Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Selasa, 17 September 2013

Intermezzo: Polisi dan Minimarket2

Hari-hariku berikutnya menjadi semakin berwarna. Kehadiran sosok gagah dan ganteng, mas Dedi, membuat aku semakin bersemangat untuk berangkat kerja. Kami mulai saling menyapa lewat sms dan terkadang kalau waktu memungkinkan, kami juga bertemu. Entah bertemu sebagai costumer dan karyawan, sebagai orang biasa atau sebagai sepasang kekasih. Itu semua tergantung tempat dimana kami bertemu.

Rabu, 12 Agustus

Ada cerita menarik di hari itu yang mungkin tidak akan menarik jika aku simpan sendirian. Aku ingin berbagi cerita dengan teman-teman agar kebahagianku ini tidak hanya aku sendiri yang merasakan.
Entah kalian sudah tahu atau masih samar-samar, aku ini memiliki sifat yang kalau tidak terdesak, kebetulan dan terpaksa tidak akan ada kemauan didalam diriku. Intinya aku ini tipe orang yang kebanyakan perlu di congkel terlebih dahulu baru bisa melakukan sesuatu. Harus di paksa terlebih dahulu.

Pukul 17.04 pm, Rabu 12 Agustus

“TLIT!”, bunyi sms masuk di hape-ku.
Aku mengambil barang kesayanganku itu dari dalam saku celana dan membuka sms tersebut. Tertera di layar hape-ku bahwa ada sms masuk dari mas Dedi.
Aku membacanya. “Sore Bay. Sudah pulang belum?”.
Tanganku mulai menekan tombol reply dan mengetik sms balasan. “Ini baru mau keluar minimarket mas. Mau pulang. Memangnya kenapa mas?”.
Send message…
“TLIT!!”. Balasan dari mas Dedi.
“Main ke kosan mas dong malam ini…”.
Reply. “Hmppp… Mau nggak ya??? Hahahaha… mau ngapain sih mas? Mas mau traktir aku makan ya?”.
Send Message…
“TLIT!”.
“Iya… Kita nanti jalan-jalan. Mau nggak?”.
Reply. “Mas sekarang dimana? Kalau di kosan, aku langsung kesana nih”.
Message Received…
“Iya, mas di kos. Mas tunggu…”.
Reply. “Sip Mas”.
Aku pun bergegas mengambil motor dan mengenakan helm kemudian langsung memacu kendaraan roda duaku untuk menuju kosan POLISI ganteng itu. Beberapa menit kemudian, sampailah aku di depan kosan mas Dedi. Aku memarkirkan motorku di teras depan rumahnya, kemudian aku ketuk pintu.
“Mas…”.
Crek, pintu terbuka.
Mas Dedi keluar dengan keadaan setengah telanjang alias tanpa mengenakan baju. Tubuhnya yang seksi dan berotot terlihat jelas didepan mataku. “Ayo masuk. maaf mas baru pulang dinas soalnya”.
“Oh… Ya udah mas mandi dulu sana”.
“Kamu tunggu di kamar aja ya”.
Aku mengangguk.
Mas Dedi pun mengambil handuk dan langsung menuju kamar mandi di bagian dapur.
Singkat cerita, setelah mas Dedi mandi, aku pun memutuskan untuk mandi. Aku juga sudah memberitahu orang rumah kalau malam ini aku menginap di rumah mas Dedi.
Setelah rapi dan wangi, sekitar pukul setengah tujuh kami pun jalan-jalan mencari makan. Senang rasanya aku bisa di bonceng mas Dedi menggunakan motor Bison-nya. Kami begitu menikamti hari ini. Sesampainya di kos, kami pun duduk di teras depan sambil bercerita tentang kegiatan masing-masing. Kami juga membicarakan tentang kawan mas Dedi dan pacarnya dikamar sebelah yang tampaknya sedang ML. Apalagi teman mas Dedi itu dan pacarnya sengaja mendesah-desah dan mengerang hingga kedengaran ditelinga kami. Sejujurnya aku sempat deg-degan juga mendengar desahan dari kamar sebelah yang mirip suara orang terengah-engah itu. Aku takut kalau sampai kedengaran orang lain selain kami. Untung saja kosan teman mas Dedi itu letaknya di pojok bersebelahan dengan kamar kos mas Dedi sehingga agak jauh dari kamar lain. Tetapi, entah mengapa dadaku semakin berdegup kencang ketika aku mendengar desahan itu dan membayangkan apa yang sedang mereka lakukan dikamar sebelah. Untuk beberapa saat, aku dan mas Dedi diam terpaku. Aku diam, sambil membayangkan cara bercinta teman mas Dedi yang juga anggota Polisi itu pasti hot banget. Kalau tidak, mana mungkin si cewek bisa mengerang-erang keenakan begitu.
Tiba-tiba mas Dedi menarik tanganku sehingga aku terduduk dipangkuannya. Aku mulai risih karena takut kalau sampai ada orang yang melihat keisengan mas Dedi saat itu. Aku pun protes dan melepaskan rangkulan mas Dedi.
“Mas, jangan disini. Nggak takut di lihat orang??”.
“Ya udah… Ke kamar mas Yuk”, ajaknya.
Mas Dedi bangkit berdiri dan menuntunku masuk kedalam kosnya kemudian  menuju kamarnya. Dia langsung duduk ditepi tempat tidur dan menarikku kedalam pangkuannya kembali. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium bibirku. Aku tidak sempat menghindar, bahkan aku juga membiarkan ketika bibir mas Dedi menempel  kebibirku hingga beberapa saat. Dadaku semakin berdegub kencang ketika kurasakan bibir halus mas Dedi melumat mulutku. Lidahnya menelusup kecelah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku. Mendapat serangan mendadak itu darahku seperti berdesir, sementara bulu tengkukku merinding.
“Mas pelan-pelan dong…”.
Polisi itu memang melepas ciumannya dibibirku, tetapi kedua tangannya yang kekar dan kuat masih tetap memeluk pinggangku dengan erat. Aku juga masih tetap terduduk manja dipangkuannya.
”Bay, aku suka kamu. Aku janji akan bikin kamu enak malam ini”. Ujar mas Dedi yang terdengar seperti sebuah desahan.
Setelah itu dia kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi seluruh wajahku, lalu merambat keleher dan telingaku. Aku memang pada awalnya hanya pasif dan diam, namun perlahan tapi pasti nafsu birahi semakin kuat menguasaiku. Harus kuakui, Polisi satu ini sangat pandai mengobarkan birahiku. Jilatan demi jilatan lidahnya keleherku benar-benar telah membuatku terbakar dalam kenikmatan. Bahkan dengan kak Satria sekalipun belum pernah aku merasakan rangsangan birahi sehebat ini.
Mas Dedi sendiri tampaknya juga mulai terangsang. Aku dapat merasakan napasnya mulai terengah-engah. Sementara aku semakin tak kuat untuk menahan erangan. Maka aku pun mendesis-desis untuk menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadaranku. Setelah itu tiba-tiba tangannya yang kekar itu melepas baju kaosku.
Serta merta, setelah bajuku terlepas, aku langsung memeluk tubuh kekar mas Dedi.
“Kamu manja banget Bay…”. Mas Dedi balas memelukku dengan napas memburu. Tubuhnya yang tegap dan kuat itu mendekapku dengan sangat erat sehingga aku merasa hangat. Aku bisa merasakan detak jantungnya yang konstan dan hembusan nafasnya yang berat.
Kini, dipelukan mas Dedi, entah mengapa secara tiba-tiba dengan cepat tangannya memegangi lenganku dan merentangkannya. Setelah itu mas Dedi mengangkat dan merebahkan tubuhku ditempat tidur. Tanpa membuang waktu, bibir mas Dedi melumat salah satu putingku sementara salah satu tangannya juga langsung memilin putingku yang lainnya. Bagaikan seekor singa buas ia menjilati dan mencubit-cubit putingku yang coklat ini.
Kini aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain megap-megap dan mengerang karena kenikmatan yang mencengkeramku. Aku menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan karena rasa geli dan nikmat ketika bibir dan lidah mas Dedi menjilat dan melumat putingku.
”Bay, putingmu enak di isep. A.. aku makin nggak ta.. tahan.. ,sayang.. , ” Kata mas Dedi terputus-putus karna nafsu birahi yang kian memuncak.
Kemudian mas Dedi juga menciumi perut dan pusarku. Dengan lidahnya, ia pandai sekali mengelitik puting hingga perutku. Sekali lagi aku hanya mendesis-desis mendapat rangsangan yang menggelora itu. Kemudian tanpa kuduga, Dengan cepat mas Dedi melepas celana dan celana dalamku dalam sekali tarikan. Dengan tubuh besar dan tenaga kuat kuat yang dimiliki mas Dedi, dengan mudah ia menaklukkan cengkramanan celanaku.
Sekarang tubuhku yang agak berisi dan putih itu benar-benar telanjang total dihadapan Polisi gagah tersebut. Aku hanya bisa pasrah tanpa daya dan membiarkan mas Dedi membawaku ke langit ketujuh malam itu.
”Mas sabar dong… Nanti aja…” Pintaku sambil meringkuk diatas tempat tidur, untuk mencoba mendramatisir birahi mas Dedi yang keliahatannya sudah sangat memuncak.
” BAy.. apa.. kamu.. nggak kasihan padaku sayang.. , aku sudah terlanjur horny nih.. , aku nggak kuat lagi sayang, please aku.. mohon ” Kata mas Dedi masih dengan terbata-bata dan wajah yang memelas.
Entah karena tidak tega atau karena aku sendiri juga telah terlanjur terbakar birahi, aku diam saja ketika mas Dedi kembali menggarap tubuhku. Bibir dan salah satu tangannya menggarap kedua putingku, sementara tangan yanga satunya lagi mengusap-usap paha dan selangkangan kakiku. Mataku benar-benar merem-melek merasakan kenikamatan itu. Sementara napasku juga semakin terengah-engah.
Tiba-tiba mas Dedi beranjak dan dengan cepat melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya. Kini ia sama denganku, telanjang bulat. Ya ampun, aku tidak dapat percaya, bahwa aku akhirnya bisa tidur dengan Polisi segagah mas Dedi ini. Aku melihat tubuh mas Dedi yang memang benar-benar atletis, besar dan kekar terutama otot-otot perutnya. Ia lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan dengan bang Wando.
Tetapi yang membuat dadaku berdegub lebih keras adalah benda diselangkangan mas Dedi itu. Benda yang besarnya hampir sama dengan lenganku tersebut berwarna coklat muda dan kini tegak mengacung. Panjangnya aku taksir tidak kurang dari 22 cm, sementara besar diameternya sekitar 4 – 5 cm. Sungguh aku tak percaya, Polisi semuda mas Dedi memiliki penis sebesar dan sepanjang ini. Perasaanku bercampur baur antara ngeri, gemes dan penasaran. Walaupun aku sudah pernah melihat penis mas Dedi sebelumnya tetapi ini adalah perdana untukku berhubungan badan sesungguhnya dengan Polisi itu.
Kini tubuh telanjang mas Dedi mendekapku. Darahku seperti terkesiap ketika merasakan dada bidang Mas Dedi menempel erat di dadaku. Ada sensasi hebat yang melandaku, ketika dada yang kekar itu merapat dengan tubuhku. Ohh, baru kali ini kurasakan dekapan senikmat itu. Ia masih meciumi sekujur tubuhku, sementara tangannya juga tidak kenal lelah meremas-remas pantatku yang semakin kenyal. Sekali lagi, sebelumnya tidak pernah kurasakan sensasi dan rangsangan sedahsyat ini.
Aku tersentak ketika kurasakan ada benda yang masuk dan menggelitik lubang anusku. Ternyata mas Dedi nekat memasukkan jari tangannya kedalam anusku. Ia memutar-mutar telunjuknya didalam lubangku, sehingga aku benar-benar hampir tidak kuat lagi menahan kenikmatan yang menderaku. Mendapat serangan yang luar biasa nikmat itu, secara refleks aku memutar-muatarkan pantatku.
” Mas, jangan cepat-cepat! ” Pintaku.
Tetapi lagi-lagi mas Dedi tidak menggubrisku. Selanjutnya ia menelusupkan kepalanya di  bawah selangkanganku, lalu bibir dan lidahnya melumat habis lubang anusku. Aku bergetar hebat mendapatkan rangsangan ini. Tidak kuat lagi menahan kenimatan itu, tanpa sadar tanganku menjambak rambut mas Dedi yang masih terengah-engah di sana. Kini aku telah benar-benar tenggelam dalam birahi. Aku ingin segera berlayar ke pulau kenikmatan cinta bersama mas Dedi.
Ketika kenikmatan birahi benar-benar menguasaiku, dengan tiba-tiba, mas Dedi melepaskanku dan berdiri di tepi tempat tidur. Ia mengocok-ngocok batang penisnya yang berukuran luar biasa tersebut.
” Udah hampir setengah jam, dari tadi aku terus yang aktif, capek Bay. Sekarang gantian kamu dong yang aktif! ” Kata mas Dedi.
” Aku takut ah mas… ” Jawabku dengan malu-malu.
” Oke kalau begitu pegang saja ini ku, please… Aku mohon sayang..” Ujarnya sambil menyodorkan batang penis besar itu kehadapanku.
Dengan malu-malu aku pegang batang yang besar dan berotot itu. Lagi-lagi berdebar-debar dan darahku berdesir ketika tanganku mulai memegang penis mas Dedi untuk kesekian kalinya. Sejenak aku sempat membayangkan bagaimana nikmatnya jika penisnya yang besar dan keras itu dimasukkan kelubang anus gay, apalagi jika cowok itu aku.
” Kamu suka yang besar kan? ” Goda mas Dedi.
Aku tidak menjawab walau dalam hati aku mengakui, penis Mas Dedi memang panjang dan besar lebih dari yang aku harapkan.
” Diapakan nih mas? Sumpah aku takut…” Kataku berbohong sambil memegang penis Polisi itu.
” Oke, biar gampang, dikocok aja sayang. Bisakan? ” Jawab mas Dedi dengan lembut.
Dengan dada berdegub kencang, aku kocok perlahan-lahan penis yang besar milik mas Dedi. Ada sensasi tersendiri ketika aku mulai mengocok pistol daging mas Dedi yang sangat besar tersebut. Gila, tanganku hampir tidak cukup memegangnya. Aku berharap dengan aku kocok penisnya, sperma mas Dedi yang masih belum pernah aku cicipi akan cepat muncrat. Mas Dedi yang kini telentang disampingku memejamkan matanya ketika tanganku mulai naik turun mengocok batang kejantanannya.
Napasnya mendengus-dengus, tanda kalau nafsunya sudah meningkat lagi. Aku sendiri juga terangsang melihat tubuh tinggi besar dihadapanku seperti tidak berdaya dikuasai rasa nikmat. Tiba-tiba dia memutar tubuhnya, sehingga kepalanya kini tepat berada diselangkanganku sebaliknya kepalaku juga tepat menghadap selangkangannya. Mas Dedi melumat penis dan buah zakarku. Lidahnya juga menjilat-jilat tanpa henti di dalam anusku. Sementara aku masih terus mengocok batang kejantanan besar mas Dedi dengan tanganku.
Kini kami berdua berkelejotan, sementara napas kami juga saling memburu. Setelah itu mas Dedi beranjak dan dengan cepat ia menindihku. Dari kaca lemari yang terletak disebelah samping tempat tidur, aku bisa melihat tubuhku seperti tenggelam dikasur busa ketika tubuh mas Dedi yang tinggi besar mulai menindihku. Dadaku deg-degan melihat adegan kami melalui kaca lemari itu. Gila batinku, kini aku yang telanjang digumuli oleh lelaki yang juga sedang telanjang, dan laki-laki itu adalah pria impianku.
Mas Dedi kembali melumat bibirku. Kali ini teramat lembut. Aku langsung membalas ciumannya. Lidahku aku julurkan untuk menggelitik rongga mulutnya. Mas Dedi terpejam merasakan seranganku, sementara tangan kekarnya masih erat memelukku, seperti tidak akan dilepas lagi.
Bermenit-menit kami terus berpagutan saling memompa birahi masing-masing. Peluh kami mengucur deras dan berbaur ditubuhku dan tubuh mas Dedi. Dalam posisi itu tiba-tiba aku rasakan ada benda yang kenyal mengganjal diatas perutku. Ohh, aku semakin terangsang luar biasa ketika kusadari benda yang mengganjal itu adalah batang kemaluan mas Dedi. Tiba-tiba aku rasakan batang zakar itu mengganjal tepat dibibir lubang pembuanganku. Kakiku sudah di angkatnya ke atas seperti ayam panggang. Rupanya mas Dedi nekat berusaha memasukkan batang penisnya ke dalam anusku. Tentu saja aku semakin deg-degan.
” Mas Pelan-pelan yahhhh..! ” Kataku sambil tersengal-sengal menahan nikmat.
Aku tidak tahu apakah permintaan aku itu murni keluar dari dalam hatiku, sebab di sisi hatiku yang lain sejujurnya aku juga ingin merasakan betapa nikmatnya ketika batang kemaluan yang besar itu masuk kelubangku dengan kasar.
” Mas mau gesek-gesekkan diluarnya saja dulu…” Jawab mas Dedi dengan napas yang terengah-engah.
Kemudian dia kembali memasang ujung penisnya tepat dicelah anusku. Sungguh aku deg-degan luar biasa ketika merasakan kepala batang penis itu menyentuh bibir anusku. Namun karena batang kontol mas Dedi memang berukuran super besar, dia sangat sulit memasukkannnya kedalam celah anusku.
Setelah sedikit dipaksa, akhirnya ujung kontol mas Dedi berhasil menerobos anusku. Ya ampun, aku menggeliat hebat ketika ujung penis yang besar itu mulai menerobos masuk. Walau
pun mulanya sedikit perih, tetapi selanjutnya rasa nikmatnya sungguh tiada tiara. Seperti janji mas Dedi, penisnya yang berukuran jumbo itu hanya digesek-gesekan dibibir anusku saja. Meskipun hanya begitu, kenikamatan yang kurasa betul-betul membuatku hampir teriak histeris. Sungguh batang zakar mas Dedi itu luar biasa nikmatnya.
Dia terus menerus mamaju-mundurkan batang penis sebatas bibir anusku. Keringat kami berdua semakin deras mengalir, semenatara mulut kami masih terus berpagutan.
 ” Ayoohh.. ngoommoong saayang, giimaanna raasaanyaa..? ?? ahhhhhh…” Kata mas Dedi tersengal-sengal.
” Oohh.. teeruuss.. sayangggg.. teeruss..!” ujarku sama-sama tersengal.
Entah bagaimana awal mulanya, tiba-tiba kurasakan batang kontolnya yang besar itu telah amblas semua kelubang anusku. Bless, perlahan tapi pasti batang kemaluan yang besar itu melesak kedalam lubang anusku. Duburku terasa penuh sesak oleh batang penis mas Dedi yang sangat-sangat besar itu.
“Lohh..? Mas..! Dimaassuukiin seemmua yah..? ” Tanyaku.
” Taanguung, saayang. Mas udah nggak tahhan..! ” Ujarnya dengan terus memompa anusku secara perlahan.
Ketika batang penis itu amblas semua di dalam anusku, aku hanya dapat terengah-engah dan merasakan kenikmatan yang kini semakin tak tertahankan. Begitu besarnya penis si Polisi kekar itu, sehingga lubang anusku terasa sangat sempit. Sementara karena tubuhnya yang berat, batang penis mas Dedi semakin tertekan kedalam anusku dan melesak hingga kedasar usus besarku. Sangat terasa sekali bagaimana rasanya batang kontol mas Dedi menggesek-gesek dinding anusku.
Tanpa sadar aku pun mengimbangi genjotan mas Dedi dengan menggoyang pantatku. Kini tubuhku seperti timbul tenggelam diatas kasur busa ditindih oleh tubuh besar dan kekar Briptu Dedi. Semakin lama, genjotan mas Dedi semakin cepat dan keras, sehingga badanku tersentak-sentak dengan hebat. Clep.. , clep.. , clep.. , cleep.. , begitulah bunyi batang kontol mas Dedi yang terus memompa duburku.
” Teerruss Beib...! Aakuu.. nggak kerasa.. lebih kuuaatt.. entotin aku…! ” Erangku berulang-ulang.
Sungguh ini permainan seks yang paling nikmat yang pernah aku rasakan dalam sebulan ini. mas Dedi benar-benar telah menenggelamkan aku dalam gelombang kenikmatan.
Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan nikmat yang luar biasa disekujur tubuhku. Aku benar-benar mengerang nikmat dibawah gencetan tubuh besar mas Dedi. Seketika itu seperti tidak sadar, aku ciumi lebih berani bibir mas Dedi dan aku peluk erat-erat.
Mas Dedi semakin kencang menghunjam-hunjamkan batang kejantanannya keduburku. Saat itu tubuhku semakin meronta-ronta dibawah dekapan mas Dedi  yang kuat.
” Kaalauu.. uudahh.. nggak kuat.. ngoommoong.. saayaang.. biaarr.. aakuu... pelaninnnn…! ”. Desah mas Dedi.
” ooh.. aauuhh.. aakkuu.. kuat mas… ahhhhh..! ” Jawabku.
Seketika tangan kananku menjambak rambut mas Dedi, sedangkan tangan kiriku memeluknya erat-erat punggungnya. Pantatku aku sodorkan lebih keatas agar batang kemaluan mas Dedi dapat menancap sedalam-dalamnya di dalam anusku.
Tapi entah mengapa mas Dedi menghentikan genjotannya.
” Aku kencengin yahhh.. Tahan dikit ya sayang.. Aku genjot yang kencang!!!! Biar kamu keenakan!! ” Ujarnya sambil mengecup pipiku.
Tentu saja aku mengangguk. Ini semua karena mas Dedi yang ajuh lebih perkasa dengan apa yang aku harapkan. Selain itu batana kejantanan Briptu Dedi memang sangat luar biasa besar dan nikmat luar biasa untuk anus cowok sakit seperti aku.
Meskipun aku rasakan sedikit ngilu, aku biarkan mas Dedi memompa terus lubang anusku. Karena lelah, aku pasif saja saat mas Dedi terus menggumuliku. Tanpa mengimbangi, kini badanku yang kecil benar-benar tenggelam ditindih tubuh atletis mas Dedi. Clep.. clep.. clep.. clep. Aku lirik kebawah untuk melihat anusku yang dihajar batang kejantanan mas Dedi. Gila, anusku dimasuki penis sebesar itu. Dan yang lebih gila lagi, batang kontol besar seperti itu nikmatnya tiada terkira. Kalian udah pernah belum dapet TOP kayak mas Dedi?? Hehehe…
Mas Dedi semakin lama semakin kencang memompakan penisnya. Sementara mulutnya tidak henti-hentinya menciumi pipi, bibir dan leherku. Mendapat rangsangan tanpa henti seperti itu tiba-tiba tenagaku kembali lagi.Aku rasakan energi mulai merambat lagi dari duburku yang dengan kencang dipompa si Briptu ganteng. Maka aku balik membalas ciuman mas Dedi, semantara pantatku kembali berputar-putar mengimbangi penis mas Dedi yang masih perkasa menusuk-nusuk lubang anusku.
” Bayu pengen di kencengin.. la…gggihhh??? Ahhhh,…. Ohhh… yeahhh… ” Tanya mas Dedi.
” Heemmmmhhh ahhhh…..” Hanya itu jawabanku.
Kini kami kembali mengelapar-gelepar bersama. Tiba-tiba mas Dedi bergulung, sehingga posisinya kini berbalik, aku diatas, mas Dedi dibawah.
” Ayoohh gaantiian..! Bayu, seekaarang di ataass..” Kata mas Dedi.
Dengan posisi tubuh diatas mas Dedi, pantatku aku putar-putar, maju-mundur, kiri-kanan, untuk mengocok batang penis mas Dedi yang masih mengacung dilubang anusku. Dengan masih malu-malu aku juga ganti menjilati leher dan puting mas Dedi. Dia yang telentang dibawahku hanya dapat merem-melek karena kenikmatan yang kuberikan.
” Aduhhh.. yankkk… kamu panda..aii… bang…etttthhh… ahhh… ” Kata mas Dedi sambil membalas menciumku dan membelai punggungku.
 Aku semakin kuat menghunjam-hunjamkan anusku kebatang penis mas Dedi. Tubuhku yang kecil semakin erat mendekap mas Dedi. Aku juga semakin liar membalas ciuman mas Dedi.
“Mas aku capekkk…” Kataku terengah-engah.
Tahu kalau aku capek, mas Dedi langsung bergulung membalikku sehingga aku kembali dibawah. Dengan napas yang terengah-engah, mas Dedi yang telah berada diatas tubuhku semakin cepat memompa duburku. Tak ayal lagi, rasa nikmat tiada tara terasa disekujur tubuhku. Lalu rasa nikmat itu seperti mengalir dan berkumpul ke dalan anusku. Mas Dedi aku peluk sekuat tenaga, sementara napasku semakin tak menentu.
” Gimanahhhh.. say…anggghhh.. enakhhh???” Desahnya.
Karena tidak kuat lagi menahan nikmat, aku pun mengerang keras.
” Teruss.. , teruss.. , mashhh.. kencengin… buktikan kamu jantan… ahhhh..!!! ” Desahku, sementara tubuhku masih terus tergoncang  dalam tindihan tubuh kekar mas Dedi.
Tiba-tiba mas Dedi mendengus-dengus semakin cepat. Tangan kekarnya mendekapku erat-erat seperti ingin meremukkan tulang-tulangku. Ia benar-benar membuatku tak bisa bergerak, dan napasnya terus memburu. Genjotannya di anusku semakin cepat dan keras. Kemudian tubuhnya bergetar hebat.
” Bayyyyy!!!! akuu.. , maauu.. , keluuarr sayang..! Ahhhhh.. Argggghhhh!!!!!!!!! ” Erangnya tidak tertahankan lagi.
Melihat mas Dedi yang hampir keluar, pantatku aku putar-putar semakin cepat. Aku juga semakin erat memeluknya. Croooot.. cooorot..Ccrrroooot! Sperma mas Dedi terasa sangat deras munyembur di dalam lubang anusku. Mas Dedi memajukan pantatnya sekuat tenaga, sehingga batang kejantanannya benar-benar menancap sedalam-dalamnya di lubang duburku. Aku merasa lubangku terasa sangat hangat oleh cairan sperma yang mengucur dari kontol Briptu Dedi.
Gila, sperma mas Dedi luar biasa banyaknya, sehingga seluruh lubang anusku terasa basah kuyup. Bahkan karena sangking banyaknya, sperma mas Dedi belepotan hingga ke bibir anus dan pahaku. Berangsur-angsur gelora kenikmatan itu mulai menurun.
Untuk beberapa saat mas Dedi masih menindihku, keringat kami pun masih bercucuran. setelah itu dia berguling kesampingku. Aku termenung menatap langit-langit kamar karena kecapean. Begitu pun dengan mas Dedi.
” Bay, aku tahu ini salah tapi jujur, aku cinta sama kamu ” Ujar mas Dedi lirih.
Aku tersenyum lalu entah mengapa aku sudah tidak sadar apa-apa lagi. Aku tertidur dengan lelapnya karena kelelahan sehabis di genjot mas Dedi.

*** 

” Hei Ded!! Buka!! sudah siang ini.. Ayo Berangkat! ” Teriak kawan mas Dedi disertai ketok pada pintu.
Dengan masih tetap diam, aku dan mas Dedi segera beranjak, berbenah lalu berjalan keluar kamar. Mas Dedi sempat mengecup bibirku saat dia meninggalkanku di atas tempat tidur.
” Kamu habis mimpi apa sih? Kok bisa kesiangan bangun begini. Ayo cepat, berangkat! ”, kata teman Mas Dedi.
” Ah nggak apa-apa kok, aku cuma tidur larut malam ” Jawabnya dengan singkat.
Kemudian mas Dedi menitipkan kunci rumah padaku dan meninggalkan aku sendiri di kosannya . untung saja hari itu aku masuk pukul sembilan jadi bisa sarapan sebentar itung-itung mengisi tenaga selepas di genjot mas Dedi tadi malam.
 Beberapa hari sejak kejadian  itu rasa rindu pada mas Dedi kerap menggangguku saat bekerja. Dadaku sering berdebar-debar kalau mengingat kenikamatan luar biasa yang telah diberikan mas Dedi. Aku selalu terbayang keperkasaannya diatas ranjang, yang itu semuanya membuatku benar-benar ketagihan.
Maka sejak itu aku sering menginap di tempat mas Dedi. Bahkan hampir rutin sebulan 3 sampai 4 kali aku melepas hasrat pada mas Dedi yang selalu melayaniku. Dan di setiap kencan selalu saja ada hal-hal baru yang membuatku semakin terikat oleh keperkasaannya…
*** 

Begitulah cerita singkatku dengan pacar (selingkuhan baruku) bernama Briptu Dedi Dwi Hartono. Mungkin di lain waktu aku akan sambung ceritaku ini. Entah dengan orang yang sama atau dengan orang yang berbeda.

Terimakasih sudah menjadi pembaca setia ceritaku… I Love U all..

8 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. KENALKAN NAMAKU : WANG YIHAN.
    AKU LAHIR TGL : 4 APRIL 1984

    ZODIAK : ARIES.

    KERJA : KIMA BAJO HOTEL SBG FRONT OFFICE STAFF.

    TINGGAL DI : MANADO.

    NO HP : 085240333438

    HOBBY : RENANG,TRAVELING, MEDITATION,TAI CHI.

    MY COLOR : RED, LIGTH GREEN,YELLOW,BROWN,AND PINK.
    DISLIKE : DARK COLOR, PACAR YG MANJA,SOMBONG
    ORANG KERAS KEPALA, EMOSI TINGGI
    TIDAK MANDIRI,EGOIS ,MALAS,
    DAN PELIT.

    AKU COWOK DARI MANADO YANG KERJA DI KIMA BAJO HOTEL.

    AKU MAU CARI PACAR COWOK POLISI YG MASIH FREE ATAU COWOK ORANG BANDUNG ATAU JOGJA.
    KLU DAPAT COWOK CHINA JUGA LEBIH OK..

    YANG PENTING SUDAH MAPAN,PUNYA PEKERJAAN TETAP,PIKIRAN LEBIH BIJAK,SERIUS DAN BISA MENYAYANGIKU DAN MEMBUATKU ENJOY BERSAMANYA..
    AGAR SEIMBANG LEBIH SUKA COWOK YANG TINGGI BADANNYA DI ATAS 169 CM.
    KALAU SERIUS BERMINAT YA TELPON AKU YA DAN LANGSUNG MEMPERKENALKAN DIRI SECARA GENTLE DAN TO THE POINT..

    CATATAN :
    COWOK SEGANTENG APAPUN KLU ORANGNYA BELUM MAPAN,SUKA EMOSI TINGGI,TIDAK DEWASA DAN KURANG BIJAK, YA AKU KAPOK UNTUK MENERIMANYA ATAU MENGATAKAN IYA..
    GIMANA???
    ARE YOU READY???
    ARE YOU SURE????

    BalasHapus
  3. KENALKAN NAMAKU : WANG YIHAN.
    AKU LAHIR TGL : 4 APRIL 1984

    ZODIAK : ARIES.

    KERJA : KIMA BAJO HOTEL SBG FRONT OFFICE STAFF.

    TINGGAL DI : MANADO.

    NO HP : 085240333438

    HOBBY : RENANG,TRAVELING, MEDITATION,TAI CHI.

    MY COLOR : RED, LIGTH GREEN,YELLOW,BROWN,AND PINK.
    DISLIKE : DARK COLOR, PACAR YG MANJA,SOMBONG
    ORANG KERAS KEPALA, EMOSI TINGGI
    TIDAK MANDIRI,EGOIS ,MALAS,
    DAN PELIT.

    AKU COWOK DARI MANADO YANG KERJA DI KIMA BAJO HOTEL.

    AKU MAU CARI PACAR COWOK POLISI YG MASIH FREE ATAU COWOK ORANG BANDUNG ATAU JOGJA.
    KLU DAPAT COWOK CHINA JUGA LEBIH OK..

    YANG PENTING SUDAH MAPAN,PUNYA PEKERJAAN TETAP,PIKIRAN LEBIH BIJAK,SERIUS DAN BISA MENYAYANGIKU DAN MEMBUATKU ENJOY BERSAMANYA..
    AGAR SEIMBANG LEBIH SUKA COWOK YANG TINGGI BADANNYA DI ATAS 169 CM.
    KALAU SERIUS BERMINAT YA TELPON AKU YA DAN LANGSUNG MEMPERKENALKAN DIRI SECARA GENTLE DAN TO THE POINT..

    CATATAN :
    COWOK SEGANTENG APAPUN KLU ORANGNYA BELUM MAPAN,SUKA EMOSI TINGGI,TIDAK DEWASA DAN KURANG BIJAK, YA AKU KAPOK UNTUK MENERIMANYA ATAU MENGATAKAN IYA..
    GIMANA???
    ARE YOU READY???
    ARE YOU SURE????

    BalasHapus
  4. AKU TAK PUNYA KELEBIHAN APA APA DAN KEKUATAN UNTUK MELAWAN MEREKA YANG MENIPUKU,MEREMEHKANKU DAN MEMPERMAINKANKU. TUBUHKU LEMAH DAN TIDAK PUNYA BANYAK UANG...
    TAK ADA YANG MENOLONG..
    SELAIN AKU HARUS BERSUMPAH DENGAN DUPA DI HADAPAN TUHAN ,LANGIT DAN BUMI UNTUK MINTA BENCANA ATAS KETIDAK ADILAN DAN MENGUTUK SEMOGA TANAH DEVELOPER GRYAH PANIKI INDAH MENGALAMI BENCANA,MALAPETAKA DAN SIAL SEUMUR HIDUP MEREKA..
    AMIEN...
    AKU TELAH DIPERMAINKAN SEMUA ORANG...
    TIDAK ADA UNDANG UNDANGKAN DI DUNIA YANG MELARANG AKU BERSUMPAH DAN BICARA ????
    SETIAP ORANG JUGA PUNYA HAK UNTUK MENILAI DAN BICARA UTARAKAN PENDAPAT...
    DALAM HAL INI AKU TIDAK PANDANG LAGI ALKITAB ATAU AGAMA..
    TUHAN BOLEH MEMAAFKAN TAPI ROHKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN DAN AKAN MENUNTUT SAMPAI KE PINTU NERAKA..

    MENGENAI DEVELOPER GRYAH PANIKI INDAH MANADO BESERTA ARSITEK DIAN SETIAWATI ,MANAGER JELFI DAN MANDOR BRAM YANG TELAH MENIPUKU DENGAN MENYURUHKU TANDA TANGAN SERAH TERIMA KUNCI RUMAH LALU MEREKA BANGUN GEDUNG RUMAHKU ASAL JADI.
    SAMPAI KAMAR MANDI DAN KAMAR TIDUR BOCOR KLU SAAT HUJAN. KOSENG JENDELA TERBELAH 2 DAN DINDING LEMBAB SERTA BANGUNAN DINDING RETAK RETAK, TIDAK DI ACI DENGAN BAIK, ANTARA KOSENG JENDELA DAN DINDING TIDAK DI PLESTER SEHINGGA KELUAR MASUK SEMUT MERAH.
    DINDING DI CAT BA ROTO ROTO OLEH DEVELOPER GRYAH PANIKI INDAH MANADO YANG BERALAMAT JALAN ARAH BANDARA SAM RATULANGI MANADO, KECAMATAN MAPANGET LINGK X KELURAHAN PANIKI DEPAN TUGU ADIPURA dan lantai kamar mandi tidak di plester dengan baik.

    MENGADUH KE BANK MANDIRI JUGA TETAP SALAH...
    SALAH JADI BENAR DAN BENAR JADI SALAH..
    GAMBAR BUKTI FOTO YANG MEREKA BANGUN GEDUNG RUMAHKU, BOLEH KALIAN LIHAT DI YOUTUBE, GOOGLE, FB UN WALL DAN FACE BOOK MILIK WANG YIHAN.
    (7 foto) Foto

    BalasHapus