Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Selasa, 20 November 2012

Inserer: Dinas Luar

"Lagi bertugas mas?"
"Dinas luar..." jawaban pendek tegas dari seorang seorang anggota polisi, namanya tertera dibaju seragam coklat, Sumarjo. Anggota polisi yang satu ini sangat menarik perhatianku, mungkin juga menarik perhatian anda yang mempunyai selera yang sama, 
Betapa tidak, anak muda gagah tinggi berbadan segitiga abis man, dada bidang kekar dengan pinggang sangat ramping namun kokoh, berbaju seragam polisi sangat ketat ngepas ditubuhnya mencetak setiap tonjolan dan lekuk tubuh lelaki jantan perkasa. Wajahnya tegas dengan mata tajam rahang menonjol dan alamak sekitar bibirnya yang tipis dan dagunya berwarna kehijauan bekas cukuran, otot lengan atas gede ketat terbalut seragam demikian pula otot pahanya arrggh membuat aku hampir nggak tahan diri untuk segera menghambur keselangkangannya karena tonjolan kontol dan buah pelernya begitu menggoda gede menggunduk diantara dua paha kekar, nasibnya saja hanya menjadi prajurit di kepolisian kalau tongkrongannya bintang sinetron deh.
Waktu tertentu Marjo nongkrong di pos diperempatan jalan dekat rumah kostku sehingga sering sekali aku melihatnya berdiri gagah disana, mengawasi lalu lintas dan menjaga keamanan di jalan raya membuat aku mulai membuat perhitungan untuk suatu saat dapat menikmati kejantanannya lengkap dalam keadaan terbalut seragam polisi yang ketat, hmm... "!" kontol ngaceng seorang homo fetish
Larut malam, aku keluar dengan satu tujuan, mengisap sari pati kejantanan Marjo, polisi muda perkasa berbadan atletis, fresh from oven, ya dia baru saja menyelesaikan pendidikan prajurit polisinya. Menuju pos penjagaan dimana dia berada dan mulai melakukan trik seorang homo sejati, menatap dengan penuh nafsu terutama pada tonjolan kontolnya yang menggunduk gede itu, dua polisi temannya yang sebaya sedang bertugas, Marjo masih berada disana katanya dinas luar.
Ngobrol ngalor ngidul di pos penjagaan polisi, dari masalah ringan samapi masalah berat, dari masalah kejahatan sampai masalah politik, dan akhirnya sampai juga masalah fantasi seks... fantasinya straight murni, sangat horny bila melihat cewe seksi berkeringat membasahi kaos ketika olahraga, akh Marjo sering pura pura membuntuti berlari dibelakang mereka sambil memandangi cetakan keringat dikaos olahraga yang mereka pakai
"Kalo udah ngaceng berat gimana Jo?" tanyaku
"Ya biasa, paling juga ngloco"
"Pernah muncrat dicelana nggak ketika lagi membuntuti?" cecerku 
"Sering juga tuh"
"Asyik dong lari sambil muncrat, licin"
"Iya, kontol makin keras ngacengnya"
Tonjolan kontol Marjo tampak semakin membesar menggelembung aja mengisi penuh celana seragam ketatnya, beberapa kali mata kami beradu pandang dan gotcha...! dia menangkap isyarat seksual yang aku pancarkan. Aku permisi untuk masuk ke dalam kamar mandi pos penjagaan, kebelet kencing, kataku berpura pura. 
"Loe homo ya..."
"...???"
"Loe kira gue kagak tahu gelagat elo"
Pintu kamar mandi terbuka lebar karena tak dapat terkunci, dan ketika aku sedang kencing ternyata Marjo sudah berada dibelakangku dengan kontolnya yang gede ngaceng tegak keluar dari ritsleting celana ketat seragamnya
"Inikan yang elo mau, ayo cepat isep!" sambil mengelus daging buah pantatku yang putih mulus dia menarikku kearah tubuhnya. Akh aku berada dipelukan seorang polisi muda gagah perkasa, bau aroma jantan seorang lelaki segera menghampiri syaraf penciumanku dan setelah dia mencipok mulutku ala French Kiss yang dalam, kepalaku ditundukkannya kearah selangkangannya agar aku segera melaksanakan perintahnya untuk mengisep kontolnya yang gede ngaceng tegak berdiri hampir menyentuh kulit perutnya. Kepala kontolnya gede kaya cendawan merah keunguan dengan bulir pre cum berkilat diujung lobang kencing, aku kilik kilik dengan ujung lidahku persis kaya orang memakai penghapus karet ketika salah gambar, dia menggelinjang geli, tanganku meraba keatas menyelusuri otot perutnya yang berkotak kotak dan akhirnya mengusap dadanya yang bidang dengan otot dada yang menggelembung dan memilin milin pentilnya yang melenting sementara mulutku masih mengulum batang kontolnya, dia menggeliat penuh birahi... arrggh... kini Marjo mengentotin mulutku dengan kuat dan dalam irama tempo tinggi dia menghunjam hunjamkan kontolnya yang kaya pentungan itu kedalam mulutku dan terkadang sampai melampaui pangkal tenggorokanku
"Hnngghh... oh shit, entot yang kuat Jo, arrgghh entot yang dalam Jo, arrgghh... sshhh... kontol loe nge-joss banget Jo, arrgghh... sshhh... mmm"
dia segera menunjukkan betapa kuat dan perkasa kejantanannya, seorang polisi muda gagah tegap tinggi dengan hormon lelaki yang melimpah ruah minta segera dipuaskan dan crrooth... crrooth... crrooth... berkali kali dia mengejangkan tubuhnya dengan denyutan hebat berkali kali pula pejuhnya muncrat jauh kedalam tenggorokanku. Keringatnya bercucuran membasahi seragamnya, lengket abis kebadannya yang berbentuk segitiga itu... ahh.
Marjo berbaring memulihkan tenaga di dipan dalam pos penjagaan, aku mulai memijat tubuh kekarnya dia relaks membiarkan jari jemariku memijat bagian belakang tubuhnya masih terbalut seragamnya yang ketat ngepas kebadan dan basah berkeringat, turun kepinggang, daging buah pantatnya yang masih terbalut juga oleh celana seragam ketat ngepas dan sampai kebetisnya. Dia kini berbalik berbaring berhadapan muka denganku dan kontolnya yang tadinya masih terkulai keluar dari celana kini udah kembali lagi ngaceng tegak dengan gagah. Aku naik mengangkangi tubuhnya masih memijat Marjo, kepalanya, turun kebahu dan dadanya yang kekar, kancing bajunya aku buka dan memberikan sentuhan pijat erotik diotot dadanya yang menggelembung dan mengusap usap secara melingkar beraturan pada pentilnya yang item gede sampai dia kembali menggeliat keenakan dan shrieek Marjo merobek bagian pantat celana yang baru aku kenakan sehingga lobang pantatku terbuka siap dientot oleh kontolnya
"Arrggh... gue pengen entotin pantat loe" katanya
"Hmm..."
"Lonte homo anjing dudukin kontol gue, ayo cepetan" terengah engah dia perintahkan aku
"Hmm..."
Aku menunggangi kontolnya yang gede dan menggenggam batang kontolnya yang masih basah oleh keringat dan sisa ludah dan pejuh mengarahkannya masuk blesss... lobang pantatku diterobos kepala kontolnya yang super gede itu, aww... atiiit, aww... uueeenaak.
"Diem lo babi, jangan berisik, ntar gua hajar"
Dengan kontolnya yang tertancap dilobang pantatku aku melanjutkan pijatan pada tubuhnya yang ketat basah kuyup berkeringat, aku jilat, aku ciumi mesra, dan berbalik kearah kakinya masih dengan kontolnya dilobang pantatku aku memijat pahanya sampai ke ujung jari kakinya, dia mengelinjang lagi kegelian ketika jari kakinya aku jilat dan aku emut sehingga kontolnya menyodok nyodok mengaduk isi lobang pantatku mengikuti gerakan gelinjang Marjo. Seorang polisi berpakaian seragam lengkap menyodomiku di dalam pos penjagaan, akh... aku ngloco sambil tubuhku terlonjak lonjak akibat sodokan kontol Marjo yang semakin bringas sampai akhirnya aku muncrat membasahi dadanya yang bidang, kembali ceceran pejuhku didadanya aku jilat abis, sluurrph...
Marjo bangun dari posisi berbaring sambil tetap mempertahankan kontolnya yang gede panjang tetap tertancap didalam lobang pantatku dan kemudian bangkit sambil menggendong tubuhku masih dengan kontolnya tertancap dilobang anusku arrgghh... bukan main kuatnya polisi muda yang satu ini, tubuhku yang berbobot 60kg seakan tak berarti baginya, dia bangkit dengan tubuhku digendong tertancap kontol dipelukannya dan berjalan kearah pintu pos penjagaan
"Adi, Ujang, mau ngentot gak?"
dia memanggil kedua temannya dari ambang pintu pos penjagaan, dan malam itu sampai menjelang pagi mulut dan lobang pantatku babak belur dientot tiga orang polisi masih lengkap dengan seragamnya hanya kontol dan biji peler mereka yang keluar dari celana dan dada bidang berotot saja yang terbuka, entotan habis habisan berulang kali dengan berbagai macam gaya dan perutku kenyang menelan pejuh tiga orang polisi muda jantan gagah perkasa demikian pula rongga ususku sehingga ketika aku berjalan gontai pulang kekamar kost lelehan pejuh masih mengalir perlahan dari lobang pantat membasahi biji pelerku dan membentuk aliran pejuh di sepanjang pahaku, licin anget geli geli basah. Kontolku ngaceng lagi... "!" kontol ngaceng homo fetish
"Heh, homo! memek loe enak banget, sedotannya juga maut banget, besok kemari lagi ya"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar