Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Selasa, 26 Februari 2013

Inserer: DI ENTOT POLISI SAAT RAZIA [ONE SHOOT]



Hari itu adalah hari senin, dimana semua kepadatan aktivitas dimulai, baik yang bekerja, ataupun sekolah. Jam sudah menunjukkan jam 08:15 artinya sudah 5 menit aku terlambat bekerja, aku terus memacu laju sepeda motorku, dengan kecepatan rata-rata 30 km perjam. Namun naas, di persimpangan komplek kantorku ada razia, dan sialnya lagi, motorku ini tidak punya kaca spion. Mau memutar, ternyata sudah diapit motor yang dibelakang, terpaksa aku menyelip di belakang mobil yang ada, namun sayang, hal itu yang membuat perhatian jadi tertuju padaku, karena terlihat jelas aku sedang berusaha kabur.
Polisi itu ada dua orang, dan terlihat jelas sedang menanyai kelengkapan dari masing-masing pengguna jalan, baik SIM, STNK, kaca spion dan helm bagi pengguna motor. Namun gara-gara aksiku tadi, salah seorang polisi itu menyuarakan peluitnya dan meneriakiku.
''mas, mas, tolong berhenti''.
Hanya itu yang aku dengar, takut bermasalah lebih panjang, akupun menghentikan motorku. Saat ia datang, sungguah aku sangat kaget karena ia langsung berkata..
''mas sebagai pengguna jalan harusnya sadar apa kesalahan mas saat ada razia, kalau dengan melakukan aksi seperti tadi, sebaiknya tidak usah membawa motor, naik angkot saja, tidak perlu mengikuti peraturan lalu lintas yang gono-gini''.
Malu bukan kepalang aku, di ceramahi oleh polisi, dan saat aku melihat wajahnya, ya ampun, kalau seperti ini, sebaiknya aku menyerahkan diri saja dari tadi, polisi nya ganteng bukan main, bisa-bisa aku pingsan karenanya.
''mas tolong buka helmnya, anda sudah melanggar peraturan''.
Astaga, aku tersadar dari khayalan memandangi wajahnya, untungnya aku menggunakan helm, sehingga ia tidak sadar saat aku melongo dari dalam kaca helm sedang memandanginya.
''maafkan kesalahan saya pak''.
Sambil melepas helm dari kepalaku.
''maafkan saya pak, saya sebenarnya sudah terlambat bekerja pak, dan kantor saya berada di komplek ini, saat tau ada razia, saya baru sadar, kaca spion saya tidak ada, karena tergesa-gesa akibat sudah terlambat, saya nyelip-nyelip saja pak, maafkan saya pak, bisa biarkan saya pergi pak, saya sudah terlambat''.
''maafkan saya juga mas, tapi ini sudah ketentuan hukum, apabila melanggar peraturan, akan dikenai sanksi, jadi saya mohon mas ikut saya''.
''tapi pak, saya sedang terburu-buru''.
''sebaiknya mas menurut saja, atau mas saya bawa ke pos saya dan di proses disana''.
terpaksa hari ini aku bolos bekerja karena kesalahanku sendiri, namun ini tidak terlalu buruk karena aku sedang berurusan dengan polisi yang amat menawan.
''mas tunggu disini dulu, saya ingin ke tempat teman saya dulu, kalau mas lari, mas akan mendapat masalah lebih runyam, karena nomor plat motor mas ini sudah saya catat''.
''baik pak''.
Ah, sial sekali dan beruntung sekali, aku bermasalah dengan polisi satu ini. Tak berapa lama, ia kembali lagi.
''biar saya yang bawa motor mas, kita akan pergi ke rumah saya, untuk membicarakan hal ini, dari pada di proses di kantor, lebih baik dirumah saya''.
''baik pak''.
Seampainya dirumah polisi itu, kepribadiannya langsung berubah, entah apa yang terjadi, entah petir dari mana, angin, hujan dari mana. Ia berubah total. Yang semula bergaya sopan dan resmi layaknya polisi pada umumnya, tapi dirumahnya, ia seolah-olah anak abg gaul yang hanya memakai kostum drama yang berperan sebagai polisi.
''gue tau lo gay, nama FB lo aldiansyah aldi syah kan?''.
''iya pak''.
''santai aja lagi bro, gue juga gay, gue tau FB lo dari fanpage gay, lo author beberapa cerpenkan?''.
''iya, jadi bapak, eh. . Lo, mau ngelakuin apa ke gue dirumah lo ini?''.
''gue mau kasih hukuman buat lo karena melanggar peraturan lalu lintas''.
Tiba-tiba bibirnya sudah melekat di pipiku, sangat lembut dan hangat, oh aku sangat menyukai hari ini dengan razia-razianya yang membawa nikmat, oh terimakasih special day.
''ayo ikut gue, lo nggak mau kan kepergok ma bonyok gue lagi dientot ma gue!''.
''what?''.
teriakku sambil terkejut, beneran nih polisi, atau. .? Ah, lupakan, nikmati saja. Hari ini.
Sesampainya di kamarnya, ia langsung mengunci pintu dan memagutku dari belakang, terasa sekali lengannya yang berotot tapi tidak terlalu kekar. Ia langsung menjamah kancing kemejaku dan membukanya satu-persatu, aku memang tidak berotot tapi, dengan modal kulit ku yang halus dan bersih ini, tentu saja membuatnya teransang. Ia hanya menyisakan celana dalamku saja, setelah itu ia melepas pakaiannya.
''kemeja lo nggak usah dibuka, cukup celana aja, biar kelihatan lebih perkasa dan lebih macho''.
''haha, lo bisa aja''.
ia melanjutkan aksinya dan mengikuti saranku dengan tidak membuka kemeja polisinya, oh sangat mengggoda. Tiba-tiba, ia membuka celana dalamnya, sungguh membuatku kaget dengan aksinya, ia mengeluarkan kontolnya yang 17 cm itu, walau tidak terlalu panjang, tapi sangat gemuk, waduh.
''uhok, uhuk'' aku terbatuk secara tiba-tiba
''buset dah lu, belum juga lo kulum, lo udah keselek, haha''.
Malu bukan main, tapi mau gimana lagi, ini adalah kontol kedua yang akan kucicipi setelah kontol mantan BFku. Tentu saja aku shock berat. Ck ck
''sekarang lo boleh keselek, nih buruan kulum dan habisin isinya''
Tanpa ragu aku langsung melahapnya dengan penuh nafsu yang menggelora, oh terlalu dramatis.
''ah, oh ohhh ooh, ahhh, yang rapet dong mulut lo, ah ah, ah..''
Ia mengentot mulutku dengan memaju mundurkan pantatnya. Gila
''stop, stop, gue mau keluar nih,stop, ah ah ah''
Aku menghentikan aksiku
''saatnya kita masuk acara puncak, ayo buruan lo nungging''
Tanpa aba-aba kedua kali, aku menurutinya, memang ini yang aku tunggu, sudah 5 bulan sejak aku putus dengan BFku, dan terakhir ia minta sebelum kami selesaikan hubungan waktu itu. Tiba-tiba, ia menjilati anusku dengan lidahnya yang hangat dan basah, oh sungguh terasa sensasinya yang menggelegar.
''gila, anus lo manis banget, gue enggak bohong, emang betul manis, tai lu coklat silver queen ya?''
''haha, udah buruan!''.
Aneh banget, tai mana ada yang manis, dodol. Ia melanjutkan menjilati anusku, meludahinya dan, menusuknya dengan jarinya, untungnya aku udah terbiasa dengan itu, satu jari, dua jari, tiga jari, lalu ia memasukkan lidahnya sepenuhnya kedalam anusku, terasa sekali ia menggerak-gerakkannya di dalam, nikmat sekali.
''siap-siap ya''.
Tiba-tiba ia memasukkan kontolnya yang gemuk itu kedalam anusku
''ah, sakit, pelan-pelan dong''.
''iya maaf, tahan dong ntar juga bakalan enak, kayak nggak pernah di entot aja lo''.
Lima menit kami berganti posisi dari doggy style menjadi gay normal.
''ah aha aooh aooahhh ahhh, seret, sempit banget anuslu, ahahh ah ah''.
''yang dalam lagi dong, lebih keras, ah ah ah, iiah ohh''
15 menit ia menggenjotku, akhirnya ia akan mengeluarkan maninya.
''ahhhahh aha ahhaa, gue mau keluar ni, lu siap-siap yah, ahh oah ao aw''
''iya keluarin di dalam aja''

Tiba-tiba
Crot crooot crot croooot crott, terasa hangat dan penuh perutku oleh maninya yang menyembur didalam anusku. Ia mengeluarkan kontolnya dan melapnya di pipiku.
''lo mau ngentot gue juga nggak?''
''nggak usah, kapan-kapan aja, gue udah cukup puas dan lelah''
Setelah itu ia jadi BFku dan kami sering melakukannya saat kami sedang libur dari pekerjaan masing-masing.

Sumber:http://www.facebook.com/notes/cerita-pengalaman-gay/di-entot-polisi-saat-razia-one-shoot/419180204822628

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar