Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Sabtu, 09 Februari 2013

Inserer: Birahi 2 Polisi (Part 1)

Briptu. Ajie (26 tahun) adalah seorang polisi muda di sebuah kota kecil. Wajahnya sangat tampan sebagai seorang polisi, mungkin lebih cocok sebagai model atau bintang sinetron. Tubuhnya yang 175cm/65kg, sangat proposional dan berkulit putih. Sebagai seorang polisi muda, ia kurang suka dengan kehidupan di kota kecil. Ajie cenderung menyukai kota besar beserta hiruk-pikuknya. Oleh sebab itu, ajie lebih sering bosan ketika tinggal di kota tersebut. Tapi, kebosanan ajie tak berlangsung lama. Bermula saat ia berkenalan dengan teman sekantor yang sudah cukup lama tinggal di kota tersebut. Namanya Bripda. Joko, anggota polisi yang masuk dalam kesatuan Brimob dan berusia tak jauh dengan ajie, 28 tahun. Orangnya memang kelihatan agak garang selayaknya anggota brimob, namun sebenarnya ia orang yang ramah dan kadang lucu. Perawakannya sangat gagah, dengan tb/bb 177cm/70kg dan berkulit sawao matang, Joko terlihat sangat manly dan macho. Mungkin karena dia suka olahraga teratur, sehingga badannya sangat berotot. Saat mengenakan seragam warna cokelat, atau seragam hitam khas anggota brimob, joko terlihat sangat macho, sekaligus menggairahkan. Dan satu lagi, Bripda. Joko selalu mengenakan celana ketat yang membuat tonjolan di antara dua pahanya terlihat besar. Ah.. Sejak kenal pertama kali, Ajie sudah mulai nyaman berteman dengan joko. Mungkin usia di antara mereka yang tidak berbeda jauh, sehingga bisa cepat akrab. Awalnya mereka suka menghabiskan waktu luang bersama. Muter2x kota naik motor atau sekedar makan bareng. Makin lama hubungan mereka makin akrab. Mereka saling memperhatikan satu sama lain, terutama joko yang sanget perhatian kepada ajie. Contohnya adalah joko tak lupa selalu mengingatkan ajie untuk tidak lupa makan. Dari hal-hal kecil, mereka semakin akrab dan dekat. Pada suatu hari, joko mengajak ajie untuk bertandang ke rumahnya untuk menginap. Joko berkata kalau orang tuanya sedang pergi, jadi ia minta ditemani. Ajie tanpa berpikir dua kali, langsung menyetujuinya. Malam itu, mereka habiskan waktu dengan mengobrol di depan televisi. Joko hanya mengenakan sarung dan kaos ketat warna abu-abu khas polisi. Dengan kaos ketat tersebut, joko menjadi sangat seksi. Dadanya terlihat menonjol. Sedangkan ajie, masih mengenakan baju seragam. Setelah kurang lebih satu jam, mereka sepertinya bosan liat televisi, lalu joko mengajak nonton film porno. “jie, bosen neh liat tivi. Mau gak kalo diganti liat vcd?” tanya joko. “ganti aja, aku juga dah bosen. Emank ada film apaan?” “ya ada, liat aja ntar!” kata joko sambil bangkit dari tempat duduknya, trus ke kamar untuk ambil film. Tak berapa lama, ia sudah kembali dengan beberapa keping vcd. “film apaan sih?” tanya ajie penasaran. “udah, liat aja, ntar juga ngerti”. Ajie pun menyerah dan duduk manis menunggu joko memutar vcd. Akhirnya film pun mulai. Ajie langsung kaget. “gila!ternyata bokep!bilang kek dari tadi, kenapa malu-malu?” serbu ajie. “hahahahaha..siapa yang malu. Aku cuman bikin surprise aja” canda joko. “kamu memangnya sering nonton begituan ya?” tanya ajie. Joko yang ditanya cuman senyum-senyum sambil terus ngliatin adegan film yang makin panas. Lalu mereka berdua terdiam karena terkesima dengan adegan di film. Adegan film saat itu menyajikan seorang laki-laki kulit hitam yang kontolnya super gedhe sedang main belakang dengan seorang perempuan. “gila!kontol kok bisa segedhe itu ya?” komentar keluar dari mulut ajie. Diikuti dengan komentar selanjutnya. “apa gak sakit ya tuh lobang?dimasukin kontol segedhe terong?”. Joko yang mendengar komentar ajie, tak menjawabnya. Lalu, tanpa ajie sadari, joko sudah duduk di dekatnya. “kayaknya enak tuh maen seperti itu” celetuk joko. “enak gimana!pasti sakitlah. Kontol segedhe itu dimasukin ke lobang yang kecil, apa namanya kalo gak bikin sakit?” ajie mendebat omongan joko. “tapi, benaran enak kok!nikmat bgt!” “kok bisa tau?emank pernah gituan” tanya ajie yang sambil memandang mata joko dan hanya di jawab dengan senyum penuh arti. “mau nyobain?” tanya joko gantian, sambil meraba paha ajie. Ajie hanya terdiam karena bingung dengan sikap joko. Lalu, tangan joko makin liar, sekarang sudah berada di sekitar selangkangan ajie. “jok, apa maksud ini?” akhirnya ajie menanyakannya. Namun belum sempat ia bertanya lagi, joko malah semakin berani. Ia mencorongkan kepalanya dan mencium bibir ajie. Ajie sangat kaget dibuatnya, namun untuk beberapa saat ajie hanya terdiam lagi. Kurang dari satu menit, ajie tersadar dan melepaskan diri dari joko. “gila!apa yang kau lakukan jok?” tanya ajie sambil berdiri menjauhi joko. Joko yang dari tadi belum mengatakan apapun, membenahi duduknya. Kemudian ia mengatakan sesuatu: “aku suka kamu jie” kata joko. “maksudmu?” tanya ajie. “ya..suka!seperti layaknya laki-laki yang suka ama perempuan.” “kamu becanda khan?gak mungkin!” bantah ajie. Ajie semakin menjauh dari kursi dimana joko duduk. “ini benar jie” “gak, kamu cuman maen2x,becanda khan?” ajie mengatakan sesuatu yang bisa membuatnya tenang sendiri. Lalu joko pun bangkit mendekati ajie yang masih terpaku. “ini benar jie, tulus, aku suka kamu!” lalu setelah ia mengatakan itu, ia meraih tubuh ajie. Ia rangkul pinggang ajie dan ia mencium bibirnya lagi. Beda dengan yang tadi, sekarang ajjie sudah tidak memberontak. Meskipun awalnya ajie masih terdiam, namun karena ia merasakan sensasi yang lain, ia pun membalas ciuman joko. Sekarang mereka berciuman sambil memainkan lidah mereka, sangat panas. Tangan mereka pun tak mau kalah, meraba tubuh satu sama lain. Puas berciuman, mereka menghentikan aksinya. Kemudian, joko melepaskan pakaiannya satu demi satu. Di awali dengan melepas kaos ketatnya, lalu diikuti dengan melepaskan sarungnya. Ternyata dari tadi joko tidak memakai celana dalam, sehingga setelah sarungnya lepas dari tubuh joko, sekarang ia pun telanjang bulat. Ya, joko sekarang telanjang bulat di depan ajie. Tubuh joko sangat seksi. Tubuhnya yang berotot, dengan kulit sawo matang, dada bidang yang dihiasi bulu-bulu halus yang makin ke bawah makin lebat dan berpusat ke area kontolnya. Dua puting besar berwarna coklat, terlihat menghiasi dadanya. Dan yang paling menggetarkan ajie adalah kontol joko sangat besar!!. Saat masih tidur, kontol joko berukuran 11cm dengan bulu jembut yang sangat lebat. Tubuh joko memang sangat menawan. Ajie yang melihat itu, jadi terangsang, ia heran mengapa ia suka dengan tubuh joko. Untuk beberapa saat mereka sama-sama terdiam, kemudian joko mendekati ajie. Ia mulai dengan mencium belakang leher ajie. Ough…sensasi kenikmatan yang baru akan dimulai, dirasakan oleh ajie. Pagutan joko di lehernya membuat birahi ajie seketika menjadi naik. Kemudian joko berhenti dan meminta ajie yang menciuminya. Ajie lalu memulainya dengan menciumi dada joko. Dua puting joko yang berwarna hitam ketat, ia sedot dan pelintir. Jok hanya mendesah pelan saat putingnya dihisap. Ough… lalu bibir ajie makin kebawah, sekarang ia jongkok tepat dihadapan kontol joko. Awalnya ia hanya menjilatinya, sehingga kontol joko yang masih tertidur, bergelantungan ke kanan ke kiri. Lalu ajie mulai memegang batang joko. Ia kocok pelan, buah zakarnya ia raba, sehingga lama kelamaan kontol joko membesar menjadi sekitar 19cm, sangat besar berwarna hitam kemerahan mengkilat serta jembut hitam lebat di sekitarnya. Sangat indah!ajie sampai terkesima dan mulai menyukai permainan ini. “kamu suka jie” tanya joko. “gedhe banget jok!kayak pentungan!” “hehe..suka ya?kalo gitu emut aja” pinta joko. Lalu tanpa ba bi bu lagi, ajie langsung melumat kontol joko yang super gedhe. Ajie coba memasukkannya ke dalam mulut, sampai mengenai rongganya, dan karena kontol joko yang terlalu besar, sampai-sampai tidak semua batang kontol joko bisa masuk. Saat kontol sudah di dalam mulut, ajie menyedotnya dalam-dalam. “oughhh…shit,ough…!” joko mendesah pelan saat ajie mulai menyedot kontolnya. Ia merasakan nikmat. Tangannya yang memegang kepala ajie, sesekali menjambak-jambak rambut ajie saat tak kuat merasakan nikmat. Jembut joko yang lebat dan ikal, menebarkan bau maskulin yang merangsang ajie. Ia menyibak jembut tersebut dan membauinya dengan hidung. Ajie tidak merasa jijik maupun geli dengan itu semua, ia terlihat sangat menikmati kontol dan jembut joko. Aji semakin lama semakin bisa menikmati kontol joko. Ia kocok dengan tangan dan ia masukkan ke mulut, lalu saat berada di dalam mulut, ia sedot kuat. Ia lakukan berulang, sambil tangannya meraba buah peler joko. “ough…ough…sedot jie, lebih dalam, ah…”. Sedotan ajie makin liar!dan akhirnya, setelah kurang lebih 15 menit, joko akan merasakan orgasme. “oh jie, lagi jie…ah…!” joko meminta ajie supaya lebih cepat. Ajie pun mempercepat tempo kocokan dan sedotannya, hingga akhirnya… “ouuuuggggh……..” crot…crot…crot.... cair kental keluar dari kontol joko dan muncrat ke wajah ajie. “ough..oh..oh..” joko mendesah merasakan sisa-sisa nikmat sambil mengatur nafasnya. Setelah puas kontolnya di sedot ajie, joko duduk untuk istirahat. Saat itulah ajie hanya memandang tubuh joko yang telanjang bulat dan bersimbah peluh, sedang joko setengah berbaring di sofa. Cukup lama ajie memandang tubuh joko. “kenapa jie, kok diem saja?” tanya joko penasaran melihat sikap ajie yang aneh. Ajie tak menjawab. Dia hanya menundukkan kepala. Mungkin ada sedikit rasa penyesalan atas apa yang sudah ia lakukan tadi. Tak berapa lama, Joko paham dengan perasaan ajie. Lalu ia bangkit dari sofa dan mendekati ajie. Ia masih telanjang, dengan kontol yang udah lemas dan bergelantungan ke kanan kiri saat ia berjalan. Setelah dekat dengan ajie, joko mencoba meraih tubuh ajie, namun yang ia tuju malah membalikkan badan. Joko tak kehabisan akal, ia mendekap tubuh ajie dari belakang. Tangannya ia lilitkan di pinggang ajie, bibirnya langsung menyosor leher dan bagian belakang telinga ajie. Sontak ajie kaget dengan birahi yang juga naik. Sambil tangannya meraba dada ajie, joko mendesah pelan di telingan ajie. “tau gak, kamu seksi banget. Aku pingin nge-sex denganmu” kata joko dengan nada merayu. Kemudian ia menarik balik tubuh ajie, sehingga sekarang mereka berhadap-hadapan. Sambil tersenyum, joko melepas satu demi satu kancing baju ajie dan kemudian ia membukanya. Setelah itu, ia juga menarik celana panjang dan celana dalam ajie. Sekarang ajie sudah telanjang bulat. Tubuh ajie terlihat lebih putih dibanding joko, namun tidak sekekar joko. Pandangan ajie masih kosong, mungkin ia masing bingung dengan apa yang terjadi dan joko lakukan. Ia sepertinya pasrah. Bahkan saat joko menuntunnya untuk rebahan di sofa panjang, ia pasrah. Sekarang ia terlentang di atas sofa dengan tubuh telanjang tanpa sehelai benang pun seperti bayi yang baru lahir. “tubuh kamu benar-benar membuat aku terangsang” kata joko sambil memandangi tubuh ajie dengan penuh nafsu. Lalu, ia pun memulai aksinya. Ia menciumi ajie mulai dari bawah, ia menjilati kakinya, naik ke atas hingga sekarang sampai ke kontol ajie. Kontol ajie gak terlalu panjang di banding dengan punya joko, namun kontol ajie punya diameter yang lumayan. Joko memegang batang kontol ajie, lalu ia jilati dengan lidahnya. Pelan namun pasti, kontol ajie makin membesar. Sekarang sudah menegang. Joko pun makin semangat untuk mengocok dan menyedotnya. Ajie yang dari tadi masih diam, sekarang sudah mulai merespon. Ia merasakan kenikmatan, sesekali ia merenguh pelan. Joko sangat menikmati kontol ajie. Joko sangat mengerti akan kenikmatan, sehingga ia menservis ajie dengan sangat perhatian. Ia kocok pelan, lalu mulai ia percepat. Kontol ajie dimasukkan ke mulut, dikeluarkan, disedot. “ah…ah..” ajie menggelinjing setiap kali medapat sensasi yang nikmat. Joko memompa mulutnya dengan sekuat tenaga, sambil tangannya merogoh lobang anus ajie, sehingga membuat ajie semakin tak karuan. “ough..ah…”. Joko makin mempergiat aksinya, namun sebelum mencapai klimaks, ia menghentikan sedotannya. Ajie terlihat sedikit kecewa. Joko menghentikan aksinya karena ingin menjliati seluruh tubuh ajie. Mulut dan lidahnya makin naik, ke perut dan sampai ke dada. Ia pelintir pelan puting kanan ajie, sedangkan puting kiri ia sedot. “ough.., jok!” ajie mendesah lagi. Bibir joko makin naik, sekarang ia berada di leher ajie, ia memagut sampai bunyi cipokan yang cukup keras dan meninggalkan tanda merah di leher ajie. Ajie menggeliat setiap bibir joko menjilati setiap bagian tubuhnya. Kemudian, Joko menindih tubuh ajie. Sambil terus menciumi leher dan bibir ajie, sekarang kontol joko sudah berada di atas kontol ajie. Sekarang, dua tubuh manusia sejenis yang telanjang bulat itu sudah saling menindih. Bibir mereka saling berpagutan dan saling menggesek kontol mereka satu sama lain sehingga menimbulkan rasa nikmat. Kontol mereka yang sudah sama-sama tegang saling bersentuhan dan bergesekan. Gerakan tubuh mereka naik turun sambil terus berciuman. Keringat mereka bercucuran dan saling bercampur satu sama lain. “ah..ah..ah..ough…” nafas mereka saling memburu seperti sedang berlarian. Hanya bunyi desahan nafas tak karuan dan erangan nikmat saja yang terdengar. “ough..ough...” joko yang berada di atas terus memacu gesekan kontolnya di atas kontol ajie. Gerakan joko semakin liar, sesekali tangannya meremas-remas puting ajie sehingga membuat ajie semakin keenakan. Ajie yang baru pertama kali merasakan ini semua, seakan sudah terbiasa dan bisa meladeni permainan joko. “ah..ah...ah..” rintihan ajie yang ditindih joko. Kedua tangannya ia naikkan di dekat kepala. Ciuman joko kadang sampai ke arah ketiak ajie yang ditumbuhi sedikit bulu. Dengan penuh nafsu, joko menjilati ketiak ajie yang basah. “ough...ough...”, joko terus dan ajie terus menerus memburu nafsu birahi mereka. Gerakan badan mereka, naik –turun, ke kanan ke kiri, untuk meraih sensasi kenikmatan. Lama kelamaan, gesekan telah membuat kontol mereka menjadi panas dan akan mencapai klimaks. Ajie sepertinya yang keluar duluan. “jok, aku mau keluar!!!” lalu joko makin mempercepat gesekan kontolnya di atas kontol ajie. Hingga akhirnya,.. “ough…ougggghhh…ahhh..!!” ajie setengah berteriak saat pejuhnya keluar. Pejuh ajie sampai membasahi kontol dan selangkangan joko yang masih mengesek cepat. Akibat pejuh ajie, daerah sekitar kontol menjadi licin, namun itu tak membuat joko mengendurkan gesekannya, ia malah makin mempercepat. Tidak selisih jauh dengan ajie, joko akhirnya mau mencapai klimaks. “jie, mau keluar juga nih!” setelah itu ia berdiri dan jongkok di atas atas kepala ajie, dan mengacungkan kontolnya yang sudah siap menembak, tepat di dekat kepala ajie. Joko mengocok sebentar kontolnya, dan lalu… “ough…oouuugggghhhh..!! crot…crot..crot...joko tidak bisa menahan diri saat meraih kenikmatan, ia berteriak dengan kencang. Pejuhnya yang kental, muncrat tepat di kepala ajie. “ough...ough...shit!” joko terus memegangi kontolnya yang sedang merenda nikmat dan terus memuntahkan pejuhnya. Ajie yang berada di bawah, menerima pejuh joko dengan senang hati. Mereka berdua sudah bercinta dengan sekuat tenaga, sehingga menghasilkan kenikmatan maksimal. Setelah puas, joko merebahkan diri menindih ajie. Sambil terus mengatur nafas, ia memandang ajie sambil tersenyum. Ajie pun membalas senyuman tersebut.
Setelah perstiwa malam pertama yang menggairahkan, hubungan joko dan ajie semakin mesra dan panas. Meskipun di kantor mereka berusaha bersikap biasa-biasa saja seperti layaknya hubungan kerja, namun di luar kantor, mereka seperti pasangan suami istri yang sedang bulan madu. Tiada malam tanpa bercinta. Mereka selalu menghabiskan malam dengan tidur bersama, bisa di tempat joko maupun ajie. Akan tetapi, meskipun sudah sangat panas, sebenarnya masih ada yang kurang dalam hubungan seks mereka, dan itu mengganjal dihati joko. Sampai dengan minggu kedua hubungan mereka, ajie belum mau untuk dianal alias dikentot, padahal joko sudah ingin sekali. Tiap malam joko selalu merayu ajie supaya dikentot, tapi ajie menolak karena belum siap. “aku belum bisa jok” kata ajie saat joko meminta. “kenapa jie?kamu gak percaya and sayang ma aku?” tanya joko penasaran. “bukan itu, aku masih takut. Aku harap kamu mau ngerti” “tapi sampai kapan?udah gak sabar neh!” joko berkata setengah memelas. “sabar aja, suatu saat pasti siap?” jawab ajie sambil tersenyum. “ya moga aja gak kelamaan, keburu basi ini kontol!” canda joko. “mana bisa basi, kontol segedhe itu!” “heh, sapa tau!tapi kayaknya, meskipun dah basi, kamu bakal tetep suka kontolku khan?” “idih, ogah!mending cari yang lain” “hah!awas ya..!. Setiap malam ajie selalu bisa menolak permintaan joko, namun dalam hati ajie, ia tau bahwa suatu hari dia gak akan bisa menolaknya. Akhirnya, malam yang ditunggu joko, tiba juga. Malam itu seperti biasa joko dan ajie tidur bersama untuk saling melampiaskan nafsu. Mereka berdua sudah berada di dalam kamar. Joko seperti biasa yang terlihat sangat bernafsu untuk bercinta. Namun sebelum mulai, ajie mengatakan sesuatu kepada joko. “jok, malam ini aku dah siap” kata ajie lirih hampir tak terdengar. “siap, siap apaan?” “ya itu…” jawab ajie ragu-ragu. “itu apa?hm…” joko masih belum paham dengan maksud ajie. “kok kamu malah bingung?” “oooo!!! Itu, ehm ehm.., bener neh?gak nyesel” tanya joko. Ajie yang ditanya hanya mengangguk pelan. “akhirnya kamu gak kuat juga ya?pingin ngerasain kentotanku!” ajie mendengar ucapan joko dengan malu-malu. Lalu mereka pun mulai bercinta. Joko mulai dengan membuka bajunya satu demi satu hingga telanjang bulat. Tubuhnya masih indah. Dadanya bidang dengan dua puting hitam ketat, dan sekarang bulu-bulu dadanya makin terlihat lebat. Lengan berotot dan bulu ketiak menyembul sedikit dari lipatan ketiaknya. Kulitnya yang berwarna coklat, terlihat mengkilat karena peluh yang bercucuran. Dan yang paling menarik tentunya, barang bulat lonjong di bawah perut. Kontol joko masih tertidur pulas, namun sudah terlihat besar. Kontol joko dihiasi bulu jembut yang lebat berwarna hitam dan sedikit ikal. Joko yang sudah telanjang, berjalan mendekati ajie yang terlentang di ranjang penuh kepasrahan. Joko lalu naik ke ranjang dan langsung menindih ajie. Ia mulai menicumi bibir ajie dengan penuh nafsu sambil mengesek-gesek kontolnya yang mulai menengang di tubuh ajie. Ajie bisa merasakan bulu-bulu kasar dari jenggot joko.Sambil terus berciumuan, joko membantu ajie untuk melepas pakaiannya. Sekarang mereka berdua sudah telanjang bulat, saling menindih di atas ranjang. Puas dengan berciuman untuk pemanasan, joko membalik tubuhnya dan meminta ajie untuk tidur menyampinng. Mereka mau saling mengoral dengan posisi 69. Kepala dan mulut joko tepat berada di kontol ajie, dan sebaliknya pun begitu. Sekarang mereka menikmati kontol pasangan masing-masing. Seperti anak kecil yang lama tidak makan es krim, mereka mengemut kontol pasangan dengan liar. Joko dengan ganasnya memasukkan kontol ajie ke dalam mulut dan menghisapnya. Ajie pun tak mau kalah, ia berusaha keras untuk bisa mengoral kontol joko yang segedhe terong di dalam mulut. “nym..nym…” mereka saling menikmati kontol yang ada di mulut mereka. Jika salah satu ada yang menghisap, pasti ada salah satu yang menggelinjing karena keenakan. Sesekali ajie juga mengemut biji peler joko. Bau menyengat dari aroma kejantanan joko, membuat ajie makin liar saat mengemut kontol joko. Permainan 69 yang sudah berlangsung sekitar 15 menit, mereka hentikan. Joko sepertinya sudah tak sabar untuk memperawani lobang pantat ajie. Joko meminta ajie untuk terlentang, dengan kaki diangkat ke atas. “my lovely virgin” kata joko sambil tersenyum penuh birahi ke arah ajie. Joko kemudian meminta ajie untuk menopang pinggulnya dengan bantal supaya pantatnya sedikit naik, sehingga mudah untuk dikentot. “gak sakit khan jok?” tanya ajie dengan sisa-sisa keraguan. “sakit bentar, pas awal-awal. Tapi kelamaan juga enak” joko mencba menenangkan ajie. Lalu ia mengocok kontol sebentar agar tegang setegang-tegangnya. Namun sebelum ia memasukan kontolnya ke lobang ajie, ia memberikan pemanasan ke lobang ajie supaya tidak kaget. Mula-mula ia menggunakan lidahnya untuk mencium dan menjilati bibir anus ajie. “ough..ough..” ajie mengeluh pelan. Lalu joko menggunakan jari telunjukknya untuk memberikan pemanasan. Ia masukkan jarinya ke dalam dan sedikit menggerakkannya. “ah….” ajie melonjak kaget saat jari joko masuk ke dalam anusnya. Tangannya meraih erat seprei untuk menahan rasa sakit. “lobang kamu benar-benar masih sempit jie. Bakal nikmat neh!”. Lalu setelah dengan satu jari, joko mencoba dengan 2 jari, ia menggunakan telunjuk dan jari tengahnya sekaligus untuk mempenetrasi lobang ajie. “ah…ough” aji sekali lagi hanya mendesah pelan. Ia memejamkan matanya. Ia merasakan rasa sakit. Joko mengobok-obok anus ajie dengan kedua jarinya. “ah..ah…” ajie mendesah-desah tak nyaman sambil mengerak-gerakkan badannya. Di rasa cukup, joko menghentikan pemanasannya dan mencabut jarinya. “jie, saat pertama kali, kayaknya bakal sakit.kamu tahan bentar ya..” joko berkata supaya ajie siap. Kemudian joko pun mengacungkan kontolnya yang sudah tegang di depan lobang ajie. Ia awalnya hanya mengesek-gesekkan kontolnya di bibir anus, namun tak berapa lama kemudian. Blesss…kontol super besar joko mulai masuk ke lobang ajie yang masih sempit. “arggghhhhh!!!!!” ajie berteriak ketika kontol joko mulai memasuki anusnya. Ia merasakan sakit luar biasa. Joko memasukkan kontolnya pelan-pelan, hingga semua batangnya tenggelam di dalam anus ajie. Untuk beberapa saat, ajie merasakan sesuatu yang aneh di dalam anusnya. Hal yang wajar dialami seseorang ketika baru pertama kali dipenetrasi. Kemudian joko mulai menggerakkan kontolnya. “jie, sempit banget, enak!” joko merancu sambil menyogok-nyogok kontolnya di dalam anus ajie. Ia menggerakkan pantatnya ke depan-belakang dengan pelan. Gerakan pinggul joko sangat erotis. “ough..ough…enak jie!pantatmu enak bgt!” joko menghujam-hujamkan kontolnya. “ah…ah…sakit jok!pelan-pelan..” ajie masih merasakan sakit. Joko tidak egois, tau ajie masih belum nyaman, dia berusaha selembut mungkin agar ajie tidak kesakitan. Ia menggerakkan pantatnya maju mundur dengan pelan, sehingga kontolnya yang di dalam anus tidak terlalu membuat sakit ajie. Sesekali ia memvariasi dengan menggerakkan pantatnya ke kanan dan ke kiri. Selain itu, joko menunuduk untuk sesekali menciumi bibir ajie. “oh yes..oh yes..” joko terus memompa kentotannya. “argh..arghh...pelan jok!!” ajie menerima kentotan joko sambil meringis pelan. Namun, joko sepertinya sudah tidak peduli lagi, ia semakin mempercepat kentotannya. “plok…plok..” bunyi hentakan antara pantat ajie dengan paha joko karena tempo kentotan yang makin cepat. “ough anj*ng!!,..ough…pantatmu sempit banget. Enak jie!!!” joko memacu kentotannya makin cepat. Ajie pun lama kelamaan sudah bisa merasakan nikmat. “ough..jok, enak jok!” “oh yes..oh yes..kamu suka ya?enak khan?” teriak joko sambil mempercepat kentotannya. Saat dikentot, tangan ajie berusaha mengocok kontolnya sendiri. “lagi jok, ough…lebih dalam?ough…ough..” mendengar teriakan ajie, joko makin mempercepat tempo. Gerakan pinggulnya juga makin cepat. Keringat bercucuran dari tubuh mereka berdua. Sprei warna putih sudah basah kuyup. “ough..yes..fuck..fuck...” joko menggerakkan pingulnya dengan lihai, sepertinya dia sudah terbiasa dengan ini semua. Nafas mereka saling memburu disertai desahan yang membuat suasana makin panas. “ough…ough…ough...” joko terus mempergiat kentotannya. “ough..jok..ooouuuuuuugh…lagi jok, kontolmu enak!” aji menggerang saat merasakan nikmat plus rasa sakit. Ajie juga terus mengocok kontolnya. Hingga setelah kurang lebih 20 menit, joko sepertinya mau mencapai klimaks. “ough..mau keluar nih jie?” kata joko sambil terus memacu kentotan. Suara benturan pantat makin keras terdengar, sekeras deru nafas mereka yang makin tidak karuan. Suara derit ranjang, sesekali terdengar karena pergumulan mereka yang liar di atas ranjang. “lagi jok, lebih dalam…!!ough…” aji memberikan semangat kepada joko. Joko makin semangat menghujamkan kontolnya, pantatnya maju mundur teratur dengan kecepatan yang makin cepat. “jie, jie, ouuuuuggggggggghhhhhhhhhhh!!!!” joko meregang sambil menancapkan kontolnya dalam-dalam di anus ajie saat mencapai klimaks. Crot...crot..crot... Pejuh memuncrat di dalam anus ajie, sehingga ajie merasakan kehangatan di dalam anusnya. “ough..ough..yes…oughhhhhhhhh” joko mengentak-hentakan kontolnya di dalam anus merasakan sisa-sisa orgasme. Karena pejuhnya banyak, ada yang sampai keluar meleleh di bibir anus ajie. Tak berapa lama kemudian, ajie yang mengock kontolnya sendiri, juga merasa akan mencapai klimaks. “aku juga mau keluar jok!”. Lalu tanpa diperintah, joko membungkuk dan menyipakan mulutnya utnuk menerima pejuh ajie, dan..crot..crot..crot.. “ough…oughh…” pejuh kental muncrat dan mengenai wajah joko. “ough…!!..” suara ajie saat merasakan orgasme. Lalu setelah itu, joko yang belum mencabut kontolnya dari lobang ajie, menjilati pejuh ajie yang berceceran di perut ajie. Joko lalu mencabut kontolnya dari lobang ajie, dan merebahkan tubuhnya di samping ajie. Mereka berdua sudah terlihat lemas. Ajie kemudian tidur menyamping dan menyandarkan kepalanya di dada bidang joko. “makasih jie, udah mau ngasih keperawananmu” “kok keperawanan?aku khan cowok?” bantah ajie. “ya..meskipun cowok, pantatmu khan udah gue bobol, hehehe…” canda joko. “sialan!” “tapi, kamu juga suka khan?btw, jadi sekarang kamu udah bukan perawan lagi donk!” canda joko lagi. “ih, apaan!!” kata ajie, sambil membetot kontol joko yag udah lemas terkulai. Lalu mereka pun tertawa bersama. Sambil terus mengatur nafas, mereka akhirnya tertidur sambil berpelukan karena sudah kecapekan. Pagi harinya, ajie bangun terlebih dahulu. Saat akan bangkit dari ranjang, ia menyempatkan melihat tubuh telanjang joko yang tergolek di atas ranjang. Ia menikmati setiap inci tubuh joko yang sangat indah, apaalgi kontol joko yang menggairahkan. Ia tidak puas-puasnya menikmati tubuh joko dengan matanya, hingga tak sadar kalau joko sudah bangun dan mengetahui perbuatannya. “kok ngeliatin terus, suka ya?” tanya joko yang mengagetkan ajie. “ah..biasa aja” ajie menjawab asal dan mengalihkan pandangan ke arah lain. “kalo suka, kesini aja” joko meminta ajie untuk mendekat. Namun ajie sepertinya tidak menanggapi, ia sepertinya akan menuju kamar mandi. “jie, lagi donk!masih pengen ngentot neh!” ternyata joko masih belum puas dengan yang tadi malam. “kita mesti buruan, keburu telat untuk apel pagi” ajie menolaknya. Namun joko tidak peduli, ia bangkit dari ranjang dan menarik tubuh ajie. Lalu joko mendorong tubuh ajie ke ranjang dan mencoba menindihnya. Ajie memberikan sedikit memberikan perlawanan, sehingga terjadi pergumulan di atas ranjang. Joko-lah yang menang, ia sekarang menindih tubuh ajie. “kenapa gak mau, bentar kok, gak nyampe 30 menit” rayu joko. Lalu ia mencoba merangsang ajie dengan setengah berdiri memperlihatkan kontol gedhenya yang masih lemas ke arah muka ajie. Joko mengoyang-goyang pinggulnya, sehingga kontol gedhenya bergelantungan ke kanan kiri. Ajie yang awalnya hanya tersenyum-senyum, lama kelamaan tidak kuat menghadapi rayuan joko. Ajie meraih kontol joko dan langsung mengemutnya. Ia masukkan kontol joko ke dalam mulutnya dan mengocoknya dengan tangan. Terlihat kalo ajie sangat menyukai kontol joko. Namun, tidak sampai 5 menit ajie tiba-tiba menghentikan aksinya dan mendorong tubuh joko. Ajie kemudian berusaha turun dari ranjang. Tidak jelas apa penyebabnya, ajie jadi enggan untuk melanjutkannya. Akan tetapi, joko tak menyerah begitu saja, ia meraih tangan ajie dan memaksa ajie untuk tetap berada di ranjang. Hingga akhirnya sekarang posisi mereka tidur menyamping. Tubuh joko membelakangi tubuh ajie. Tangan joko yang kokoh, memeluk erat tubuh ajie dari belakang. Kontol joko yang sudah tegang, mencoba menusuk-nusuk pantat ajie. Lalu tanpa banyak waktu, ia langsung mengentot ajie dari belakang. Dengan mulut yang menciumi bagian leher dan belakang telinga ajie, sehingga ajie menjadi terangsang, joko berusaha mengentot ajie. Tangan joko yang memeluk tubuh ajie dari belakang, menggerayangai puting dan kontol ajie. Ajie sepertinya pasrah dan menikmati permaianan pagi itu. Dengan nafas yang terus menderu, joko mulai menyogok-nyogok anus ajie. “ough..ugh…” joko mendesah pelan. “ahh..ah…jok!!!” joko dengan penuh kelembutan mengentot ajie dari belakang. Pantatnya maju mundur membuatnya merasakan kenimatan. Mereka menggeliat di atas ranjang sambil terus memacu kenikmatan. Meskipun udara pagi masih dingin, namun keringat sudah bercucuran dari tubuh mereka karena panasnya permainan sex tersebut. “ah…jok, lebih dalam jok…” “suka ya, ini!!!” joko terus menghujamkan kontolnya di anus ajie. Buah pantat ajie bisa merasakab bulu jembut joko yang lebat. Sedangkan kontol ajie sendiri sudah tegang dan sedang dikocok dengan bantun tangan kiri joko. “hm..ough..hm…ah…” joko menggerang merasakan nikmat. Persetubuhan dengan posisi menyamping ternyata nikmat juga. Permainan tersebut berlangsung sekitar 15 menit, hingga akhirnya ajie duluan yang orgasme, “aku mau keluar jok!” lalu dengan gagahnya, kontol ajie memuncratkan pejuhnya sehingga mengotori speri dan tangan joko. “ough..ah..ah..” desahan ajie karena orgasme. Joko yang masih mengentot, terus memacu gerakannya. Pinggulnya yang maju mundur semakin lama semakin bergerak cepat. “aku mau keluar!” joko menghujamkan kontolnya dalam-dalam, hingga..crot..crot..crot.. “ough…ough…ougggghhh…!!!” kontol joko menembakkan peluru pejuhnya di dalam anus ajie. Nafas masih terdengar memburu di antara mereka. Untuk beberapa saat, joko masih memeluk ajie dari belakang. Percintaan di pagi hari yang sangat panas dan menggairahkan.

Sumber:
http://17th-cerita-gay-panas.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar