Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Rabu, 03 Juli 2013

Intermezzo2: 5 Jam Bersama Polisiku

 Perjalanan selama lima jam menggunakan travel membuatku sangat lelah tetapi itu dulu sebelum kejadian pulang kampungku ketika aku bertemu dengan Briptu Harianto.
Sebagai seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di kota provinsi perjalanan semacam ini sudah sering aku lakukan apabila ingin pulang kampung untuk menjenguk Ayah dan ibu tiriku di desa. Aku memang beruntung bisa bersekolah di kota karena nilai rapor sekolahku yang selalu masuk peringkat lima besar ketika duduk di bangku SMU membuat aku tidak perlu susah payah untuk masuk ke PTN yang aku inginkan. Aku adalah seorang mahasiswa berusia 20 tahun dan sekarang sedang mencoba meniti harapan untuk bisa lulus sebagai Sarjana Ekonomi. Aku sudah semester 4. Namaku Tommy Septiawan, walaupun sebenarnya aku lahir di bulan April. Bayak yang menyangka kalau aku ini lahir dibulan September dan aku anggap itu adalah hal yang wajar karena memang nama belakangku Septiawan padahal nama Septiawan itu adalah nama mendiang kakekku.
Hidungku mancung, kulitku putih, rambutku lurus dan tertata rapi di tambah bodiku yang agak berotot, karena aku memang rutin berenang dan bermain futsal. Tinggiku 173 cm dengan berat 67 kg membuat aku menjadi pusat perhatian dan idaman bagi para cowok sakit dan cewek-cewek dikampus. Tapi sayang, aku adalah orang yang sangat sulit jatuh cinta bukan karena aku merasa paling keren sehingga harus mendapatkan pasangan yang setara juga, cakepnya, tetapi karena memang aku merasa belum mendapatkan sosok yang cocok aja. Mungkin diantara pembaca ada yang mau denganku? Promo dikit heheheh.. :)
Jarak antara kampus dengan daerah asalku sekitar 300 km dan butuh waktu sekitar 5 jam perjalanan untuk sampai kesana. Biasanya aku naik bus agar lebih lega namun karena bus dengan tujuan daerahku berangkatnya nanti malam maka aku putuskan untuk ikut travel saja yang berangkat pada pukul 6 petang. Setelah kami semua masuk kedalam mobil tersebut, sang sopir pun bergegas mamacu laju mobil untuk segera menuju ke kotaku.
“Sebentar ya, saya mau jemput penumpang dulu”, kata sang sopir.
Sudah biasa bagi penyedia jasa travel di daerahku untuk menjemput calon penumpang terlebih dulu sebelum menuju daerah tujuan.
Hari sudah mulai gelap dan gemerlap lampu penerang jalan sudah terang menyapa. Kami berhenti disalah satu gang untuk menjemput salah seorang penumpang.
“Sampean Mas Hari yang mau ke L******?”, tanya pak sopir pada salah seorang pria tampan berbaju kaos ketat hitam karena ngepas di tubuhnya yang berotot yang sedang duduk didepan sebuah konter pulsa.
“Iya betul”, jawabnya singkat sambil berdiri dan meggendong tas ransel.
Pria gagah itu pun masuk dan duduk di kursi paling belakang bersamaku. Ransel yang dia bawa dia letakkan dibawah kakinya. Dia menatapku sambil menebar sebuah senyuman menawan. Sungguh aku jadi salah tingkah dibuatnya.
Mobil itu pun akhirnya melaju dengan cepat menuju daerah tujuan kami.
“Mau kemana mas?”, tanya pria itu memecah keheningan diantara kami.
“Mau ke L******. Kalau mas sendiri?”.
“Sama aku juga mau kesana. Kebetulan aku bisa cuti beberapa hari makanya aku bisa pulang”.
“Memangnya mas asli L****** juga?”.
“Iya saya asli sana. Kamu kuliah atau kerja di sini?”.
“Aku kuliah Di ***** (nama sebuah PTN) mas. Kalau mas kerja ya?”.
“Saya dinas disini”.
Sudah aku duga bahwa pria gagah ini pasti anggota polisi atau tentara yang sedang dinas di kota ini. Namun melihat dari potongan tambutnya yang tidak terlalu pendek seperti tentara sepertinya dia seorang Polisi. “Mas polisi ya?”.
“Iya betul. Nama saya Hari. Tepatnya Harianto. kamu?”. Dia menjulurkan tangan untuk berkenalan.
“Saya Tommy mas”. Aku menyambut tangan mas Hari.
Kami pun semakin akrab dan saling bercerita tentang kami masing-masing. Dia ternyata masih muda. Usianya baru 24 tahun dan tentu saja body dan tingginya membuat siapa saja langsung jatuh cinta padanya apalagi dia seorang polisi. Dia juga orang yang menyenangkan dan enak diajak ngobrol. Aku jadi cepat akrab dengannya.
Namun tanpa dia ketahui bahwa ternyata aku langsung suka pada mas Hari sejak pertama aku melihatnya didepan gang tadi. Jantungku jadi semakin berdegup kencang ketika dia menatapku sambil berbincang-bincang. Tak terasa jam di handphone-ku sudah menunjukkan pukul 07.06 pm. Pak sopir membelokkan mobil yang kami tumpangi kesebuah rumah makan di pinggir jalan untuk sekedar mengisi perut.
“Kamu nggak turun Tom?”, tanya mas Hari.
“Nggak mas, aku sudah makan di kos tadi”, jawabku.
Semua penumpang dan sopir sudah keluar mobil untuk menuju rumah makan kecuali aku dan mas Hari.
“Kalau mas sendiri kenapa nggak makan?”.
“Aku juga sudah makan tadi sebelum berangkat”.
Kami diam sejenak didalam mobil yang gelap karena tidak dihidupkan lampu penerang oleh pak sopir.
“AC nya dingin ya. Mana aku nggak bawa jaket tadi”, ucap mas Hari sambil melipat tangannya kedada bidangnya.
“Iya nih mas”, jawabku sekenanya.
Tiba-tiba dia mendekat kearahku seolah-olah berusaha meredam dinginnya suhu yang menerpa tubuhnya. Semakin lama tubuh mas Hari semakin mepet ke aku dan tentu saja aku anggap itu merupakan sebuah tindakan yang wajar untuk dia yang kedinginan. Namun seketika jantungku seolah-olah berhenti berdetak ketika sebuah bibir hangat tiba-tiba mengecup bibirku. Aku terdiam dan seolah-olah menerima ciuman mendadak dari mas Hari. Bibirku terasa kelu dan kaku sehingga aku hanya bisa menikmati sapuan dan sedotan lembut dari bibir mas Hari pada bibirku. Tangannya yang berotot langsung memeluk tubuhku dan menuntunku untuk mendekat kearahnya. Entah mengapa aku mulai merasakan kehangatan yang memang aku butuhkan selama ini. Hangatnya tubuh dan ciuman mesra mas Hari seolah-olah jaket bulu terbaik yang pernah aku kenakan. Rahangnya yang macho menuntun jemariku untuk segera membelainya. Aku tidak bisa menahan hasrat lebih lama lagi. Di satu sisi aku takut kalau para penumpang dan sopir kembali masuk kedalam mobil namun disisi lain aku juga tidak peduli apa-apa lagi selain menikmati ciuman dari bibir manis mas Hari.
Plop!!
“Mas, sudah dulu ya. Aku takut kalau para penumpang kembali. Nanti kita ketahuan”. Aku mendorong tubuh mas Hari agar sedikit menjauh dariku.
“Kamu nggak suka ya Tom?”. Tanya mas Hari dengan wajah yang agak kecewa.
Aku menjadi tidak enak menolak mas Hari apalagi mas Hari adalah tipe cowok idaman ku banget. Maka aku berinisiatif untuk mencium pipinya sambil berkata, “Nanti aja ya mas pas di jalan. Kita kan di belakang jadi nggak bakalan ketahuan”.
Mas Hari tersenyum dan kemudian balik mencium pipi kananku. “Muaaahhhhhh… iya sayang”.
Tak berapa lama para penumpang dan sopir pun kembali ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan.
Malam semakin larut dan udara diluar sana semakin dingin. Dua orang penumpang di bangku depan kami tampaknya sudah mulai tertidur karena memang jam sudah menujuk pukul 09.10 pm maklum saja perjalanan masih tersisa setengahnya lagi jadi lebih baik tidur dari pada harus terjaga dan duduk menunggu hingga tiba di tempat tujuan.
“Sttt… Tom… “, mas Hari memberi kode kepadaku. Dia mencolek pahaku agar aku melihat kearahnya. Ternyata mas Hari sudah membuka resleting celana jeans ketatnya dan dia juga sudah mengeluarkan terong besar miliknya yang ternyata sudah mulai tegang.
Aku tercengang melihat ukuran kontol polisi muda itu. Kontolnya agak bengkok keatas dan besarnya hampir sepergelangan tanganku. Warnanya coklat tua dengan kepala yang sudah mengkilap akibat precum. Kepalanya besar dan disunat. Panjangnya sekitar satu jengkal tanganku.
“Isepin punya mas dong sayang”, bisik mas Hari dikupingku.
Aku menatap matanya sejenak sebelum… Hap! Bagai ikan mematuk umpan, aku langsung menyergap kontol polisi itu dan melahapnya. Mulutku terbuka lebar dan dengan perlahan aku mencoba memasukkan kontol tersebut sedalam mungkin pada rongga mulutku. aku pikir cukup setengahnya saja yang masuk karena kalau dipaksa aku takut aku akan tersedak dan muntah. Tetapi ternyata mas Hari ingin lebih, tanpa aku duga dia menekan bagian belakang kepalaku sehingga kontol gede nya masuk sampai kepangkal tenggorokanku.
“Uhuk! Uhuk! Uekkkss!!! Khuk!! Plop!!”. Aku menarik kepalaku dari kontol mas Hari secepat mungkin sebelum aku kehabisan nafas. Kontol kuda itu seketika lepas dari dalam mulutku dan mas Hari hanya tersenyum menatapku.
Aku hampir muntah dibuatnya bahkan mataku tampak berkaca-kaca menahan sodokan kontol polisi itu didalam tenggorokanku.
“Kenapa sayang? Enak kan?”. Dia mengelus kepalaku dengan lembut.
“Pelan-pelan dong mas…”. Aku menyeka air mataku.
“Ya sudah, sekarang terserah kamu aja mau di apain ini punyaku”. Dia menggenggam kontol super nya dan mengarahkan bibirku untuk kembali mengulumnya.
Aku bersedia saja memuaskan nafsu polisi itu dan akhirnya aku memulai kembali aksiku untuk mengulum kontol gede milik mas Hari. Pertama-tama aku kocok menggunakan tangan kananku secara perlahan kemudian aku jilati kepalanya seperti menjilati es krim coklat kesukaanku. Aku putar-putar lidahku di kepala kontolnya sambil aku gelitiki lubang kencingnya yang terus mengeluarkan precum menggunakan ujung lidahku. Aku ludahi kepala kontol mas Hari lalu aku sapukan seluruh ludahku ke kepala kontol polisi gagah itu sambil sesekali aku emut kepalanya yang besar dan berwarna ungu. Aku kenyot perlahan-lahan kepalanya seperti seorang bayi yang sedang kehausan ingin minum dari susu ibunya.
Mas hari terpejam kenikmatan dengan mulut menganga sambil sesekali mengusap kepalaku dengan mesra. Terkadang dia juga menyodokkan kontolnya kedalam mulutku tetapi kali ini tidak sampai terlalu dalam.
Aku buka lubang kencing mas Hari kemudian aku ludahi lalu kembali aku sedot kencang-kencang untuk kembali mendapatkan air ludahku. Aku benar-benar menikmati rasa dan aroma khas kontol mas Hari. ukuran kontolnya memang sangat mempesona dan begitu hangat didalam rongga mulutku. aku masukkan setengah kontol mas Hari kedalam mulutku kemudian aku mulai menaik turunkan kepalaku untuk mencoba memberikan servis oral terbaikku pada kontol pria. Meskipun ukuran kontol mas Hari cukup besar tetapi itu tidak menghentikan aksiku untuk memuaskannya. Aku tidak peduli jika penumpang didepanku terbangun dan melihatku sedang mengulum kontol polisi itu. Aku sudah kepalang tanggung dan rasanya sudah tidak bisa berhenti lagi. kontol dibalik celana jeansku mulai terasa sesak namun aku tidak ingin menyentuhnya. Aku pikir jika mas Hari puas dengan isapan mulutku di kontolnya maka aku akan merasa puas juga. Aku juga senang jika mas Hari mau menjadi pacarku jika kami sudah sampai di tempat tujuan kami nanti. Aku genggam kontol polisi itu dengan agak kencang kemudian tanganku beralih ke buah zakarnya untuk mencari mainan baru yang lebih menyenangkan. Aku suka jembut mas Hari yang tumbuh subur di sekitar buah zakar dan kontolnya. Terasa penuh buah zakar yang aku pegang dan aku tarik-tarik itu. Sepertinya pejuh polisi ini sudah lama tidak dimuncratkan. Mengetahui hal itu aku sangat kegirangan dan semakin tidak sabar merasakan nikmatnya pejuh dari seorang polisi gagah membanjiri perutku sekaligus menjadi cemilan malamku ini. aku semakin giat mengulum kontol gede polisi itu dan tentu saja semakin membuat mas Hari belingsatan menahan nikmat yang teramat sangat nikmat. Aku isap kencang-kencang kepala kontolnya kemudian secara perlahan kembali aku mencoba memasukkan batang kontol mas Hari hingga kepangkalnya. Aku benar-benar ingin memuaskannya malam ini walaupun jika aku harus menyerahkan keperjakaan lubangku pada kontol gede polisi ini. aku tarik kepalaku sambil mengambil nafas dalam-dalam kemudian kembali memasukkan kontol mas Hari sedalam-dalamnya kerongga mulutku. aku bisa merasakan kekerasan kontol polisi itu dan betapa hangatnya benda itu. Aku melepas isapanku pada kontol mas Hari kemudian aku gigit kecil bagian bawah kontol gede polisi itu sambil sesekali aku jilati layaknya es krim. Ketika lidahku sudah naik dan menyentuh sekat antara kepala kontol dan batang kontol mas Hari, aku gerakkan lidahku memutari bagian topi bajanya lalu sesaat kemudian aku kembali memasukkan kontol mas Hari dan mempercepat gerakan turun naik kepalaku. Kontol mas Hari sudah sangat basah oleh air ludahku bahkan saking basahnya kontol kuda sang polisi itu terlihat mengkilap jika sesekali terkena paparan cahaya lampu dari mobil atau motor yang kebetulan lewat berselisihan.
Aku duduk sejenak menyandarkan tubuhku dan menghentikan aktifitas sedotanku pada kontol mas Hari. aku berusaha menghela nafas sejanak karena aku benar-benar kewalahan melayani nafsu sang Polisi gagah itu. Aku bersandar dibahu kokoh mas Hari kemudian tanpa aku minta mas Hari mengarahkan bibirnya kebibirku sehingga kami kembali berciuman dengan ganasnya. Kami benar-benar tidak peduli dengan keadaan sekitar. Padahal didepan kami ada dua orang penumpang yang tertidur.
Mas Hari melepas ciumannya dibibirku kemudian kembali mengocok kontolnya dan tangannya yang satu lagi dia gunakan untuk menuntun kepalaku kembali menyedot kontol super enaknya yang bisa bikin aku mabuk kepayang.
Tentu saja aku tidak menolak dan dengan segera kembali aku isap sekuat tenaga dengan harapan agar kontol sang polisi tampan itu segera mengeluarkan sperma kental dan gurihnya didalam mulutku. aku sungguh-sungguh penasaran dengan rasa pejuh dari polisi gagah setinggi 175 cm itu. Aku benar-benar tidak sabar mengecap setiap mili air pejuh yang keluar dari kontol mas Hari. membayangkannya saja aku sudah merasa senang apalagi kalau sampai hal itu benar-bear terjadi. Pokoknya aku berharap saja kontol super milik mas Hari itu segera memuntahkan pejuhnya sebelum mobil kami sampai ditempat tujuan.
Namun ketika sedang giat-giatnya aku mengenyot kontol mas Hari tiba-tiba mobil kami berhenti mendadak. Aku buru-buru menarik kepalaku dan menghentikan isapan mulutku pada kontol polisi Hari.
“Ya mas, kami turun disini saja”, kata seorang pria dewasa yang duduk di samping sopir. “Bu. Nila. Bangun… kita sudah sampai…”. Dia membangunkan istri dan anaknya yang masih tampak tertidur pulas di kursi mobil didepan kami.
“Hmmmpppp….”, anaknya mulai bangun.
Setelah istri dari laki-laki itu bangun, mereka bertiga pun langsung keluar dari mobil sehingga sekarang tinggal aku bersama mas Hari dan pak Sopir.
“Mas-mas di belakang tidur ya??”, tanya sopir yang mulai melanjutkan perjalanan.
“Tiduran saja bang sambil menikmati hangatnya malam”, sahut mas Hari.
“Ya sudah. Mungkin sepertiga perjalanan lagi kita akan sampai”, sahut sang sopir.
Setelah suasana semakin mendukung, mas Hari mulai memintaku melayani kontolnya lagi namun kali ini permintaannya membuat aku ragu bisa melakukannya. Dia memintaku untuk menduduki kontol gede nya. Tentu saja aku kaget karena bagaimana bisa aku menahan sakit tanpa suara kalau dia sedang menusukku dari belakang. Lagi pula lubang anusku masih perjaka sehingga aku semakin ciut bisa menahan sakitnya diperjakai kontol segede milik mas Hari.
“Mau ya sayang… Mas susah keluarnya sebelum ngentot kamu. Kamu mau kan? Mau yah?”, rayu mas Hari.
Dia memeluk pinggangku. Walaupun aku agak takut dan ragu, aku akhirnya menganggukkan kepala tanda aku juga mau melakukannya. Maka dengan penuh semangat, mas Hari mengangkat tubuhku dan mendudukkan aku tepat diselangkangannya. Aku benar-benar gemetaran merasakan kerasnya kontol mas hari yang sudah meronta-ronta menyentuh bagian belahan pantatku yang masih terbungkus celana jeans.
“Mas… kalau ketahuan sopir gimana?”, tanyaku.
“Tenang aja sayang… mas pelan-pelan kok. Mas pelorotin celana kamu ya?”. Mas Hari mulai membuka resleting celanaku lalu kemudian membuka pengaitnya dan langsung mempeloroti celana bagian belakangku beserta CD nya. Seketika pantat gempalku terbuka dan begitu menantang kontol mas Hari untuk segera memperjakainya. Dia mulai meludahi telapak tangannya dan menyapukan ludah kental itu kelubang duburku. Beberapa kali dia ulangi kegiatan itu sampai aku merasakan lubangku telah becek oleh air ludah mas Hari.
“Sekarang ya sayang? Kalau sakit dikit ditahan ya… jangan sampai bersuara”, pinta mas Hari.
Dengan segera mas Hari mulai mengarahkan kepala kontolnya masuk kedalam lubang anusku. Beberapa kali dia coba menusukkan kontolnya namun masih belum berhasil. Namun dia terus berusaha hingga sampai pada percobaan keenam, kepala kontol mas Hari mulai terasa merobek lubang anusku.
“Auhhh…”, desahku pelan menahan sakit.
“Jangan bersuara sayang. Tahan….”.
“Sakit mas…. Auhhh…”.
Karena dia takut aku mengeluarkan suara, akhirnya dia mengarahkan wajahku untuk melakukan adegan ciuman untuk sedikit meredam suara. Ternyata ciuman itu dikhususkan untuk menahan suaraku karena mas Hari tiba-tiba dengan ganasnya menghujamkan kontolnya sedalam-dalamnya keliang anusku. Aku sungguh tidak bisa menahan rasa sakitku dan berusaha berteriak namun suaraku tertahan dirongga mulut mas Hari. air mataku mengalir dengan derasnya seperti tidak terbendung lagi oleh kelopak mataku ini. aku benar-benar merasa terbakar di lubang anusku. Rasanya sangat sakit dan ngilu sekali. Anusku seperti ditusuk oleh pemukul base ball. Mas Hari membenamkan kontol gedenya tanpa berusaha menggenjotnya. Tampaknya dia ingin aku menerima kehangatan kontolnya terlebih dahulu dan berusaha membuat aku rileks. Ketika aku mulai bisa menenangkan diriku, mas Hari melepas ciuman bibirnya dan mulai memintaku menarik pantatku agar kontolnya keluar dari dalam anusku. Aku tarik perlahan-lahan sambil menahan rasa ngilu yang teramat sangat. Namun ketika tersisa kepala kontol mas Hari yang akan keluar dari lubang anusku, Polisi itu langsung menghentakkan kontolnya sedalam mungkin di anusku.
“Argggghhhhh!!!!! Awww!!!”, erangan sakitku tidak dapat aku tahan lagi sehingga membuat pak sopir kaget dan menghantikan laju mobilnya secara mendadak.
Sang sopir menyalakan lampu didalam moobilnya. “Ada apa mas?”.
“Nggak pak, mas Hari ini terlalu keras memijat aku. Aku kemasukan angin pak jadi aku suruh mas Hari mengurut punggungku”.
Sang sopir agak aneh melihat posisiku yang terlihat duduk di pangkuan mas Hari. kami juga dalam keadaan berkeringat padahal didalam mobil AC nya sudah sangat dingin.
“Bener nggak apa-apa nih?”, tanya sang sopir memastikan.
“Iya bang, lanjut jalan aja”, pinta mas Hari. “Lampunya tolong dimatikan lagi. silau”.
Pak sopir kembali melanjutkan perjalanan setelah mematikan lampu didalam mobil.
Kembali mas Hari mencoba memintaku menurun naikkan pinggul untuk menelan kontol besarnya kedalam lubang anus perjakaku. Meskipun sakit, aku terus mencoba mendapatkan kenikmatan dan sensasi yang baru pertama kali aku rasakan ini. awalnya memang perih dan sakit sekali tetapi entah mengapa semakin lama, aku merasakan ada yang aneh dalam diriku. Aku menikmati kekerasan kontol polisi yang sedang mengentoti anusku tersebut. Rasanya benar-benar enak sekali. Aku tidak bisa melukiskannya dengan kata-kata. Karena aku sungguh seperti terbang kelangit ketujuh dengan mengendarai kontol kuda milik polisi gagah bernama Hari ini. tidak aku sangka kini gerakkan pinggulku semakin cepat menelan kontol mas Hari. turun-naik-turun-naik-turun… ohhhh enak banget… aku merem melek dibuatnya. Sungguh enak sekali kalau anus dimasukin kontol segede milik mas Hari. aku rasanya tidak ingin cepat-cepat perjalanan ini sampai dan mengakhiri persenggamaan ini.
Tidak terasa aku mengerang dan mendesah seperti tidak adasopir didepanku. “Ahhhh… ouhhhh… ohhh… auhhh… shhhiittttt… ahhhhh… ahhhh… aw…. Ahhh.. ahhh… ahhhh… ahhh… aduhhhh… ahhhh….”.
Pak sopir terlihat mengarahkan spion didalam mobil untuk melihat aktifitas kami di belakang.
“Argghhhh.. enak sayang… lubang kamu enak banget.. ahhhh… kencengin sayang… ah… kaya gituh lagihh… ahhhh… ahhh… ahhh…”. Mas Hari juga tidak bisa menahan untuk tidak bersuara.
 Kami benar-benar sudah tidak bisa mengontrol diri lagi. kami benar-benardikuasai oleh nafsu birahi.
“Mas… Kontolmu enak banget. Gede ahhh… rojok anusku dalem-dalem mas… ahhhh lagih….”.
“Iya sayang.. kayak gini kan? Hah!!?? Hah?? Ahhhhh”.
Mas Hari menekan kontolnya sampai semua bantang kontol polisi itu amblas tertelan lubang duburku.
Pak sopir tiba-tiba membelokkan mobilnya ke sebuah gang kecil yang sepi dari kehidupan manusia, saat itu kami berada di sebuah daerah sepi yang jauh dari pemukiman penduduk. Sang sopir menghentikan mobilnya dan menyalakan lampu.
“Pak… kok dinyalain… ahhhh… ahhhhh… uhhhh aw…”, tanyaku pada pak sopir sambil terus dituduk mas Hari.
Aku paham kalian sedang ngentot. Dari pada kalian nggak total mainnya gara-gara saya memacu mobil terus mending kalian ngentot disini. Disinikan sepi. Nikmatin ya… saya mau ngerokok dulu”. sang sopir mengambil sebatang rokok dari sakunya lalu menyalakannya kemudian dia mulai merokok.
“Banghhhh kamih boleh kan pindah tempat dikursi tengah sini? soalnya disini penuh dengan barang-barang kamihh.. ahhhh… ssshhhiiittttt…”, tanya mas Hari.
“pakai aja, anggap aja saya tidak ada”.
Mas Hai langsung menggendong ku dan langsung menyetel kursi tengah untuk bisa kami lewati kemudian kamipun tanpa sungkan melucuti semua pakaian hingga telanjang bulat. Tubuh kekar kami berdua begitu sempurna ditambah lagi sekarang aku berhadapan dengan mas Hari. aku segera memacu lubang anusku untuk memeras kontol mas Hari.
“Arggghhhh… enak sayang.. ahhhh… arggghhhh”.
Sang sopir terlihat gelisah dan akhirnya menonton live show persenggamaan kami yang kian memanas. Si sopir terlihat sangat terangsang sekali menyaksikan adegan ngentot kami. Itu terlihat dari tangannya yang mulai sibuk mengocok kontolnya.
“Bang… enak lho bang… ngentot Tommy yang masih perjaka inihhh ohhh… sempit banget dari pada memek…. Ahhh…”, goda mas Hari pada si sopir.
Si sopir tdaik menjawab.
“Argggghhh….”. kontol mas Hari terasa berkedut tubuhnya mengejang dan beberapa saat kemudian…
Crrrooottt…crooottt.. crooottt.. crooottt.. crooottt.. ccccroootttttt.. ccccroooootttttt.. crooottt.. crooottt.. crooottt.. ccccrrrrrooottt.. croootttttttt… tumpah ruah lah sperma mas Hari keluar dari lubang kencingnya dan langsung memenuhi liang pembuanganku. Mas Hari masih terus saja mengentoti anusku seolah-olah kontolnya tidak capek ataupun loyo setelah menyemprotkan bermili-mili sperma kedalam anusku. Sebagian sperma mas Hari terasa meleleh keluar dari anusku dan menetes ke bawah, untunglah tadi mas Hari sudah mengalasi kursi mobil tersebut dengan celananya sehingga sperma yang jatuh tidak mengotori sofa mobil.
“ARRHHHHHH..,.. ARGGGHHHH!!! AHHHH… HOST….HOST”…
PLOP! Mas Hari melepaskan kontolnya yang masih berlumuran pejuh. “Ejan sayang. Biar pejuhku keluar dari anusmu…”.
“Ihhhhh… iihhhhhh…”, aku mengejan dengan di bantu mas Hari untuk membuka lubang anusku menggunkan kedua tangannya. Pejuh mas Hari muncrat dari dalam anusku dan langsung melumuri kontol gedenya yang mulai loyo.
“Isep dong sayang…. Bersihin kontol mas…”.
Aku pun menuruti permintaan mas Hari. aku jongkok didepan kontol polisi gagah itu kemudian mulai mencelemoti dan menjilati setiap titik sperma yang tumpah dikontol maupun di celana mas Hari hingga semuanya bersih dan masuk kedalam perutku.
“Terimakasih sayang…. Kamu benar-benar hot! Aku sayang kamu”.
“Gila! Aku ngaceng berat gini. Kamu harus bertanggung jawab. Pokoknya kamu harus bersedia aku entot kayak tadi. Ayo cepat gantian. Sekarang giliranku”. Sang sopir tiba-tiba meminta Tommy untuk bersedia dia entot. Kontol sang sopir ternyata lebih panjang dari kontol mas Hari tetapi tidak lebih besar. Mas Hari menyingkir sebentar dan membiarkan aku melayani nafsu sang sopir…


BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MELANJUTKAN CERITA INI SEBEBAS MUNGKIN MENURUT VERSI KALIAN SILAHKAN KIRIM EMAIL KE >>>dimas_arbayu@yahoo.com<<< BAGI 5 CERITA TERASIK, TERHOT, TERBAIK AKAN DI POST KE BLOG INI!!! DI TUNGGU YA PARTISIPASINYA…

9 komentar:

  1. bagi dong kenikmatannya minta no. hp. nya

    BalasHapus
    Balasan
  2. 0838 7619 4127
    mangga dicobian agan2

    BalasHapus
  3. 227a70d0
    Carikan perwira akpol ya

    BalasHapus
  4. 082367337104,mau cr polisi yg mau ml ma gw....n kl bs yg mau jd pacar gw

    BalasHapus
  5. ngaceng nih gw baca cerita ini, yg manly n macho entotin gw donk

    25A3F526

    BalasHapus
  6. pengen nih.... wat yang di jatim khususnya kota ijo royo royo invite ya 73FAOF16

    BalasHapus
  7. aku ingin sih punya pacar polisi atau teman kerja Polisi...
    Cuma aku tinggal di manado...
    Ah kayaknya Aku berpasangan Rambo dan Jin Kazama aja atau Cerita American Ninja 1 - American Ninja 4 aja..
    ini no hp ku 085340310777...,klu ada polisi yang usia muda yang mau jadi temanku, langsung aja berkenalan dengan aku ya.....
    Please CALL ME.....
    Tapi tak apa suasananya cukup memikat...

    BalasHapus