Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

ForU

Saya memberi peluang bagi anda para pembaca dan penggemar blog ini untuk ikut serta membuat cerita sesuai versi anda. Cerita yang diperbolehkan yaitu tentang "Naolla" dan Cerita Panas Polisi. Langsung saja kirim ke dimas_arbayu@yahoo.com

Terimakasih banyak atas partisipasinya.

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Senin, 01 April 2013

Intermezzo: Polisi Kesepian (2)


Selesai makan kami langsung pulang lagi ke rumahnya. Di kamar, dia berbaring diranjang dan aku duduk disebelahnya. Pakaian luar sudah aku lepas sehingga aku tinggal pakai boxer dan cd saja.
 “Bay, aku nafsu sekali liat badan kamu”, katanya terus terang.
Langsung aku lirik daerah kontolnya dari balik celananya, kelihatannya sudah mulai ngaceng karena kelihatan menggelembung. Dia mengelus-elus punggungku, terus tangannya pindah mengelus pahaku, merayap kebelakang dan menggosok pantatku dari luar boxer. Aku mengangkat pantatku sehingga jarinya menggosok-gosok belahan pantatku, tetap dari luar boxer.
“Sshhh… ahhhh… pak”, erangku.
“Bay, kamu maukan ngentot lagi dengan aku”, tanyanya sambil tersenyum, jarinya terus saja mengelus belahan pantatku dari luar.
“Mau banget pak, belum pernah Bayu merasa senikmat ini dientot”.
Dia mulai menjilati pahaku dan aku hanya dapat mencengkram sprai ketika kurasakan lidahnya yang tebal dan kasar itu menyusup ke pinggir boxerku. Aku diajaknya tengkurap dengan posisi pantat agak menungging. Ternyata Pak Soni suka lubangku! Dia pelorotkan boxer dan Cd ku sepaha. Kemudian lidahnya mulai menari-nari di pantat dan lubang anusku. Bukan hanya bibir anusku yang dijilatinya, tapi lidahnya juga masuk ke duburku, rasanya wuiihh.. nggak karuan, geli-geli enak. Tangannya yang terus mengelus paha dan pantatku mempercepat naiknya nafsuku. Sesaat kemudian, dia menarik turun boxer dan cd-ku hingga aku telanjang. Dia mendekap tubuhku dari belakang dalam posisi berbaring menyamping. Dengan lembut dia membelai lubang anusku yang ditumbuhi jembut.
“Bay, mau nggak jadi simpanan bapak? Aku ketagihan nih sama servis kamu”.
Aku hanya terdiam dan meresapi dalam-dalam elusan-elusan pada daerah sensitifku. Dia makin nakal, jari-jarinya kini bukan hanya mengelus lubang duburku tapi juga mulai mengorek-ngoreknya. Aku merasakan kontol keras di balik  celananya yang mulai digesek-gesek pada pantatku. Ketika dia menciumi leherku, terasa olehku nafasnya juga sudah memburu, bulu kudukku merinding waktu lidahnya menyapu kulit leherku disertai kecupan. Aku hanya bisa meresponnya dengan mendesah dan merintih, bahkan menjerit pendek saat jarinya mengebor anusku lebih dalam. Kecupannya bergerak naik menuju mulutku meninggalkan jejak berupa air liur dan bekas gigitan di permukaan kulit yang dilalui. Bibirnya akhirnya bertemu dengan bibirku menyumbat eranganku, dia menciumiku dengan gemas. Dia bergerak lebih cepat dan melumat bibirku. Mulutku mulai terbuka membiarkan lidahnya masuk, dia menyapu langit-langit mulutku dan menggelitik lidahku dengan lidahnya sehingga lidahku pun turut beradu dengannya. Kami larut dalam birahi, aku memainkan lidahku di dalam mulutnya.
Setelah puas berciuman, dia melepaskan dekapannya dan melepas seluruh pakaiannya. Maka menyembullah kontolnya yang sudah ngaceng dari tadi. Aku masih takjub pada kontol yang begitu besar dan berurat. Terbayang besarnya kenikmatan yang akan aku dapatkan kembali kalau kontol extra besar itu keluar masuk di anusku. Aku pun pelan-pelan meraih kontolnya, tanganku tak muat menggenggamnya, sungguh fantastis ukurannya.
“Ayo Bay, emutin kontolku” katanya.
Aku bimbing kontol polisi kesepian itu dalam genggamanku menuju mulutku, uuhh.. susah sekali memasukkannya karena ukurannya. Terasa asin waktu lidahku menyentuh kepalanya, namun aku terus memasukkan lebih dalam ke mulutku lalu mulai memaju-mundurkan kepalaku. Selain mengemut tanganku turut aktif mengocok atau pun memijati biji pelirnya.
“Uaahh.. ennakk banget, kamu udah pengalaman yah”, ceracaunya menikmati emutanku.
Aku hanya bisa melenguh tidak jelas karena mulutku penuh dengan kontolnya yang besar.
“Bay, kita mulai aja ya. Aku sudah nggak tahan nih pengen menikmati lagi lubang kamu”, katanya.
Dia menelentangkanku dan mengangkat kakiku. Dia suka posisi seperti ini. Dia mengambil posisi ditengah kangkanganku, kontolnya yang besar dan keras diarahkannya ke duburku. Aku menggeliat-geliat ketika kurasakan betapa besarnya kontol yang menerobos masuk anusku pelan-pelan. Duburku berkontraksi kemasukan kontol gede itu.
“Lobang kamu seret banget, Bay”, katanya sambil terus menekan masuk kontolnya pelan-pelan.
“Abis kontol bapak besar sekali. Anus Bayu belum pernah kemasukan yang sebesar kontol bapak, masukin terus pak, nikmaat banget deh rasanya”, jawabku sambil terus menggeliat.
Setengah kontolnya telah masuk. Dan satu sentakan berikutnya, seluruh kontolnya telah ada di dalam anusku. Aku hanya memejamkan mata dan menengadahkan muka saja karena sedang mengalami kenikmatan tiada tara. Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan pelan, makin lama makin cepat karena genjotannya makin lancar. Terasa anusku mengencang meremas kontolnya yang nikmat banget itu. Aku hanya menoleh ke kanan dan ke kiri, pinggulku mengikuti goyangan pinggulnya. Kontolnya terus saja dikeluar masukkan mengisi seluruh rongga duburku. Sambil mengenjotkan kontolnya, dia mengemut putingku yang keras dengan lembut. Dimainkannya puting kanan dengan lidahnya, namun seluruh permukaan bibirnya membentuk huruf O dan melekat disana. Ini semua membuat aku mendesah lepas, tak tertahan lagi. Dia mulai mempercepat genjotannya. Aku makin sering menegang, dan merintih,
“Ah… ah…ahh.. argghh..ihh…uhhh..”
Dalam genjotannya yang begitu cepat dan intens, aku menjambak rambutnya. Dia makin intens mengenjotkan kontolnya. Bibirku yang tak bisa menutup karena menahan kenikmatan itu pun dilumatnya dan aku membalasnya dengan lumatan juga. Kami saling berpagut mesra sambil bergoyang. Terasa anusku mencengkeram kontol gedenya.
“Uhhh,” dia mengejang.
Satu pelukan erat dan sentakan keras, kontolnya menghujam keras ke dalam anusku, mengiringi muncratan pejuhnya. Tepat saat itu juga aku memeluknya erat sekali, mengejang, dan menjerit, “Aahhh”.
Setelah dengusan napas mereda, dia mencabut kontolnya dari anusku dan terkapar disebelahku.
“Pak, kontol bapak lemes aja udah gede, nggak heran kalo ngaceng jadi gede banget. Bener kata cowok-cowok gay, makin gede kontol yang masuk, makin nikmat rasanya”, kataku.
“Memangnya kontol cowok kamu kecil ya Bay”, tanyanya lagi.
“Ya kecil lah kalo dibandingkan dengan kontol bapak yang ukurannya extra large”.
“Iya Bay, aku sering ngentot dengan perempuan lain, tapi dengan cowok Cuma kamu yang paling nikmat walaupun aku sudah pernah dua kali punya pacar cowok. Lubang kamu kenceng sekali menjepit kontolku dan empotannya luar biasa”, katanya memuji.
Aku cuma tersenyum, “Mau lagi ya pak?”.
“Iyalah, aku sih nggak bakalan puas deh ngentotin kamu Bay”.
Dia langsung mulai lagi, luar biasa staminanya, kontolnya sudah mulai ngaceng lagi. Tangannya mulai meremas-remas pantatku. Kemudian, dia mengangkat kedua kakiku dan menahannya.
“Ohh.. pak.. cepet banget ronde keduanya,” rintihku.
Kurasakan nafsuku mulai naik. Kemudian jarinya dengan lincah menggosok-gosok anusku yang mulai cenat-cenut. Nafasku juga mulai cepat dan berat. Ia membuka cd-ku dan membuka lebar-lebar pahaku dan mengangkat pinggulku sehingga anusku terpampang lebar untuk dijelajahi oleh tangannya. Dengan sigap tangannya kembali meraih anusku dan menggelitikinya. Dia menjilati telingaku ketika tangannya mulai bermain anusku. Nafsuku sudah tidak tertahankan lagi. Aku mulai mendesah-desah tak karuan. Jilatan maut di telingaku menambah nafsuku. Dia terus menekan-nekan lubang anusku.
Aku meracau tak karuan. “Ahh.. Shh.. pak” desahku bernafsu.
Jarinya dengan lihai menggosok-gosok dan menekan anusku dengan berirama. Rasanya bagaikan melayang dan desahanku berubah menjadi rintihan kenikmatan.
“Pak, nikmat banget, belum dientot saja sudah nikmat,” desahku, tanganku meremas tangannya yang sedang bermain di bibir anusku dengan bernafsu.
Di luar perkiraanku, dia malah memperkeras dan mempercepat gerakannya. Dia merentangkan kedua pahaku.
Aku rasakan jilatan lidah di bibir anusku, rasa menggelitik yang luar biasa menyerang tubuhku. Aku rasakan gigitan lembut di anusku yang kian merangsang nafsuku. Aku melenguh keras disertai jeritan-jeritan kenikmatan yang seakan menyuruh dia untuk terus dan tak berhenti. Melihat reaksiku, dia terus menggesekan jarinya di liang pembuanganku. Tak kuasa menahan nikmat, aku pun mendesah keras terus-menerus. Aku meracau tidak beraturan. Kemudian kurasakan sensasi yang luar biasa nikmatnya tak lama kemudian.
“Pak, ooh…”, lenguhku.
Aku melenguh sakit, kemudian putingku yang menjadi sasaran berikutnya, dipilin dan dicubitnya pelan. Nafsuku kembali berkobar.
“Pak, entotin Bayu sekarang, Bayu sudah nafsu banget pak”, erangku.
Kontol besarnya sudah ngaceng berat mengangguk-angguk. Dia menggesekkan kepala kontolnya ke bibir anusku. Aku merasakan sensasi lebih daripada jilatan lidahnya di anusku sebelumnya hingga aku tanggapi sensasi luar biasa itu dengan rintihan keras kenikmatan.
“Ahh! pak.. Ohh.. entotin aku”, racauku.
Dengan perlahan dia memasukkan kepala kontol ke dalam anusku, segera dia menyodok-nyodok kontolnya dengan kuat dan keras di anusku. Rasanya nikmat sekali. Dia mendesah terus-menerus memuji kerapatan dan betapa enaknya anusku. Kontolnya yang panjang dan besar terasa menyodok bagian terdalam duburku. Kemudian dia membalikkan badanku dan menusukkan kontolnya ke dalam anusku dari belakang. Posisi doggy style ini lebih nikmat karena terasa lebih menyentuh prostatku yang sensitif.
“Oh Bay.. lobangmu bagaikan surga”.
Akhirnya setelah menggenjotku selama setengah jam, dia ngecret didalam anusku. Pejuhnya terasa dengan kuat menyemprot dinding anusku. Dia melenguh nikmat dan badannya mengejang-ngejang. Tangannya dengan kuat meremas bahuku. Setelah reda, dia berbaring di sebelahku dan menjilati jariku. Jariku disedot-sedot dan isapnya dengan gemas. Tangannya kembali menjelajahi anusku, namun kali ini jarinya masuk ke dalam anusku. Dia menekan-nekan dinding anusku. Ketika sampai pada suatu titik, badanku mengejang nikmat dan dia tampaknya senang sekali hingga jarinya kembali menggosok-gosok daerah rawan itu dan menekannya terus menerus. Wow! Rasanya ajaib sekali! Nikmatnya tak tertahankan. Prostat ku. Aku tidak bertahan lama dan akhirnya muncrat juga.
“Pak nikmat banget deh malem ini”, kataku.
Pinter banget dia merangsang aku dan membuat aku muncrat tanpa menyentuh kontolku.Rangsangan itu dia lakukan baik pakai kontolnya maupun pakai jarinya. Segera aku pun tertidur kelelahan. Ketika aku terbangun hari sudah siang, dia masih saja mendengkur disampingku. Aku bangun ke kamar mandi untuk kencing, cuci muka dan sikat gigi. Ketika kembali ke ranjang dia masih saja mendengkur. Aku ngintip dibalik gorden kamar, matahari sudah meninggi. Aku melihat jam hape-ku dan ternyata sudah jam setengah tujuh lewat. Gorden aku sibakkan, dia terpaku karena silau, matanya dipicingkan untuk mengurangi silaunya sinar yang masuk kamar. Kulihat kontolnya sudah tegak lagi seperti tiang bendera. Dia ke kamar mandi, terdengar kloset berbunyi, rupanya dia kencing. Tidak lama kemudian terdengar dia menyikat gigi. Ketika dia kembali ke kamar, aku sudah berbaring di ranjang lagi menantikan serangan pagi. Aku melihat kontol besarnya masih saja ngaceng dengan kerasnya walaupun dia sudah kencing. Dia duduk disampingku dan mencium bibirku.
“Pagi sayang, kita main lagi yuk”, ajaknya.
Kembali dia menciumku, aku menyambut ciumannya dengan nafsu juga, bukan cuma bibir yang main, lidah dan ludah pun saling belit dan campur baur dengan liarnya. Kakiku ngelingkar di pinggulnya supaya lebih mepet lagi. Tangannya mulai main, menjalari pahaku. Tangannya terus menjalar sampai menyentuh celah di pantatku. Anusku digelitik-gelitik. Aku menggelepar merasakan jari-jarinya yang nakal. Bibirku aku lepas dari bibirnya.
“Hmmhhh… enak, pak.” jeritku.
Jari-jarinya tambah nakal, menusuk anusku dan mengocoknya. Aku tambah menjerit-jerit.
“Pak… hhh… masukkin kontol bapak, Bayu sudah nggak tahan.. hhhh… hhh…”.
Dia segera memposisikan tubuh kekarnya diatasku yang sudah telentang mengangkang. Kontolnya ditancapkan ke anusku, aku melenguh keenakan.
“Pak, kontol bapak nikmat banget deh”.
Kontolnya didorongnya lagi sampai mentok.
“Pak.. oohhh.. nikmatnya” jeritku.
Kontolnya dikocok keluar masuk anusku untuk kesekian kalinya. Aku mulai mengejang-ngejang lagi dan bibirku tak henti-hentinya menyuarakan kenikmatan. Kurang lebih dua puluh menitan akhirnya dia ngecret.
Ugh, rasanya enak banget…! Pejuhnya berhamburan keluar, bermuncratan dan menembak-nembak di dalam anusku. Aku dan dia sama-sama mandi keringat. Nafasnya terengah-engah tak beraturan. Dalam nada tersengal-sengal sekarang aku yang minta lagi.
“Bayu masih kepengen sekali lagi…”.
Dia merebahkan badannya di sampingku. Dia kembali menciumku. Aku ladeni ciumannya. Dia menindih badanku sambil menciumku. Lidah ketemu lidah, membelit, dan saling menjilat. Aku menggumam-gumam kenikmatan, sambil berciuman dia menggoyang-goyang pinggulnya sampai kontolnya yang telah ngaceng lagi terasa kena di anusku yang masih terekspos. Bosen ciuman, bibir dan lidahnya menjalar ke kuping leher bahu, ketiak, terus ke putingku. Dia menjilat putingku dengan rakus sampai aku ngerasa geli. Puting sebelah kanan digigitnya dengan lembut, lidahnya menggelitik putingku di sela-sela gigi depannya. Tubuhku menggelinjang karena geli dan nikmat.
“Pak, gantian Bayu yang ngemut kontol bapak ya”, kataku sambil menelentangkan badannya diranjang.
Aku mulai beraksi. Aku pegang kontolnya dengan kelima jariku. Aku kocok-kocok batangnya perlahan. Dia menggumam pelan.
“Enak Bay, terus..”.
Lidahku mulai merambat ke kepala kontolnya, kujilati cairan precum yang mulai muncul di lubang kencingnya. Lalu lidahku menggeser ke batangnya, menjelajahi tiap jenjang kontolnya. Tangan kiriku mengelus-ngelus biji pelernya.
“Bay…” gumamnya pelan. “Enak banget, geli-geli nikmat”.
Aku hanya tersenyum melihat dia merem-melek kayak gitu. Terus aku membuka mulutku dan menjejalkan kontolnya masuk ke dalam mulutku. Kontolnya aku isep kencang-kencang, lalu dengan mulutku, aku kocok kontolnya turun naik turun naik.
“Uuuuuggggghhhh… sedap enak… mmmmhhhh…”, erangnya.
Aku lalu merubah posisiku untuk melakukan 69. Aku di atasnya dan menyodorkan pantatku ke mukanya. Dia nggak nunggu dua kali, langsung saja dia menjilati anusku yang merekah merah itu. Bibirnya menyedot lubang anusku. Lidahnya dimasukin ke dalam lubang anusku, menjilati dinding-dinding lubang pembuangan, sementara jarinya mempermainkan kontolku. Aku mengerang-ngerang dengan kontolnya di mulutku, menyuarakan kenikmatan. Aku melepaskan kontolnya dari mulutku dan meminta dia menyodok aku dari belakang.
Waktu kontolnya masuk, aku hanya merintih pelan. Kontolnya di genjotkan keluar masuk dengan kencang, aku hanya bisa mengejang-ngejang menahan nikmat. Kocokan kontol di anusku membuat aku mengerang dan menjerit-jerit kenikmatan. Pas Soni terus mengocok kontolnya keluar masuk sampai aku lemes. Crottt.. croott.. croott.. Dia menumpahkan pejuh kejantanannya di anusku.
“Pak, nikmat banget pagi ini, lebih nikmat dari semalam, aku sampai ngecret”, lenguhku lemas.
Dia mencabut kontolnya dari anusku. Kemudian dia menyiapkan sarapan untuk kami berdua, setelah itu kami mandi, dan aku pulang.
“Terima kasih untuk malam yang indah bersamamu, sayang. Kapan-kapan kita bisa mengulangi kenikmatan ini”.
Dia menciumku, lama sekali ketika ingin melepasku pergi meninggalkan rumahnya.
Sebenarnya aku sudah telat kalau mau pergi sekolah. Makanya aku putuskan untuk bolos hari ini dan tidur saja agar hutang tidurku tadi malam bisa terbayarkan. I Love your Kontol, pak Soni. Selamat dinas ya pak… muahhh ..

2 komentar:

  1. for more pleasure visit
    http://indonesianmaleescort.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Misi,,,,
    agan Boleh ambil Foto ga?
    Arigatou,

    BalasHapus