Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Rabu, 23 Januari 2013

Inserer: Padang Bae-Denpasar| 2 Jam Bersama Polisi Ganteng 2

Aku benar benar bingung memikirkan cara untuk bisa sampai di Denpasar karena esok harinya aku harus kembali bekerja.
“Mas benar benar ga punya uang untuk bayar Taxi?” kembali Polisi itu yang di name tag nya tertulis nama Nyoman bertanya padaku. AKu hanya mengangguk pelan.
Tiba tiba dia menghampiriku lalu meraba pundakku. “tenang mas, nanti saya yang antar ke Denpasar” .
Seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dia katakana. Aku memandangnya dengan senyum bahagia. “Benar pak Nyoman mau antar saya ke Denpasar” tanyaku memastikan. Diapun hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Aku yang tak tau harus berkata apa, langsung bangkit dari dudukku dan memeluk Pak Nyoman dengan sangat erat sambil mengucapkan terima kasih.
Cukup lama aku memeluknya, lalu dia melepaskan pelukanku “ maaf mas, ga enak nanti di lihat orang” katanya berbisik padaku.
Akupun hanya tersipu malu. “Maaf Pak, saya terlalu gembira” kataku sambil kembali duduk di bangku panjang.
“Ga apa apa Mas, tapi mas harus nunggu sejam lagi karena shift saya baru selesai satu jam lagi” jawabnya.
“Oh tidak apa apa, Pak” kataku.
Entah kenapa aku menjadi penuh selidik dengan Pak Nyoman, Aku memperhatikan setiap jengkal dari tubuh kekarnya yang terbalut seragam Polisi ketat. Dia terlihat sangat gagah.
Satu jam terasa begitu singkat karena aku sangat menikmati setiap interaksi dengan Polisi Ganteng yang baik hati yang tengah duduk didepanku.
Sebuah motor berhenti di depan Pos Polisi tempat Pak Nyoman bertugas. Pak Nyoman lalu beranjak dari tempat duduknya dan langsung menyapa orang yang baru datang tersebut yang juga seorang Polisi. “Malam Pak Putu” kata Pak Nyoman menyapa dengan ramah.
“Malam Pak Nyoman, maaf ya saya terlambat” kata bapak tersebut sambil meletakkan helm-nya diatas meja.
“Ga apa apa pak putu, hanya beberapa menit saja koq” balas Pak Nyoman sambil meraih tangan Pak Putu yang mengajak bersalaman. “O ya pak, ini kenalkan saudara saya dari Lombok. Dia tinggal di Denpasar” kata pak Nyoman memperkenalkan aku kepada pak Putu.
Akupun menjabat tangan Pak Putu sambil memperkenalkan diri “ Saya Ikbal pak, senang bertemu dengan bapak” kataku penuh hormat.
Setelah berbasa basi beberapa saat dengan Pak Putu, akhirnya aku melihat Pak Nyoman sudah siap dengan Helm dan sebuah kunci motor ditangannya.
“Ayo berangkat” kata Pak Nyoman.
Kamipun berpamitan dengan Pak putu dan langsung menuju tempat Pak Nyoman memarkir Sepeda Motor CBR nya. “Jadi namamu Ikbal” kata pak Nyoman sambil menghidupkan mesin motornya. “Iya Pak. Maaf saya tadi lupa memperkenalkan nama” jawabku cengengesan.
Sebenarnya aku merasa agak risih di bonceng dengan Sepeda Motor CBR miliknya Pak Nyoman. Soalnya Jok Motornya aka landai sehingga aku harus duduk mepet sekali dengannya.
“Tolong pegang yang erat mas, soalnya saya mau agak ngebut biar cepat sampai” kata Pak Nyoman sambil meraih tanganku dan melingkarkannya di perutnya.
Jantungku tiba tiba serasa berdetak tak menentu, darahku serasa berdesir lebih cepat karena aku kembali akan memeluk Polisi ganteng ini sepankang perjalanan menuju Denpasar yang bisa memakan waktu hamper 2 jam.
Yang paling mengkhawatirkan adalah Kontolku yang tiba tiba mengeras karena langsung menempel di bongkahan pantat Pak Nyoman. Aku merasa takut, kalau sampai dia menyadari hal itu dan marah padaku. Tetapi sampai memasuki daerah Klungkung, Pak Nyoman hanya diam tanpa sedikitpun Komentar.
Begitu memasuki Jalan By Pass Ida Bagus Mantra yang sepi karena masih jarang perumahan di sekitarnya, Pak Nyoman melambatkan laju Sepeda Motornya dan sesekali memperbaiki Posisi duduknya. Terang saja itu membuatku semakin risih, karena secara tidak sengaja, Pantatnya menggesek Kontolku yang sudah sangat keras.
Melewati Jembatan Gantung pertama di Jl. Ida Bagus Mantra, tiba tiba Pak Nyoman meraih tangan kananku dan meletakkannya persis diatas tumpukkan Celananya. Aku merasakan sebuah benda yang sudah sangat mengeras dan sesekali bergerak seolah berontak ingin segera dikeluarkan dari bungkusan celana ketat Pak Nyoman.
Akupun menjadi sedikit lebih lega dan lebih berani, karena sepertinya pak Nyoman juga sedang Sangex. Tanpa menunggu aba aba, akupun mengelus benda itu dari balik celananya Pak Nyoman dan sesekali aku membenamkan wajahku di punggung Pak Nyoman untuk mencium aroma tubuhnya yang maskulin.
 
Sumber: http://thepatrastrust.blogspot.com/2012/10/nyoman-si-polisi-ganteng-asal-bali_11.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar