Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Kamis, 18 April 2013

Intermezzo: Lebih Dari Sekedar Permen


Kenalin, namaku Bayu Antoni yang baru berusia 17 tahun . Tubuhku tidak tinggi tetapi kulitku putih, wajahku manis, hidungku mancung dan bibirku merah merona. Promo dikit… Aku adalah siswa kelas dua SMA di salah satu SMA Ngeri dikotaku. Tak perlu aku sebutkan dimana kota asalku karena ini juga buat jaga privasi beberapa orang. Cukup tahu nama dan suasana kotaku saja ya…
Awal mula cerita kali ini adalah pada saat pertengkaranku dengan ayah yang membuat moodku benar-benar melesat turun, dengan cepat aku mengambil jaket dan kunci motor yang biasa aku taruh di meja belajar. Dengan kecepatan penuh aku pacu motorku berjalan tanpa tahu arah dan tujuan, akhirnya kuputuskan untuk berhenti tepat di taman kota dimana saat itu terdapat sebuah konser yang salah satu bandnya merupakan band lokal ternama yang menjadi favouriteku, ku parkirkan motor matic hitam ini di parkiran dadakan yang selalu ada apabila sedang di adakan konser semacam itu.
Selama acara belangsung aku sangat menikmati acara yang sedang berjalan namun ada sedikit yang mengganjal di sudut mataku, serasa ada yang mengawasiku. Saat aku lihat seorang Polisi dewasa sekitar 30 tahun dan memiliki wajah yang ganteng banget sedang menatapku penuh arti, namun perasaanku berbeda. Dia seakan sedang melucutiku dengan tatapan yang sangat tajam. Namun cepat-cepat aku alihkan perhatianku kembali pada acara konser yang sedang berlangsung, dengan belompat-lompat kecil dan tangan ke atas aku menikmati lagu yang bergenre-kan pop alternatif, sampai tanpa aku sadari Polisi itu sudah berada tepat di belakangku. Memang sih saat itu aku berada dipojok samping kerumunan penonton karena aku tidak mau berdesakan didekat panggung. Ditempatku berdiri saat itu memang cukup lengang dan agak gelap. Aku tiba-tiba kaget dan gugup saat dia menabrakan badan besar dan berototnya ketubuh belakangku. Sedikit kurasakan sebuah benda yang sepertinya sudah sedikit mengeras menyentuh pantat sebelah kiriku yang saat itu mengenakan jeans ketat yang membuat pantatku terlihat sangat mempesona. Aku coba untuk tidak menghiraukan ulah polisi itu, maklum namanya juga lagi menikmati acar musik namun dia semakin tidak karuan 2 kali, 3 kali, bahkan 4 kali dia melakukan hal yang sama sampai akhirnya aku menoleh kebelakang dan kulihat dia dengan wajah sinis. Bad mood ku kembali lagi secara seketika, dan aku putuskan untuk mencari minum untuk menenangkan diriku yang kecapean dan sedikit kesal dengan perlakuan polisi tadi.
Aku berhenti pada sebuah pedagai di pinggir jalan dan memesan es jeruk dan mengambil beberapa makanan. Setelah selesai makan, minum dan juga membayar pastinya, aku putuskan untuk pergi ke motor matik ku yang parkirkan tadi dan melihat acara konser dari atas motor maticku saja. Saat berada di motor matic aku keluarkan sebungkus permen yang tersisa di kantong celanaku. Saat sedang asik menonton dan menikmati permen terakhir, terlihat seorang Polisi berjalan menuju tempat dimana aku sedang berada. Saat aku perhatikan kembali ternyata polisi itu adalah polisi yang dari tadi menggangguku, entah mengapa jantungku terasa berdegup semakin keras dan telapak tangan terasa basah menandakan bahwa aku sedang gugup. Namun aku coba untuk tetap terlihat tenang dengan mengunyah permen kesukaanku ini. Saat dia sudah berada tepat di depan aku secara cepat di menggambil bungkus permen kunyahku dan melihat isinya yang ternyata sudah kosong. Polos banget sih aku! Masa konser makan permen.. wkwkwkwk… Tapi itulah kenyataanya. Mau bilang apa lagi.
“Wah habis tuh permennya” , ujar pak Polisi itu dengan santai.
“Iya nih pak, permen yang saya isep ini yang terakhir makanya saya mau nikmatin”, balas ku dengan lebih santai.
“Habis ini nggak ada lagi dong yang bisa kamu isep?”, dengan senyum sedikit mesum.
“Ya… nggak ada lah, kan saya bilang ini yang terahkir. Emang bapak mau belikan saya permen? Mau dong… Haha!”, candaku.
“Ada dan berkali-kali lipat nikmatnya daripada permen yang kamu isep!. Hehe!”. Dengan senyum yang makin mesum dia lontarkan kata-kata tersebut.
“Maksud bapak?”, dengan pura-pura tidak tahu padahal aku sudah tahu maksud dia.
“Hahahahaha kalo kamu mau, ikut saja sama aku. Kebetulan aku sudah mau pulang nih. Acaranya sudah selesai tuh”, katanya.
Aku melihat keatas panggung dan ternyata sudah lagu terakhir. Waduh, aku nggak sadar.
Dia kemudian duduk di jok belakang motorku. Lama kami berbicara kesana kemari sampai aku tahu namanya Briptu Andi Nurdiansyah seorang Polisi yang dinas di kota ini. Namun dalam perbincangan kami ada suatu hal yang selalu membuatku merasa terpancing yaitu dia selalu menggaruk-garuk selangkangannya dan kadang dalam waktu yang sangat lama sehingga tonjolan di selangkangannya terlihat sedikit membesar. Entah mengapa aku yang tidak ingin sampai terpancing ini begitu menikmati yang dia sedang lakukan. Perbincangan kami sangat lama membicarakan mulai dari hobi masing-masing sampai akhirnya kami membicarakan kebiasaan seks kami. Sampai tiba-tiba aku merasakan sebuah tiupan nafas di daerah leher dan seketika kurasakan bibir lembut seseorang menyentuh dan menciumi bagian leher kiriku. Saat aku coba selidiki ternyata Polisi itu lah yang melakukannya. Entah mengapa tidak ada niat untuk menolaknya dan justru malah mencoba untuk menikmatinya. Tempatku memarkirkan motor memang sedikit terkena pancaran cahaya jadi tidak begitu jelas terlihat apa yang kami lakukan saat ini.
Mulai dari leher kiri ke leher kanan dan akhirnya bibir kami saling bercumbu, bibir lembutnya melumat bibir bawahku dengan penuh nafsu, aku balas lumatan di bibir atasnya yang terasa tipis dan sangatlah lembut. Kurasakan kontolku sudah ngaceng penuh sehingga terasa sedikit sakit karena celana jeans yang kupakai terlalu ketat dan membuat permainan ini sedikit terganggu, seolah mengerti apa yang terjadi Pak Andi melepaskan lumatannya dan mencoba memeluk tubuhku. Ahhhhh kurasakan tubuh besar yang berotot menyentuh tubuhku dan tangan beruratnya yang kekar melingkari pinggangku. Dan dia membisikkan sesuatu di telingaku.
Kamu mau malam ini main ke rumahku?”, tanyanya penuh kasih sayang.
Tanpa mengatakan sepatah kata pun aku anggukkan kepalaku sebagai tanda persetujuan, lalu kami bergegas meninggalkan taman kota itu aku menggunakan motor maticku dan mengikuti motor besar milik Pak Andi. Setiba di rumahnya di daerah sekitar gelanggang olah raga, kami berhenti di depan sebuah rumah yang di akuinya adalah hasil jerih payahnya selama ini. Kami pun bergegas masuk dan pak Andi langsung membawaku ke kamar yang menjadi kamar utama di rumah ini. Dia pun menyuruhku menunggu karena dia ingin mencuci muka terlebih dahulu. Tak berapa lama dia pun keluar dengan hanya menggunakan celana pendek ketat berwarna putih sehingga menampilakan bentuk indah kontolnya yang sepertinya sudah setengah ngaceng.
Dia pun langsung bergegas menyambarku yang sedang duduk di pinggir sofa empuk di kamar itu. Dan kembali melumat bibir ku dan kucoba membalas sebisaku, namun permainannya terlalu buas. Dia lumat semua bibir tipisku. Aku jalari seluruh lekuk tubuhnya dengan jariku dan hingga akhirnya berhenti pada tumpukan daging yang ada di celananya. Aku rasakan sudah semakin menegang. Aku coba turunkan celana ketat tersebut. Dan ternyata Pak Andi tidak menggunakan celana dalam sehingga kontolnya langsung keluar bebas mengacung tegak siap untuk bertempur. Sambil mengocok kontol gedenya yang kira-kira ukurannya seperti kontol kuda 20 cm dengan diameter 4. Aku coba menggunakan kakiku untuk melepaskan celananya sehingga dia benar2 telanjang bulat. Aku kocok terus kontol kudanya itu sehingga tanganku sedikit terasa basah dengan cairan precumnya. Aku lepaskan ciuman itu dan menciumi lehernya puting susunya yang mengeras. Aku hisap bagai bayi yang kehausan dan sedikit aku gigit. Dia menggelinjang keenakan. Kamar itu benar-benar sunyi hanya deru AC dan desahan kami saja yang terdengar disana, aku jilat-jilat bagian tubuh six packnya sehingga pak Andi terlihat semakin menggelinjang. Aku turunkan hingga akhirnya aku temui benda pusaka miliknya dan tanpa menunggu lama aku masukan ke mulutku, pertama memang agak kewalahan karena bentuk kontolnya yang seperti kontol kuda tersebut belum lagi dorongan tangannya di kepalaku yang membuat kontolnya masuk sampai ke tenggorokanku. Aku tersedak hingga aku lepaskan kontolnya dan dia meminta maaf kepadaku. Lalu aku mulai lagi menghisap kepala kontolnya yang sudah memerah dan bentuknya yang besar seperti jambu air. Aku hisap penuh kekuatan dan aku gigit-gigit kecil sehingga erangannya semkin membesar.
Ahhh .. ahhh .. ahhhhhhhh ... enakkhhhh .. bahhanghhetthh shhayyanghhh .. ahhhhhhh ..”
Slurp.. slurpp.. slurpp bunyi yang keluar saat precumnya keluar lagi. Aku hisap kembali batang kontolnya yang terasa asin akibat percumnya. Pak Andi pun tak tinggal diam dia goyangkan maju mundur pantatnya sehingga ranjangnya bergoyang.
Oohh beibhhh ahhh.... ahhhhhh ... aaaaaahhhhh .. muluthhhh muhh ..... enakkhh bangethhh .. ahhhhh ..”
Semakin lama gerakan pantatnya semakin cepat dan cepat, dan aku mainkan buah penisnya dengan tangan kanan karena tangan kiriku mengocok batang kontolnya yang tidak seluruhnya masuk ke mulutku.
Karena tak mau keluar secepat itu dia pun mengangkat tubuhku menindihi tubuhnya. Dan kami berciuman kembali. Dia menggoyang-goyangkan pantatnya sehingga kontolnya bergesekan dengan kontolku .. nikmat tak terkira.
“Ehhhh.. ehh .. ehhh .. ehh .. ehh .. ehhh .ehh ..”. Suara yang keluar karena kami sedang berciuman!
Lama berciuman dan pak Andi pun bertanya
Mau di fuck engga??”.
Mau banget pakkk”. Jawabku penuh nafsu
Akhirnya pak Andi pergi beranjak menuju meja didekat tempat tidurnya dan mengambil botol body lotion, dan bertanya kembali. “ Mau pake kondom, Bay? “
Nggak usah pak. Aku percaya dengan bapak. Lagian enakan nggak pakai kondom. Lebih nikmat ”, jawabku seperti seseorang yang gila akan seks sejenis. Dan dia pun menuangkan lotion itu ke kontolnya seperti tukang hot dog yang sedang menuangkan saus. Dan beranjak menuju ke tempat tidur kembali dan menaruh bantal di bawah pinggangku mengangkat kedua kakiku ke atas pundaknya dan mengoleskan lotion ke dalam lobang pembuanganku yang berbulu. Di melakukan penetrasi dengan jarinya. Peratama-tama satu lalu dua, tiga . Terasa sedikit sakit namun lama-lama pantatku mulai menerima kenikmatan itu.
Ahhhhhh....ahhhh..ahhhh...ahhhhh.....ahhhh...aaaahhhhh....”
Dan setelah beberapa lama memainkan jarinya di pantatku di melepaskannya dan mulai mencoba memasukan kontolnya. Sedikit takut dan ngeri, perlahan-lahan tetapi pasti dia memasukan kontolnya. Saat kepalanya masuk terasa sangat perih seperti lobang pembuanganku robek, di menghentikannya karena mendengar teriakanku. Namun ku coba meyakinkannya bahwa aku tidak apa-apa. Dia mencoba lagi memasukannya. Perlahan tetapi pasti, sambil memasukan kontolnya dia mengocok kontolku yang meciut akibat rasa perih yang tadi kurasakan sehingga kontolku mengegang kembali dengan permainan tangannya, sehingga rasa sakit pun tidak terasa karena permainan tangannya di kontolku membuat rasa sakit di pantatku sedikit tak terasa. Dan dengan lembut pak Andi terus mendorong kontolnya untuk menembus lobangku. Dan akhirnya dengan susah payah kontolnya pun amblas di dalam lobangku. Terasa sakit memang namun aku tahan agar pak Andi tak merasa kasihan kepadaku. Dan juga bulu jembutnya yang lebat menggelitik pantatku sehingga terasa sangat enak!.
Perlahan dia mulai memaju mundurkan pantatnya. Sehingga kontolnya mulai memompa lobang pantatku.
Ahhh...ahhhhhh...ahhhh .... ahhhhhhhhhh...”. Rasa sakit kini berubah menjadi rasa nikmat yang membuatku serasa berada di langit ke-7.
Dan peraminannya smakin lama semkain cepat. Goyangan ranjang spring bed-nya pun bergoyang semakin kencang.
Ahhhhh...ahhhh.....ariiihhh pannnnthhhhathhh muuu ..... shhhhhempittttthhh bangeeeeetttthhhh .... Bayyyyy…. ahhhhhhhh... ahhh...ahh..ahhhh..ahhhh.ahhhh...ahhh....ahhh”.
Terushhhinnhh phakkkkk... ahhh .. ahh . ahh .ahh a.. ahh .. ahh ..konthhhollllhhhh bapakhhh jughhhhaaa enakkkhhhhh bangethhhhh....kayaknyahhhhhhh... akhhhuuuhhhhh... bakhalanhh .. ketagihhhhaaannnhhh ... ”
Lama persenggamaan itu berlangsung. Dan akhirnya .
Ahhh....ahhh..ahhhh..ahhhh..ahhh...akkhhuu mauuu .. khelluArr ...Bay!
Ahh...ahhh.ah.. ahhh. H..ahhh .aahhh .. keluarin .. ahhh .. di .. dallemhhh ... ahhhh .. ajjahhhh .. pakkkhhhh .... ahhh ... ahhh .. ahhh .. ”
Dan badan pak Andi pun terasa mengejang dan membenamkan kontolnya dalam-dalam di lobang pantatku.
Ahhhh....ahhh...ahhhh...ahhhh...ahhhh...ahhhh... ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.....”
Crrrrroooooot......crooooootttttt.croooooottttt.....crooootttt....crooootttt... Terasa hangat lobang pantatku dan terasa becek, mungkin karena pejuh yang dikeluarkan olehnya sangat banyak. Bahkan ada yang keluar dari pantatku dan mengenai spring bednya . Dia pun tergolek lemah di atas tubuhku.
Namun permainannya belum selesai .. Kontol pak Andi aku lepas dari anusku kemudian aku raih dan aku hisap kontolnya yang dari tadi sudah tergolek lemas . Seketika kontolnya sudah mengeras lagi .Aku tanpa jijik mengulum bagian kepala kontolnya. Karena itu memang yang aku sukai.Aku masukkan setengah dari kontolnya ke dalam mulutku yang sangat hangat. Kepalaku mulai naik turun di atas kontol besarnya. Nikmat rasanya mengisap kontol bekas anus dan berlumur pejuh.
Ahhh..ahhh..ahh..terusshhh Bayuuuhhh .. ahhh .. ahhh yang khencengghh Bayy .. ahhhhh ...”
Dan hampir 30 menit dia belum sampai orgasme mulutku terasa kecapean dan aku mengocoknya dengan tangannya. Tanganku yang lembut memberikan sensasi tersendiri pada kulit kontolnya. Dengan cepat dan kuat aku mengocok kontolnya. Hingga akhirnya dia mencapai orgasme kedua.
Ahh ... ahhh ... ahhhh ... ahhh akkhhu mau kelluuarhhhh .. ahhh .. ahhhh..”
Saat mendengar itu dengan gesit aku membenamkan kontolnya di mulutku.
Croooootttt.....croooootttt....croottttt...  Pejuh pak Andi tumpah didalam mulutku. Dan aku pun meminumnya sampai habis tak tersisa . Dia tampak ter golek lemah .
Dia menggendogku menuju kamar mandi dengan kontol yang sengaja ditancapkan di pantatku dan sedikit ngaceng. Sampainya di kamar mandi dia menyalakan air di bath tub dan kami pun berendam di dalam bath tub air hangat dan menyabuni tubuh pasangan. Dan saat kami selesai mandi waktu menunjukan pukul 2 pagi. Kami pun berajak tidur dengan berpelukan dan berciuman. Sejak saat itu, kami pun benjadi perpacaran dan sering melakukan hubungan seks di rumah Briptu Andi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar