Hunk Menu

Overview of the Naolla

Naolla is a novel which tells about life of Hucky Nagaray, Fiko Vocare and Zo Agif Ree. They are the ones who run away from Naolla to the Earth. But only one, their goal is to save Naolla from the destruction.

Book 1: Naolla, The Confidant Of God
Book 2: Naolla, The Angel Falls

Please read an exciting romance novel , suspenseful and full of struggle.
Happy reading...

Look

Untuk beberapa pembaca yang masih bingung dengan pengelompokan posting di blog ini, maka saya akan memberikan penjelasannya.
(1)Inserer untuk posting bertemakan polisi dan dikutip dari blog lain;(2)Intermezzo adalah posting yang dibuat oleh pemilik blog;(3)Insert untuk cerita bertema bebas yang dikutip dari blog lain;(4)Set digunakan untuk mengelompokan posting yang sudah diedit dan dikutip dari blog lain;(5)Posting tanpa pengelompokan adalah posting tentang novel Naolla

Rabu, 13 Februari 2013

Inserer: Berkenalan Dengan Pak Polisi

Namaku Yus berusia 25 tahun, aku adalah perantau dari Yogyakarta dan aku sudah cukup lama di Jakarta sudah berjalan tahun kedelapan.  Aku bekerja sebagai seorang salesman alat-alat kesehatan. Tempat tinggalku berdomisili di daerah Jakarta Barat dan aku mengontrak sebuah rumah berukuran 78 m2 dan aku tinggal sendirian. Ayahku cukup berada namun kondisi keluargaku kurang begitu baik. Ayah dan ibuku sudah 2 tahun berpisah. Itulah segelintir keberadaan keluargaku.
Aku adalah seorang biseksual bisa dikatakan demikian karena aku tertarik dengan wanita dan pria. Wanita idamanku ialah berambut panjang dan postur badan yang tinggi sedangkan pria idamanku adalah bapak-bapak sekitar berumur 50 tahun dan berbadan gendut.
Aku akan menceritakan pengalamanku yang sangat berkesan buatku :
Suatu hari yang panas terik dan macetnya lalu lintas kota Jakarta membuat aku merasa lelah dan perlu istirahat sejenak maka kutepikan motorku dan kunaikkan trotoar. Di sebuah taman di bilangan Jakarta Selatan, ku duduk di bawah pohon yang cukup rindang. Angin sepoi-sepoi bertiup……sangat nikmat rasanya dicampur wangi dedaunan hijau yang menyejukkan udara disekitar taman itu.
Sambil melihat kendaraan berlalu-lalang, tiba-tiba mataku tertuju dengan seorang polisi yang sedang berbicara dengan seorang pengemudi. Yang kuperhatikan bukan pembicaraan mereka namun postur badan Pak Polisi yang gendut sehingga membuat aku tertarik. Ingin sekali aku dipeluknya, dengan ayahku; aku kurang mendapatkan kasih saying maka dari itu aku selalu mendambakan kasih sayang seorang ayah.
Kuperhatikan terus Pak Polisi itu, setelah mengeluarkan surat tilang dan memberikannya kepada pengemudi itu. Setelah pengemudi itu pergi, Pak Polisi itu berjalan ke arahku……..
“Waduh, apa aku salah menaikkan motorku ke trotoar ?” pikirku dalam hati sambil dagdigdug jantungku.
Kemudian Pak Polisi itu duduk disebelahku karena di taman itu memang cuma ada satu bangku taman ini yang masih baik kondisinya.
“Permisi, ajak Bapak duduk ya.” kata Pak Polisi gendut itu.
Dengan senyum dan semangat, dan ini merupakan kesempatan buatku………
“Silahkan, Pak.” balasku dengan cepat.
Setelah duduk Pak Polisi itu melepaskan topinya dan menaruhnya diatas pahanya. Sungguh pria yang ku idamkan penuh charisma dengan rambut yang cepak agak keputih-putihan.
“Kadang seenaknya aja naik motor.” kata Pak Polisi itu.
Aku hanya tersenyum…..tidak berani aku berkata sepatah kata pun.
“Kamu harus hati-hati jika berkendara ya…….” kata Pak Polisi kepadaku sambil tersenyum.
Makin terpesona aku melihat senyumannya. Kulihat peneng namanya, tertulis disana HAMZAH. Ku beranikan diri membuka pembicaraan.
“Pusing juga ya, Pak….mengatur lalu-lintas belum lagi pengendara yang kadang tidak mentaati peraturan lalu-lintas.” kataku.
“Ya, sudah menjadi tugas kami Anggota Polisi…..ya kadang menyenangkan kadang menjengkelkan.” kata Pak Polisi.
“O ya, Pak….namaku Yus, nama bapak….Pak Hamzah ya.” kataku.
“Loh kok tau nama saya ?” kata Pak Polisi itu.
“Kan di baju bapak ada namanya.” kataku sambil tersenyum.
“O iya…..bapak lupa.” kata Pak Polisi.
Lalu kami berbicara dari soal lalu-lintas sampai soal keluarga baik keluargaku maupun keluarga Pak Hamzah. Kadang aku kurang menyimak pembicaraan kami karena aku memperhatikan wajah dan tubuh Pak Polisi ini.
Ternyata Pak Hamzah tinggal dengan istrinya, tempat tinggalnya tidak begitu jauh dari taman tempat kami ngobrol. Anak Pak Hamzah sudah pada besar-besar, 3 lelaki dan 2 perempuan. Biasa kalau lelaki dari Angkatan pasti nafsu seks-nya besar; itu menurut pendapatku.
“Mampir yuk ke rumah Bapak ?” ajak Pak Hamzah.
Wah, sungguh kesempatan emas pikirku tapi di rumahnya khan ada istrinya. Akhirnya………….
“Boleh, Pak……kalo Bapak Polisi gak keberatan.” kataku.
“Ya jelas engga dong……..jangan panggil Bapak Polisi; panggil aja Pak Hamzah.” Balasnya sambil tersenyum.
Gak nahan aku setiap melihat Pak Hamzah tersenyum.
Lalu kami berdua menuju rumah Pak Hamzah; setiba di rumah kontrakannya, Pak Hamzah memasukkan motornya ke teras rumah dan menyuruhku memarkirnya depan pagar karena terasnya tidak begitu luas.
“Mari masuk, Dik Yus.” kata Pak Hamzah setelah membuka pintu.
“Ibu kemana, Pak ?” tanyaku.
“Oh istri sedang pulang kampung sudah satu minggu bapak sendirian.” jawab Pak Hamzah.
Wah, pucuk dicinta ulam tiba………seneng aku mendengar jawaban dari Pak Hamzah.
Pak Hamzah mempersilahkan aku duduk di bangku sofa di ruang tamunya.
“Bentar ya….bapak ganti pakaian dulu.” kata Pak Hamzah.
Sambil Pak Hamzah berjalan menuju kamarnya; kulihat tubuh belakang yang gendut dan menawan hatiku. Ingin aku dipeluknya dan bermanja-manja dengan Pak Hamzah.
Tak lama kemudian, Pak Hamzah keluar dengan mengenakan kaos singlet berwarna putih dan celana boxer  hijau tentara. Perutnya nampak mumbul ke depan dan tonjolan penisnya agak kentara terlihat.
Lalu Pak Hamzah duduk di bangku sofa sebelah bangku yang aku duduk.
“Anggap aja rumah sendiri.” kata Pak Hamzah.
Aku hanya membalasnya dengan senyuman; tidak bisa dipendamlagi keinginanku supaya dipeluk Pak Hamzah. Tanpa tidak sengaja, aku memperhatikan Pak Hamzah sampai terbengong.
“Loh kok ngeliatin Bapak sampai segitunya……” kata Pak Hamzah tersenyum.
“Oh……ehhh……maaf, Pak….aku suka sama Bapak.” jawabku spontan. Waduh pikirku dalam hati, lidah ini gak bisa diajak kompromi….maen ceplas ceplos aja.
Pak Hamzah tersenyum, lalu aku berkata…………….
“Mau gak Bapak memeluk aku ?” tanyaku ke Pak Hamzah.
Lalu Pak Hamzah beranjak dan duduk mendekatiku dan dipeluknya aku. Sungguh aku sangat menikmati pelukan itu karena aku sangat merindukannya. Ku letakkan kepalaku dipundaknya dan dilelus-elusnya punggungku dan sesekali diusapnya kepalaku. Sekitar 5 menit aku didekap Pak Hamzah. Tanpa sadar aku meneteskan air mata dan menetes mengenai pundak Pak Hamzah.
Kemudian Pak Hamzah melepas pelukannya….
”Mengapa kamu menangis ?” tanya Pak Hamzah.
Aku hanya terdiam……..langsung kupeluk erat-erat Pak Hamzah.
Pak Hamzah menyambut pelukanku dengan hangat.
“Sudah….sudah…..sekarangkan kamu ada Bapak, setiap saat kamu perlu Bapak….kamu main saja ke rumah Bapak.” kata Pak Hamzah sambil mengusap kepalaku.
Kembali Pak Hamzah melepas pelukanku dan kepalaku dipegang oleh kedua tangannya. Kemudian Pak Hamzah mendekatkan bibirnya ke bibirku dan melumatkan bibirku. Kubalas lumatan Pak Hamzah, aku menjulurkan lidahku agar diisap oleh Pak Hamzah begitu pun Pak Hamzah. Kami bergantian saling melumat lidah.
Sambil kami berciuman, kucoba melepaskan kaos singlet Pak Hamzah. Kucumbui pipi dan leher Pak Hamzah……..emmmm……mmmm……ucap Pak Hamzah. Kuciumi dada dan kujilat putingnya, dengan posisi berlutut kuciumi perut Pak Hamzah. Kepalaku diusapnya……..oohhhh……hhhh………..
Kini kujilat tonjolan yang masih tertutup celana boxer itu hingga basah dan sesekali kuremas-remas tonjolan itu.
“Aahhh………” desah Pak Hamzah.
Kemudian Pak Hamzah melorotkan celana boxernya, nampaklah batang kemaluan berukuran 14 cm (berdiameter kira-kira 3 cm). Kukocok penis itu dan kujilat lubang perkencingannya.
“Ooohhhh……….isep terus, Dik Yus……enak banget.” desah Pak Hamzah.
Kini kumasukkan perlahan senti demi senti penis Pak Hamzah……blesss…..kini seluruh penisnya masuk ke dalam mulutku. Agak kupercepat gerakanku naik-turun mengulum penis Pak Hamzah….pok….pok…
Aasssshhhh……ssshhhh……eemmmm……oohhhh….hhhhh ……..
Sambil mengulum penis Pak Hamzah, kulepas pakaian dan celanaku hingga kini kami berdua telanjang bulat. Lalu Pak Hamzah menyuruhku berdiri dan membelakanginya; Dan menyuruhku agak menungging sambil aku memegang meja sofa itu. Dibentangkan dua gumpalan daging pantatku dan dijilatnya lubang pantatku…..slep….slep…..dijilat….disedotnya lubang pantatku. Ditariknya kuat-kuat kedua pahaku, dibenamkannya muka Pak Hamzah diantara kedua bongkahan pantatku. Kini tangan Pak Hamzah satunya mengocok penisku.
“Ooohhhh, Pak……jilat terus lubang pantat saya…..kocok terus….aaahhhh…..”desahku.
Sesekali Pak Hamzah memasukkan jari-jari tangannya yang gendut-gendut ke dalam lubang pantatku.
“Aahhh…..sakit, Pak.” teriakku pelan.
“Lubang pantatmu enak banget……..” kata Pak Hamzah sambil menjilat lubang pantatku dan sesekali dimasukkannya 2-3 jarinya dan digerakkannya keluar-masuk di lubang anusku.
“Oohhhh…….Pak…..sakit…..pelan-pelan.” desahku.
Mendengar desahku, Pak Hamzah mempercepat gerakan tangannya “menyodomi” anusku.
“Aaahhh….hhhh…….” teriakku.
Penisku juga dikocoknya kuat-kuat sehingga rasa perih dan nikmat bercampur jadi satu.
Waktu menunjukkan pukul 14.30, lalu Pak Hamzah menyuruh aku menduduki penisnya dan punggungku direbahkan di dadanya. Pak Hamzah mengerakkan pantatnya dan menyuruhku memompa pantatku. Tangan Pak Hamzah mengocok penisku dan tangan satunya memilin putingku.
Ooaahh……..hhhh……aaahhh…..oohhhh…..ssshhh…….pok….pok….pok……aaahhh…hhh………
Hampir satu jam aku main “kuda-kudaan”……………………
“Bapak mau keluar………oohhh……” teriak Pak Hamzah.
Kulepaskan penis Pak Hamzah dari anusku…..kumasukkan penis Pak Hamzah ke dalam mulutku.
Aaahhhh……crot…..croott…..crootttt…….peju Pak Hamzah memenuhi mulutku, banyak sekali peju yang dikeluarkan Pak Hamzah. Kucoba menelan semua peju itu…..kujilat dan kuisep terus penis Pak Hamzah dan kubiarkan hingga melemas di dalam mulutku.
Kukeluarkan penis itu dari mulutku, kini aku berdiri di hadapan Pak Hamzah. Pak Hamzah langsung memegang penisku dan dimasukkannya ke dalam mulutnya. Dikulumnya penisku kuat-kuat…kupegang kepala Pak Hamzah kuiring membuat gerakan maju-mundur.
“Yus udah mau keluar nih…..” kataku.
Kucabut penisku dari mulut Pak Hamzah….kukocok penisku di depan mulutnya; Dan……
“Aassshhhh……oohhhh……..” teriakku.
Dijilatnya air maniku yang muncrat mengenai bibir Pak Hamzah dan dijilatnya lubang kencingku yang masih mengeluarkan sperma.
“Gurih rasa peju kamu, Yus.” kata Pak Hamzah.
Akhirnya kami berdua duduk lemas lunglai tanpa busana sambil kusandarkan kepalaku di dada Pak Hamzah.
 
Sumberadit1972.blogspot.com/2012/07/cerigay-berkenalan-dengan-pak-polisi.html

Sabtu, 09 Februari 2013

Inserer: Birahi 2 Polisi (Part 3)

Malam itu, udara di luar cukup dingin. Angin berhembus dengan kencang, menambah dinginnya malam. Namun, berbeda dengan hawa di luar, di sebuah kamar malah terjadi sebaliknya. Suasana di kamar tersebut sangat panas karena sedang terjadi persetubuhan antara dua manusia sejenis. Mereka adalah bripda. joko dan briptu. ajie yang sama-sama berprofesi sebagai polisi. Mereka bercinta di atas ranjang dengan penuh nafsu dan birahi. Dua sesosok tubuh telanjang sesama jenis, sedang bersentuhan dan bergesakan demi sebuah kenikmatan. Joko, laki-laki dengan tubuh seksi dan kontol 19cm, berada di atas sedang mengentot ajie. Joko dengan penuh kelembutan memasukkan kontolnya yang besar ke dalam anus ajie. Ajie yang berada di bawah dengan posisi terlentang, menerima dengan pasrah hujaman kontol joko. Pergumulan di bawah gelapnya sebuah kamar, yang hanya di selingi desahan kenikmatan dan derit ranjang yang bergoyang. “ough..ough…ough…” hanya terdengar deru nafas mereka yang tidak teratur. “ah..ah..ough….oughh!!!” kadang diselingi desahan atau gerangan kecil saat rasa nikmat tiba-tiba memuncak. Kaki ajie di angkat supaya pantatnya lebih mudah dikentot. Joko dengan posisi setengah duduk, memasukkan kontolnya di dalam anus ajie. Ia masukkan, lalu ia keluarkan, ia goyangkan maju mundur, kanan kiri, sehingga menimbulkan rasa nikmat bagi keduanya. “jok..enak jok!!!lebih dalam…oughhh…” desahan ajie meminta kentotan lebih dari joko. Gerakan pantat joko maju mundur mengikuti kemana arah nikmat berlari. Jembut joko yang lebat, membuat daerah sekitar anus ajie menjadi tergelitik. Itu membuat sensasi lebih bagi ajie. “ough..pantatmu nikmat jie, aku suka!oh….oh..” joko terus memompa kentotannya. “argh..kontolmu jok!aku suka banget!!!oh....!!”. Keringat bercucuran dari kedua tubuh manusia sejenis yang telanjang itu. Joko sesekali menunduk, untuk mencium mesra ajie. Ia cium mesra bibir ajie, lalu ia mainkan bibir dan lidahnya. Sampai mereka bergigitan lembut untuk menambah kenimatan. Bibir joko bergerilya turun ke arah puting ajie, ia kulum dan sedot dalam-dalam. “ough…ough..argh…” ajie menggilat saking nikmatnya. Kentotan joko mulai kembali. Ia gerakkan pelan pantatnya maju mundur, saat kontol berada di dalam, ia tahan sebenatr lalu ia gerakkan. “ough….sungguh nikmat jie!enakk…ah….ah” “jok..ough..ough...” ajie menggerang saat mendapat rasa nikmat dari kontol joko. Kontol joko yang besar, memang bisa membuat semua pantat jadi ketagihan. Begitu juga dengan ajie, ia tak bisa menolak kontol joko. Permainan joko dan ajie makin panas. “ough..ough...anj*ng!ough...!”joko mempercepat gerakan pinggulnya. “ah..ah..ah..argh...!” ajie semakin pasrah menerima hujaman kontol joko. Hingga akhirnya keduanya akan mencapai klimaks. Joko terlebih dahulu yang orgasme. “jieee..ough..ough...ougggghhhhhh!!!” crot..crot..pejuh joko tumpah di dalam anus ajie saat ia mencapai klimaks. “ah..ah..enak jie, enak..!!” joko mengatur nafas dengan kontol yang masing menancap. Tak berapa lama kemudian, ajie yang dari tadi mengocok kontolnya sendiri, akan orgasme juga. Ia mempercepat kocokannya. “ough..ough..ough..oughhhhhhhhhhhhhhhh!!!” ajie meregang nikmat. Crot crot..pejuh muncrat dari kontolnya. Joko dan ajie sangat menikmati permainan mereka malam itu. Joko lalu memeluk tubuh ajie dari belakang. Joko lalu berkata sesuatu: “jie, aku pingin ngomong sesuatu” “apaan jok?hm..kamu kurang puas dengan servisku?” jawan ajie sambil melirik ke muka joko. “bukan, bukan itu. Kalo sial servis, kamu sih udah yahud!” kata joko sambil sedkit tersenyum. “lalu apaan?” “gini, tadi pagi aku dipanggil komandan” joko mulai menjelaskan sesuatu kepada ajie. “trus kenapa?bukannya biasa saja kalo dipanggil komandan?” “tapi yang ini beda” lanjut joko. “beda apanya?ada hubungannya dengan aku dan kamu?” ajie mulai penasaran. “bukan..tenang saja, hubungan kita aman-aman saja” “trus apaan??kok kelihatannya risau banget” ujar ajie sambil membalikkan badan. Sekarang ajie memeluk erat joko dan menyandarkan kepalanya di atas dada joko. Sambil mengusap-usap kepala ajie, joko melanjutkan cerita. “aku dapet tugas keluar. Besok pagi aku ditugaskan ke aceh, paling sebentar 6 bulan, mungkin malah bisa lebih” terang joko yang membuat ajie kaget. Sambil mengadahkan kepalanya untuk memandang joko, ajie berkata sesuatu: “benarkah?kamu gak becanda kan?” “sayangnya tidak, seandainya aku bisa becanda dalam hal ini. Tapi tidak jie!aku akan pindah!aku harus meninggalkanmu” suara joko terdengar parau. Ia terlihat sangat sedih dengan kenyataan ini. Ajie masih terdiam, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya berharap, agar ini semua mimpi. “maaf jie, maaaaaf....” joko semakin memeluk erat tubuh ajie. Namun ajie masih diam. Lalu ajie dengan tersenyum getir... “gak apa-apa jok, mau gimana lagi. Aku rela kamu pergi” “makasih jie” kata joko sambil mencium kening ajie. “yang penting kamu jaga diri, hati-hati” “tentunya. Kamu juga ya!”. Lalu mereka terdiam sejenak. Mereka berpikir dengan dunia masing-masing, mungkin kesedihan yang sedang ada dalam pikiran mereka. “jie, kok diem. Ada sesuatu?” tanya joko. “enggak!” ajie menjawab dengan nada manja. “pingin nge-sex lagi ya?”goda joko. “hm..kalo iya, emank kenapa?gak boleh?” “ya boleh. Mau lagi?” joko bertanya yang diajwab dengan anggukan kepala ajie. Lalu ajie memulai permainan lagi. Ajie mengambil posisi di atas joko. Ia menindih tubuh joko. Mula-mula ia cium mesra bibir joko, lalu ia sosor leher joko. “ough..jie...” joko sudah mulai merasakan nikmat. Tangan-tangan kekar joko memegang erat punggung ajie. Bibir ajie semakin liar, sekarang ia mengarah pada dada bidang joko yang ditumbuhi bulu. Ia gigit lembut puting joko, lalu ia hisap. “ah...ah...” joko sampai menggelinjing karena sedotan ajie yang sangat enak. Puas dengan ciuman di sekitar dada, ajie bersiap-siap untuk memasukkan kontol joko di anusnya. Dengan posisi joko di bawah sambil terlentang, ajie berdiri sebentar untuk mengarahkan lobang pantatnya tepat di atas kontol joko yang sudah tegang mengacung. Lalu, tanpa banyak waktu ajie langsung menurunkan badannya seperti akan duduk, sehingga kontol joko tepat masuk di lobangnya. “oughhhhh...” ajie mendesah pela. Begitu juga dengan joko yang sudah semakin panas. “ayo jie, oughhh....!!” “ough..ough...” ajie memulai gerakan pinggulnya. Tangan joko sendiri, sekarang mengocok kontol ajie yang berada di dekat perutnya. “ah..ah..ah...” badan ajie naik turun, menggerakkan pantatnya supaya bisa mengocok kontol joko. Joko pun tidak mau kalah, ia selalu menggerak-gerakkan pinggulnya meskipun sangat terbatas dan hanya pelan. “ough..ough...enak jok!” “pantatmu juga enak jie!” mereka saling mendesah untuk membangkitkan gairah masing –masing. Perminan mereka yang awalnya pelan, lama kelamaan mulai cepat. “ough...ough..lagi jie!” joko merasakan sensasi lebih karena goyangan pantat ajie. Nafas semakin menderu. Hawa panas membuat tubuh mereka kembali berkeringat. Kocokan tangan joko pada kontol ajie, semakin lama juga semakin cepat. Gerakan pantat naik turun yang diperagakan ajie terlihat sangat seksi. Joko sangat menikmatinya. Diiringi desah nafas dan teriakan kecil, semakin membakar gairah. Joko bisa merasakan nikmatnya kontol dia yang berada di dalam lobang ajie. Ajie pun juga begitu, ia begitu menikmati kontol joko yang besar di dalam lobangnya. “ough...ough...” badan ajie naik turun sambil memandang joko yang terlentang di atas ranjang. Ajie melihat wajah joko yang meringis keenakan. “lebih cepet jie, enak!ough...ough...” “ah..ah..ah...” pelan namun pasti, gerakan ajie membuat kontol joko merasakan nikmat. Pergumulan mereka sempat berganti posisi. Joko bangun dari posisi tidur, dan mencoba duduk. Lalu ia meminta ajie yang gantian terlentang. Sekarang dengan ordinary style, joko yang memegang kendali mengentot lobang ajie. “ough..ough...” joko menggerakan pinggulnya maju mundur. Kontolnya ia benamkan ke dalam lobang ajie, lalu ia sodok-sodok, sehingga membuat ajie mendesah nikmat. “ah...ah...jok!lagi jok!ah...” “orghhh..orghh!anj*ng!!” joko terus memacu kentotannya. Namun, posisi joko di atas tidak berlangsung lama, mereka berubah posisi lagi seperti di awal pergumulan. Joko kembali terlentang dan ajie kembali berada di atas. “oh yeah...” “oh..oh...oh...” ajie kembali menggerakkan badannya naik turun. Tangan joko kembali mengocok kontol ajie. “ough...enak jie, ughh...” saat badan ajie turun, kontol joko terbenam erat di dalam anus ajie. Saat itulah, ajie menggerakkan pantatnya ke kanan kiri, sehingga membuat kontol joko mendapat sensasi lebih. “ough..gila!oughhhhhh” joko mendesah karena keenakan. Setelah 30 menit pergumulan, ajie sepertinya yang akan muncrat terlebih dahulu. Gerakan tangan joko di kontol ajie semakin cepat, sehingga membuat ajie mau muncrat. “jok, aku mau muncrat!” lalu joko mempercepat tempo kocokannya, sehingga tak berapa lama, crot...crot... “oughhhhh..ough...” ajie meregang nikmat terlebih dahulu. Pejuhnya muncrat di mengenai perut joko. Sementara itu, pantat ajie masih terus memacu gerakan. Naik turun, kanan-kiri, sehingga membuat kontol joko merasakan nikmat tiada tara. “ayo jie..lebih cepat!lebih dalam!ough...ough...” tubuh joko sesekali menggelinjing karena saking nikmatnya. Ia meminta ajie untuk semakin mengiatkan gerakannya. “ough..come on jie!ough...” joko tidak sabar untuk cepat mendapat kenikmatan. Tangan joko yang tadi mengocok kontol ajie, sekarang sudah ia tumpukan pada bawah kepala, sehingga seperti memamerkan bulu ketiaknya yang tumbuh lebat. “ah..ah..ah...” ajie makin liar. Bunyi derit ranjang sesekali terdengar. Derus nafas mereka berdua pun semakin tidak karuan. “ough...ough...” joko terus menerus mendesah. Hingga akhirnya, ia mencapai klimaks. “jie, aku mau keluar neh..” ujar joko. Lalu, ajie pun menggerakkan pantatnya dengan lebih cepat lagi. Pantatnya naik turun, seperti pompa. “jie, jie, jie, oughhhhhhhhhhhhhhhh!!!!” crot....crot....crot....joko menggelinjing karena mencapai klimaks. Pejuhnya muncrat di dalam anus ajie. “hah..hah..hah..” joko mengatur nafasnya yang tak beraturan. Ajie yang sudah merasa capek, langsung merbahkan tubuhnya di atas tubuh joko. Kepalanya bersandar pada dada joko. Kontol joko mulai melemas dan copot dari lubang anus ajie. Nafas menderu sedikit demi sedikit mulai berkurang. Keringat mereka masih bercucuran. Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan, mereka berpelukan mesra. “aku sayang kamu jie..” kata joko sambil mengusap-usap rambut ajie dengan penuh kemesaraan. “aku juga” jawab ajie yang terdengar sedih karena esok hari harus berpisah. “maaf, kalau aku harus meninggalkanmu” “tidak apa-apa jok, aku sudah rela” “jok, boleh aku minta sesuatu sebelum kamu pergi?” tanya ajie. “boleh saja, asal aku bisa pasti aku turuti” “aku pingin ngentot kamu. Boleh?” ujar ajie yang membuat joko kaget. “boleh gak?khan selama ini, kamu terus yang ngentot. Sekali-kali, aku pingin juga ngerasain pantat kamu” jelas ajie. “sebenarnya aku jelas-jelas nolak. Tapi, demi kamu..gak apa-apa deh, itung-itung kado perpisahan, hehehehe” “iya juga ya!kalo gitu...kamu harus siap loh jok!” “beres!!” jawab joko. Ah..malam semakin larut, apa yang akan terjadi besok?
Malam terakhir menjelang keberangkatannya ke aceh, joko memenuhi permintaan ajie untuk mau dikentot. Ajie sudah ingin sekali merasakan nikmatnya lobang joko, makanya dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Malam itu, mereka berdua sudah berada di dalam kamar. Mereka belum melakukan hubungan seks, hanya mengobrol ringan saja di atas ranjang. “udah siap khan jok?” tanya ajie. “gak tau!” jawab joko sekenanya. “loh kenapa?takut ya?” “udah degh..langsung mulai aja” “hm..udah gak sabar pingin dikentot ya?” canda ajie sambil memeluk mesra joko. Lalu dengan penuh gairah, ajie mencium bibir joko. Mereka berdua sekarang berciuman panas sambil membuka baju masing-masing. Tubuh telanjang sudah terlihat. Kedua tubuh polisi yang indah tersebut terlihat mengkilap karena keringat. Ajie memulai aksinya dengan menjilati seluruh tubuh joko. Ia mulai dari dada bidang joko. Lalu kedua putting hitam milik joko yang ia sedot kuat-kuat. “ough..jie..ough…”. jilatan ajie makin kebawah, sekarang sudah berada di depan kontol joko. Kontol joko sudah menegang memamerkan ukurannya yang besar. Ajie mengusap pelan jembutnya yang berwarna hitam, lalu ia mainkan sebentar biji pelernya. Ia juga mengocok pelan kontol joko. “ough…isap jie!” joko memintanya. Lalu ajie pun langsung memasukkan kontol joko ke dalam mulutnya. Ia mainkan lidahnya untuk mengulum-ulum kontol joko yang berada di dalam mulut. “ough..enak!lagi jie…” joko merasakan nikmat. Ia sampai harus menjambak-jambak rambut ajie saat mendapat sensasi kenikmatan. Bibir ajie terlihat moncong karena mencucuk kontol joko. Ia masukkan, lalu ia sedot di dalam, ia keluarkan dengan variasi kocokan pake tangan. Joko sampai tidak bisa menahan diri karena keenakan. “ough!!ough!!” joko berulang kali mendesah. Mulut ajie semakin lihai, jilatan, kuluman dan sedotannya membuat joko tiidak bisa berkutik. Ajie bisa membuat birahi joko melayang-layang. Dan kebetulan juga, ajie sangat menyukai kontol joko yang segedhe buah terong. “ah..ah..lagi jie..” jok terus meminta ajie untuk menghisap kontolnya. Sesekali ajie menggigit lembut bagian kepala kontol joko yang berwarna merah, sehingga membuat joko kaget dan berteriak kecil karena sakit plus nikmat. “ough!shit..ougghhhh….” nafas joko makin tidak karuan. Ia hanya bisa merem melek sambil mengadahkan kepala. Setelah 10 menit, akhirnya joko mulai merasa akan orgasme. “jie, mau keluar neh..” lalu ajie mempercepat tempo kocokan. Saat berada dalam mulut ia sedot kuat-kuat. Dan saat mengocok dengan tangan ia lakukan dengan cepat. “ough..ough..ough…” kontol joko akan mencapai puncak. Ajie makin cepat mengocok. “ough..ough..ougggggggggggggghhhhhhhhhhhhh!!!” crot…crot…crot…, kontol joko memuncratkan pejuhnya ke muka ajie. Pejuh putih kental terasa hangat di muka ajie. “ugh..ough..shit!” joko mengatur nafasnya. Keringat bercucuran keluar dari tubuhnya. Sedangkan ajie menjilati sisa-sisa pejuh yang muncrat di kepala kontol joko. Ia sangat menikmati kontol dan pejuh joko. Setelah merasa puas, joko langsung membaringakan tubuhnya ke atas ranjang. Ia lihat ajie sedang tersenyum. Joko paham, bahwa sekarang adalah saatnya untuk dikentot. Ajie tanpa memberikan kesempatan kepada joko untuk mengatur nafas lebih panjang, ia langsung menubruk joko. Ajie meminta joko untuk nungging. “jok, kamu nungging aja ya?khan kamu masih perawan!” kata ajie seperti dahulu pernah ia dengar dari joko. Pembalasan sepertinya. “iya..aku pasrah aja” joko langsung mengambil posisi nungging. Sekarang ajie bisa melihat lobang pantat joko. Dari jarak yang gak terlalu dekat, lobang joko berwarna hitam dan terlihat masih sanat ketat. Namanya juga masih perawan. Disekitar lobang pantat, tumbuh bulu-bulu halus. Ajie yang melihat lobang pantat joko langsung bernafsu. Ia mendekat ke arah joko, lalu ia raba buah pantat joko yang basah oleh keringat dengan mesra. Ajie menikmati buah pantat joko yang kecoklatan dan terasa padat. Joko terlihat semakin pasrah, ia hanya bisa menunggu apa yang akan dilakukan oleh ajie. Setelah puas meraba-raba, ajie langsung mencorongkan mulutnya tepat di lobang joko. Dengan menggunakan lidahnya, ia jilati sekitar bibir anus joko. Lalu ia coba masukkan lidanya di lobang joko. Dan meskipun tidak terlalu dalam, aksi ajie membuat joko bergetar. “ough!shit..!” joko meregang menahan kaget dan sakit. Ia mulai bisa merasakan sensasi yang dibuat ajie disekitar anusnya. Ia masih takut karena belum pernah ada yang bermain-main dengan lobang anusnya. Puas dengan jilatan, ajie kemudian menggunakan jari-jarinya sebagai pemanasan. Mula-mula dengan jari telunjuk saja. Ia coba masukkan, lalu ditusuk-tusuk pelan ke dalam lobang joko. “orghhh!!!” joko merasakan sakit. Ia hanya meringis untuk menahan rasa sakit. Setelah dengan satu jari, ajie lalu mencoba dengan dua jari, sekarang jari tengah dan telunjuk ia coba masukkan. “ougrgggg…shit..anj*ing!” joko sampai mengumpat karena rasanya benar-benar sakit. Ia seakan tidak kuat, namun ia harus tetap menerima. Setelah dirasa cukup pemanasan, ajie langsung bersiap-siap memasukkan kontolnya yang 15cm ke anus joko. Kontol ajie memang tidak sebesar punya joko, warnanya pun terlihat lebih terang. Kontol ajie yang sudah mengacung tegak, sudah berada di depan lobang anus joko. Dan lalu, bleeess… “ourghhhhhhhhhhhhhh!!! Anj*ing!!!ourghhhhhhhhh!!!” joko langsung berteriak tak bisa menahan diri karena sakit. Tangannya yang bertumpu pada ranjang sampai meremas-remas sprei. Ia sampai mengeluarkan air mata karena rasa sakit yang sangat. Ajie memasukkan kontolnya dengan sangat pelan, dan saat sudah berada di dalam, ia langsung menarik lagi dengan pelan. Namun meskipun pelan, itu tetap membuat joko kesakitan. “ough..shit..oughh!!!pelan jie..” joko terdengar memohon ajie supaya pelan. Sodokan kontol ajie yang pertama belum terlalu membuat lobang joko lebih terbuka. Lalu ajie langsung melanjutkan sodokan kedua. Ia masukkan dengan lebih cepat, dan saat kontolnya sudah terbenam di dalam, ia coba menggoyangkan pinggulnya. Aksinya tersebut membuat joko tambah kesakitan. “oughhhhhhhhh..ough….” joko terus menerus kesakitan. Sedangkan ajie malah mulai merasakan nikmat. “ah..ah…enak jok!” ajie merasakan kontolnya seperti dijepit sesuatu dengan erat, sehingga menimbulkan rasa enak. Ajie sambil memegang buah pantat joko, terus menyodok-nyodokkan kontolnya ke lobang joko. “ah..ah..ah..enak jok!!” “ough..ough…pelan jie, sakit!” joko masih sedikit merasa sakit. Lobangnya masih beradaptasi dengan kontol ajie, apalagi gerakan-gerakan ajie yang berganti-ganti, sehingga membuat lobangnya menjadi kaget. Ajie terus menghujam-hujamnya kontolnya. Gerakan pinggulnya makin cepat. Maju mundur, kanan kiri. “ough..ah…anj*ng!gila!” joko terus merancu karena sakit. Ajie pun juga semakin bernafsu. Gerakannya makin tak terkendali, kadang cepat kadang pelan. Setelah sekitar 10 menit, sepertinya anus joko sudah bisa beradaptasi, sehingga joko mulai merasakan nikmat juga. “gimana jok?enak gak dikentot?kayak gini nih!” ajie memompa kentotannya dengan tajam. “ough..enak jie, makin lama makin enak. Gila!lagi jie…” “gini ya!gini ya!ah..ah” “iya jie, terus!ough….ough…” gerakan pinggul ajie maju mundur dengan cepat, membuat suara benturan antara pahanya dengan buah pantat joko. Plok..plok..plok..ajie bisa merasakan bagaimana saat kontolnya di dalam lobang joko, kontolnya serasa dikempit dengan erat. Sedangkan joko, merasakan sesuatu dalam anusnya yang agak aneh namun nikmat. “ough..anj*ing..anj*ing..oughhh!” joko merancu karena nikmat dan kadang rasa sakit juga. Keringat semakin bercucuran dari tubuh mereka berdua. “ah..ah..ah…” kentotan ajie makin liar. Sesekali ia menepuk buah pantat joko sebagai variasi. Joko pun menikmati tepukan tersebut sebagai sensasi lebih. “ough..jie, lebih dalam jie!enak!ah..ah..” joko sampai merem melek karena nikmatnya. “suka ya?ough..ough..!” ajie menggoyangkan pinggulnya ke kanan dan kiri saat kontolnya terbenam di dalam anus joko. “ourghhh!jie………” joko menjerit pelan. Setelah 20 menit lebih, ajie akan merasakan orgasme. Ia lalu mempercepat tempo kentotan. “ough!ough!ough!” gerakan pinggulnya sangat gesit. Joko merasakan perubahan keceptan kentotan ajie. “jie, pelan jie!!ough…” joko sedikit kesakitan. Namun ajie tidak peduli, ia terus memburu kenikmatan. Kentotannya semakin cepat. “ough!ough!come on!ouh…” “jie..jie..!” joko semakin terperanjat. Namun ajie juga semakin tidak peduli, hingga akhirnya… “ouh..ouh..ouh..ougggghhhhhhhhhhh!!!” crot..crot..crot…pejuh muncrat di dalam anus joko. “ogh.ough..shit!enak jok!” ajie menikmati rasa enak yang tiada tara. Ia masih memuncratkan sedkit sisa-sisa pejuhnya. Jok hanya membenamkan kepalanya di ranjang karena rasa sakit saat hujaman kontol ajie sebelum orgasme. “oh..oh..” ajie mengatur nafasnya, lalu ia mencabut kontolnya dari lobang joko. Joko sudah terbaring tertelungkup. Ajie langsung menindihkan tubuhnya di atas tubuh joko. Nafas mereka berdua masih tidak karuan, masih menderu ke sana kemari. Keringat mereka juga makin bercucuran. Saat itulah, ajie membisikkan sesuatu di telinga joko dengan mesra. “makasih sayang, enak!enak bgt!”, jok yang mendegra kalimat ajie hanya tersenyum. Ia lalu membalikkan badan dan memluk mesra ajie. “kamu hebat juga ya? Bisa bikin aku kayak gini!” kata joko. “jelas donk!hm..masih mau lagi?” “ogah!enak sih enak, tapi kalo sering2x..ntar dulu deh” jawab joko. “kenapa gengsi?” “ntar kamu ketagihan lagi!”. Lalu mereka berdua terdiam sejenak. Tidak kurang dari 30 menit selanjutnya, joko tiba-tiba membalikkan badan dan menindih ajie. Sepertinya ia masih ingin nge-sex. Dan ia ingin mengentot ajie. “jok!” ajie kaget. “ada yang kurang kalo gak ngentot kamu. Apalagi ini malam terakhir, aku harus ngentot kamu” sambil berkata seperti itu, joko terus menyosor tubuh ajie. Ajie yang terlentang, hanya bisa pasrah. Ia menerima jilatan-jilatan disekitar tubuhnya dengan menikmatinya. Bibir joko mula-mula memagut leher ajie, sehingga langsung membangkitkan birahi mereka berdua. Namun itu tidak lama ia langsung bersia-siap untuk ngentot ajie. Ia mengambil bantal untuk menumpu pinggul ajie, dan lalu mengangkat kakinya ke atas. Ajie hanya terlentang pasrah untuk menerima kontol ajie di anusnya. Dan tanpa menunggu lama, joko langsung memasukkan kontol 19cm nya ke dalam anus ajie, blesss.. “ough...” “ough yeah!!” joko mendesah saat mulai mengentot. Ia masukkan dalam-dalam kontolnya, lalu ia gerakkan pinggulnya maju mundur. “ough..shit!ough...” joko mulai mempercepat kentotannya. Ajie merem melek untuk menikmati kentotan joko. Ia mulau merasakan anusnya mendapat gesekan dan hujaman kontol joko yang membuatnya nikmat. “ah..jok!lebih dalam jok...” “ough!ough!ini!fuck!ough...” nafas mereka berdua kembali tidak karuan dan menderu. Bunyi derit ranjang juga kembali terdengar. “ah..ah...ah...” ajie mendesah pelan sambil menggeliat. “ough..ough...” joko terus menghujam-hujamkan kontolnya ke dalam lobang ajie. Dua anak manusia sejenis yang telanjang bulat, sedang saling bergulat untuk mendapat kenikmatan. “ough..ough..” pinggul joko semakin cepat. Ajie juga semakin mendapat nikmat. Dua polisi yang telanjang bulat berada di atas ranjang saling membebaskan birahi mereka. Tubuh berotot yang mereka miliki, dijadikan modal untuk bisa meraih kenikmatan. Kontol joko yang segedhe terong dan lobang ajie yang elastis, menjadi ujung tombak bagi mereka untuk meraih kenikmatan. Permainan mereka semakin liar. Nafas semakin tidak karuan, sprei ranjang menjadi basah karena keringat dan menjadi acak-acakan. “ough..jok!..ough..jok!!” ajie menggeliat. “shit!anj*ing!enak jie..ough...ough...” “ah...ah...ah...” kadang desahan yang sama keluar dari mulut keduanya. Gerakan pinggul joko yang maju mundur menghujamkan kontolnya ke dalam anus ajie, terlihat sangat indah dan sangat erotis. Warna agak kontras terlihat dari tubuh keduanya. Kulit ajie agak lebh terang dari pada kulit joko yang gelap. “ough..ough..” joko terus memacu kentotannya. Pergumulan mereka sangat panas. Jika orang melihat persetubuhan mereka, tidak akan percaya kalau mereka adalah polisi. Wajah mereka yang lumayan, tubuh mereka yang seksi, dan perawakan mereka yang macho, sama sekali tidak ada tanda-tanda suka sejenis. Namun, persetubuhan mereka yang panas, orang akan sangat terkesima. Ada polisi yang suka ngentot dan dikentot dengan sejenis. Ah...nikmatnya! “hah..hah..hah...ough...” desahan mereka makin keras. Joko sepertinya akan segera orgasme. Persetubuhan mereka sudah sekitar 30 menit. Joko mempercepat gerakan pinggulnya. “ough!ough!shit!” terus dan terus, joko menghujamkan kontolnya. Dan akhirnya..crot..crot..crot.. “oughhhhhhhhhhhhhhhh!!!oh..oh..oh..” joko mencapai klimaks, ia mendapat orgasme. Pejuhnya muncrat di luar anus ajie. Ia sengaja memuncratkan pejuhnya di luar anus, sehingga mengotori bagian bawah perut ajie. “hos..hos..hos..ough...” joko masih merasakan sisa-sisa kenikmatan. Ajie sendiri masih merasakan anusnya berdenyut-denyut. Kemudian joko kembali merebahkan tubuhnya di atas tubuh ajie. Mereka berpelukan sampai tertidur. Persetubuhan sejenis terakhir mereka berlangsung dengan hebat. Mereka berdua sepertinya tida menyiak-nyiakan malam terakhir ini. Sayang, persetubuhan terlarang mereka harus berhenti sampai disini. Pagi harinya, perpisahan terjadi juga. Ajie tidak bisa mengantar joko di bandara. Ia hanya bisa melepas kepergian joko di rumah sebelum berangkat. Joko sambil memegang pipi ajie, mengatakan sesuatu: “jie, terima kasih untuk semua. Kamu udah berikan semuanya untukku” “sama-sama jok, aku juga bahagia selama kita bersama. Aku menikmati segala kebersamaan kita” “aku pergi dulu, jsemoga bisa bertemu” “jaga diri kamu jok”. Lalu mereka berciuman mesra sebagai tanda perpisahan. Kemudian joko berangkat. Ajie melihat keberangkatan joko dengan kesedihan mendalam. Ia ragu, apakah bisa bertemu dengan joko dan mereguh kenikmatan lagi. Birahi2polisi@yahoo.com BIRAHI 2 POLISI (Bag.5)

Malam terakhir menjelang keberangkatannya ke aceh, joko memenuhi permintaan ajie untuk mau dikentot. Ajie sudah ingin sekali merasakan nikmatnya lobang joko, makanya dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Malam itu, mereka berdua sudah berada di dalam kamar. Mereka belum melakukan hubungan seks, hanya mengobrol ringan saja di atas ranjang. “udah siap khan jok?” tanya ajie. “gak tau!” jawab joko sekenanya. “loh kenapa?takut ya?” “udah degh..langsung mulai aja” “hm..udah gak sabar pingin dikentot ya?” canda ajie sambil memeluk mesra joko. Lalu dengan penuh gairah, ajie mencium bibir joko. Mereka berdua sekarang berciuman panas sambil membuka baju masing-masing. Tubuh telanjang sudah terlihat. Kedua tubuh polisi yang indah tersebut terlihat mengkilap karena keringat. Ajie memulai aksinya dengan menjilati seluruh tubuh joko. Ia mulai dari dada bidang joko. Lalu kedua putting hitam milik joko yang ia sedot kuat-kuat. “ough..jie..ough…”. jilatan ajie makin kebawah, sekarang sudah berada di depan kontol joko. Kontol joko sudah menegang memamerkan ukurannya yang besar. Ajie mengusap pelan jembutnya yang berwarna hitam, lalu ia mainkan sebentar biji pelernya. Ia juga mengocok pelan kontol joko. “ough…isap jie!” joko memintanya. Lalu ajie pun langsung memasukkan kontol joko ke dalam mulutnya. Ia mainkan lidahnya untuk mengulum-ulum kontol joko yang berada di dalam mulut. “ough..enak!lagi jie…” joko merasakan nikmat. Ia sampai harus menjambak-jambak rambut ajie saat mendapat sensasi kenikmatan. Bibir ajie terlihat moncong karena mencucuk kontol joko. Ia masukkan, lalu ia sedot di dalam, ia keluarkan dengan variasi kocokan pake tangan. Joko sampai tidak bisa menahan diri karena keenakan. “ough!!ough!!” joko berulang kali mendesah. Mulut ajie semakin lihai, jilatan, kuluman dan sedotannya membuat joko tiidak bisa berkutik. Ajie bisa membuat birahi joko melayang-layang. Dan kebetulan juga, ajie sangat menyukai kontol joko yang segedhe buah terong. “ah..ah..lagi jie..” jok terus meminta ajie untuk menghisap kontolnya. Sesekali ajie menggigit lembut bagian kepala kontol joko yang berwarna merah, sehingga membuat joko kaget dan berteriak kecil karena sakit plus nikmat. “ough!shit..ougghhhh….” nafas joko makin tidak karuan. Ia hanya bisa merem melek sambil mengadahkan kepala. Setelah 10 menit, akhirnya joko mulai merasa akan orgasme. “jie, mau keluar neh..” lalu ajie mempercepat tempo kocokan. Saat berada dalam mulut ia sedot kuat-kuat. Dan saat mengocok dengan tangan ia lakukan dengan cepat. “ough..ough..ough…” kontol joko akan mencapai puncak. Ajie makin cepat mengocok. “ough..ough..ougggggggggggggghhhhhhhhhhhhh!!!” crot…crot…crot…, kontol joko memuncratkan pejuhnya ke muka ajie. Pejuh putih kental terasa hangat di muka ajie. “ugh..ough..shit!” joko mengatur nafasnya. Keringat bercucuran keluar dari tubuhnya. Sedangkan ajie menjilati sisa-sisa pejuh yang muncrat di kepala kontol joko. Ia sangat menikmati kontol dan pejuh joko. Setelah merasa puas, joko langsung membaringakan tubuhnya ke atas ranjang. Ia lihat ajie sedang tersenyum. Joko paham, bahwa sekarang adalah saatnya untuk dikentot. Ajie tanpa memberikan kesempatan kepada joko untuk mengatur nafas lebih panjang, ia langsung menubruk joko. Ajie meminta joko untuk nungging. “jok, kamu nungging aja ya?khan kamu masih perawan!” kata ajie seperti dahulu pernah ia dengar dari joko. Pembalasan sepertinya. “iya..aku pasrah aja” joko langsung mengambil posisi nungging. Sekarang ajie bisa melihat lobang pantat joko. Dari jarak yang gak terlalu dekat, lobang joko berwarna hitam dan terlihat masih sanat ketat. Namanya juga masih perawan. Disekitar lobang pantat, tumbuh bulu-bulu halus. Ajie yang melihat lobang pantat joko langsung bernafsu. Ia mendekat ke arah joko, lalu ia raba buah pantat joko yang basah oleh keringat dengan mesra. Ajie menikmati buah pantat joko yang kecoklatan dan terasa padat. Joko terlihat semakin pasrah, ia hanya bisa menunggu apa yang akan dilakukan oleh ajie. Setelah puas meraba-raba, ajie langsung mencorongkan mulutnya tepat di lobang joko. Dengan menggunakan lidahnya, ia jilati sekitar bibir anus joko. Lalu ia coba masukkan lidanya di lobang joko. Dan meskipun tidak terlalu dalam, aksi ajie membuat joko bergetar. “ough!shit..!” joko meregang menahan kaget dan sakit. Ia mulai bisa merasakan sensasi yang dibuat ajie disekitar anusnya. Ia masih takut karena belum pernah ada yang bermain-main dengan lobang anusnya. Puas dengan jilatan, ajie kemudian menggunakan jari-jarinya sebagai pemanasan. Mula-mula dengan jari telunjuk saja. Ia coba masukkan, lalu ditusuk-tusuk pelan ke dalam lobang joko. “orghhh!!!” joko merasakan sakit. Ia hanya meringis untuk menahan rasa sakit. Setelah dengan satu jari, ajie lalu mencoba dengan dua jari, sekarang jari tengah dan telunjuk ia coba masukkan. “ougrgggg…shit..anj*ing!” joko sampai mengumpat karena rasanya benar-benar sakit. Ia seakan tidak kuat, namun ia harus tetap menerima. Setelah dirasa cukup pemanasan, ajie langsung bersiap-siap memasukkan kontolnya yang 15cm ke anus joko. Kontol ajie memang tidak sebesar punya joko, warnanya pun terlihat lebih terang. Kontol ajie yang sudah mengacung tegak, sudah berada di depan lobang anus joko. Dan lalu, bleeess… “ourghhhhhhhhhhhhhh!!! Anj*ing!!!ourghhhhhhhhh!!!” joko langsung berteriak tak bisa menahan diri karena sakit. Tangannya yang bertumpu pada ranjang sampai meremas-remas sprei. Ia sampai mengeluarkan air mata karena rasa sakit yang sangat. Ajie memasukkan kontolnya dengan sangat pelan, dan saat sudah berada di dalam, ia langsung menarik lagi dengan pelan. Namun meskipun pelan, itu tetap membuat joko kesakitan. “ough..shit..oughh!!!pelan jie..” joko terdengar memohon ajie supaya pelan. Sodokan kontol ajie yang pertama belum terlalu membuat lobang joko lebih terbuka. Lalu ajie langsung melanjutkan sodokan kedua. Ia masukkan dengan lebih cepat, dan saat kontolnya sudah terbenam di dalam, ia coba menggoyangkan pinggulnya. Aksinya tersebut membuat joko tambah kesakitan. “oughhhhhhhhh..ough….” joko terus menerus kesakitan. Sedangkan ajie malah mulai merasakan nikmat. “ah..ah…enak jok!” ajie merasakan kontolnya seperti dijepit sesuatu dengan erat, sehingga menimbulkan rasa enak. Ajie sambil memegang buah pantat joko, terus menyodok-nyodokkan kontolnya ke lobang joko. “ah..ah..ah..enak jok!!” “ough..ough…pelan jie, sakit!” joko masih sedikit merasa sakit. Lobangnya masih beradaptasi dengan kontol ajie, apalagi gerakan-gerakan ajie yang berganti-ganti, sehingga membuat lobangnya menjadi kaget. Ajie terus menghujam-hujamnya kontolnya. Gerakan pinggulnya makin cepat. Maju mundur, kanan kiri. “ough..ah…anj*ng!gila!” joko terus merancu karena sakit. Ajie pun juga semakin bernafsu. Gerakannya makin tak terkendali, kadang cepat kadang pelan. Setelah sekitar 10 menit, sepertinya anus joko sudah bisa beradaptasi, sehingga joko mulai merasakan nikmat juga. “gimana jok?enak gak dikentot?kayak gini nih!” ajie memompa kentotannya dengan tajam. “ough..enak jie, makin lama makin enak. Gila!lagi jie…” “gini ya!gini ya!ah..ah” “iya jie, terus!ough….ough…” gerakan pinggul ajie maju mundur dengan cepat, membuat suara benturan antara pahanya dengan buah pantat joko. Plok..plok..plok..ajie bisa merasakan bagaimana saat kontolnya di dalam lobang joko, kontolnya serasa dikempit dengan erat. Sedangkan joko, merasakan sesuatu dalam anusnya yang agak aneh namun nikmat. “ough..anj*ing..anj*ing..oughhh!” joko merancu karena nikmat dan kadang rasa sakit juga. Keringat semakin bercucuran dari tubuh mereka berdua. “ah..ah..ah…” kentotan ajie makin liar. Sesekali ia menepuk buah pantat joko sebagai variasi. Joko pun menikmati tepukan tersebut sebagai sensasi lebih. “ough..jie, lebih dalam jie!enak!ah..ah..” joko sampai merem melek karena nikmatnya. “suka ya?ough..ough..!” ajie menggoyangkan pinggulnya ke kanan dan kiri saat kontolnya terbenam di dalam anus joko. “ourghhh!jie………” joko menjerit pelan. Setelah 20 menit lebih, ajie akan merasakan orgasme. Ia lalu mempercepat tempo kentotan. “ough!ough!ough!” gerakan pinggulnya sangat gesit. Joko merasakan perubahan keceptan kentotan ajie. “jie, pelan jie!!ough…” joko sedikit kesakitan. Namun ajie tidak peduli, ia terus memburu kenikmatan. Kentotannya semakin cepat. “ough!ough!come on!ouh…” “jie..jie..!” joko semakin terperanjat. Namun ajie juga semakin tidak peduli, hingga akhirnya… “ouh..ouh..ouh..ougggghhhhhhhhhhh!!!” crot..crot..crot…pejuh muncrat di dalam anus joko. “ogh.ough..shit!enak jok!” ajie menikmati rasa enak yang tiada tara. Ia masih memuncratkan sedkit sisa-sisa pejuhnya. Jok hanya membenamkan kepalanya di ranjang karena rasa sakit saat hujaman kontol ajie sebelum orgasme. “oh..oh..” ajie mengatur nafasnya, lalu ia mencabut kontolnya dari lobang joko. Joko sudah terbaring tertelungkup. Ajie langsung menindihkan tubuhnya di atas tubuh joko. Nafas mereka berdua masih tidak karuan, masih menderu ke sana kemari. Keringat mereka juga makin bercucuran. Saat itulah, ajie membisikkan sesuatu di telinga joko dengan mesra. “makasih sayang, enak!enak bgt!”, jok yang mendegra kalimat ajie hanya tersenyum. Ia lalu membalikkan badan dan memluk mesra ajie. “kamu hebat juga ya? Bisa bikin aku kayak gini!” kata joko. “jelas donk!hm..masih mau lagi?” “ogah!enak sih enak, tapi kalo sering2x..ntar dulu deh” jawab joko. “kenapa gengsi?” “ntar kamu ketagihan lagi!”. Lalu mereka berdua terdiam sejenak. Tidak kurang dari 30 menit selanjutnya, joko tiba-tiba membalikkan badan dan menindih ajie. Sepertinya ia masih ingin nge-sex. Dan ia ingin mengentot ajie. “jok!” ajie kaget. “ada yang kurang kalo gak ngentot kamu. Apalagi ini malam terakhir, aku harus ngentot kamu” sambil berkata seperti itu, joko terus menyosor tubuh ajie. Ajie yang terlentang, hanya bisa pasrah. Ia menerima jilatan-jilatan disekitar tubuhnya dengan menikmatinya. Bibir joko mula-mula memagut leher ajie, sehingga langsung membangkitkan birahi mereka berdua. Namun itu tidak lama ia langsung bersia-siap untuk ngentot ajie. Ia mengambil bantal untuk menumpu pinggul ajie, dan lalu mengangkat kakinya ke atas. Ajie hanya terlentang pasrah untuk menerima kontol ajie di anusnya. Dan tanpa menunggu lama, joko langsung memasukkan kontol 19cm nya ke dalam anus ajie, blesss.. “ough...” “ough yeah!!” joko mendesah saat mulai mengentot. Ia masukkan dalam-dalam kontolnya, lalu ia gerakkan pinggulnya maju mundur. “ough..shit!ough...” joko mulai mempercepat kentotannya. Ajie merem melek untuk menikmati kentotan joko. Ia mulau merasakan anusnya mendapat gesekan dan hujaman kontol joko yang membuatnya nikmat. “ah..jok!lebih dalam jok...” “ough!ough!ini!fuck!ough...” nafas mereka berdua kembali tidak karuan dan menderu. Bunyi derit ranjang juga kembali terdengar. “ah..ah...ah...” ajie mendesah pelan sambil menggeliat. “ough..ough...” joko terus menghujam-hujamkan kontolnya ke dalam lobang ajie. Dua anak manusia sejenis yang telanjang bulat, sedang saling bergulat untuk mendapat kenikmatan. “ough..ough..” pinggul joko semakin cepat. Ajie juga semakin mendapat nikmat. Dua polisi yang telanjang bulat berada di atas ranjang saling membebaskan birahi mereka. Tubuh berotot yang mereka miliki, dijadikan modal untuk bisa meraih kenikmatan. Kontol joko yang segedhe terong dan lobang ajie yang elastis, menjadi ujung tombak bagi mereka untuk meraih kenikmatan. Permainan mereka semakin liar. Nafas semakin tidak karuan, sprei ranjang menjadi basah karena keringat dan menjadi acak-acakan. “ough..jok!..ough..jok!!” ajie menggeliat. “shit!anj*ing!enak jie..ough...ough...” “ah...ah...ah...” kadang desahan yang sama keluar dari mulut keduanya. Gerakan pinggul joko yang maju mundur menghujamkan kontolnya ke dalam anus ajie, terlihat sangat indah dan sangat erotis. Warna agak kontras terlihat dari tubuh keduanya. Kulit ajie agak lebh terang dari pada kulit joko yang gelap. “ough..ough..” joko terus memacu kentotannya. Pergumulan mereka sangat panas. Jika orang melihat persetubuhan mereka, tidak akan percaya kalau mereka adalah polisi. Wajah mereka yang lumayan, tubuh mereka yang seksi, dan perawakan mereka yang macho, sama sekali tidak ada tanda-tanda suka sejenis. Namun, persetubuhan mereka yang panas, orang akan sangat terkesima. Ada polisi yang suka ngentot dan dikentot dengan sejenis. Ah...nikmatnya! “hah..hah..hah...ough...” desahan mereka makin keras. Joko sepertinya akan segera orgasme. Persetubuhan mereka sudah sekitar 30 menit. Joko mempercepat gerakan pinggulnya. “ough!ough!shit!” terus dan terus, joko menghujamkan kontolnya. Dan akhirnya..crot..crot..crot.. “oughhhhhhhhhhhhhhhh!!!oh..oh..oh..” joko mencapai klimaks, ia mendapat orgasme. Pejuhnya muncrat di luar anus ajie. Ia sengaja memuncratkan pejuhnya di luar anus, sehingga mengotori bagian bawah perut ajie. “hos..hos..hos..ough...” joko masih merasakan sisa-sisa kenikmatan. Ajie sendiri masih merasakan anusnya berdenyut-denyut. Kemudian joko kembali merebahkan tubuhnya di atas tubuh ajie. Mereka berpelukan sampai tertidur. Persetubuhan sejenis terakhir mereka berlangsung dengan hebat. Mereka berdua sepertinya tida menyiak-nyiakan malam terakhir ini. Sayang, persetubuhan terlarang mereka harus berhenti sampai disini. Pagi harinya, perpisahan terjadi juga. Ajie tidak bisa mengantar joko di bandara. Ia hanya bisa melepas kepergian joko di rumah sebelum berangkat. Joko sambil memegang pipi ajie, mengatakan sesuatu: “jie, terima kasih untuk semua. Kamu udah berikan semuanya untukku” “sama-sama jok, aku juga bahagia selama kita bersama. Aku menikmati segala kebersamaan kita” “aku pergi dulu, jsemoga bisa bertemu” “jaga diri kamu jok”. Lalu mereka berciuman mesra sebagai tanda perpisahan. Kemudian joko berangkat. Ajie melihat keberangkatan joko dengan kesedihan mendalam. Ia ragu, apakah bisa bertemu dengan joko dan mereguh kenikmatan lagi. 

Sumber:
http://17th-cerita-gay-panas.blogspot.com

Inserer: Birahi 2 Polisi (Part 2)


Hubungan seks antara joko dan ajie makin lama makin panas. Mereka semakin liar dan tidak memperdulikan waktu maupun tempat. Salah satu buktinya adalah saat mereka melakukan hubungan seks di tempat terbuka di saat siang bolong. Siang itu, sekitar jam 12 siang saat jam istirahat, joko mengajak ajie makan siang bareng. Setelah selesei makan, mereka tidak langsung balik ke markas, joko malah mengajak ke suatu tempat. “kita muter-muter bentar, jie!” terang joko. “mau kemana?” “udah..ikut aja, kamu pasti suka” joko mengajak ajie setengah mememaksa. Lalu mereka pun menaiki sepeda motor dengan berboncengan menuju ke luar kota. “ini khan ke luar kota jok. Mau kemana tho?” ajie penasaran. Joko yang ditanya diam saja, dia tetap memacu kendaraannya menuju suatu tempat. Setelah melaju di jalan aspal, joko mengarahkan motornya masuk ke sebuah jalan kecil yang tak beraspal. Daerah sekitar situ ternyata adalah kebun ketela. Setelah kurang lebih berjalan 200m, joko mengentikan motornya di pinggir jalan kecil. “ini mau kemana?trus, mau ngapain lagi?” ajie terus-terusan bertanya karena makin penasaran. “hm..aku pingin ngentot kamu disekitar sini” jelas joko dengan mimik muka mesum. “hah!disini?sekarang?” “iya..ntar cari tempat yang agak nyaman. Yuuks!” ajak joko sambil menarik tangan ajie. Kemudian mereka berjalan ke arah kebun dan melintasi rindangnya kebun ketela. “jok, kamu becanda khan?. Gak mungkin kita bercinta disini. Aku gak mau, seumur-umur pun ogah”. Joko tidak peduli dengan perkataan ajie. Ia terus menarik tangan ajie memasuki kebuh ketela. Setelah berjalan tidak terlalu jauh, mereka sampai di tengah-tengah kebun tersebut. Tepat di tengah-tengah kebun itu, ada sebuah pohon yang sangat rindah yang dibawahnya tumbuh rumput. Joko mengentikan langkahnya di dekat pohon tersebut. “disini kita nge-sex!” kata joko. “disini??ogah, aku tetap gak mau. Ntar kalo ada orang liat gimana?malu!!!lagian, siang-siang gini, kayak gak ada waktu laen aja. Malem aja..” ajie terus-terusan menolak permintaan joko. Namun sepertinya joko tetap tidak peduli, dia malah melakukan aksi yang membuat jantung ajie berdetak kencang. Joko melepaskan bajunya satu demi satu. Dimulai dengan baju seragam atas berwarna cokelat, kemudian kaos warna abu-abu khas polisi, juga ia lepas. Sekarang dada bidang joko terilhat dengan gagahnya, dihiasi puting hitam ketat dan bulu-bulu halus. Warna kulit joko yang coklat, terlihat mengkilat karena keringat. “gimana?tetep gak mau?” tanya joko tanpa dijawab ajie. Lalu joko menarik celana cokelatnya ke bawah dan melepaskannya. Sekarang ia hanya tinggal mengenakan celana dalam warna putih yang kekecilan. Celana dalam itu karena terlalu kecil, sehingga seperti tidak mampu menopang kontol gedhe punya joko. Kontol joko membayang jelas di balik celana dalam putih tersebut. Ah..terlihat besar. Beberapa helai jembutnya terlihat menyembul dari balik celanan. Ajie yang melihat pemandangan tersebut hanya bisa menelan air ludahnya. “tetep aja gak mau?” sekali lagi joko menanyakan hal tersebut ke ajie. Kemudian, tanpa malu-malu, joko melepaskan celana dalamnya, sehingga telanjang bulat. Dia berdiri tegak telanjang bulat dan hanya mengenakan celana bootsnya, memamerkan kontolnya. Joko sepertinya sangat bangga dengan kontolnya tersebut. Kontolnya yang masih tidur, menggelantung seraya berteriak-teriak memanggil ajie. Ajie yang melihat joko sudah telanjang bulat, nafas dan detak jantungnya makin tidak karuan. Ia tidak bisa bohong kalau terangsang. Ia sangat menyukai tubuh seksi joko, dan tentu saja suka kontolnya. Ia pun mendekat ke arah joko. Joko menyambut ajie dengan pelukan mesra, kemudian ia mencium ajie. Mereka sekarang berciuman panas, dan selanjutnya perpagutan satu sama lain. Ciuman di lehar dan belakang telinga telah membuat darah mereka menjadi naik dan mendidih. Sambil berciuman, ajie berusaha melepaskan bajunya satu demi satu. Dia melepaskan baju bagian atasnya. Ajie kemudian memperlebar area ciumannya terhadap joko dengan menjilati ketiak joko yang lebat. Dengan penuh nafsu, ia menggesek-gesekkan hidunganya ke rambut ketiak joko, sambil menjilati keringat joko yang baunya menyengat. Setelah itu, masih dengan posisi berdiri, ia menurunkan bibirnya untuk menjilati puting joko. Awalnya ia pelintir puting kanan, lalu yang kiri. Setelah itu, ia kulum puting itu dengan mulut dan lidahnya. “ough...ough...” joko menggerang pelan menikmati kuluman ajie. Sedangkan tangan joko, memegangi kontol ajie dan mengocoknya pelan. Ia mainkan buah peler dan batang kontol ajie. Setelah itu, joko duduk dengan bersandar pada batang pohon. Ia menjulurkan kakinya dan meminta ajie untuk mengoral kontolnya. Ajie kemudian mendekat dan jongkok di hadapan joko. Ia memegang kontol joko yang sudah mengacung bak menara eiffel. Kontol sepanjang 19 cm itu, ajie pegang batangnya, lalu ia mulai jilati seperti makan es krim. “ough...lagi jie, suck it!”. Ajie menikmati kontol joko dengan senang hati. Ia jilati seluruh batang, kemudian buah pelernya juga. Puas dengan jilatan, ajie memasukkan kontol joko ke dalam mulut. Sekarang, ajie membanamkan kontol ajie di dalam mulutnya dalam-dalam, lalu ia sedot. “ough...oughhhh!!!” joko menggelinjing saat sedotan mulut ajie membuat kontolnya merasakan sensasi luar biasa. Ia pegangi rambut ajie, dan menjambak-jambaknya taktala mendapat kenikmatan. Ajie memasukkan kontol joko ke dalam mulut, lalu disedot di dalam, kemudian ia keluarkan lagi, berulang-ulang sehingga membuat joko menggerang nikmat. Tangan ajie pun tak mau kalah dengan mulutnya, ia pegangi batang kontol joko, ia kocok, ia juga menggerayangi buah peler dan bibir anus joko. “ah..ah...bagus jie, aku suka itu, isep lagi!!!ough...”. “nymm...nymmm” ajie melumat kontol joko. Permainan oral ajie hanya berlangsung sekitar 5 menit saja. “udah jie, aku pingin ngentot sekarang. Takut gak keburu” joko meminta ajie mengentikan pemanasan karena takut waktunya tidak cukup. Kemudian, joko berdiri. Ia menyuruh ajie nungging dengan berpegangan ke batang pohon. “kamu nungging sambil pegangan pohon jie” perintah joko. Lalu ajie pun melakukan posisi yang diminta joko. Sebelumnya, ia melorotkan celana coklat seragam yang ia kenakan dan celana dalamnya selutut. Joko mencium bibir ajie sekali dengan mesra sambil membetot kontol ajie. Kemudian, ajie melakukan posisi setengah nungging dengan tangan berpegangan batang pohon. Joko sepertinya sudah tidak sabar, ia langsung merogoh lobang ajie dengan jari tangan sebagai pemanasan sambil mencium leher ajie. “ah...” birahi ajie mulai naik. Lalu, tanpa panjang lebabr lagi, joko memasukkan kontolnya ke lobang ajie. “arrggh...!!” ajie merintih pelan saat kontol joko mulai memasuki lobangnya. Ia kadang masih merasakan sakit di awal penetrasi karena kontol joko yang gedhe, sehingga butuh waktu supaya anusnya terbiasa. Joko memasukkan kontolnya dengan pelan, ia benamkan dalam-dalam, dan setelah sampai di dalam anus, ia menggoyang pantatnya. “ough...nikmatnya pantatmu jie. Ah...!” joko menggerang karena nikmat. “argh..jok, enak jok!lagi!” “ough..ough...ough...” joko mempercepat tempo kentotan. Ia menusuk-nusukkan kontolnya ke dalam lobang ajie. Ajie sendiri mengocok kontolnya yang sudah tegang dengan tangan kirinya. “ough..ough..yes..ough..ough..yes...” joko makin liar menghujamkan kontolnya. “ah..ah..jok, aku suka kontol gedhemu! ah...!” ajie sangat menikmati kentotan joko. “kamu suka kontolku ya?enak ya?argh..argh..!”, sambil ngentot, tangan joko memegang pinggang ajie. Joko sesekali menunduk untuk menciumi leher dan punggung ajie yang terlihat mengkilat karena keringat. “rasakan ini!ah..ah..ah..” joko terus terusan menembakkan kontolnya. Plok..plok..plok..., bunyi benturan antara pantat ajie dengan paha joko terdengar cukuo keras karena kerasnya kentotan joko. “ah..ah..ah...pantatmu jie, anj*ng!!!!” joko menusuk-nusukan kontolnya lebih ke dalam. Saat kontol ia benamkan di dalam anus, kadang ia sogok depan belakang, kadang ia goyangkan kanan kiri. “jok, lebih dalam jok, lagi..oughhh..aku suka!!!” ajie ketagihan dengan kentotan joko. Ia bisa merasakan kontol gedhe joko berada di dalam anusnya. Dia yang awalnya merasakan sedikit sakit, sekarang sudah merasakan nikmat yang luar biasa. “ough...ough..enak banget jie, pantatmu ueeenaaak!!”. Pergumulan mereka makin panas. Mereka tidak peduli dengan suasana saat itu, di siang bolong dan di tempat terbuka. Mereka tidak peduli dengan semua itu karena sudah buta oleh nafsi birahi. Plok..plok...plok..bunyi benturan itu makin keras. Angin sepoi berhembus di bawah pohon nan rindang yang membawa kesejukan, namun itu semua tidak berpengaruh terhadap joko dan ajie. Mereka tetapi berkeringat dan semakin memanaskan suasana. “kentotanmu enak jok, lagi..lagi. Ouggghhh...!!!” ajie merancu karena tidak tahan dengan rasa nikmatnya. ”suka ya kentotanku?, pantatmu juga enak jie, ough..ough...” joko terus memacu gerakan pinggulnya. Ajie seperti tak mau kalah, sesekali menggerakkan pantatnya ke kanan dan ke kriri atau ke depan belakang mengikuti gerakan joko. Itu semua dilakukan supaya mendapat kenaikmatan lebih. Tusukan kontol joko ke dalam lobang anus ajie semakin liar. “oh yes..come, on!!!ough..ough...” ia memacu pantatnya sembari terus memegang erat pinggul ajie. Ajie yang mengocok kontolnya sendiri, seperti mau orgasme terlebuh dahulu. “jok, aku keluar duluan!!!” teriak ajie. Mendengar itu, joko makin semangat. “ough..oug...come on baby!!” joko menyemangati diri sendiri. “Oughhhhhh!!!!” ajie meregang saat mencapai klimaks. Crot..crot...pejuhnya muncrat sampai mengenai batang pohon. “ah..ah..ah..” ajie mendesah merasakan kenikmatan. Ia menengokkan kepala dan melihat joko yang masih semangat mengentotnya. “ough..ough...enak bgt!!!” “lebih dalam jok!lagi...” aji memberi semangat kepada joko. Tidak berapa lama kemudian... “oughhhhhh!!!!ah..ah...” joko mencapai klimaks dan memuncratkan pejuhnya di dalam anus ajie. “ah..ah..ah..shit, enak jie!enak bgt!ah...ah...” joko berkata dengan kontol masih menghujam di dalam anus. Tangga joko masih memegang erat pinggul ajie. “kamu hebat jok, kentotanmu enak” terang ajie. Lalu setelah joko mencabut kontolnya, ajie berdiri. Joko kemudian merangkul ajie dari belakang dang menciumi leher ajie. “aku sayang kamu jie, pantatmu enak!” rayu joko. Ajie mendengarnya dengan bahagia. Saat mereka sedang bermesraan, tiba-tiba ada lelaki tua, mungkin yang punya kebun ini, muncul di depan mereka. Pak tua tersebut jelas-jelas melihat dua manusia sejenis yang telanjang bulat sedang berpelukan mesra. Pak tua itu hanya tertegun kaget dan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Joko dan ajie yang kaget dengan kemunculan pak tua tersebut, hanya saling berpandangan. Kemudian, joko berkata sesuatu. “ee..maaf pak” kata joko memecah keheningan. Lalu ia melepas pelukannya ke ajie. Joko dan ajie mengambil baju mereka yang berserakan di tanah dan mengenakannya. Pak tua sendiri masih melihat mereka berdua tanpa bicara. Ia semakin kaget setelah tahu bahwa dua laki-laki yang ia lihat adalah polisi. Setelah berpakaian lengkap, kemudian ajie dan joko beranjak meninggalkan pak tua dengan keherannya seorang diri. Mereka masuk ke dalam kebun ketela untuk menuju pinggir jalan dimana motor mereka diparkir. “permisi pak...” joko masih sempat-sempatnya berkata seperti itu kepada pak tua sebelum beranjak pergi. Sesampainya di motor, mereka berdua langsung menaikinya dan memacu sekencang-kencangnya meninggalkan kebun tersebut. Sore harinya sepulang dari kerja, joko dan ajie melanjutkan permainan liar mereka. Sepertinya apa yang sudah mereka lakukan siang sebelumnya belumlah cukup. Setiba di rumah, joko langsung menuju kamar untuk ganti pakaian. Sedangkan ajie berada ruang makan untuk mengisi perut. Saat ajie masih berada di ruang makan, joko keluar kamar dan muncul dihadapan ajie. Ajie melihat joko telanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek putih tipis. Ajie sudah yakin, kalo joko gak pakai celana dalam karena bisa melihat dengan sama-samar kontol joko yang bergelantungan di balik celana putihnya. “kamu gak pake cd ya jok?” tanya ajie. Joko hanya tersenyum tak menjawab. Lalu tiba-tiba joko sudah memeluk ajie dan menyosor bibir ajie. Ajie yang belum siap, langsung kaget, namun ia tak bisa menolaknya. Joko terlihat sangat bernafsu, ia mencium bibir ajie dengan penuh gairah. Bahkan joko sampai menggerayangi leher ajie, sehingga membuat ajie menjadi bergairah juga. Joko sepertinya sudah gila, karena mereka saat itu tidak berada di dalam kamar, melainkan di ruang makan. Joko semakin liar, ia melepaskan baju ajie satu persatu sehingga sekarang ajie duluan yang telanjang bulat. Lalu, joko membopong ajie dan menidurkan ajie di atas meja makan. Kontol ajie yang sudah tegang, langsung menjadi sasaran mulut joko. Dengan ganas, joko melumat kontol ajie. Ia kocok dan sedot dalam-dalam, sehingga membuat ajie yang terlentang di atas meja makan hanya bisa menggelinjing merasakan nikmat. “ough…ough..” ajie mendesah pelan setiap kali joko menyedot kontolnya di dalam mulut. Jari tangan joko tak mau kalah, ia merogoh-rogoh lobang anus ajie. “jok, ahhh….” joko semakin memompa sedotannya. Ia sangat bernafsu melihat kontol ajie. Ia masukkan ke dalam mulut, ia keluarkan, berulang-ulang, sehingga menimbulkan sensasi bagi ajie. Tak berapa lama kemudian, ajie sepertinya akan mencapi klimaks. “jok..mau keluar neh” lalu crot..crot.. “oughhhhh!!!!ah..ah…” joko meregang saat kontolnya memuncratkan pejuhnya. Muka joko sampai terkena pejuhnya. Lalu, dengan mulutnya, joko menjilati sisa-sisa pejuh ajie yang tumpah. Joko sepertinya ingin bermain liar. Dia mengambil borgol dan memborgol kedua tangan ajie. “jok, apa-apaan ini?” ajie penasaran. Joko tak mau menjawab, ia terus melanjutkan aksinya. Kemudian, joko sudah mengacungakan kontolnya yang menegang di depang bibir anus ajie. Joko mengangkat kedua kaki ajie supaya lobangnya lebih terbuka. Lalu tanpa pikir panjang lagi, joko langsung menghujamkan kontolnya ke dalam anus ajie. “oughhhh!!!arghhhh..” ajie berteriak saat kontol joko mulai memasuki anusnya. Dengan sigap, joko langsung menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur. “oh yes..fuck!oh yes…” joko terlihat sangat bersemangat mengentot ajie. Pinggulnya bergerak maju mundur, kanan kiri, menghujamkan kontolnya di anus ajie. Joko sepertinya lagi ingin bermain kasar. “jok, pelan jok!!!ough…!” di antara kenikmatan, ajie masih merasakan rasa sakit karena liarnya kentotan joko. Joko membobol lobang anus ajie tanpa ampun. Dengan kecepatan yang lumayan, ia menusuk-nusukkan kontolnya. Ia sepertinya tidak peduli dengan rintihan ajie yang makin tidak karuan, antara nikmat dan sakit. “ah..ah..ah..ah” joko terus memompa kentotannya. Sesekali ia menghentikan sodokannya saat kontolnya berada di dalam anus, lalu ia mengggoyang pelan. “jokkkkkkkk..enak jok, lebih keras!!” ajie ketagihan dengan goyangan joko. “enak ya!ough….pantatmu enak juga jie, aku suka banget. Ough….” joko masih menggoyangkan pinggulnya dengan pelan. Namun itu tidak berlangsung lama, joko kemudian mempercepat kentotannya lagi. “ough…ough..ough…” nafas joko juga tidak karuan. “lagi jok, lebih dalam, aku suka kentotannya. Ah…”. Lalu, joko makin liar dalam bercinta. Ia mengangkat tubuh ajie dan menggendongnya dengan kontol yang masih menancap di dalam anus ajie. Tangan ajie yang diborgol, ia kalungkan di lehernya. Sambil berdiri ia menyodok-nyodok anus ajie. “suka kayak gini?enak gak?” tanya joko disela-sela ia mengentot ajie. “suka banget jok, aku suka!!!ough….!!!”. Joko lalu berjalan menuju tembok sambil terus mengentot. Muka joko yang tepat berada di dada ajie, menciumi puting ajie, ia sedot bahkan ia gigit.. “jok!!!..!!!ough….lagi jok!!enak!!!”, ajie merancu tak karuan. Ajie setengah berteriak saat kontol joko menusuk bagian paling dalam anusnya. Permainan makin tidak terkendali. Mereka sampai di tombok, joko menyandarkan tubuh ajie pada tembok sambil terus mengentot ajie. Joko makin mempercepat tempo sodokkannya sampai seperti membentur-benturkan tubuh ajie ke tembok. “ah..ah..ah…enak banget jie, pantatmu!!” “jok, makin keras..ouggh…!!” nafas mereka berdua menderu makin tidak karuan. Keringat keluar bercucuran dari tubuh mereka. Tembok yang menjadi sasaran tumpuan punggung ajie, menjadi basah. Joko terus menghujamkan kontolnya ke anus ajie. “oh yes..oh yes...!” joko semakin bersemangat. “ough..ough..” ajie menerima hujaman kontol joko sambil menjambak-jambak rambut joko. Setelah sekitar 20 menit lebih, permainan liar itu akan mencapai klimaks. Joko sepertinya akan orgasme. Ia semakin mempercepat kentotannya pada lobang ajie. “ough yes..ough yes…!!” akhirnya..crot crot.. “oughhhhhh!!!!” tubuh joko meregang saat ia memuncratkan pejuhnya di dalam anus ajie. “oh yes…nikmat bgt jie, ah..ah…” jok mengatur nafasnya. Ajie yang masih diborgol, menciumi leher joko mesra. “aku juga suka jok, kentotanmu enak!”. Lalu masih dengan kontol yang menancap di anus ajie, joko menggendong ajie dan berjalan pelan. Bibir Mereka berciuman mesra. Kemudian, joko duduk di sofa, sedang ajie berada di atas merebahkan kepalanya di dada joko. Sambil meraba-raba bulu halus joko, ajie mengatakan sesuatu. “kamu gila jok, makin gila!” “siapa dulu, joko!. Tapi kamu suka khan yang kayak gini?” “ya jelas suka!enak sih!” jawab ajie diselingin senyum manis. “jok, bukain ini borgol!” pinta ajie. “eh iya, maaf..lupa” “ya udah, ambil dulu kuncinya” “hm..tapi aku males bangkit dari sini. Aku gak mau lepas dari pelukanmu” kata joko sedikit manja. “udah sana!cepetan ambil!” “iya iya!” lalu joko menuju kamar mengambil kunci borgol. Di atas kursi, ajie yang menunggu joko mengambil kunci, terlihat senyum-senyum membayangkan pergumulan yang baru saja terjadi antara dia dengan joko. Ia merasa sangat puas!.

Sumber:
http://17th-cerita-gay-panas.blogspot.com

Inserer: Birahi 2 Polisi (Part 1)

Briptu. Ajie (26 tahun) adalah seorang polisi muda di sebuah kota kecil. Wajahnya sangat tampan sebagai seorang polisi, mungkin lebih cocok sebagai model atau bintang sinetron. Tubuhnya yang 175cm/65kg, sangat proposional dan berkulit putih. Sebagai seorang polisi muda, ia kurang suka dengan kehidupan di kota kecil. Ajie cenderung menyukai kota besar beserta hiruk-pikuknya. Oleh sebab itu, ajie lebih sering bosan ketika tinggal di kota tersebut. Tapi, kebosanan ajie tak berlangsung lama. Bermula saat ia berkenalan dengan teman sekantor yang sudah cukup lama tinggal di kota tersebut. Namanya Bripda. Joko, anggota polisi yang masuk dalam kesatuan Brimob dan berusia tak jauh dengan ajie, 28 tahun. Orangnya memang kelihatan agak garang selayaknya anggota brimob, namun sebenarnya ia orang yang ramah dan kadang lucu. Perawakannya sangat gagah, dengan tb/bb 177cm/70kg dan berkulit sawao matang, Joko terlihat sangat manly dan macho. Mungkin karena dia suka olahraga teratur, sehingga badannya sangat berotot. Saat mengenakan seragam warna cokelat, atau seragam hitam khas anggota brimob, joko terlihat sangat macho, sekaligus menggairahkan. Dan satu lagi, Bripda. Joko selalu mengenakan celana ketat yang membuat tonjolan di antara dua pahanya terlihat besar. Ah.. Sejak kenal pertama kali, Ajie sudah mulai nyaman berteman dengan joko. Mungkin usia di antara mereka yang tidak berbeda jauh, sehingga bisa cepat akrab. Awalnya mereka suka menghabiskan waktu luang bersama. Muter2x kota naik motor atau sekedar makan bareng. Makin lama hubungan mereka makin akrab. Mereka saling memperhatikan satu sama lain, terutama joko yang sanget perhatian kepada ajie. Contohnya adalah joko tak lupa selalu mengingatkan ajie untuk tidak lupa makan. Dari hal-hal kecil, mereka semakin akrab dan dekat. Pada suatu hari, joko mengajak ajie untuk bertandang ke rumahnya untuk menginap. Joko berkata kalau orang tuanya sedang pergi, jadi ia minta ditemani. Ajie tanpa berpikir dua kali, langsung menyetujuinya. Malam itu, mereka habiskan waktu dengan mengobrol di depan televisi. Joko hanya mengenakan sarung dan kaos ketat warna abu-abu khas polisi. Dengan kaos ketat tersebut, joko menjadi sangat seksi. Dadanya terlihat menonjol. Sedangkan ajie, masih mengenakan baju seragam. Setelah kurang lebih satu jam, mereka sepertinya bosan liat televisi, lalu joko mengajak nonton film porno. “jie, bosen neh liat tivi. Mau gak kalo diganti liat vcd?” tanya joko. “ganti aja, aku juga dah bosen. Emank ada film apaan?” “ya ada, liat aja ntar!” kata joko sambil bangkit dari tempat duduknya, trus ke kamar untuk ambil film. Tak berapa lama, ia sudah kembali dengan beberapa keping vcd. “film apaan sih?” tanya ajie penasaran. “udah, liat aja, ntar juga ngerti”. Ajie pun menyerah dan duduk manis menunggu joko memutar vcd. Akhirnya film pun mulai. Ajie langsung kaget. “gila!ternyata bokep!bilang kek dari tadi, kenapa malu-malu?” serbu ajie. “hahahahaha..siapa yang malu. Aku cuman bikin surprise aja” canda joko. “kamu memangnya sering nonton begituan ya?” tanya ajie. Joko yang ditanya cuman senyum-senyum sambil terus ngliatin adegan film yang makin panas. Lalu mereka berdua terdiam karena terkesima dengan adegan di film. Adegan film saat itu menyajikan seorang laki-laki kulit hitam yang kontolnya super gedhe sedang main belakang dengan seorang perempuan. “gila!kontol kok bisa segedhe itu ya?” komentar keluar dari mulut ajie. Diikuti dengan komentar selanjutnya. “apa gak sakit ya tuh lobang?dimasukin kontol segedhe terong?”. Joko yang mendengar komentar ajie, tak menjawabnya. Lalu, tanpa ajie sadari, joko sudah duduk di dekatnya. “kayaknya enak tuh maen seperti itu” celetuk joko. “enak gimana!pasti sakitlah. Kontol segedhe itu dimasukin ke lobang yang kecil, apa namanya kalo gak bikin sakit?” ajie mendebat omongan joko. “tapi, benaran enak kok!nikmat bgt!” “kok bisa tau?emank pernah gituan” tanya ajie yang sambil memandang mata joko dan hanya di jawab dengan senyum penuh arti. “mau nyobain?” tanya joko gantian, sambil meraba paha ajie. Ajie hanya terdiam karena bingung dengan sikap joko. Lalu, tangan joko makin liar, sekarang sudah berada di sekitar selangkangan ajie. “jok, apa maksud ini?” akhirnya ajie menanyakannya. Namun belum sempat ia bertanya lagi, joko malah semakin berani. Ia mencorongkan kepalanya dan mencium bibir ajie. Ajie sangat kaget dibuatnya, namun untuk beberapa saat ajie hanya terdiam lagi. Kurang dari satu menit, ajie tersadar dan melepaskan diri dari joko. “gila!apa yang kau lakukan jok?” tanya ajie sambil berdiri menjauhi joko. Joko yang dari tadi belum mengatakan apapun, membenahi duduknya. Kemudian ia mengatakan sesuatu: “aku suka kamu jie” kata joko. “maksudmu?” tanya ajie. “ya..suka!seperti layaknya laki-laki yang suka ama perempuan.” “kamu becanda khan?gak mungkin!” bantah ajie. Ajie semakin menjauh dari kursi dimana joko duduk. “ini benar jie” “gak, kamu cuman maen2x,becanda khan?” ajie mengatakan sesuatu yang bisa membuatnya tenang sendiri. Lalu joko pun bangkit mendekati ajie yang masih terpaku. “ini benar jie, tulus, aku suka kamu!” lalu setelah ia mengatakan itu, ia meraih tubuh ajie. Ia rangkul pinggang ajie dan ia mencium bibirnya lagi. Beda dengan yang tadi, sekarang ajjie sudah tidak memberontak. Meskipun awalnya ajie masih terdiam, namun karena ia merasakan sensasi yang lain, ia pun membalas ciuman joko. Sekarang mereka berciuman sambil memainkan lidah mereka, sangat panas. Tangan mereka pun tak mau kalah, meraba tubuh satu sama lain. Puas berciuman, mereka menghentikan aksinya. Kemudian, joko melepaskan pakaiannya satu demi satu. Di awali dengan melepas kaos ketatnya, lalu diikuti dengan melepaskan sarungnya. Ternyata dari tadi joko tidak memakai celana dalam, sehingga setelah sarungnya lepas dari tubuh joko, sekarang ia pun telanjang bulat. Ya, joko sekarang telanjang bulat di depan ajie. Tubuh joko sangat seksi. Tubuhnya yang berotot, dengan kulit sawo matang, dada bidang yang dihiasi bulu-bulu halus yang makin ke bawah makin lebat dan berpusat ke area kontolnya. Dua puting besar berwarna coklat, terlihat menghiasi dadanya. Dan yang paling menggetarkan ajie adalah kontol joko sangat besar!!. Saat masih tidur, kontol joko berukuran 11cm dengan bulu jembut yang sangat lebat. Tubuh joko memang sangat menawan. Ajie yang melihat itu, jadi terangsang, ia heran mengapa ia suka dengan tubuh joko. Untuk beberapa saat mereka sama-sama terdiam, kemudian joko mendekati ajie. Ia mulai dengan mencium belakang leher ajie. Ough…sensasi kenikmatan yang baru akan dimulai, dirasakan oleh ajie. Pagutan joko di lehernya membuat birahi ajie seketika menjadi naik. Kemudian joko berhenti dan meminta ajie yang menciuminya. Ajie lalu memulainya dengan menciumi dada joko. Dua puting joko yang berwarna hitam ketat, ia sedot dan pelintir. Jok hanya mendesah pelan saat putingnya dihisap. Ough… lalu bibir ajie makin kebawah, sekarang ia jongkok tepat dihadapan kontol joko. Awalnya ia hanya menjilatinya, sehingga kontol joko yang masih tertidur, bergelantungan ke kanan ke kiri. Lalu ajie mulai memegang batang joko. Ia kocok pelan, buah zakarnya ia raba, sehingga lama kelamaan kontol joko membesar menjadi sekitar 19cm, sangat besar berwarna hitam kemerahan mengkilat serta jembut hitam lebat di sekitarnya. Sangat indah!ajie sampai terkesima dan mulai menyukai permainan ini. “kamu suka jie” tanya joko. “gedhe banget jok!kayak pentungan!” “hehe..suka ya?kalo gitu emut aja” pinta joko. Lalu tanpa ba bi bu lagi, ajie langsung melumat kontol joko yang super gedhe. Ajie coba memasukkannya ke dalam mulut, sampai mengenai rongganya, dan karena kontol joko yang terlalu besar, sampai-sampai tidak semua batang kontol joko bisa masuk. Saat kontol sudah di dalam mulut, ajie menyedotnya dalam-dalam. “oughhh…shit,ough…!” joko mendesah pelan saat ajie mulai menyedot kontolnya. Ia merasakan nikmat. Tangannya yang memegang kepala ajie, sesekali menjambak-jambak rambut ajie saat tak kuat merasakan nikmat. Jembut joko yang lebat dan ikal, menebarkan bau maskulin yang merangsang ajie. Ia menyibak jembut tersebut dan membauinya dengan hidung. Ajie tidak merasa jijik maupun geli dengan itu semua, ia terlihat sangat menikmati kontol dan jembut joko. Aji semakin lama semakin bisa menikmati kontol joko. Ia kocok dengan tangan dan ia masukkan ke mulut, lalu saat berada di dalam mulut, ia sedot kuat. Ia lakukan berulang, sambil tangannya meraba buah peler joko. “ough…ough…sedot jie, lebih dalam, ah…”. Sedotan ajie makin liar!dan akhirnya, setelah kurang lebih 15 menit, joko akan merasakan orgasme. “oh jie, lagi jie…ah…!” joko meminta ajie supaya lebih cepat. Ajie pun mempercepat tempo kocokan dan sedotannya, hingga akhirnya… “ouuuuggggh……..” crot…crot…crot.... cair kental keluar dari kontol joko dan muncrat ke wajah ajie. “ough..oh..oh..” joko mendesah merasakan sisa-sisa nikmat sambil mengatur nafasnya. Setelah puas kontolnya di sedot ajie, joko duduk untuk istirahat. Saat itulah ajie hanya memandang tubuh joko yang telanjang bulat dan bersimbah peluh, sedang joko setengah berbaring di sofa. Cukup lama ajie memandang tubuh joko. “kenapa jie, kok diem saja?” tanya joko penasaran melihat sikap ajie yang aneh. Ajie tak menjawab. Dia hanya menundukkan kepala. Mungkin ada sedikit rasa penyesalan atas apa yang sudah ia lakukan tadi. Tak berapa lama, Joko paham dengan perasaan ajie. Lalu ia bangkit dari sofa dan mendekati ajie. Ia masih telanjang, dengan kontol yang udah lemas dan bergelantungan ke kanan kiri saat ia berjalan. Setelah dekat dengan ajie, joko mencoba meraih tubuh ajie, namun yang ia tuju malah membalikkan badan. Joko tak kehabisan akal, ia mendekap tubuh ajie dari belakang. Tangannya ia lilitkan di pinggang ajie, bibirnya langsung menyosor leher dan bagian belakang telinga ajie. Sontak ajie kaget dengan birahi yang juga naik. Sambil tangannya meraba dada ajie, joko mendesah pelan di telingan ajie. “tau gak, kamu seksi banget. Aku pingin nge-sex denganmu” kata joko dengan nada merayu. Kemudian ia menarik balik tubuh ajie, sehingga sekarang mereka berhadap-hadapan. Sambil tersenyum, joko melepas satu demi satu kancing baju ajie dan kemudian ia membukanya. Setelah itu, ia juga menarik celana panjang dan celana dalam ajie. Sekarang ajie sudah telanjang bulat. Tubuh ajie terlihat lebih putih dibanding joko, namun tidak sekekar joko. Pandangan ajie masih kosong, mungkin ia masing bingung dengan apa yang terjadi dan joko lakukan. Ia sepertinya pasrah. Bahkan saat joko menuntunnya untuk rebahan di sofa panjang, ia pasrah. Sekarang ia terlentang di atas sofa dengan tubuh telanjang tanpa sehelai benang pun seperti bayi yang baru lahir. “tubuh kamu benar-benar membuat aku terangsang” kata joko sambil memandangi tubuh ajie dengan penuh nafsu. Lalu, ia pun memulai aksinya. Ia menciumi ajie mulai dari bawah, ia menjilati kakinya, naik ke atas hingga sekarang sampai ke kontol ajie. Kontol ajie gak terlalu panjang di banding dengan punya joko, namun kontol ajie punya diameter yang lumayan. Joko memegang batang kontol ajie, lalu ia jilati dengan lidahnya. Pelan namun pasti, kontol ajie makin membesar. Sekarang sudah menegang. Joko pun makin semangat untuk mengocok dan menyedotnya. Ajie yang dari tadi masih diam, sekarang sudah mulai merespon. Ia merasakan kenikmatan, sesekali ia merenguh pelan. Joko sangat menikmati kontol ajie. Joko sangat mengerti akan kenikmatan, sehingga ia menservis ajie dengan sangat perhatian. Ia kocok pelan, lalu mulai ia percepat. Kontol ajie dimasukkan ke mulut, dikeluarkan, disedot. “ah…ah..” ajie menggelinjing setiap kali medapat sensasi yang nikmat. Joko memompa mulutnya dengan sekuat tenaga, sambil tangannya merogoh lobang anus ajie, sehingga membuat ajie semakin tak karuan. “ough..ah…”. Joko makin mempergiat aksinya, namun sebelum mencapai klimaks, ia menghentikan sedotannya. Ajie terlihat sedikit kecewa. Joko menghentikan aksinya karena ingin menjliati seluruh tubuh ajie. Mulut dan lidahnya makin naik, ke perut dan sampai ke dada. Ia pelintir pelan puting kanan ajie, sedangkan puting kiri ia sedot. “ough.., jok!” ajie mendesah lagi. Bibir joko makin naik, sekarang ia berada di leher ajie, ia memagut sampai bunyi cipokan yang cukup keras dan meninggalkan tanda merah di leher ajie. Ajie menggeliat setiap bibir joko menjilati setiap bagian tubuhnya. Kemudian, Joko menindih tubuh ajie. Sambil terus menciumi leher dan bibir ajie, sekarang kontol joko sudah berada di atas kontol ajie. Sekarang, dua tubuh manusia sejenis yang telanjang bulat itu sudah saling menindih. Bibir mereka saling berpagutan dan saling menggesek kontol mereka satu sama lain sehingga menimbulkan rasa nikmat. Kontol mereka yang sudah sama-sama tegang saling bersentuhan dan bergesekan. Gerakan tubuh mereka naik turun sambil terus berciuman. Keringat mereka bercucuran dan saling bercampur satu sama lain. “ah..ah..ah..ough…” nafas mereka saling memburu seperti sedang berlarian. Hanya bunyi desahan nafas tak karuan dan erangan nikmat saja yang terdengar. “ough..ough...” joko yang berada di atas terus memacu gesekan kontolnya di atas kontol ajie. Gerakan joko semakin liar, sesekali tangannya meremas-remas puting ajie sehingga membuat ajie semakin keenakan. Ajie yang baru pertama kali merasakan ini semua, seakan sudah terbiasa dan bisa meladeni permainan joko. “ah..ah...ah..” rintihan ajie yang ditindih joko. Kedua tangannya ia naikkan di dekat kepala. Ciuman joko kadang sampai ke arah ketiak ajie yang ditumbuhi sedikit bulu. Dengan penuh nafsu, joko menjilati ketiak ajie yang basah. “ough...ough...”, joko terus dan ajie terus menerus memburu nafsu birahi mereka. Gerakan badan mereka, naik –turun, ke kanan ke kiri, untuk meraih sensasi kenikmatan. Lama kelamaan, gesekan telah membuat kontol mereka menjadi panas dan akan mencapai klimaks. Ajie sepertinya yang keluar duluan. “jok, aku mau keluar!!!” lalu joko makin mempercepat gesekan kontolnya di atas kontol ajie. Hingga akhirnya,.. “ough…ougggghhh…ahhh..!!” ajie setengah berteriak saat pejuhnya keluar. Pejuh ajie sampai membasahi kontol dan selangkangan joko yang masih mengesek cepat. Akibat pejuh ajie, daerah sekitar kontol menjadi licin, namun itu tak membuat joko mengendurkan gesekannya, ia malah makin mempercepat. Tidak selisih jauh dengan ajie, joko akhirnya mau mencapai klimaks. “jie, mau keluar juga nih!” setelah itu ia berdiri dan jongkok di atas atas kepala ajie, dan mengacungkan kontolnya yang sudah siap menembak, tepat di dekat kepala ajie. Joko mengocok sebentar kontolnya, dan lalu… “ough…oouuugggghhhh..!! crot…crot..crot...joko tidak bisa menahan diri saat meraih kenikmatan, ia berteriak dengan kencang. Pejuhnya yang kental, muncrat tepat di kepala ajie. “ough...ough...shit!” joko terus memegangi kontolnya yang sedang merenda nikmat dan terus memuntahkan pejuhnya. Ajie yang berada di bawah, menerima pejuh joko dengan senang hati. Mereka berdua sudah bercinta dengan sekuat tenaga, sehingga menghasilkan kenikmatan maksimal. Setelah puas, joko merebahkan diri menindih ajie. Sambil terus mengatur nafas, ia memandang ajie sambil tersenyum. Ajie pun membalas senyuman tersebut.
Setelah perstiwa malam pertama yang menggairahkan, hubungan joko dan ajie semakin mesra dan panas. Meskipun di kantor mereka berusaha bersikap biasa-biasa saja seperti layaknya hubungan kerja, namun di luar kantor, mereka seperti pasangan suami istri yang sedang bulan madu. Tiada malam tanpa bercinta. Mereka selalu menghabiskan malam dengan tidur bersama, bisa di tempat joko maupun ajie. Akan tetapi, meskipun sudah sangat panas, sebenarnya masih ada yang kurang dalam hubungan seks mereka, dan itu mengganjal dihati joko. Sampai dengan minggu kedua hubungan mereka, ajie belum mau untuk dianal alias dikentot, padahal joko sudah ingin sekali. Tiap malam joko selalu merayu ajie supaya dikentot, tapi ajie menolak karena belum siap. “aku belum bisa jok” kata ajie saat joko meminta. “kenapa jie?kamu gak percaya and sayang ma aku?” tanya joko penasaran. “bukan itu, aku masih takut. Aku harap kamu mau ngerti” “tapi sampai kapan?udah gak sabar neh!” joko berkata setengah memelas. “sabar aja, suatu saat pasti siap?” jawab ajie sambil tersenyum. “ya moga aja gak kelamaan, keburu basi ini kontol!” canda joko. “mana bisa basi, kontol segedhe itu!” “heh, sapa tau!tapi kayaknya, meskipun dah basi, kamu bakal tetep suka kontolku khan?” “idih, ogah!mending cari yang lain” “hah!awas ya..!. Setiap malam ajie selalu bisa menolak permintaan joko, namun dalam hati ajie, ia tau bahwa suatu hari dia gak akan bisa menolaknya. Akhirnya, malam yang ditunggu joko, tiba juga. Malam itu seperti biasa joko dan ajie tidur bersama untuk saling melampiaskan nafsu. Mereka berdua sudah berada di dalam kamar. Joko seperti biasa yang terlihat sangat bernafsu untuk bercinta. Namun sebelum mulai, ajie mengatakan sesuatu kepada joko. “jok, malam ini aku dah siap” kata ajie lirih hampir tak terdengar. “siap, siap apaan?” “ya itu…” jawab ajie ragu-ragu. “itu apa?hm…” joko masih belum paham dengan maksud ajie. “kok kamu malah bingung?” “oooo!!! Itu, ehm ehm.., bener neh?gak nyesel” tanya joko. Ajie yang ditanya hanya mengangguk pelan. “akhirnya kamu gak kuat juga ya?pingin ngerasain kentotanku!” ajie mendengar ucapan joko dengan malu-malu. Lalu mereka pun mulai bercinta. Joko mulai dengan membuka bajunya satu demi satu hingga telanjang bulat. Tubuhnya masih indah. Dadanya bidang dengan dua puting hitam ketat, dan sekarang bulu-bulu dadanya makin terlihat lebat. Lengan berotot dan bulu ketiak menyembul sedikit dari lipatan ketiaknya. Kulitnya yang berwarna coklat, terlihat mengkilat karena peluh yang bercucuran. Dan yang paling menarik tentunya, barang bulat lonjong di bawah perut. Kontol joko masih tertidur pulas, namun sudah terlihat besar. Kontol joko dihiasi bulu jembut yang lebat berwarna hitam dan sedikit ikal. Joko yang sudah telanjang, berjalan mendekati ajie yang terlentang di ranjang penuh kepasrahan. Joko lalu naik ke ranjang dan langsung menindih ajie. Ia mulai menicumi bibir ajie dengan penuh nafsu sambil mengesek-gesek kontolnya yang mulai menengang di tubuh ajie. Ajie bisa merasakan bulu-bulu kasar dari jenggot joko.Sambil terus berciumuan, joko membantu ajie untuk melepas pakaiannya. Sekarang mereka berdua sudah telanjang bulat, saling menindih di atas ranjang. Puas dengan berciuman untuk pemanasan, joko membalik tubuhnya dan meminta ajie untuk tidur menyampinng. Mereka mau saling mengoral dengan posisi 69. Kepala dan mulut joko tepat berada di kontol ajie, dan sebaliknya pun begitu. Sekarang mereka menikmati kontol pasangan masing-masing. Seperti anak kecil yang lama tidak makan es krim, mereka mengemut kontol pasangan dengan liar. Joko dengan ganasnya memasukkan kontol ajie ke dalam mulut dan menghisapnya. Ajie pun tak mau kalah, ia berusaha keras untuk bisa mengoral kontol joko yang segedhe terong di dalam mulut. “nym..nym…” mereka saling menikmati kontol yang ada di mulut mereka. Jika salah satu ada yang menghisap, pasti ada salah satu yang menggelinjing karena keenakan. Sesekali ajie juga mengemut biji peler joko. Bau menyengat dari aroma kejantanan joko, membuat ajie makin liar saat mengemut kontol joko. Permainan 69 yang sudah berlangsung sekitar 15 menit, mereka hentikan. Joko sepertinya sudah tak sabar untuk memperawani lobang pantat ajie. Joko meminta ajie untuk terlentang, dengan kaki diangkat ke atas. “my lovely virgin” kata joko sambil tersenyum penuh birahi ke arah ajie. Joko kemudian meminta ajie untuk menopang pinggulnya dengan bantal supaya pantatnya sedikit naik, sehingga mudah untuk dikentot. “gak sakit khan jok?” tanya ajie dengan sisa-sisa keraguan. “sakit bentar, pas awal-awal. Tapi kelamaan juga enak” joko mencba menenangkan ajie. Lalu ia mengocok kontol sebentar agar tegang setegang-tegangnya. Namun sebelum ia memasukan kontolnya ke lobang ajie, ia memberikan pemanasan ke lobang ajie supaya tidak kaget. Mula-mula ia menggunakan lidahnya untuk mencium dan menjilati bibir anus ajie. “ough..ough..” ajie mengeluh pelan. Lalu joko menggunakan jari telunjukknya untuk memberikan pemanasan. Ia masukkan jarinya ke dalam dan sedikit menggerakkannya. “ah….” ajie melonjak kaget saat jari joko masuk ke dalam anusnya. Tangannya meraih erat seprei untuk menahan rasa sakit. “lobang kamu benar-benar masih sempit jie. Bakal nikmat neh!”. Lalu setelah dengan satu jari, joko mencoba dengan 2 jari, ia menggunakan telunjuk dan jari tengahnya sekaligus untuk mempenetrasi lobang ajie. “ah…ough” aji sekali lagi hanya mendesah pelan. Ia memejamkan matanya. Ia merasakan rasa sakit. Joko mengobok-obok anus ajie dengan kedua jarinya. “ah..ah…” ajie mendesah-desah tak nyaman sambil mengerak-gerakkan badannya. Di rasa cukup, joko menghentikan pemanasannya dan mencabut jarinya. “jie, saat pertama kali, kayaknya bakal sakit.kamu tahan bentar ya..” joko berkata supaya ajie siap. Kemudian joko pun mengacungkan kontolnya yang sudah tegang di depan lobang ajie. Ia awalnya hanya mengesek-gesekkan kontolnya di bibir anus, namun tak berapa lama kemudian. Blesss…kontol super besar joko mulai masuk ke lobang ajie yang masih sempit. “arggghhhhh!!!!!” ajie berteriak ketika kontol joko mulai memasuki anusnya. Ia merasakan sakit luar biasa. Joko memasukkan kontolnya pelan-pelan, hingga semua batangnya tenggelam di dalam anus ajie. Untuk beberapa saat, ajie merasakan sesuatu yang aneh di dalam anusnya. Hal yang wajar dialami seseorang ketika baru pertama kali dipenetrasi. Kemudian joko mulai menggerakkan kontolnya. “jie, sempit banget, enak!” joko merancu sambil menyogok-nyogok kontolnya di dalam anus ajie. Ia menggerakkan pantatnya ke depan-belakang dengan pelan. Gerakan pinggul joko sangat erotis. “ough..ough…enak jie!pantatmu enak bgt!” joko menghujam-hujamkan kontolnya. “ah…ah…sakit jok!pelan-pelan..” ajie masih merasakan sakit. Joko tidak egois, tau ajie masih belum nyaman, dia berusaha selembut mungkin agar ajie tidak kesakitan. Ia menggerakkan pantatnya maju mundur dengan pelan, sehingga kontolnya yang di dalam anus tidak terlalu membuat sakit ajie. Sesekali ia memvariasi dengan menggerakkan pantatnya ke kanan dan ke kiri. Selain itu, joko menunuduk untuk sesekali menciumi bibir ajie. “oh yes..oh yes..” joko terus memompa kentotannya. “argh..arghh...pelan jok!!” ajie menerima kentotan joko sambil meringis pelan. Namun, joko sepertinya sudah tidak peduli lagi, ia semakin mempercepat kentotannya. “plok…plok..” bunyi hentakan antara pantat ajie dengan paha joko karena tempo kentotan yang makin cepat. “ough anj*ng!!,..ough…pantatmu sempit banget. Enak jie!!!” joko memacu kentotannya makin cepat. Ajie pun lama kelamaan sudah bisa merasakan nikmat. “ough..jok, enak jok!” “oh yes..oh yes..kamu suka ya?enak khan?” teriak joko sambil mempercepat kentotannya. Saat dikentot, tangan ajie berusaha mengocok kontolnya sendiri. “lagi jok, ough…lebih dalam?ough…ough..” mendengar teriakan ajie, joko makin mempercepat tempo. Gerakan pinggulnya juga makin cepat. Keringat bercucuran dari tubuh mereka berdua. Sprei warna putih sudah basah kuyup. “ough..yes..fuck..fuck...” joko menggerakkan pingulnya dengan lihai, sepertinya dia sudah terbiasa dengan ini semua. Nafas mereka saling memburu disertai desahan yang membuat suasana makin panas. “ough…ough…ough...” joko terus mempergiat kentotannya. “ough..jok..ooouuuuuuugh…lagi jok, kontolmu enak!” aji menggerang saat merasakan nikmat plus rasa sakit. Ajie juga terus mengocok kontolnya. Hingga setelah kurang lebih 20 menit, joko sepertinya mau mencapai klimaks. “ough..mau keluar nih jie?” kata joko sambil terus memacu kentotan. Suara benturan pantat makin keras terdengar, sekeras deru nafas mereka yang makin tidak karuan. Suara derit ranjang, sesekali terdengar karena pergumulan mereka yang liar di atas ranjang. “lagi jok, lebih dalam…!!ough…” aji memberikan semangat kepada joko. Joko makin semangat menghujamkan kontolnya, pantatnya maju mundur teratur dengan kecepatan yang makin cepat. “jie, jie, ouuuuuggggggggghhhhhhhhhhh!!!!” joko meregang sambil menancapkan kontolnya dalam-dalam di anus ajie saat mencapai klimaks. Crot...crot..crot... Pejuh memuncrat di dalam anus ajie, sehingga ajie merasakan kehangatan di dalam anusnya. “ough..ough..yes…oughhhhhhhhh” joko mengentak-hentakan kontolnya di dalam anus merasakan sisa-sisa orgasme. Karena pejuhnya banyak, ada yang sampai keluar meleleh di bibir anus ajie. Tak berapa lama kemudian, ajie yang mengock kontolnya sendiri, juga merasa akan mencapai klimaks. “aku juga mau keluar jok!”. Lalu tanpa diperintah, joko membungkuk dan menyipakan mulutnya utnuk menerima pejuh ajie, dan..crot..crot..crot.. “ough…oughh…” pejuh kental muncrat dan mengenai wajah joko. “ough…!!..” suara ajie saat merasakan orgasme. Lalu setelah itu, joko yang belum mencabut kontolnya dari lobang ajie, menjilati pejuh ajie yang berceceran di perut ajie. Joko lalu mencabut kontolnya dari lobang ajie, dan merebahkan tubuhnya di samping ajie. Mereka berdua sudah terlihat lemas. Ajie kemudian tidur menyamping dan menyandarkan kepalanya di dada bidang joko. “makasih jie, udah mau ngasih keperawananmu” “kok keperawanan?aku khan cowok?” bantah ajie. “ya..meskipun cowok, pantatmu khan udah gue bobol, hehehe…” canda joko. “sialan!” “tapi, kamu juga suka khan?btw, jadi sekarang kamu udah bukan perawan lagi donk!” canda joko lagi. “ih, apaan!!” kata ajie, sambil membetot kontol joko yag udah lemas terkulai. Lalu mereka pun tertawa bersama. Sambil terus mengatur nafas, mereka akhirnya tertidur sambil berpelukan karena sudah kecapekan. Pagi harinya, ajie bangun terlebih dahulu. Saat akan bangkit dari ranjang, ia menyempatkan melihat tubuh telanjang joko yang tergolek di atas ranjang. Ia menikmati setiap inci tubuh joko yang sangat indah, apaalgi kontol joko yang menggairahkan. Ia tidak puas-puasnya menikmati tubuh joko dengan matanya, hingga tak sadar kalau joko sudah bangun dan mengetahui perbuatannya. “kok ngeliatin terus, suka ya?” tanya joko yang mengagetkan ajie. “ah..biasa aja” ajie menjawab asal dan mengalihkan pandangan ke arah lain. “kalo suka, kesini aja” joko meminta ajie untuk mendekat. Namun ajie sepertinya tidak menanggapi, ia sepertinya akan menuju kamar mandi. “jie, lagi donk!masih pengen ngentot neh!” ternyata joko masih belum puas dengan yang tadi malam. “kita mesti buruan, keburu telat untuk apel pagi” ajie menolaknya. Namun joko tidak peduli, ia bangkit dari ranjang dan menarik tubuh ajie. Lalu joko mendorong tubuh ajie ke ranjang dan mencoba menindihnya. Ajie memberikan sedikit memberikan perlawanan, sehingga terjadi pergumulan di atas ranjang. Joko-lah yang menang, ia sekarang menindih tubuh ajie. “kenapa gak mau, bentar kok, gak nyampe 30 menit” rayu joko. Lalu ia mencoba merangsang ajie dengan setengah berdiri memperlihatkan kontol gedhenya yang masih lemas ke arah muka ajie. Joko mengoyang-goyang pinggulnya, sehingga kontol gedhenya bergelantungan ke kanan kiri. Ajie yang awalnya hanya tersenyum-senyum, lama kelamaan tidak kuat menghadapi rayuan joko. Ajie meraih kontol joko dan langsung mengemutnya. Ia masukkan kontol joko ke dalam mulutnya dan mengocoknya dengan tangan. Terlihat kalo ajie sangat menyukai kontol joko. Namun, tidak sampai 5 menit ajie tiba-tiba menghentikan aksinya dan mendorong tubuh joko. Ajie kemudian berusaha turun dari ranjang. Tidak jelas apa penyebabnya, ajie jadi enggan untuk melanjutkannya. Akan tetapi, joko tak menyerah begitu saja, ia meraih tangan ajie dan memaksa ajie untuk tetap berada di ranjang. Hingga akhirnya sekarang posisi mereka tidur menyamping. Tubuh joko membelakangi tubuh ajie. Tangan joko yang kokoh, memeluk erat tubuh ajie dari belakang. Kontol joko yang sudah tegang, mencoba menusuk-nusuk pantat ajie. Lalu tanpa banyak waktu, ia langsung mengentot ajie dari belakang. Dengan mulut yang menciumi bagian leher dan belakang telinga ajie, sehingga ajie menjadi terangsang, joko berusaha mengentot ajie. Tangan joko yang memeluk tubuh ajie dari belakang, menggerayangai puting dan kontol ajie. Ajie sepertinya pasrah dan menikmati permaianan pagi itu. Dengan nafas yang terus menderu, joko mulai menyogok-nyogok anus ajie. “ough..ugh…” joko mendesah pelan. “ahh..ah…jok!!!” joko dengan penuh kelembutan mengentot ajie dari belakang. Pantatnya maju mundur membuatnya merasakan kenimatan. Mereka menggeliat di atas ranjang sambil terus memacu kenikmatan. Meskipun udara pagi masih dingin, namun keringat sudah bercucuran dari tubuh mereka karena panasnya permainan sex tersebut. “ah…jok, lebih dalam jok…” “suka ya, ini!!!” joko terus menghujamkan kontolnya di anus ajie. Buah pantat ajie bisa merasakab bulu jembut joko yang lebat. Sedangkan kontol ajie sendiri sudah tegang dan sedang dikocok dengan bantun tangan kiri joko. “hm..ough..hm…ah…” joko menggerang merasakan nikmat. Persetubuhan dengan posisi menyamping ternyata nikmat juga. Permainan tersebut berlangsung sekitar 15 menit, hingga akhirnya ajie duluan yang orgasme, “aku mau keluar jok!” lalu dengan gagahnya, kontol ajie memuncratkan pejuhnya sehingga mengotori speri dan tangan joko. “ough..ah..ah..” desahan ajie karena orgasme. Joko yang masih mengentot, terus memacu gerakannya. Pinggulnya yang maju mundur semakin lama semakin bergerak cepat. “aku mau keluar!” joko menghujamkan kontolnya dalam-dalam, hingga..crot..crot..crot.. “ough…ough…ougggghhh…!!!” kontol joko menembakkan peluru pejuhnya di dalam anus ajie. Nafas masih terdengar memburu di antara mereka. Untuk beberapa saat, joko masih memeluk ajie dari belakang. Percintaan di pagi hari yang sangat panas dan menggairahkan.

Sumber:
http://17th-cerita-gay-panas.blogspot.com