Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Rabu, 23 Januari 2013

Inserer: Padang Bae-Denpasar| 2 Jam Bersama Polisi Ganteng 3

Memasuki daerah Sanur, tiba tiba Pak Nyoman membelokkan Sepeda Motornya kea rah Pantai. 
“Kita ke Pantai bentar ya” kata Pak Nyoman sambil mengelus tangan kiriku yang sedari tadi mengelus paha ketat Pak Nyoman.
Aku hanya terdiam saja sambil sesekali menciumi tengkuknya sebagai jawaban.
Pantai Sanur pada malam hari sangatlah sepi. Tak satupun orang terlihat disana. Mungkin karena kami berada di ujung pantai yang memang sepi dari hiruk pikuk suasana restaurant maupun hotel yang memadati bagian selatan pantai Sanur.
Setelah kami di Pantai, Pak Nyoman langsung mematikan mesin sepeda motornya dan menarik tangan saya menuju sebuah bangku kecil di bawah pohon yang mungkin biasa digunakan para pedagang pantai pada siang hari.
Seolah tak mampu menahan bara nafsu yang membara, Pak Nyoman langsung mendekap tubuhku erat dan melumat bibirku. Lidah kami saling bergulungan, berhisapan satu sama lain untuk berbagi rasa yang menggebu. Sementara tangan tangan kami bergerilya menjelajahi setiap jengkal dari tubuh kami. Akupun menggoyang goyangkan pantatku untuk membuat gesekan dengan kontol Pak Nyoman yang sudah mengeras didalam Celana Ketatnya sambil sesekali kedua tanganku meremas bongkahan pantat pak Nyoman yang gempal.
Hasrtaku semakin membara, aku tak kuasa menahan diri untuk melucuti celana ketat Polisi itu. Dengan tak sabaran aku buka ikat pinggangnya, resleting celananya dan wajahku langsung ke benamkan di selangkangan Polisi ganteng yang baru saja kutemui itu. Aroma maskulin terpancar dari balik Celana Dalam GT Men putih yang membalut senjata Polisi yang sudah mengeras bak Pistol itu.
Dengan penuh nafsu kujilati gundukan celana dalamnya sampai basah oleh liurku. Lalu perlahan kutanggalkan. Sebuah Benda tumpul berurat dan agak bengkok langsung mengacung ke wajahku. Tanpa menunggu waktu, benda tumpul itu langsung ku genggam, kukocok dengan perlahan dan kubenamkan kedalam mulutku.
“oouughhhhh” desahan nikmat terdengar dari mulut Pak Nyoman.
Dia lantas memegang kepalaku dan menggoyangkan pantatnya maju mundur seolah sedang mengentoti mulutku.
Aku semakin bergairah, tak lupa aku kenyot buah zakarnya yang menggantung dengan gagahnya. Dia semakin melenguh merasakan sensasi kenikmatan.
“ouughhhhhh” desahan itu kembali terdengar.
Lalu aku membalikkan tubuhnya dan meremas remas bongkaha pantatnya yang sangat montok. Kontolku yang sudah mencapai puncak ereksi tak kuasan menahan diri untuk menggosokkan diri di sela sela bongkahan pantat yang berbulu lebat tersebut.
“Ouuughhhhh gusti” kembali desahan itu terdengar dari mulut Pak Nyoman.
Ketika aku mencoba menusuk lubang pantat berbulu itu, Pak Nyoman menarik tanganku dan menolak untuk di tembak.
“Jangan, saya tidak pernah di fuck. Ini juga pertama kalinya saya merasakan hasrat terhadap sesama pria” katanya sambil menatapku.
Aku hanya terdiam merasa bersalah karena tak bisa menahan diri.
“Ayo kita lanjut antar kamu pulang” tiba tiba dia kembali mengenakan celananya. Aku tentu saja sangatlah kecewa, tetapi semua karena salahku. Akupun mengikuti Pak Nyoman dan kembali naik ke motornya.
Sepanjang Jalan Ida Bagus Mantra, Sanur kami berdua hanya terdiam. Sampai akhirnya Pak Nyoman kembali meraih tangaku dan melingkarkannya ke perutnya.
Hasratku kembali terbakar, tetapi aku tidak berani berbuat macam macam karena takut kalau sampai Pak Nyoman masih tidak Mood. Tiba tiba saja tangan kiri pak nyoman membimbing tanganku mengelus elus kembali selangkangannya.  Aku kembali menjadi berani. Kali ini kuselundupkan tangan kiriku kebalik bajunya pak Nyoman dan mengelus perut serta bawah pusarnya yang berbulu lebat. Sepertinya dia sangat menikmati hal itu karena tangannya ikut membimbingku mengelus bagian pusarnya.
Keberanianku semakin besar, aku bahkan melonnggarkan ikat pinggang Pak Nyoman dan menurunkan resleting celananya. Ini untuk pertama kalinya aku memainkan kontol orang diatas sepeda motor.
Pak Nyoman ternyata tidak complain, Kontolnya semakin mengacung keras. Tetapi memasuki Kota Denpasar dia memintaku menghentikan aksiku karena ramainya kendaraan dan terangnya jalan yang dipenuhi oleh lampu lampu jalan yang terang.
03. 47 Am, kami tiba di kosku di daerah Jl. Marlboro. Tempat Kosku memang agak sepi karena hanya terdiri dari 2 kamar kos yang dibangun diatas sebuah Ruko milik bapak Kosku sendiri.
“Koq sepi banget Kos kamu?” Tanya pak Nyoman sambil mematikan mesin motornya begitu kami sampai di parkiran Kosku.
“Iya pak, soalnya Cuma dua kamar saja. Terus tetangga Kosku juga lagi pulang karena ada odalan. Kebetulan dia itu masih anak saudaranya Bapak Kos ku” jawabku menjelaskan kondisi kosku.
“ohh, berarti kalau saya nginap ga ada yang tau dong” celetuk pak Nyoman sambil tersenyum sumringah.
Aku hanya mengangguk sambil menarik tangan Pak Nyoman menuju kamar Kos ku. Dalam sorotan lampu kamarku yang cukup terang, aku bisa melihat dengan jauh lebih jelas sosok Polisi yang telah membuatku horny as hell sepanjang perjalanan dari Padang Bae menuju Denpasar.
Tanpa banyak berbasa basi kami langsung menanggalkan pakaian kami masing masing. Dan Pak Nyoman langsung mendorong tubuhku ke kasur dan menindihku. Dia ternyata sangatlah liar. Setiap jengkal tubuhku di jilatinya dengan penuh nafsu. Bahkan dia juga mencium kontolku yang sudah sangat mengeras.
Kami benar benar telah terbakar nafsu yang sangat membara. Setelah puas menikmati jilatan Pak Nyoman, giliran aku yang melakukan hal yang sama terhadapnya. Dia menggelinjang Menahan nikmat begitu lidahku bermain main di selangkangannya.
“Ouuughhh, enak banget sayang” katanya mendesah.
Aku semakin antusias menghisap kontol dan buah zakarnya.
Tiba tiba dia menarikku dan membalikkan tubuhku. Dia menggesek gesekkan kontolnya di belahan pantatku dan sesekali mencoba menusuknya. Tetapi aku kuasa menahan rasa sakit setiap kali kontolnya mencoba menembus lubang pantatku.
Hampir satu jam kami bergumul diatas kasur, memadu hasrat yang tiada tara. Keringat mulai berkucuran membasahi tubuh kami yang tengah memadu kasih.
Selain kontol besar Pak Nyoman, bagian tubuh lainnya yang membuatku paling terpesona adalah bongkahan pantatnya yang gempal dan bundar. Tanganku tak henti hentinya meremas kedua bongkahan pantat tersebut sambil sesekali jemari tanganku menggosok gosok lubang pantat yang dipenuhi oleh bulu bulu halus tersebut.
Satu jari tanganku berhasil masuk setelah kulumuri dengan baby oil. Perlahan ku pompa pantat Pak Nyoman maju mundur.
“ouuughhhh god” dia melenguh nikmat. Pertanda dia menikmatinya. Aku semakin berani, kali ini dua jari coba ku masukkan. Agak susah tapi dengan penuh usaha akhirnya aku berhasil. Meski awalnya Pak Nyoman terlihat meringis namun perlahan dia mendesah merasakan sensasi nikmat.
Setelah puas menusukkan jari tanganku, aku membalikkan tubuh Pak Nyoman dan mengacungkan Kontolku kea rah lubang pantatnya. Dia hanya terdiam. Perlahan ku tusukkan kontolku. Kembali terdengar rintihan kecil dari Pak Nyoman. Tetapi aku semakin terpacu untuk mencobanya.
Gagal menusuk pantat pak Nyoman dari Belakang, aku membalikkan badannya dan mengangkat kedua kakinya menempatkannya di bahuku dan mencoba membobol lubang pantatnya kembali. Karena posisi yang lebih relaks akhirnya aku berhasil menjebol pertahanan pak Nyoman.
Kehangatan lubang pantat Pak Nyoman serasa langsung tersalur keseluruh tubuhku bahkan sampai aliran darahku.
“ooughhhhhh,,my God” kembali terdengar desahannya, seolah memberi tanda padaku bahwa dia menikmatinya.
Baru beberapa menit bermain didalam lubang pantatnya, lahar panas terasa hendak meluap dari batang kontolku.
“Aku mau keluar” kataku sambil mencoba menarik kontolku dari lubang pantat Pak Nyoman. Tetapi tangan pak Nyoman sudah terlebih dulu menekan pantatku sehingga kontolku terpaksa memuncratkan lahar panas didalam lubang Pak Nyoman.
“Ouuuughhhhh my Goodness” desahku tanganku menggosok gosok buah zakar Pak Nyoman. Tak lama setelah itu diapun Langsung menggelinjang hebat dannnn croooooooooooooottt….seperti pancuran dari selang yang keras cairan tubuhnya melesat mengenai hingga ke mukanya.
Diapun melenguh panjang meresapi arti kenikmatan yang baru saja dia rasakan.
Kami berdua terkulai lemas. Dalam diam kami sesekali hanya saling pandang sambil tersenyum satu sama lain.
Lalu pak Nyoman mencium telingaku sambil membisikkan “ Nikmat sekali, iqbal”. Katanya
Aku hanya tersenyum. Setelah beberapa saat terdiam, kami kembali saling rangsang dan melanjutkan permainan ke ronde kedua yang memakan waktu lebih lama dan kami selesaikan didalam bak kamar mandi.
 
Sumber: http://thepatrastrust.blogspot.com/2012/10/padang-bae-denpasar-2-jam-bersama.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar