Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Minggu, 07 Juli 2013

Inserer: SEMALAM BERSAMA POLISI GANTENG

::::BEGINS:::

Waktu sudah menunjukan jam 12 siang.. Saat nya istirahat nih.. Namaku Arul. Usiaku saat ini 16 tahun.. Dan saat ini aku duduk di kelas 2 SMK yang cukup terkenal di kota Pandeglang-Banten.. O ia.. Sekarang aku sedang berada di kota serang.. Aku sedang menjalani PRAKERIN KERJA.. Karena setiap siswa kelas 2 smk di wajibkan melakukan prakerin sebelum naik ke kelas 3. Aku prakerin di sebuah perusaan mobil yang cukup besar dan terkenal di kota serang.. Tapi tentu saja disana aku tidak bekerja sebagai montir atau jadi tukang sapu doang.. Lebih tepatnya disana aku menjadi costumer service.. Dan tak sering banyak teman temanku juga yang menjailiku dengan mentelephone dan mengaku sebagai pembeli mobi...

Aku keluar dari kantor.. Dan langsung ku ambil motor beat ku berwarna hitam.. dan akan pergi ke masjid agung untuk melakukan sholat dzuhur berjamaah.. Ya biar gini gini aku orangnya taat ibadah.. Hehe.. Jarak dari tempat prakerin ke masjid agung kira2 hanya 300 meter.. Ya tidak terlalu jauh.. Tapi bakalan sangat jauh jika kesananya hanya jalan kaki.. Tapi baru beberapa meter motorku berjalan.. Tiba tiba seorang polisi lalu lintas menghentikan motorku.. Dan aku pun di iring ke sebuah posnya yang tak jauh dari situ... Aku heran kenapa aku di tilang ya.. Padahal biasanya aku ke mesjid gak pernah di tilang.. fikirku..

"maaf pak... Kenapa saya di tilang.??" kataku pada polisi yang tubuhnya atletis itu.. Rambutnya ikal.. Kulitnya putih bersih.. Badanya tinggi dan matanya sipit pokonya perfect banget deh.....

"kenapa..??? Kamu gak sadar kesalahmu apa..??"
Kata polisi itu dengan suara bas nya..

"enggak pak..???" kataku menggelenkang kepala...

"kenapa gak pake helem.??" sambung polisi ganteng itu..

ohh.. Ia aku baru sadar.. helem ku tertinggal di loker... Tapi biasanya kalo aku ke istirahat dan cuma kemasjid aku gak pernah pake helem... Dan gak pernah di tilang kok.. Apalagi tujuanku baik kan.. Untuk ibadah.. Dan jarak masjid dari tempat prakerinku gak terlalu jauh ko...

"maaf ya pak.. Saya bukan pulang sekolah pak.. Saya sedang melakukan prakerin di ***** dan ini jam istirahat.. dan saya cuma mau ke masjid untuk sholat pak...." kataku menjelaskan..

"saya gak tanya... Kamu pulang sekolah atau sedang prakerin.. Yang jelas kamu sudah melakukan pelanggaran lalu lintas.." kata polisi ganteng itu... 

Gila ya.. Itu polisi.. jutek amat sih... Lagi pula aku baru liat deh polisi yang satu ini.. karena setiap hari aku lewat jalan dan poss nya ini.. Tapi aku tak pernah bertemu denganya...

"maaf pak.. Tapi kan jarak dari tempat saya prakerin ke masjid tidak jauh pak.. Biasanya tiap hari jika saya mau ke masjdi saya lewat jalan ini dan tidak mengenaka helem.. Dan belum pernah di tilang..." kataku membela diriku sendiri...

"jauh dekat sama saja.. Kalau kecelakaan gimana... Dan kalo dekat kenapa kamu pakai motor kenapa kamu tidak jalan kaki..." kata polisi itu...

Ampun deh.. Ini polisi.. Keras kepala banget sih..

"yasudah pak.. mau bapak apa sekarang.?? Apa saya harus bayar uang tilang sama bapak..." kataku kesel pada polisi ganteng itu.. Tapi ia malah melototiku.. Sebenarnya dengan dia melotot aku tidak takut orang matanya sipit.. walaupun ia melotot matanya tetep aja sipit.. Hehe
"Kamu saya tahan.. Ikut saya ke kantor.." kata polisi ganteng itu..

Apa yang benar saja.. Hanya tidak mengenakan helem.. Aku di tahan... Gila nih polisi.. Apalagi aku cuma mau ke masjid mana jaraknya gak jauh jauh amat lagi...

"apa.. Yang benar saja pak..?? Ko di tahan.???"

"jangan banyak bicara man kunci motor kamu.??"

"buat apa....???"

"kamu naik motor saya..."

"terus motor saya gimana.??"

"nanti teman saya yang mengambilnya.." aduh.. Celaka nih kalo sampe karyawan dan atasan prakerinku tahu jika aku berurusan dengan polisi bisa bisa aku gak boleh prakerin di situ lagi... Lagi pula ini polisi aneh aneh aja cuma gak bawa helem suruh ikut ke kantornya segala.. Lagi pula jika harus di tilang bayar yang 100 rb juga beres... Ini kenapa harus di bawa ke kantor segala.

"cepet naik...." perintah polisi ganteng itu... Untuk aku segera naik di motornya itu.. Motornya sangat gede.. Tapi aku tidak tahu apa mereknya.. Dan biasanya motor ini lebih banyak di gunakan oleh polisi polisi saja...

Aku pun naik ke atas motor polisi itu.. Sementara kunci motorku sudah berada di tanganya...

Aku gak ngerti ini.. Dia ini polisi apa bukan.?? Kok naik motornya ngebut sih.. Aku aja hampir jatuh..

"pegangan..." kata polisi ganteng itu.. Aku pura pura tak mendengar ucapan polisi ganteng itu dan mengabaikanya.. Tapi polisi itu mempercepat motornya.. Terpaksa aku berpegangan pada polisi ganteng itu.. Dan baru kali ini aku memeluk seorang polisi.. ya walaupun hanya dari belakang..

* * * *

Sesampai di kantornya.. Aku langsung di integrasi oleh polisi ganteng itu.. ia menanyakan alamatku.. Sekolahku.. Alamat orang tuaku.. Nama ayahku. Tlp ayahku dan ibuku... Sebenarnya aku takut jika polisi ini mentelphone pihak prakerin dan pihak sekolah bisa bisa namaku jadi jelek...

"usiamu berapa.??" kata polis ganteng itu.. Tiba tiba aku jadi kaget mendengar pertanyaan polisi ganteng yang satu ini....

"untuk apa.??" kataku.. Tapi lagi lagi polisi genteng itu melototiku dengan mata sipitnya...

"19 tahun.." kataku..

"Rekan saya sudah mentelephone orang tua mu.. Dan kamu akan bebas jika orang tuamu yang menjemput kamu kesini...!!" jelas polisi ganteng itu..

"apa.... Orang tua saya.?? Tapi saya kan harus prakerin lagi pak.. Lagi pula orang tua saya jauh di pandeglang dan daerahnya agak terpencil...." kataku panik.. Tapi polisi ganteng itu tak menghiraukanya...

"jadi saya harus masuk sel penjara pak..???" kataku pasrah...

"jelas tidak.... Kamu hanya saya tahan. Dan cukup duduk manis disini.. Dan jika orang tuamu datang menjemputmu.. Kamu sudah bisa pulang. Mudahkan.."
Kata polisi ganteng itu.. Aku menatap mata polisi ganteng itu... Ya.. Dia memang ganteng.. Tapi sifatnya yang aku gak suka...
Sudah 3 jam aku duduk di kursi ini.. Menunggu orang tuaku menjemput aku.. Tanpa hp pula.. karena hp ku ikut di sita oleh polisi ganteng itu.. Aneh.. Cuma gak pake helem.. Kenapa bisa sampe rumit seperti ini....

sekitar jam setengah 4 sore.. Polisi ganteng itu menghampiriku...

"telephone... Dari ibumu" kata polisi ganteng itu sambil menyerahkan ponselku...

"hallo... Bu...!!"

"hall arul....."

"ia bu..."

"kenapa rul.?? Kok bisa berurusan sama polisi.. Kamu buat masalah apa rul..??" 

"enggak ko bu.. Cuma gak pake helem doang waktu mau ke masjid tapi..." aku tak melanjutkan kata kataku.. Karena polisi ganteng itu berdiri di sebalahku.. Dan sepertinya ia memperhatikan bibirku berbicara...

"tapi apa rul.." suara ibu dari telephone...

"gak papa.. Bu.. Ya arul kena tilang gara gara gak pake helem... Ibu sore ini jemput arul kan..??"

"aduh nak.. Gak bisa rul... Paling besok pagi ibu bisa kesana.."

"yah ibu.. Jadi arul harus nginep di kantor polisi..??? Ia bu.."

"ya mau gimana lagi rul... Ibu percaya polisi itu baik ko.. Dan kamu tidak akan apa apakan.. Jadi jangan takut"

"yaudah...."

"hati hati disana ya..." kata ibu mengakhiri percakapan...
------

"ibu saya besok pagi baru menjemput saya..." kataku pada polisi ganteng itu ketika aku menyerahkan ponselku kembali...

"yasudah.. Malam ini kamu menginap disini...." 

Aku diam...

"ikut saya....!!" ajak polisi itu..

"kemana.....??" kataku.. Tapi lagi lagi.. Dia melotot lagi.. Padahal percuma saja... Wajahnya itu gak ada tampang seremnya.. Cuma suaranya aja yang keliatanya sangar banget.

Aku berjalan mengikuti arah kaki polisi ganteng itu.. Aku naik ke atas melewati beberapa kamar.. Rupanya disini banyak kamar untuk para polisi.. tapi banyak kamar yang kosong.. Karena biasanya kamar disini hanya di pakai oleh polisi yang mempunyai jadwal tugas malam...

polisi ganteng itu berhenti.. Dan membuka sebuah pintu kamar.. Polisi itu masuk duluan sementara aku masih berdiri diam saja di balik pintu..

"kenapa berdiri.. Masuk..!!" perintah polisi ganteng itu.. aku pun masuk.. Ya.. dalam kamar ini hanya ada sebuah kasur lantai yang sangat tebal.. 1 lemari.. Dan 1 kipas angin...

"ini kamar saya..."
Kata polisi itu...

"terus saya tidur dimana..???"

"kamu tinggal pilih.. Mau disini atau di dalam sel yang isinya preman peman dan ada juga pembunuh.." kata polisi itu menerangkan.. Mendengar kata kata polisi ganteng ini aku jadi takut.. lebih baik aku tidur di kamar polisi ganteng ini dari pada aku harus tidur dengan narapidana.. Nanti bisa bisa aku keluar tinggal tulang lagi.. Dan sebenarany jarang jarang aku bisa tidur dengan seorang polisi.. Apalagi polisinya ganteng.. Ya walaupun ngeselin..
Aku duduk.. Di atas kasur yang sangat tebal itu.. Sementara polisi itu masuk kedalam kamar mandi yang ada di kamar ini... Ya sepertinya ia sedang mandi.. Dan sekitar 15 menit.. Polisi ganteng itu keluar mengenaka handuk putih saja.. Sedangkan dadanya terlihat sangat jelas.. Dan membuat mataku hampir tak berkedip.. Ia membuka lemari dan mengambil sebuah cd. Lalu ia memakainya... Setalh ia memakai cd. Ia membuka handuk putihnya.. Dan sekrang di hadapanku berdiri seorang polisi ganteng hanya cuma mengenakan cd saja... Tonjolan di balik cd itu sangat besar ingin rasanya aku membuka cd yang menutupi tonjolan besar itu agar aku lebih jelas lagi.. Tapi sayang pemandangan ini hanya beberapa menit saja aku nikmati karen polisi itu segera memakai celana dan memakai kaos kepolisian.. Setalah mengganti pakaian.. Ia keluar meninggalkanku.. Dan datang kembali dengan membawa dua piring berisi nasi dengan lauk pauknya.. Lengkap dengan cuci mulutnya...

"ayok.. Makan dulu.." ajak polisi ganteng itu padaku..

Aku pun tanpa malu malu menyantap nasi itu.. Setelah perutku terisi aku pun mandi.. Dan sedkit demi sedikit rasa canggungku pada polisi ganteng ini hilang... 

Setalh selesai mandi... Aku bingung sendiri rupanya aku gak bawa handuk... Aduh gima nih.. Masa aku harus keluar tanpa mengenakan handuk...

ku buka pintu kamar mandi sedkit.. Aku memanggil polisi ganteng itu.. Meminta tolong agar mengambilkan handuk untuku.. Haha.. Baru kali ini aku menyuruh seorang polisi.. Tapi memang dia keras kepala.. Padahal aku sudah menggunakan bahasa terbaiku untuk minta tolong mengambilkan handuk. Tapi ia tetap mengabaikanya.. Ia malah sibuk memainkan ponselnya.. Akhirnya aku berjalan keluar tanpa mengenakan sehelai kain pun yang menutupi tubuhku.. handuk bekas polisi ganteng itu masih berada dekat kasur.. aku mengambil handuk itu.. Tapi handuk itu di tarik oleh polisi itu.. Ya tangaku pun di tarik olehnya.. Hingga saat ini tubuhku yang telanjang bulat berada persis di atas tubuh polisi ganteng itu.. Dan secara perlahan.. Ada bibir lain yang menyentuh bibirku.. Ya itulah bibir polisi ganteng.. Saat ini bibirku dan bibirnya sedang bermain indah.. Dan sepertinya aku terbawa suasana... Aku menjadi semangat memainkan bibir polisi itu... polisi itu membuka kaosnya.. Lalu mengarahkan putingnya di bibirku.. Ya aku tahu maksudnya ia minta agar aku menghisapnya.. Lalu aku langsung menghisap puting polisi ganteng itu dengan semangat.. Polisi itu hanya mendesah..

"ahhh..... Ahh.. Terus.. Sayang... terus.. " polisi itu terus mendesah sambil menjambak rambutku. Sementara bibirku masih memainkan putingnya...
Polisi itu meminta agar aku melepaskan celananya.. Aku pun dengan semangat membuka celan polisi ganteng itu... ya sekarang polisi ganteng ini hanya mengenakan cd.. Tanganku langsung masuk ke dalam cd itu dan memainkan burung nya yang sangat besar itu.. Sementara bibirku terus bermain dengan bibirnya.. Kali ini ia meminta agar aku menghisap burungnya.. Awalnya aku menolak.. Karena sebelumnya aku belum pernah menghisap burung seorang lelaki.. Tapi polisi itu terus memaksa.. Dan aku pun terbawa suasana.. Aku langsung menghisap burung yang besar itu.. sementara polisi itu terus merintih...

"ahhh.. Terus sayang........... Terus....." kata polisi ganteng.. Itu.

"sayang gantian..." kataku pada polisi ganteng itu.. Ya aku memanggilnya dengan sebutan sayang.. Biarlah waktu ini polisi ganteng ini jadi miliku untu saat ini saja..

Polisi ganteng itu langsung menghisap burungku.. Dan rasanya.. Luar biasa.. Aku seakan melayang di udara... hingga tak kuat lagi.. Dan ahh... Aku pun keluar.. Dan si polisi ganteng ini dengan lahap meghisap spermaku...

Aku sudah lemas.. Sementara polisi ganteng ini masih semangat 45.

Sayang masukin ya... Kata polisi itu. Aku sempat kaget.. Apa bisa burung sebesar ini masuk ke dalam anusku.. Walaupun masuk pastinya sangat sakit... Ia bangkit dan mengambil sabun cair dari kamar mandinya.. Lalu sabun itu di oleskan ke anusku.. dan dengan pelan ia memasukan anusnya.. Tapi beberapa kali ia coba tak masuk dan terus meleset.. Hingga ia mencobanya lagi dan kali ini berhasil.. kepala burung besarnya sudah masuk di dalam anusku.. Tapi padahal baru kepalanya yang masuk di anusku.. Rasa sakitnya luar biasa aku merintih kesakitan... Ia mencium bibirku agar sakit yang kurasakan hilang dengan ciuman hangatnya.. Dan dengan sekali sodokan.. burung besar polisi ganteng itu sudah masuk kedalam anusku.. Rasanya sakit sekali.. Tapi ada rasa nikmat ketika polisi itu memaju mundurkan burungnya dari anusku...

"ahhh.. Ah..." desahan polisi itu....

"aku mau keluar.. Sayang..." kata polisi itu.. Ia terus mempercepat gerakan maju mundurnya.. Dan.. Ahhhhhhhhhhhhhhh.. Ia mengeluarkan spermanya di dalam anusku.. Dan malam itu aku tertidur dalam pelukan tubuh sang polisi ganteng.. Kami tidur tak mengenakan apa apa... Dan pagi harinya kami mengulangi permainan tadi malam untuk salam perpisahan....

Dan aku pun meminta nomor polisi itu agar bisa berkomunikasi denganya.. Dan sekitar jam 8. ibuku menjemput pulang.. Aku tersenyum pada polisi itu ketika aku akan meninggalkan kantor ini.. Sunggu menyenangkan semalam dengan polisi ganteng...

...END...

sumber: https://www.facebook.com/pages/CERITA-PENGALAMAN-GAY/202953133112004

4 komentar:

  1. aku ingin sih punya pacar polisi atau teman kerja Polisi...
    Cuma aku tinggal di manado...
    Ah kayaknya Aku berpasangan Rambo dan Jin Kazama aja atau Cerita American Ninja 1 - American Ninja 4 aja..
    ini no hp ku 085340310777...,klu ada polisi yang usia muda yang mau jadi temanku, langsung aja berkenalan dengan aku ya.....
    Please CALL ME.....
    Tapi tak apa suasananya cukup memikat...

    BalasHapus
    Balasan