Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Rabu, 13 Februari 2013

Inserer: Berkenalan Dengan Pak Polisi

Namaku Yus berusia 25 tahun, aku adalah perantau dari Yogyakarta dan aku sudah cukup lama di Jakarta sudah berjalan tahun kedelapan.  Aku bekerja sebagai seorang salesman alat-alat kesehatan. Tempat tinggalku berdomisili di daerah Jakarta Barat dan aku mengontrak sebuah rumah berukuran 78 m2 dan aku tinggal sendirian. Ayahku cukup berada namun kondisi keluargaku kurang begitu baik. Ayah dan ibuku sudah 2 tahun berpisah. Itulah segelintir keberadaan keluargaku.
Aku adalah seorang biseksual bisa dikatakan demikian karena aku tertarik dengan wanita dan pria. Wanita idamanku ialah berambut panjang dan postur badan yang tinggi sedangkan pria idamanku adalah bapak-bapak sekitar berumur 50 tahun dan berbadan gendut.
Aku akan menceritakan pengalamanku yang sangat berkesan buatku :
Suatu hari yang panas terik dan macetnya lalu lintas kota Jakarta membuat aku merasa lelah dan perlu istirahat sejenak maka kutepikan motorku dan kunaikkan trotoar. Di sebuah taman di bilangan Jakarta Selatan, ku duduk di bawah pohon yang cukup rindang. Angin sepoi-sepoi bertiup……sangat nikmat rasanya dicampur wangi dedaunan hijau yang menyejukkan udara disekitar taman itu.
Sambil melihat kendaraan berlalu-lalang, tiba-tiba mataku tertuju dengan seorang polisi yang sedang berbicara dengan seorang pengemudi. Yang kuperhatikan bukan pembicaraan mereka namun postur badan Pak Polisi yang gendut sehingga membuat aku tertarik. Ingin sekali aku dipeluknya, dengan ayahku; aku kurang mendapatkan kasih saying maka dari itu aku selalu mendambakan kasih sayang seorang ayah.
Kuperhatikan terus Pak Polisi itu, setelah mengeluarkan surat tilang dan memberikannya kepada pengemudi itu. Setelah pengemudi itu pergi, Pak Polisi itu berjalan ke arahku……..
“Waduh, apa aku salah menaikkan motorku ke trotoar ?” pikirku dalam hati sambil dagdigdug jantungku.
Kemudian Pak Polisi itu duduk disebelahku karena di taman itu memang cuma ada satu bangku taman ini yang masih baik kondisinya.
“Permisi, ajak Bapak duduk ya.” kata Pak Polisi gendut itu.
Dengan senyum dan semangat, dan ini merupakan kesempatan buatku………
“Silahkan, Pak.” balasku dengan cepat.
Setelah duduk Pak Polisi itu melepaskan topinya dan menaruhnya diatas pahanya. Sungguh pria yang ku idamkan penuh charisma dengan rambut yang cepak agak keputih-putihan.
“Kadang seenaknya aja naik motor.” kata Pak Polisi itu.
Aku hanya tersenyum…..tidak berani aku berkata sepatah kata pun.
“Kamu harus hati-hati jika berkendara ya…….” kata Pak Polisi kepadaku sambil tersenyum.
Makin terpesona aku melihat senyumannya. Kulihat peneng namanya, tertulis disana HAMZAH. Ku beranikan diri membuka pembicaraan.
“Pusing juga ya, Pak….mengatur lalu-lintas belum lagi pengendara yang kadang tidak mentaati peraturan lalu-lintas.” kataku.
“Ya, sudah menjadi tugas kami Anggota Polisi…..ya kadang menyenangkan kadang menjengkelkan.” kata Pak Polisi.
“O ya, Pak….namaku Yus, nama bapak….Pak Hamzah ya.” kataku.
“Loh kok tau nama saya ?” kata Pak Polisi itu.
“Kan di baju bapak ada namanya.” kataku sambil tersenyum.
“O iya…..bapak lupa.” kata Pak Polisi.
Lalu kami berbicara dari soal lalu-lintas sampai soal keluarga baik keluargaku maupun keluarga Pak Hamzah. Kadang aku kurang menyimak pembicaraan kami karena aku memperhatikan wajah dan tubuh Pak Polisi ini.
Ternyata Pak Hamzah tinggal dengan istrinya, tempat tinggalnya tidak begitu jauh dari taman tempat kami ngobrol. Anak Pak Hamzah sudah pada besar-besar, 3 lelaki dan 2 perempuan. Biasa kalau lelaki dari Angkatan pasti nafsu seks-nya besar; itu menurut pendapatku.
“Mampir yuk ke rumah Bapak ?” ajak Pak Hamzah.
Wah, sungguh kesempatan emas pikirku tapi di rumahnya khan ada istrinya. Akhirnya………….
“Boleh, Pak……kalo Bapak Polisi gak keberatan.” kataku.
“Ya jelas engga dong……..jangan panggil Bapak Polisi; panggil aja Pak Hamzah.” Balasnya sambil tersenyum.
Gak nahan aku setiap melihat Pak Hamzah tersenyum.
Lalu kami berdua menuju rumah Pak Hamzah; setiba di rumah kontrakannya, Pak Hamzah memasukkan motornya ke teras rumah dan menyuruhku memarkirnya depan pagar karena terasnya tidak begitu luas.
“Mari masuk, Dik Yus.” kata Pak Hamzah setelah membuka pintu.
“Ibu kemana, Pak ?” tanyaku.
“Oh istri sedang pulang kampung sudah satu minggu bapak sendirian.” jawab Pak Hamzah.
Wah, pucuk dicinta ulam tiba………seneng aku mendengar jawaban dari Pak Hamzah.
Pak Hamzah mempersilahkan aku duduk di bangku sofa di ruang tamunya.
“Bentar ya….bapak ganti pakaian dulu.” kata Pak Hamzah.
Sambil Pak Hamzah berjalan menuju kamarnya; kulihat tubuh belakang yang gendut dan menawan hatiku. Ingin aku dipeluknya dan bermanja-manja dengan Pak Hamzah.
Tak lama kemudian, Pak Hamzah keluar dengan mengenakan kaos singlet berwarna putih dan celana boxer  hijau tentara. Perutnya nampak mumbul ke depan dan tonjolan penisnya agak kentara terlihat.
Lalu Pak Hamzah duduk di bangku sofa sebelah bangku yang aku duduk.
“Anggap aja rumah sendiri.” kata Pak Hamzah.
Aku hanya membalasnya dengan senyuman; tidak bisa dipendamlagi keinginanku supaya dipeluk Pak Hamzah. Tanpa tidak sengaja, aku memperhatikan Pak Hamzah sampai terbengong.
“Loh kok ngeliatin Bapak sampai segitunya……” kata Pak Hamzah tersenyum.
“Oh……ehhh……maaf, Pak….aku suka sama Bapak.” jawabku spontan. Waduh pikirku dalam hati, lidah ini gak bisa diajak kompromi….maen ceplas ceplos aja.
Pak Hamzah tersenyum, lalu aku berkata…………….
“Mau gak Bapak memeluk aku ?” tanyaku ke Pak Hamzah.
Lalu Pak Hamzah beranjak dan duduk mendekatiku dan dipeluknya aku. Sungguh aku sangat menikmati pelukan itu karena aku sangat merindukannya. Ku letakkan kepalaku dipundaknya dan dilelus-elusnya punggungku dan sesekali diusapnya kepalaku. Sekitar 5 menit aku didekap Pak Hamzah. Tanpa sadar aku meneteskan air mata dan menetes mengenai pundak Pak Hamzah.
Kemudian Pak Hamzah melepas pelukannya….
”Mengapa kamu menangis ?” tanya Pak Hamzah.
Aku hanya terdiam……..langsung kupeluk erat-erat Pak Hamzah.
Pak Hamzah menyambut pelukanku dengan hangat.
“Sudah….sudah…..sekarangkan kamu ada Bapak, setiap saat kamu perlu Bapak….kamu main saja ke rumah Bapak.” kata Pak Hamzah sambil mengusap kepalaku.
Kembali Pak Hamzah melepas pelukanku dan kepalaku dipegang oleh kedua tangannya. Kemudian Pak Hamzah mendekatkan bibirnya ke bibirku dan melumatkan bibirku. Kubalas lumatan Pak Hamzah, aku menjulurkan lidahku agar diisap oleh Pak Hamzah begitu pun Pak Hamzah. Kami bergantian saling melumat lidah.
Sambil kami berciuman, kucoba melepaskan kaos singlet Pak Hamzah. Kucumbui pipi dan leher Pak Hamzah……..emmmm……mmmm……ucap Pak Hamzah. Kuciumi dada dan kujilat putingnya, dengan posisi berlutut kuciumi perut Pak Hamzah. Kepalaku diusapnya……..oohhhh……hhhh………..
Kini kujilat tonjolan yang masih tertutup celana boxer itu hingga basah dan sesekali kuremas-remas tonjolan itu.
“Aahhh………” desah Pak Hamzah.
Kemudian Pak Hamzah melorotkan celana boxernya, nampaklah batang kemaluan berukuran 14 cm (berdiameter kira-kira 3 cm). Kukocok penis itu dan kujilat lubang perkencingannya.
“Ooohhhh……….isep terus, Dik Yus……enak banget.” desah Pak Hamzah.
Kini kumasukkan perlahan senti demi senti penis Pak Hamzah……blesss…..kini seluruh penisnya masuk ke dalam mulutku. Agak kupercepat gerakanku naik-turun mengulum penis Pak Hamzah….pok….pok…
Aasssshhhh……ssshhhh……eemmmm……oohhhh….hhhhh ……..
Sambil mengulum penis Pak Hamzah, kulepas pakaian dan celanaku hingga kini kami berdua telanjang bulat. Lalu Pak Hamzah menyuruhku berdiri dan membelakanginya; Dan menyuruhku agak menungging sambil aku memegang meja sofa itu. Dibentangkan dua gumpalan daging pantatku dan dijilatnya lubang pantatku…..slep….slep…..dijilat….disedotnya lubang pantatku. Ditariknya kuat-kuat kedua pahaku, dibenamkannya muka Pak Hamzah diantara kedua bongkahan pantatku. Kini tangan Pak Hamzah satunya mengocok penisku.
“Ooohhhh, Pak……jilat terus lubang pantat saya…..kocok terus….aaahhhh…..”desahku.
Sesekali Pak Hamzah memasukkan jari-jari tangannya yang gendut-gendut ke dalam lubang pantatku.
“Aahhh…..sakit, Pak.” teriakku pelan.
“Lubang pantatmu enak banget……..” kata Pak Hamzah sambil menjilat lubang pantatku dan sesekali dimasukkannya 2-3 jarinya dan digerakkannya keluar-masuk di lubang anusku.
“Oohhhh…….Pak…..sakit…..pelan-pelan.” desahku.
Mendengar desahku, Pak Hamzah mempercepat gerakan tangannya “menyodomi” anusku.
“Aaahhh….hhhh…….” teriakku.
Penisku juga dikocoknya kuat-kuat sehingga rasa perih dan nikmat bercampur jadi satu.
Waktu menunjukkan pukul 14.30, lalu Pak Hamzah menyuruh aku menduduki penisnya dan punggungku direbahkan di dadanya. Pak Hamzah mengerakkan pantatnya dan menyuruhku memompa pantatku. Tangan Pak Hamzah mengocok penisku dan tangan satunya memilin putingku.
Ooaahh……..hhhh……aaahhh…..oohhhh…..ssshhh…….pok….pok….pok……aaahhh…hhh………
Hampir satu jam aku main “kuda-kudaan”……………………
“Bapak mau keluar………oohhh……” teriak Pak Hamzah.
Kulepaskan penis Pak Hamzah dari anusku…..kumasukkan penis Pak Hamzah ke dalam mulutku.
Aaahhhh……crot…..croott…..crootttt…….peju Pak Hamzah memenuhi mulutku, banyak sekali peju yang dikeluarkan Pak Hamzah. Kucoba menelan semua peju itu…..kujilat dan kuisep terus penis Pak Hamzah dan kubiarkan hingga melemas di dalam mulutku.
Kukeluarkan penis itu dari mulutku, kini aku berdiri di hadapan Pak Hamzah. Pak Hamzah langsung memegang penisku dan dimasukkannya ke dalam mulutnya. Dikulumnya penisku kuat-kuat…kupegang kepala Pak Hamzah kuiring membuat gerakan maju-mundur.
“Yus udah mau keluar nih…..” kataku.
Kucabut penisku dari mulut Pak Hamzah….kukocok penisku di depan mulutnya; Dan……
“Aassshhhh……oohhhh……..” teriakku.
Dijilatnya air maniku yang muncrat mengenai bibir Pak Hamzah dan dijilatnya lubang kencingku yang masih mengeluarkan sperma.
“Gurih rasa peju kamu, Yus.” kata Pak Hamzah.
Akhirnya kami berdua duduk lemas lunglai tanpa busana sambil kusandarkan kepalaku di dada Pak Hamzah.
 
Sumberadit1972.blogspot.com/2012/07/cerigay-berkenalan-dengan-pak-polisi.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar