara pijit-pijitnya. Diawali dengan sentuhan-sentuhan di punggung berototnya yang hot banget. Ah, EGP aja! Padahal sebenarnya aku itu enggak ada ilmu untuk memijit orang tetapi itu demi sebuah misi untuk mendapatkan hati Pak Nikki sepenuhnya, apapun akan aku lakukan. Terserah  nanti apakah Pak Nikki akan tahu atau enggak , bahwa aku cukup professional atau tidak di bidang pijat-memijat. Yang jelas malahan Pak Nikki tetap memujiku dengan kata kata.. “Enak sekali Bay.. Enak sekali.. Betapa lembutnya tanganmu..”. Dan begitulah seterusnya..
 Akhirnya aku pun sudah tak tahan dengan kondisi tubuhku saat itu yang sudah mulai horny. Di tandai dengan kontolku yang dari tadi sudah naik turun menempel di punggungnya Pak Nikki, bahkan secara tak sengaja kontolku kugesek-gesekkan di punggungnya Pak Nikki. Tiba tiba Pak Nikki menyuruhku membuka bajunya, katanya panas. Terserah lah apa alasan dia, yang penting tujuanku tercapai. Tak perlu diragukan lagi, ternyata memang benar tubuh berotot Pak Nikki sudah mulai berkeringat. Aku pun membuka baju kaos Pak Nikki. OMG! Ya ampun..!! Ternyata bener dugaanku kalau tubuh Pak Nikki sangat bagus dan kekar. Dadanya berisi dan keras, membuatku semakin terangsang aja. Mataku  seakan-akan tak bosan-bosannya memandang tubuh pak Nikki yang seksi itu. Tangannya yang berotot dan ketiaknya yang berbulu halus semakin menambah ke seksiannya.
Kontolkupun naik turun dan bergerak gerak ke sana ke mari seolah-olah ingin meronta ronta. Sesekali kutahan nafas birahi itu, agar suasana tetap hangat. Sekarang jari-jariku sudah tak beraturan lagi malahan semakin liar menggerayangi tubuh Pak Nikki. Belum lagi aroma tubuhnya yang maskulin menambah darahku semakin berdesir kencang.  
"Rasanya ada sesuatu yang mengganjal di punggung bapak, apaan tuh Bay?", tanya Pak Nikki.
 Akupun tersentak seketika dari kebisuanku dan menjawabnya, "Ulat, pak! Heheheh", candaku.
 "Wah ternyata selama ini kamu pintar juga yah bercanda, Bay? Masa ulat sekeras itu", kata Pak Nikki lagi.
 "Memang kenapa pak?"
 "Enggak soalnya lucu aja," kata Pak Nikki dengan nakalnya. "Ulatmu kok begerak-gerak terus? Kamu terangsang ya Bay?", tanya Pak Nikki.
 "Enggak tahu.. juga nih", Jawabku. "Nggak tahu kenapa pak?".  
Pak Nikki pun tersenyum dan memandangiku. Begitu juga aku yang balik memandangnya dengan hati yang bergetar-getar. Pak Nikki pun menjawabnya.
 "Bapak Ingin lihat ulatnya Bayu".
 "Ehmm.. Ternyata bapak suka nengok ulat yah?" candaku lagi.
 "Ii.. Iiya.. Bay. Bayu sendiri bagaimana? Suka enggak?"
 "Tentu donk. Jangankan suruh lihat. Suruh yang lain-lainnya pun Bayu mau Pak", jawabku.
 Ternyata rahasia di antara kami berdua pun sudah terungkap jelas, yaitu kami sama sama sakit, sama sama suka ular alias kontol. Pak Nikki pun tiba tiba meraba-raba kontolku dan memandangiku dengan tajam.  
"Ya sudahlah Bay itu rahasia kita berdua aja ya dan Bapak akan sayang sama kamu."

"Benaran nih, pak?!"  
"Yupp," kata Pak Nikki, "Bahkan rasa sayangku lebih dari segala-galanya kalau kamu enggak menyakiti aku, karena aku sudah lama menginginkanmu Bay dan bapak selama ini merasa kesepian. Bapak ingin bersama kamu terus untuk menenemani  bapak, boleh kan?"  
"Dengan senang hati mas…”. Seketika aku panggil dia dengan kata manja dan bukan bapak lagi. Dia pun tersenyum tetapi tangannya terus menerus meraba raba kontolku yang sudah ngaceng.
 Tiba-tiba Pak Nikki membuka celananya, termasuk CD nya, yang berwarna putih itu, jadilah Pak Nikki telanjang bulat di hadapanku.
 "Lihatlah ulat bapak ini Bay, dia juga sangat kesepenian dan rindu di sayang-sayang. Apakah kamu suka Bay?"
 Kupandangi kontolnya dengan perlahan lahan dan sesekali kudekatkan bibirku di telinganya dan menghembuskan nafas-nafas asmara yang semakin membara. Seketika kamipun hanyut dalam kebisuan dan entah apa yang ada di dalam hati Pak Nikki, begitu juga denganku, apalagi ini adalah pengalamanku yang pertama bercinta dengan guruku sendiri membuatku kehilangan akal dan pikiranku tak karuan, Jantungnya berdetak-detak kencang, nafasku semakin memburu, dan begitu juga dengan Pak Nikki. Bibirnya menempel erat di perutku dan wajahnya bersandar pahaku, begitu juga dengan keadaan kontolku yang sudah keras tadi. Sementara mataku masih tetap asyik memandangi kontol Pak Nikki yang lagi berdiri, tegang dan begitu gagah, besar, panjang, dan di batangnya terdapat urat-urat yang menonjol menambah kegagahan kontolnya. Benar-benar indah kontol ini, pujiku dalam hati. Benar-benar indah kurasakan saat itu, memandang kontol pak Nikki yang bentuknya sangat sempurna persis seperti yang kuidam-idamkan selama ini, betapa beruntungnya aku, pikirku saat itu. Rasanya aku ingin menikmati yang lainnya.. Yang lebih nikmat dan..  
"Masa dari tadi cuma bapak yang telanjang Bay". Protes Pak Nikki. "Bayu juga donk".
 "Iya.. mas," sahutku.
 Akupun berdiri dan membuka satu persatu pakaianku hingga aku pun sudah telanjang bulat, sekilas kupandang Pak Nikki memandangku dengan tatapan mata yang tak berkedip. Sekarang posisiku benar- benar sudah telanjang bulat tetapi kami masih kami dalam keadaan posisi yang tadi. Begitu juga dengan Pak Nikki, tangannya menggenggam kontolku dengan mesranya.  
"Gede juga kontolmu yah Bay," kata Pak Nikki lagi.
Aku tersenyum.
 "Bay.. kontol bapak di pegang juga donk".
 Tanpa basa-basi lagi, tanganku pun menjulur perlahan lahan ke bawah. "Kenapa? Takut ketahuan yah mas? Kok kelihatannya gugup begitu?".
 "Enggak sayang, enggak apa apa kok," kata Pak Nikki lagi.
 Akupun segera meraih kontol itu dan menggenggamnya penuh perasaan.Perasaanku saat itu benar-benar senang dan beginilah rasanya kontol pak Nikki. Betapa enaknya memegangnya dan terasa olehku kontol itu berdenyut denyut dan di kepalanya ada cairan-cairan putih seperti lendir, begitu juga dengan kontolku, menandakan kalau kami sudah sama-sama terangsang tinggi saat itu. Saat itu kami sudah sama-sama meraba, telanjang dan horny berat. Hingga terdengar suara ohh.. ahh.. uhh nikmat nikmat.. nafas nafas kami pun semakin memburu, berdesah kenikmatan yang tiada tara, pikiranku seolah melayang-layang sampai ke langit yang ke tujuh, begitu juga dengan pahaku terus menerus di ciumnya dan di jilatinnya sesekali kutempelkan kontolku di wajahnya dan kugesek-gesekkan ke sana kemari. Mata Pak Nikki terpejam dan kadang-kadang memandangiku dengan sangat mesranya dan kubalas dengan senyuman.  
Sekilas kulihat jam sudah menunjukkan jam 19.30 malam. Sungguh waktu rasanya tak terasa, apalagi saat-saat seperti ini.  
"Bayu.. Gimana kalau kita ke kamar saja sayang, soalnya bapak takut nanti ada orang masuk sayang.."pinta Pak Nikki.
 Dan aku pun menggangguk tanda setuju. Pintu rumah dia kunci dan dimatikannya lampu kemudian Pak Nikki mengangkatku lalu mengendongku ke dalam kamar tidurnya. Tubuhku yang sedikit kurus memudahkan Pak Nikki melakukannya apalagi tubuh Pak Nikki sangat strong and muscle abis ditambah posturnya yang agak jangkung. Kurangkul pundaknya dengan kedua tanganku dan kugigit-gigit kecil lehernya. Pak Nikki pun berdesah lirih dengan nafas yang tak beraturan, kurasakan detakan jantungya begitu kencang, kontolnya berdiri kedepan tepat berada di bawah pantatku dan kugenggam mesra.
Begitu juga dengan kontolku di genggamnya. Sampailah kami di dalam kamar dan tubuhku langsung di rebahkannya diranjangnya yang empuk secara perlahan lahan. Kutatap wajahnya yang ganteng. Pak Nikki kemudian menindihku begitu mesranya dan begitu rapatnya, spontan kontol kami saling bergesekan, begitu juga dengan tubuh kami dan dengan goyangan erotis perlahan lahan tapi asyik, kupeluk tubuhnya yang menindihku dan kaki kami saling melilit seakan tak ingin lepas. Ohh.. Begitu nikmat.. Nikmat sekali.. Kupandangi dadanya yang kekar menempel erat di tubuhku dan kurasakan aroma tubuhnya dan sesekali bibirnya yang dekat di telingaku, kurasakan nafasmya mendesah desah membuatku semakin mabuk kepayang. Sesekali kujepit kontolnya di antara kedua pahaku.. Dan kontolku menempel di perutnya, bulu-bulu kontol Pak Nikki yang lebat kurasakan sangat nikmat, kudengar ada sesuatu terucap dari mulutnya.
“Akhh.. Ohh.. AAHHHHHAHHHH AHHHHH AHHHHHH UHHHHH AUHHHHH… Enak sekali sayang.. Enak sayang.. Betapa
nikmatnya ini.. Baru kali ini bapak merasakan nikmat yang tiada tara UHHHHHH OOOOHHHHH!....”.
Pahaku yang putih dan berkeringat menambah kelegitan kontol yang sekarang berada di antara ke dua pahaku. Pantasan saja, guruku ini mengerang nikmat dan mendesah nikmat,kami tidak perduli lagi dengan suasana di situ yang jelas cuman kami berdua saja. Dibalik desahan guruku itu.. Terasa ada air yang menetesdi dadaku, ternyata Pak Nikki menangis, memangis karena bahagia. Dan feelingku mengatakan kalau namaku sudah tertancap di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Hore.. Aku tersenyum puas ternyata aku berhasil pikirku sejenak. Memang dari awal aku ingin men-service habis-habisan dirinya,terbukti baru di tahap awal saja, sudah kudapatkan banyak point kemenangan.
 Tiba tiba saja kami terdiam sejenak dan mata kamipun saling memandang.  
"Percayalah Bayu sayang, bapak sangat menyukai kamu dan akan selalu mencintai Bayu. Bapak benar-benar ingin Bayu".
 "Bayu juga pak", jawabku. Sebenarnya aku merasa sedikit bersalah juga karena Pak Nikki tidak tahu kalau aku simpanan para polisi ganteng. 
Kemudian bibir kami pun bertemu, saling melumat dan lidah kami saling bertemu dan saling melilit, seolah olah di antara kami tak ada yang mau kalah, sesekali lidah kumasukkan ke dalam mulutnya dan Pak Nikki pun mengulumnya serta menarik lidahku seolah-olah ingin menelannya lebih dalam, begitu juga dengan aku yang memberikan balasan yang sama. Bibirku yang merah dan seksi itu di lumatnya terus menerus berpindah ke leherku sampai kedua buah putingku di jilatnya dengan rakusnya, tak ketinggalan tubuhku yang putih bersih di jilatinya sampai-sampai aku  mengerang. “ OOOOHHHH……. OOOOOOOOOOOOOHHHHHHHHHH….. Mashhh….. AKHHHHH… AHHHHH….ohh.. ahh..
uhh.. oohh.. uhh.. nikmat Pak nikmat.. Teruskan pak. PERKOSA AKU PAK, TUSUK AKU PAK! AHHHH BELAAAAHHHHKKK DURENKUHHHH ….UHHH OHHHHHH…..”.
 Sampai akhirnya tiba di daerah yang paling sensitif ku yaitu lobangku sudah mulai di jilatnya. Kurasakan hawa panas dari dalam mulutnya yang mana lobangku saat itu sudah disarangi lidahnya
“ARGGGHHH AHHHHHH…. AHHHHH… UHHH… OHH….... Ohh.. Begitu enaknya MASHHHH …. AHHHH.. JILATHHH….terus LUBANGHHH… AHHHHH Bayuhhhhh…MASHHHH!”. Aku seperti merengek-rengek di buatnya.
Tiba tiba saja Pak Nikki pun sudah mendekatkan kontolnya di hadapanku, kulihat lagi kontol itu lalu aku upegang dan kubelai sebentar menandakan aku benar-benar suka terong itu. 
"Enggak apa-apa Bayu, hisap saja kontol bapak sayang.. Seperti yang bapak mau sejak dulu sayang..".
Kembali kudengar suara Pak Nikki yang sudah kesetanan.
 "Sayang hisap sayang.. Bapak sudah nggak tahan lagi sayang.. Hisap sayang. OHHHHHH….", pintanya lagi.
Kupandangi lagi kontol itu yang sudah berdiri tegak di hadapanku, dan aku pun memulainya meskipun aku belum merasakan bagaimana rasanya kontol yang satu ini, tetapi apa yang dilakukan Pak Nikki terhadapku sudah cukup memberikan gambaran kenikmatan yang akan diberikan kontol itu padaku. Akupun memulainya dengan mengisap kepala kontolnya. Seketika kudengar desahan Pak Nikki semakin keras.
“AHHHHH… OUHHHH.. YEAH…. AHHH… ISEPPHHH BAY! KAMUHHHH SUKAH… KAN…???? AHHH…. EMUTHHH EMUTHHH… UHHH… ENAKHHH … BAYUHH… UHH… LAGIH… AHHH YEAHH….”.
Akupun semakin bergairah dan memasukkan kontolnya ke mulutku dan terus kuhisap kontol itu, kurasakan aroma kontol Pak Nikki yang pertama kali. Aku sudah tidak tahu bagaimana lagi untuk melukiskan itu semua.. Sungguh nikmat dan enak sekali.. Mengisap kontol guru olah ragaku ini. aKu jilati batang kontolnya, aku emut dan aku sedot ada rasa asin di dalam mulutku, sesekali kulepas kontol itu dari mulutku.. Dan menghembuskan nafas, ohh.. ahh.. uhh enaknya.. Nikmat kurasakan saat itu dan kembali kuhisap.. Begitu juga dengan Pak Nikki yang terus mendesah keenakan.   
"Oh yEaHHHHH OHHH….. BAYU, bapak MAU KELUAR SAYANGHHHH.. Hisap terus sayang.. AOHHHH… ISEP YANG KENCENGHH… LAGIHH.. UHH… UHH… OOOOGHHHHHH…. AHHH… ARGGHHH….."  
Kontol Pak Nikki terus menerus menghujam mulutku begitu kencangnya Sampai-sampai menyentuh kerongkanganku dan beberapa saat kemudian tubuhnya kaku dan tegang.. Tampaknya dia sudah tak tahan lagi.. Dan akhirnya..  
Crett.. Crott.. Crott.. Crott.. Croooottt… croooottttt. Crooooottt…croooottt… croooottttt,,…
 Pak Nikki ku sayang telah mencapai klimax ternikmatnya dan benar-benar  tiada Tara rasanya. Spermanya Pak Nikki muncrat di mulutku begitu banyaknya. Kurasakan sperma itu, bagaimana baunya dan
sebagainya.. Ohh nikmatnya. Kamipun saling berpelukan, saling berciuman, meskipun sperma Pak Nikki masih belum kering.. Hingga kulihat jam menunjukkan jam 21.45 malam dan kulihat Pak Nikki sudah tertidur pulas di sampingku. Akupun melamun sejenak sebelum mataku terpejam.  
Ini belum akhir dari segalanya karena hari esok masih ada. Apakah hari esok itu? Aku pun tertidur.. Maafkan aku Bang Wando. Maafkan aku kak Satria… Aku butuh kontol untuk masuk dan menumpahkan pejuh didalam tubuhku. Aku masih rindu dengan pejuh kalian. Ohhh…
Sebelum tertidur terdengar ,Tit!  Suara Handphoneku berbunyi. Ternyata ada 6 SMS masuk ke Hapeku.
“Wah… Kak Satria”…

3 komentar:

  1. km sedikit mirip dgn aq :D
    ada sedikit perbedaan antara kita, tapi perbedaan itu sungguh berpengaruh besar lol
    kuliah dmn skrng?

    BalasHapus
  2. Bagu ceritanya, thanks y

    BalasHapus
  3. AKU TAK PUNYA KELEBIHAN APA APA DAN KEKUATAN UNTUK MELAWAN MEREKA YANG MENIPUKU,MEREMEHKANKU DAN MEMPERMAINKANKU. TUBUHKU LEMAH DAN TIDAK PUNYA BANYAK UANG...
    TAK ADA YANG MENOLONG..
    SELAIN AKU HARUS BERSUMPAH DENGAN DUPA DI HADAPAN TUHAN ,LANGIT DAN BUMI UNTUK MINTA BENCANA ATAS KETIDAK ADILAN DAN MENGUTUK SEMOGA TANAH DEVELOPER GRYAH PANIKI INDAH MENGALAMI BENCANA,MALAPETAKA DAN SIAL SEUMUR HIDUP MEREKA..
    AMIEN...
    AKU TELAH DIPERMAINKAN SEMUA ORANG...
    TIDAK ADA UNDANG UNDANGKAN DI DUNIA YANG MELARANG AKU BERSUMPAH DAN BICARA ????
    SETIAP ORANG JUGA PUNYA HAK UNTUK MENILAI DAN BICARA UTARAKAN PENDAPAT...
    DALAM HAL INI AKU TIDAK PANDANG LAGI ALKITAB ATAU AGAMA..
    TUHAN BOLEH MEMAAFKAN TAPI ROHKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN DAN AKAN MENUNTUT SAMPAI KE PINTU NERAKA..

    MENGENAI DEVELOPER GRYAH PANIKI INDAH MANADO BESERTA ARSITEK DIAN SETIAWATI ,MANAGER JELFI DAN MANDOR BRAM YANG TELAH MENIPUKU DENGAN MENYURUHKU TANDA TANGAN SERAH TERIMA KUNCI RUMAH LALU MEREKA BANGUN GEDUNG RUMAHKU ASAL JADI.
    SAMPAI KAMAR MANDI DAN KAMAR TIDUR BOCOR KLU SAAT HUJAN. KOSENG JENDELA TERBELAH 2 DAN DINDING LEMBAB SERTA BANGUNAN DINDING RETAK RETAK, TIDAK DI ACI DENGAN BAIK, ANTARA KOSENG JENDELA DAN DINDING TIDAK DI PLESTER SEHINGGA KELUAR MASUK SEMUT MERAH.
    DINDING DI CAT BA ROTO ROTO OLEH DEVELOPER GRYAH PANIKI INDAH MANADO YANG BERALAMAT JALAN ARAH BANDARA SAM RATULANGI MANADO, KECAMATAN MAPANGET LINGK X KELURAHAN PANIKI DEPAN TUGU ADIPURA dan lantai kamar mandi tidak di plester dengan baik.

    MENGADUH KE BANK MANDIRI JUGA TETAP SALAH...
    SALAH JADI BENAR DAN BENAR JADI SALAH..
    GAMBAR BUKTI FOTO YANG MEREKA BANGUN GEDUNG RUMAHKU, BOLEH KALIAN LIHAT DI YOUTUBE, GOOGLE, FB UN WALL DAN FACE BOOK MILIK WANG YIHAN.
    (7 foto) Foto

    BalasHapus