Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Selasa, 09 April 2013

Intermezzo: Cinta dan Benci...


Bagaimana cara membuatmu bahagia?
Nyaris ku menyerah jalani semua.
T’lah berbagai kata ku ungkap percuma.
Agar kau percaya cintaku berharga.

Tak kuat ku menahanmu, mempertahankan cintaku.
Namun kau begitu saja tak pernah merindu.

Sungguh aku tak bisa.
Sampai kapanpun tak bisa membenci dirimu.
Sesungguhnya aku tak mampu.

Sulit untukku bisa.
Sangat sulit ku tak bisa memisahkan segala cinta dan benci yang ku rasa.

Apa kau mengerti ku sedih sendiri?
Tanpa ada kamu ku merasa sepi.
T’lah lama ku menantimu.
Diam sendiri menunggu setengah hati mencinta.
Ku sakit karenamu.

….  ….

Bumi tak bisa menahan langkah kakiku berlari. Aku terus berlari melampaui batas kecepatanku. Entah mau kemana atau ingin menuju siapa, aku tidak tahu. Kakiku semakin cepat menginjak-injak tanah basah akibat sentuhan air hujan yang terus menimpa ragaku. Aku benar-benar terpukul. Sangat terpukul! Zahra… Bangkit! Ayo! Ngapain kamu memelas seperti itu? Berhenti bodoh!
Tubuhku basah kuyup tertimpa air hujan. Meski begitu kaki ini seolah-olah tak mau berhenti untuk melangkah sejauh mungkin dari rumah orang yang menjijikan itu. Kepalaku terasa sakit seperti dipukul palu. Hatiku sudah tidak berbentuk lagi didalam tubuh ini. Aku hancur!
Terpaan air hujan semakin deras dan terus membuat bumi ini semakin basah. Bruak! Aku terjerembab jatuh dijalan berlumpur dan terbaring disana. Aku tak bisa menggerakkan tangan dan kakiku lagi karena terlalu marah dan kesal. Aku biarkan hujan menenggelamkanku dengan airnya atau jika ada mobil yang melindas tubuhku, aku rela asalkan aku tidak bertemu lagi dengan orang itu. Untuk sesaat aku sempat berfikir demikian namun segera aku tepis. Orang yang selama ini aku tunggu dengan segenap cinta tetapi ternyata…
“Arhhhhhhhh… hu… hu… Te-ga! Benar-benar tega kamu kak!!!”.
Tangisku tak bisa terbendung lagi. Ya Tuhan… tolong hamba. Hamba benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi.
*** 
“Ma, aku jalan dengan kak Satria dulu ya…”. Aku berpamitan dengan mamaku yang sedang duduk manis didepan tv.
Dia menoleh, “Jangan kemalaman ya pulangnya. Nak, Satria tolong jaga Zahra ya…”, pinta ibu.
“Iya bu. Ibu tidak usah risau. Saya akan menjaga Zahra kok. Ayo dek!”.
Aku naik keatas motor kak Satria dan diboncengnya untuk segera menuju sebuah mall dan menikmati malam minggu kami. Aku sangat senang malam itu. Sepanjang perjalanan aku peluk perutnya yang rata dengan dekapan penuh cinta..
Oh iya, kenalkan namaku Zahra. Aku adalah seorang perawat disalah satu rumah sakit di kotaku. Meskipun usiaku masih muda yaitu 23 tahun tetapi orang tuaku sudah menjodohkan aku dengan anak salah satu rekan mereka. Pria hasil perjodohan itu adalah orang yang sekarang sedang memboncengku, kak Satria namanya. Kak Satria adalah seorang polisi berpangkat Bripda dengan tubuh atletis dan tinggi 184 cm. usianya hanya terpaut 3 tahun lebih tuan dari aku. Aku sangat sayang dan cinta padanya. Meskipun kami hanya dijodohkan namun setelah aku mengenal kak Satria aku menjadi sangat cinta padanya. Aku beruntung bisa menjadi tunangan dari seorang polisi gagah yang mungkin banyak digilai oleh para gadis diluar sana.
Walaupun aku dan kak Satria beda wilayah tetapi kami rutin bertemu setiap dua minggu sekali. Aku tidak begitu mengerti dengan perasaan kak Satria padaku. Walau aku menangkap kesan terpaksa darinya, atas perjodohan ini, tetapi aku tidak peduli. Selagi aku terus berusaha untuk mendapatkan hatinya, maka aku tidak akan menyerah dan terus berusaha.
Malam itupun kami habiskan untuk makan-makan berdua dan menikmati indahnya malam yang bertabur bintang di sebuah rumah makan dekat sebuah sungai yang indah. Gemerlapnya lampu di sepanjang aliran sungai begitu memanjakan mata kami. Kak Satria juga tampak sangat tampan malam itu dengan jaket hitam dan celana jeans.
Setelah jam 10 malam, aku pun di antar kak Satria pulang kerumah. Kami berjanji untuk selalu menjaga komunikasi dan akan bertemu lagi setengah bulan dari sekarang. Aku jadi nggak sabar deh menunggu dua minngu lagi untuk jalan bersama kak Satria. Namun, ketika dua minggu telah berlalu, kak Satria juga tidak menepati janjinya dan beralasan dia sedang ada tugas kantor. Aku kecewa juga sih mendengarnya. Padahal hampir setiap hari aku sudah menunggu untuk saat-saat seperti ini. Mungkinkah aku yang terlalu cinta dengan kak Satria? Bagaimana kalau kak Satria tidak cinta padaku? Segera aku tepis pikiran jelek semacam itu dan aku putuskan untuk mengunjungi kak Satria pada malam rabu nanti. Kebetulan aku mau ambil cuti tiga hari untuk mencoba merilekskan tubuhku dari rutinanitas kerja. Walau aku seorang perawat, tetapi aku juga butuh perawatan untuk diriku sendiri. Dan kali ini aku manfaatkan waktu liburku untuk mengunjungi kak Satria.
Aku mengendarai bus untuk menuju daerah kak Satria. Dengan kendaraan ini, aku hanya memerlukan waktu sejam agar bisa sampai ke tempat tunanganku tinggal. Aku sudah mempersiapkan sebuah kado jam tangan yang sengaja aku belikan untuk kak Satria sebagai tanda cintaku padanya. Sepanjang perjalanan aku sangat bahagia karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan pujaan hatiku. rupanya nasib sial menghampiriku, bus yang kami tumpangi bocor ban dan kami harus menunggu sang sopir menambalnya dibengkel terdekat. Setelah agak sore, barulah ban bus selesai ditambal dan kembali melanjutkan perjalanan. Wah, molor waktu 2 jam nih.
Jam di tanganku sudah menunjukan pukul 6 sore. Aku memutuskan untuk membeli makan untuk kak Satria terlebih dahulu dan sekaligus untukku. Aku tahu kalau di kosannya dia jarang masak sehingga aku lebih baik membawa makanan. Nanti malam aku akan menginap dirumah temanku yang juga tinggal didaerah kak Satria dinas.
Hari mulai mendung dan gerimis menyapaku. Dengan mengendarai ojek, aku menuju rumah kak Satria. Aku sengaja tidak memberi tahu dia sebelumnya agar dia terkejut dengan kehadiranku di kosannya. Aku benar-benar senang hari ini.
Sesampainya di depan kosan kak Satria, aku tidak menemukan ada motornya terparkir disana. Aku ketuk-ketuk pintu rumahnya tetapi tidak ada sahutan. Aku pikir dia sedang keluar jadi aku telepon ke hape-nya namun ternyata hape-nya pun tidak aktif. Sementara hujan diluar teras mulai turun sehingga aku putuskan untuk menunggu kak Satria sambil duduk diteras depannya.
Cukup lama aku menunggu, mungkin sudah sejam lebih. Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 08:04 pm. Aku mulai gelisah dan kembali mengetuk pintu kosan kak Satria. Tiba-tiba…
Treeeetttt… Hah? Pintu rumah kak Satria tidak dikunci. Apakah kak Satria ada didalam? Tapi motor kak Satria kok nggak ada ya? Aku memberanikan diri untuk masuk secara mengendap-endap dan tiba-tiba…
“Aw… ahhhh… pelan-pelan kak.. aw… aw… Uh…. Ahhh… ahhhh… auhhh… shhtt… ahhh”.
Terdengar erangan dari seorang lelaki yang tampaknya berasal dari arah kamar kak Satria.
“Arggghhh.. Ohhh… Kakak sukah lubang kamuhhh Bay. Enak dan uh… empotannya itu lho… ohhhhh…ohhh…. Bikin pengen kayak gini nih. Ah ah ah ahhhh!!!”.
Itu suara kak Satria! Tapi mengapa ada suara seorang laki-laki dikamarnya? Mereka sedang apa? Kok sepertinya mereka sedang merintih-rintih.
Suara-suara erangan yang aku dengar itu semakin membuat aku penasaran sehingga aku putuskan untuk mengintip dari celah pintu kamar yang tidak tertutup rapat. Mataku melotot kaget, urat syrafku berhenti bekerja dan nafasku terasa tersumbat oleh sesuatu yang dahsyat. Aku tak bisa berkata-kata lagi dan hanya diam mematung. Seketika kado dan bungkus makananku jatuh ke lantai dan air mataku berlinang tak tertahankan. Didalam kamar itu sedang berlangsung persenggamaan hebat antara tunanganku dengan seorang remaja laki-laki muda. Tubuh berotot kak Satria menindih tubuh anak muda itu. Kaki si lelaki terangkat keatas dan diletakkan diatas pundak kak Satria sementara penis kak Satria yang besar dan panjang itu sedang asyik keluar masuk menghujam anus si lelaki muda. Keluar masuk kontol gede itu menjejal dubur si anak muda itu tanpa menggunakan kondom. Wajah kak Satria terlihat mendekat kewajah lelaki muda itu dan merekapun berciuman mesra sambil kontol kak Satria masih sibuk mengentot lubang anus si remaja lelaki. Tubuh kak Satria terlihat berkeringat dan sangat menggoda.
Aku menangis dan langsung berlari meninggalkan tempat itu. Aku sungguh tidak menyangka kalau tunanganku yang seorang polisi itu adalah… seorang “gay”. Aku berlari menerobos hujan dan terus berlari sejauh yang aku bisa. Aku jijik dengan apa yang baru saja aku lihat di atas tempat tidur kak Satria. Aku hancur berkeping-keping.
*** 
Bayu mendorong bahu kak Satria dan melepaskan pagutan bibir polisi itu dari bibirnya. Dia terlihat ngos-ngosan akibat sulit bernafas selama diciumi kak Satria. Dia menarik nafas sebentar lalu kemudian dia tarik lagi kepala plontos polisi itu untuk segera menciumi bibirnya lagi. Bibir mereka berdua saling menyatu. Bayu menggigit bibir Satria dengan lembut dan sesekali dia julurkan lidahnya yang kemudian di sambut Satria dengan bibirnya. Satria menyedot lidah Bayu dan setelah itu dia satukan bibir mereka berdua dan mulai bertukar air ludah. Lidah Bayu dia kenyot perlahan-lahan dan dengan penuh cinta. Mata mereka saling menatap dan tangan kekar Satria mengelus kepala Bayu dengan mesra.
Kulit tubuh Satria yang agak coklat terlihat mengkilap menonjolkan lekuk-lekuk tubunya yang berisi. Sementara Bayu yang memiliki perawakan kecil merasa kewalahan dientot kontol Satria yang gede dengan panjang 18 cm. Kepala kontol Satria terlihat ingin keluar dari dubur Bayu tetapi entah mengapa dia tidak mencopot kontolnya. Pelan-pelan dia tekankan kembali kontol besarnya itu hingga masuk semuanya kedalam lubang anus Bayu. Dia diamkan beberapa saat sebelum gerakan kontolnya semakin tanpa ampun dia tusukkan kencang-kencang ke dalam anus pria manis itu. Dia tampak kesetanan mengentot lubang anus Bayu yang berbulu dan hangat. Dia lepas ciumannya pada bibir Bayu dan berkonsentrasi untuk menjejalkan kontolnya dalam-dalam.
“ARGGG… AHHHHH… AHH…. BAY… AH… UHH… INI LUBANG ATAU SURGA? SUMPAH KONTOL KAKAK BETAH BANGET DIDALEMNYA. AHHHHH”, erang Satria sambil menggenjotkan kontolnya didalam dubur Bayu.
“AHHH… UH…. ERMMM… YEAH… AH-AH.AH.. KERASA BANGET ENTOTAN KAKAK MALAM INI. SAMPAI MENGOBRAK-ABRIK RASANYAHHHH.. AHHH”.
“KAMU KUAT KAN KALAU DI TUSUK KAYAK GINI? ARGGHHHHH… OOOHHHHH!”.
Satria membenamkan kontolnya dalam-dalam dan dia hentakkan pinggulnya kencang-kencang sehingga Bayu tersentak menahan kenikmatan yang tiada tandingan itu.
“AUHHHH… BERASA BANGET KAK.. LAGIH”, pinta Bayu.
“LAGIHHHH.. KAYAK GINI??? AHHHHH….”.
Plak! Plak! Plak! Plak! Bunyi pertemuan antara selangkangan Satria dengan pantat Bayu. Dia putar-putar kontolnya dan sesekali dia tarik-tekan agar semakin terasa servis dari kontolnya di anus Bayu.
Bayu hanya bisa mengigit bibir bawahnya menahan rasa nikmat yang begitu dahsyat yang sedang menyerang tubuhnya malam itu. Dia terguncang-guncang akibat hajaran kontol besar sang Polisi. Dia begitu bergairah malam itu.
Satria menarik timun supernya pelan-pelan kemudian dia cabut dari anus Bayu. Dengan cepat dia kembali masukkan kepala kontolnya, kemudian dia tekankan batang kontol yang beruratnya itu hingga tertancap seluruhnya dilubang anus Bayu. Dia putar-putar penisnya kemudian dia tarik lagi hingga keluar dan dia masukkan jari tengahnya kedalam anus Bayu yang sudah menganga akibat baru dimasuki Kontol. Dia gelitiki dinding anus kekasihnya itu kemudian dia tancapkan kembali kontolnya yang gede dengan sekali dorongan. Clok!
“ARHHHH… KAKAKKK.. AHHHHH.. AWWWW”.
“MAU NIKAH DENGAN KAKAK, BAY? HAH! MAU DI ENTOT KAKAK KAYAK GINI TIAP MALAM? AHHHH”.
Satria benar-benar hot! Hot! Dan hottttt!!!!! Dia mengangkat tubuh Bayu dan menggendongnya. Dia bawa Bayu kedekat jendela dan dia turun-naikkan pantat Bayu agar lubang duburnya semakin enak melayani batang kontol Satria.
Bayu melingkarkan tangannya dileher Satria. Sambil sesekali menjilati pipi Satria dengan mesra. Dia jilati pipi polisi itu hingga lidahnya menyentuh daun telinga Satria. Dia mengejan dinding anusnya agar Satria semakin keenakan mengentoti anus Bayu yang selalu bisa membuat para Polisi ketagihan. Ahhh… enaknya jadi si Bayu. Munakin dari sekian banyak cowok, dialah orang yang paling beruntung bisa di entot kontol polisi-polisi yang gagah dan macho.
Satria dengan gemas menundukan kepalanya dan mengeyot puting susu Bayu secara bergantian. Dia kenyot kencang-kencang sampai Bayu mengerang kesakitan.
“KAKKKK… SAKIT… AW….!!!”.
Nyot-nyot-nyot… slurpppphhh… slurppphhh… plak! Plak! Plak! Plak! Plop! Satria mengangkat pantat Bayu tinggi-tinggi hingga kontolnya terlepas. Dia duduk di kasur dengan bersandar didinding kemudian dia perintahkan Bayu yang menghajar kontolnya dengan remasan otot dubur Bayu. Pelan-pelan Bayu mulai menurunkan pantatnya sambil tangannya membelai dada berotot Satria. Clok! Blesss… amblaslah seluruh batang kontol Satria didalam anus Bayu. Dengan gerakan turun-naik sederhana dia mulai menelan bulat-bulat kontol polisi itu. Bayu mengigit bibir bawahnya menahan nikmat dan Hasrat. Sementara Satria dengan gemasnya meremas-remas pantat Bayu.
“GITUH BAYYHHHHH… KAKKKK… AHHH… AISHHH.. AHH…. AHHHK… SAYANGHHHH… UHHH”, erang Satria.
“GIMANA BANG? MASIH PENGEN NUSUK MEMEK? KALAU LUBANG BAYUH BISA BUAT ABANG KEENAKAN… KENAPA MUSTI NUSUK MEMEK? HAH?! AHHHHHH… UHHHHH”.
“ABANG… CUMA MAU NUSUK BAYUHHH… ABANG NGGAK DOYAN MEMEK. LUBANG BAYUH UDAH LEBIH DAHSYAT DARI MEMEK. UHHHH”.
“BENERANNNN NIH…. AHHHHHH”.
“BENER… SAYANGHHHKUHHH… AHH-AHH.AHHHHH”.
Mereka semakin mengganas menumpahkan segala birahi dimalam itu. Lubang anus Bayu semakin gatal menelan kontol Satria. Dia putar-putar gerakannya kemudian dia hentakan dalam-dalam kontol polisi itu. Bayu menarik kontol Satria dengan duburnya kemudian dia benamkan sedalam-dalamnya. Tentu saja Satria tidak mau hanya tinggal diam menerima hentakan Bayu. Dia membaringkan tubuh ke kasur kemudian dengan gaya jongkok dan diam, Bayu disuruhnya menghadap kearah kakinya sehingga dia dipunggungi oleh Bayu. Dengan cepat dia dorong kontol besarnya keluar masuk lubang dubur Bayu. Secepat gerakan jarum jahit mesin, Satria melakukan penetrasi dari bawah. Dia menyodok-nyodokan kontol super gedenya kelubang anus Bayu yang hangat. Dia obrak-abrik setiap inci lubang remaja itu. Dia tidak peduli lagi dengan Bayu yang terus merintih menahan hasrat.
“AGGGHHHH… ENAKHHH.. KAKK…. AHH…”.
Satria semakin ganas mengentoti anak itu. Tubuh berototnya tampak mengkilap akibat keringat yang terus mengalir. Hari yang dingin tidak mampu menahan keringat Bripda itu keluar dari pori-pori keringatnya. Tangan kekarnya meremas pantat Bayu. Dia terpejam nikmat menrasakan sensasi mengentot anus Bayu.
Satria mulai menurunkan ritme hujaman kontolnya. Dia tekan pelan-pelan dengan penuh penghayatan. Matanya terpejam meresapi hangatnya empotan dinding anus Bayu. Satria sepertinya sengaja memelankan sodokannya untuk mencari sesuatu didalam lubang anus Bayu. Dia arahkan kepala kontolnya agak kedepan. Satria ingin menemukan prostat Bayu yang mungkin bisa membuat kekasihnya itu tambah kelojotan dientot oleh kontolnya. Setelah ujung kontolnya menemukan sesuatu, dia putar-putar dan dia sodok-sodok perlahan.
“ADUUHHHHHH.. AUHHH.. KAKKKK… AHHHHHH…. ENAKKKK”. Bayu terpejam dan tangannya bertumpu pada lutut Satria.
Satria mulai semakin gencar menusuk anus Bayu. Dorong-tarik-dorong-tarik-dorong-tarik.. plak-plak-plak! Hangatnya lubang anus Bayu dan pas banget untuk ukuran kontol gedenya tentu membuat polisi gagah itu menjadi ketagihan mengentot anus Bayu. Dia sudah tidak tampak seperti seorang polisi lagi. Dengan gerakan yang semakin cepat, Satria tampak seperti pemain film porno gay asal Indonesia yang sedang mengentoti cowok manis, siswa sekolah menengah atas.
“KAMUHH… MEMANG… ENAK BUAT DITUSUK BAYHHH.. AUHHH”.
“TUSUK TERUSHHHH LUBANG BAYUHHH.. KAK…. SODOKIN KONTOL KAKAK DI SITUHHHH AHHHH”.
“AHHH-AHHH.. DISINIH? AHHHH”.
“IYAHHH.. AW,AW,,, AWHHHH”.
Satria menarik tubuh Bayu hingga berbaring telentang ditubuhnya yang kekar kemudian dengan kontol yang masih tertancap, dia hujamkan pistol dagingnya untuk menerobos dubur Bayu yang hangat itu. Usus Bayu terasa sobek menerima hujaman kontol Polisi itu. Tangan Satria memeluk erat tubuh Bayu dan dia mulai nakal mengigit leher remaja itu hingga menyisakan bekas-bekas cupang merah.
Tubuh Bayu tergoncang-goncang akibat hentakan pinggul Satria yang membabi buta. Bayu merasa teraduk-aduk duburnya. Dia meringis menahan sakit akibat dahsyatnya hujaman kontol polisi itu. Bayu mengigit bibirnya yang merah dengan mata terpejam meresapi entotan kontol dan cupangan Satria.
Tangan Satria mengangkat kaki Bayu keatas agar mempermudah dia melakukan penetrasi. Kakinya pun sedikit ditekuk dan dengan gempuran yang semakin hebat, Satria tampaknya sudah mengejang-ngejang dan tubuhnya semakin bersemangat menusuk lubang anus Bayu.
“OOOHHH… OHHH… OHHH.. TERIMA INI BAY!!!!!!!!!!!!!!!!!! ARGGGHHHHH!!!”.
CROOOTTT.. CROOOTTT…CRROOOOTTT..CCROOOTTT.. … CROOOTTT…CRROOOOTTT..CCROOOTTT.. … CROOOTTT…CRROOOOTTT..CCROOOTTT.. CROOOTTT…CRROOOOTTT..CCROOOTTT.. CROOOTTT…CRROOOOTTT..CCROOOTTT.. … CROOOTTT…CRROOOOTTT..CCROOOTTT.. …CROOOTTT…CRROOOOTTT..CCROOOTTT.. … CROOOTTT…CRROOOOTTT..CCROOOTTT.. …
“ARGGGHHHHH… HAMILIN AKUHHH KAKKKKK.. ARGGHHH!!!”, Bayu membiarkan pejuh kental dan dahsyat milik polisi itu masuk kedalam ususnya. Muncratan pejuh hangat dan cukup banyak menyentuh usus Bayu dan benar-benar terasa penuh didalam anus remaja itu.
Hentakan-hentakan pinggul Satria mulai melemah dan akhirnya berhenti seiring habisnya muncratan cairan pejuh yang kental seperti susu. Kontol Satria mulai lemas dan pelan-pelan terlepas dari anus Bayu. Zrrruuuttt….. zruuutt…. Zruuuttt… wow! Dari dalam lubang anus Bayu, keluar seperti semprotan air selang, pejuh kental milik Satria. Pejuh itu tertenbak jauh hingga menggenang di kasurnya. Semerbak aroma pejuh mulai memenuhi ruangan itu.
Satria meletakkan Bayu di kasur dan dia kemudian bangkit berdiri. Satria memposisikan kepalanya di depan anus Bayu lalu kemudian dia cucuk jari telunjuknya dilubang dubur Bayu yang merah akibat jejalan kontolnya tadi. Dia korek-korek lelehan pejuh yang masih tertinggal disana kemudian dia sedot bibir anus Bayu dengan bibirnya dan ketika mulutnya sudah penuh dengan pejuhnya sendiri, dia muntahkan pejuh itu ke kasur. Ya ampun, Satria hebat sekali. Polisi gagah itu terlihat tidak merasa jijik sama sekali menyedot lubang anus Bayu. Setelah dia rasa cukup, kemudian mereka akhirnya tertidur sambil berpelukan menghabiskan malam yang dingin akibat turun hujan.
*** 
Beberapa hari setelah kejadian dimalam itu, kak Satria mendatangiku kerumah. Dia membawa sebuah kotak yang tak lain adalah kado berisi jam tangan dariku. Walaupun aku sudah tahu kelakuan kak Satria yang ternyata menyukai sesama jenis, tetapi aku masih berharap dia masih mau merubah itu dan meninggalkan dunia yang menjijikan tersebut setelah menikah denganku nanti.
“Maaf dek. A-aku.. tidak bisa. Aku benar-benar tidak bisa menghilangkan itu. Aku tidak tahu mengapa aku bisa sepeti ini. Aku…”.
Mendengar ucapan kak satria barusan, aku pun terdiam dan berdiri dari tempat dudukku. “Baiklah kak. Ambil saja jam itu untuk kakak. Anggap saja itu kenang-kenangan dari aku. Aku janji akan menyimpan rahasia ini rapat-rapat asal kakak menjauh dari kehidupanku. Asal kakak tahu. Aku tulus mencintai kakak. Tapi, aku juga tidak bisa membiarkan kakak tersiksa jika menikah denganku. Anggap saja kejadian yang aku lihat malam itu tidak terjadi dan mulai saat ini kita saling menjaga rahasia itu. Aku cinta kakak..”.
Plak! Sebuah tamparan dariku mendarat di pipi kak Satria. Lalu kemudian aku berlari masuk kamar. Sejak saat itu aku berusaha melupakan kenangan dengan kak Satria dan mencintai laki-laki lain yang menjadi pilihanku. Dia hanya seorang pegawai Bank swasta yang aku kenal dari temanku. Kami pun akhirnya menikah dan membina rumah tangga. Aku sempat mendengar kalau kak Satria masih sendiri dan aku yakin dia tetap berhubungan dengan remaja laki-laki yang aku lihat dimalam itu. Aku cinta kak Satria tetapi aku juga benci jika harus mengingatnya. Ya Tuhan, ijinkan hamba melupakannya.

Sungguh aku tak bisa.
Sampai kapanpun tak bisa membenci dirimu.
Sesungguhnya aku tak mampu.

Sulit untukku bisa.
Sangat sulit ku tak bisa memisahkan segala cinta dan benci yang ku rasa…


Semoga kamu bahagia denga kekasih cowokmu itu, Bripda Satria Hermawan…


Salam



Azahra







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar