Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Rabu, 23 Januari 2013

Inserer: Padang Bae-Denpasar| 2 Jam Bersama Polisi Ganteng 1

Kisah ini berawal ketika aku baru turun dari Kapal Fery tujuan Pelabuhan Lembar-Padang Bae. Waktu itu pukul 01.00 AM, untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di pulau dewata bali.
Suasana Pelabuhan Padang Bae sangatlah ramai meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 malam. Puluhan Bus dan truk terlihat antre menanti pemberangkatan Kapal menuju Pelabuhan Lembar, Mataram.
Diantara sesak kendaraan tersebut, aku berjalan mencari kendaraan umum yang bisa aku tumpangi ke Kota Denpasar. Tiba tiba seseorang datang menghampiriku
“ Mau kemana, mas?” tanyanya sambil memegang pundakku.
Sekilas aku perhatikan wajah orang itu terlihat sangar dengan rambut gondrong dan badan kekar penuh tattoo. “ Ke Denpasar, pak” jawabku singkat singkat.
“Saya antar ya, naik ojek” katanya menawarkan jasa kepadaku
“Tidak, terima kasih pak. saya sudah ada yang jemput” jawabku berpura pura. Padahal aku memang butuh sekali kendaraan untuk menuju Denpasar tetapi melihat penampilan orang tersebut membuatku merasa agak takut. Sudah menjadi rahasia umum kalau kehidupan pelabuhan sangatlah keras dan orang orangnya sangat kasar, jadi sangat manusiawi jika aku berusaha berhati hati terhadap mereka.
Aku mencoba berlalu meninggalkan orang tersebut tetapi dia tetap mengikutiku sambil terus menawarkan diri untuk mengantarkan aku dengan motornya.
Karena merasa sangat risih, aku akhirnya memutuskan menuju Pos Polisi yang terletak beberapa puluh meter di luar area Pelabuhan. Sesekali aku menoleh kebelakang, ternyata orang itu sudah tidak lagi mengikutiku.
Akupun berdiri di luar POS Polisi. Disana juga tampak sepi, tidak ada seorangpun yang terlihat menunggu Pos Polisi tersebut.
01.30Am, tak terasa sudah setengah jam sejak aku keluar dari kapal fery. Tak satupun angkot terlihat melintas. Aku menjadi sedikit gusar. Tiba tiba sebuah sepeda motor datang menghampiriku.
“Cari siapa mas?” kata orang tersebut tanpa turun dari motornya ataupun membuka helmnya. Dari pakaian yang dia gunakan, sepertinya dia adalah seorang Polisi.
“Maaf pak, saya sedang menunggu angkot tujuan denpasar” jawabku dengan sopan.
Polisi itupun turun dari motornya dan menghampiriku. “mana ada angkot jam segini mas” katanya sambil membuka helmnya.
Sekilas kuperhatikan wajahnya, dia masih sangat muda. Usianya mungkin sekitar 21 tahun. 3 tahun lebih muda dariku. Tetapi badannya sangatlah kekar dengan perawakan yang cukup tinggi ditambah dengan seragam polisi ketat yang dia gunakan membuatnya terlihat semakin gagah.
Dia lantas menawarkan aku untuk duduk di bangku panjang yang ada di depan pos tersebut. “Kalau saya mau ke denpasar, saya harus naik apa ya pak?” tanyaku dengan nada sedikit khawatir kalau kalau aku tidak bisa berangkat ke denpasar.
“Sebenarnya bisa sih mas, tetapi harus charter mobil atau naik taxi tetapi ongkosnya bisa sampe 300 ribu karena sudah jam segini” jawabnya sambil menatapku.
Aku benar benar gusar sekarang. Karena uang yang ada di dompetku hanya sisa 125 ribu. Tidak mungkin aku bisa sewa mobil atau taxi.
Aku terhenyak, pikiranku benar benar sangat gusar.
“kenapa mas diam?” kembali dia bertanya padaku sambil seolah olah mencoba menyelami arti keguasaranku.
“uangku tidak cukup pak, kalau harus sewa mobil atau taxi” jawabku pelan.
 
Sumber: http://thepatrastrust.blogspot.com/2012/10/nyoman-si-polisi-ganteng-asal-bali.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar